BAB I

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

BAB I:

BAB I KEHIDUPAN AWAL MASSYARAKAT DI INDONESIA

A. TEORI MUNCULYA KEHIDUPAN DI MUKA BUMI:

A. TEORI MUNCULYA KEHIDUPAN DI MUKA BUMI A lam di Indonesia merupakan bagian alam dunia karena itu pertumbuhan alam di Indonesia juga sama dengan pertumbuhan alam di dunia. Menurut ilmu falak , bumi merupakan satu dari jutaan bintang. Pada mulanya bumi merupakan bola panas yang berputar pada porosnya. Akibat perputaran ini bumi Menjadi padat sehingga terjadilah kulit bumi. Perputaran yang berjalan terus menyebabkan kulit bumi makin tebal dan temperaturnya turun. Tetapi, bagian dalam bumi masih merupakan cairan yang panas yang keluar dari perut bumi sebagai lava pada waktu sebuah gunung meletus. Terjadilah pembentukan daratan , sementara itu pengembunan dan cairan es di daerah kutub menimbulkan laut . Temperatur yang terus menurun menyebabkan kulit bumi makin dingin yang memungkinkan mulai adanya makhluk hidup.

Dalam mempelajari kehidupan manusia pra sejarah, ilmu sejarah dibantu oleh ::

Dalam mempelajari kehidupan manusia pra sejarah, ilmu sejarah dibantu oleh : Palaeo- Antropologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk- bentuk bentuk manusia yang paling sederhana hingga hingga manusia jaman sekarang. Palaeontologi adalah ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu (fosil). Geologi adalah ilmu yang mempelajari lapisan tanah. Arkeologi atau ilmu purbakala adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala untuk menyusun kembali sejarah kehidupan manusia dan masyarakat masa lampau. 5 . Filologi adalah ilmu perbandingan bahasa.

Filologi digunakan untuk mempelajari berbagai suku bangsa Indonesia mengenai persamaan bahasanya. Dengan mempelajari persamaan bahasa tersebut maka dapat ditelusuri tentang persebaran suku bangsa atau bangsa atau bangsa pemakai bahasa tersebut. 5. Iconografi adalah ilmu yang mempelajari arca/patung . 6. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari sifat, keadaan, dan pertumbuhan hubungan sosial masyrakat.:

Filologi digunakan untuk mempelajari berbagai suku bangsa Indonesia mengenai persamaan bahasanya. Dengan mempelajari persamaan bahasa tersebut maka dapat ditelusuri tentang persebaran suku bangsa atau bangsa atau bangsa pemakai bahasa tersebut. 5. Iconografi adalah ilmu yang mempelajari arca/patung . 6. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari sifat, keadaan, dan pertumbuhan hubungan sosial masyrakat.

Pembagian zaman menurut geologi:

Pembagian zaman menurut geologi Bagan Pembagian Zaman Berdasarkan Geologi Pembagian Zaman Menurut Geologi Zaman Arkaekum ±2500 Juta th yg lalu Zaman Palaeozoikum ±340 juta th yg lalu Zaman Mesozoikum ±140 juta th yg lalu Zaman Neozoikum ±60 juta th yg lalu Zaman tersier ±60 juta th yglalu Zaman Kuarter ±600.000 th lalu Kala Pleistosin ±600.000 th lalu Kala Holosin ±20.000 th lalu

1. Zaman Arkhaekum/Azoikum ciri-cirinya : -Berlangsung ±2500 juta tahun yang lalu -kondisi bumi belum stabil -Kulit bumi dalam proses pembentukan -bumi dan udara masih panas -Belum ada tanda-tanda kehidupan 2. Zaman Palaeozoikum (zaman tertua) / zaman primer ciri-cirinya : -Berlangsung ± 340 juta tahun yang lalu -Keadaan bumi masih belum stabil -Sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan -hewan bersel satu dan tak bertulang belakang mulai ada -sudah mulai muncul sejenjs ikan, ampibi dan permulaan permulaan reptil 3. Zaman mesozoikum (Zaman Pertengahan) / Zaman sekunder ciri-cirinya : :

1. Zaman Arkhaekum/Azoikum ciri-cirinya : -Berlangsung ±2500 juta tahun yang lalu -kondisi bumi belum stabil -Kulit bumi dalam proses pembentukan -bumi dan udara masih panas -Belum ada tanda-tanda kehidupan 2. Zaman Palaeozoikum (zaman tertua) / zaman primer ciri-cirinya : -Berlangsung ± 340 juta tahun yang lalu -Keadaan bumi masih belum stabil -Sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan -hewan bersel satu dan tak bertulang belakang mulai ada -sudah mulai muncul sejenjs ikan, ampibi dan permulaan permulaan reptil 3. Zaman mesozoikum (Zaman Pertengahan) / Zaman sekunder ciri-cirinya :

-Berlangsung ± 140 juta tahun yang lalu -Reptil berukuran raksasa berkembang pesat seperti : dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus -Disebut zaman reptil, karena reptil berukuran besar mengalami perkembangan yang pesat -sebagaian jenis burung dan hewan menyusui tingkat rendah mulai muncul 4. Zaman Neozoikum (Zaman Baru) Zaman Neozokum berlansung 2 zaman : Zaman tersier dan zaman kuarter. a. Zaman tersier mempunyai ciri-ciri : -Berlangsung ±60 juta tahun yang lalu -Reptil raksasa mulai lenyap -Binatang menyusui berkembang dengan pesat -Sudah ampak primat -Kera sudah banyak jenisnya :

-Berlangsung ± 140 juta tahun yang lalu -Reptil berukuran raksasa berkembang pesat seperti : dinosaurus, brontosaurus dan atlantosaurus -Disebut zaman reptil, karena reptil berukuran besar mengalami perkembangan yang pesat -sebagaian jenis burung dan hewan menyusui tingkat rendah mulai muncul 4. Zaman Neozoikum (Zaman Baru) Zaman Neozokum berlansung 2 zaman : Zaman tersier dan zaman kuarter. a. Zaman tersier mempunyai ciri-ciri : -Berlangsung ±60 juta tahun yang lalu -Reptil raksasa mulai lenyap -Binatang menyusui berkembang dengan pesat -Sudah ampak primat -Kera sudah banyak jenisnya

b. Zaman Kuarter mempunyai ciri-ciri -Berlangsung ± 600.000 tahun yang lalu -Sudah mulai ada manusia -Dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu zaman plestosin (zaman dilluvium/zaman es dan zaman holosin. b.1. Zaman Plestosin/Dilluvium Pada zaman ini es yang ada di kutub utara meluas karena suhu bumi turun(glasial) dan mencair karena suhu bumi naik (interglasial). Zaman ini dibedakan menjadi 3 lapisan, yaitu : (a) Lapisan atas/lapisan Ngandong (Plestosin Atas) ditemukan manusia purba jenis homo soloensis, homo wajakensis. (b) Lapisan tengah/lapisan Trinil (Plestosin Tengah) ditemukan manusia purba Pithecanthropus Erectus :

b. Zaman Kuarter mempunyai ciri-ciri -Berlangsung ± 600.000 tahun yang lalu -Sudah mulai ada manusia -Dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu zaman plestosin (zaman dilluvium/zaman es dan zaman holosin. b.1. Zaman Plestosin/Dilluvium Pada zaman ini es yang ada di kutub utara meluas karena suhu bumi turun(glasial) dan mencair karena suhu bumi naik (interglasial). Zaman ini dibedakan menjadi 3 lapisan, yaitu : (a) Lapisan atas/lapisan Ngandong (Plestosin Atas) ditemukan manusia purba jenis homo soloensis, homo wajakensis. (b) Lapisan tengah/lapisan Trinil (Plestosin Tengah) ditemukan manusia purba Pithecanthropus Erectus

c) Lapisan bawah/lapisan Jetis (Plestosin Bawah) ditemukan manusia purba jenis Meganthropus Palaaeo javaniscus, Pihtecanthropus Robustus dan pitecanthropus Mojokertensis 2. Zaman Holosin/Zaman Alluvium -Keadaan bumi sudah stabil -Zaman es sudah berakhir -Jenis manusia purba adalah Homo Sapiens :

c) Lapisan bawah/lapisan Jetis (Plestosin Bawah) ditemukan manusia purba jenis Meganthropus Palaaeo javaniscus, Pihtecanthropus Robustus dan pitecanthropus Mojokertensis 2. Zaman Holosin/Zaman Alluvium -Keadaan bumi sudah stabil -Zaman es sudah berakhir -Jenis manusia purba adalah Homo Sapiens

BRONTOSAURUS:

BRONTOSAURUS

BRONTOSAURUS:

BRONTOSAURUS

DINOSAURUS:

DINOSAURUS

DINOSAURUS:

DINOSAURUS

B. KEHIDUPAN AWAL MANUSIA INDONESIA:

B. KEHIDUPAN AWAL MANUSIA INDONESIA Dalam Zaman tersier binatang menyusui berkembang Dengan pesat, sedangkan reptil raksasa makin menyusut. Kera sudah muncul dalam berbagai jenis. Dalam jaman kuarter manusia sudah mulai muncul. Zaman Ini dibagi menjadi dua periode, yaitu masa pleitosen atau Dillivium dan masa holosen atau alluvium. Zaman dillivium juga disebut jaman es, karena es didaerah Kutub berulang kali meluas sebab temperatur belum stabil Hingga menutupi sebagian Asia bagianutara, Eropa bagian Utara dan Amerika bagian utara, dan disebut dengan masa

Pada Zaman glasial daratan Indonesia bagian barat bersambung dengan Asia, sedangkan Irian bersambung dengan Australia. Pada zaman es mencair (Interglasial) daratan Indonesia bagian barat terpisah dengan Asia maka terbentuklah Paparan Sunda, sedangkan Irian dan sekitarnya terpisah dengan Australia terbentuklah perairan Paparan Sahul. Oleh karena itu keadaan flora dan fauna Indonesia bagian barat sama dengan Asia sedangkan Irian dan sekitarnya mirip dengan Australia. Dan perubahan-perubahan ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan kehidupan manusia purba di Indonesia. Menurut pendapat para ahli pada umumnya, manusia di dunia berasal dari Asia. Adanya gangguan alam dan keperluan bertahan hidup menyebabkan mereka menyebar. Sebagian ada yang menyebar di Asia Tenggara, dari sini mereka :

Pada Zaman glasial daratan Indonesia bagian barat bersambung dengan Asia, sedangkan Irian bersambung dengan Australia. Pada zaman es mencair (Interglasial) daratan Indonesia bagian barat terpisah dengan Asia maka terbentuklah Paparan Sunda, sedangkan Irian dan sekitarnya terpisah dengan Australia terbentuklah perairan Paparan Sahul. Oleh karena itu keadaan flora dan fauna Indonesia bagian barat sama dengan Asia sedangkan Irian dan sekitarnya mirip dengan Australia. Dan perubahan-perubahan ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan kehidupan manusia purba di Indonesia. Menurut pendapat para ahli pada umumnya, manusia di dunia berasal dari Asia. Adanya gangguan alam dan keperluan bertahan hidup menyebabkan mereka menyebar. Sebagian ada yang menyebar di Asia Tenggara, dari sini mereka

Mereka melalukan perjalanan sampai Indonesia, khususnya pulau Jawa, terbukti banyak jenis fosil ditemukan Pulau Jawa seperti Meganthropus Palaeojavaniscus dan Pithecanthropus Erectus. Pada zaman plestosin atas es didaerah kutub mencapai luas yang luar biasa, sehingga permukaan laut kembali turun. Keadaan yang demikian menyebabkan manusia purba melakukan migrasi selanjutnya, bahkan sampai di Australia, diantaranya adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Sedangkan pada zaman holosin munculah manusia yang cerdas yang disebut dengan Homo Sapiens. :

Mereka melalukan perjalanan sampai Indonesia, khususnya pulau Jawa, terbukti banyak jenis fosil ditemukan Pulau Jawa seperti Meganthropus Palaeojavaniscus dan Pithecanthropus Erectus. Pada zaman plestosin atas es didaerah kutub mencapai luas yang luar biasa, sehingga permukaan laut kembali turun. Keadaan yang demikian menyebabkan manusia purba melakukan migrasi selanjutnya, bahkan sampai di Australia, diantaranya adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Sedangkan pada zaman holosin munculah manusia yang cerdas yang disebut dengan Homo Sapiens.

PROSES TERBENTUKNYA BENUA:

PROSES TERBENTUKNYA BENUA

b. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia :

b. Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia Manusia purba hidup pada zaman plestosin yan memiliki Ciri amat sederhana baik fisik, kecerdasanya maupun tingkat Peradabanya. Fosil-fosil manusia purba yang telah ditemukan di Indonesia antara lain: a. Meganthropus Palaeojavanicus Jenis manusia yang paling primitif. Diperkirakan tertua di Indonesia. Ditemukan oleh Von Koeningswald, tahun 1941 di Sangiran pada lapisan pucangan (Plestosin bawah). Disebut juga, manusia raksasa dari jawa kuno. Diperkirakan hidup sekitar 1-2 juta tahun yang lalu. Fosil Meganthropus Palaeojavanicus kini tersimpan di Museum Leiden di Belanda. Di Indonesia hanya ada di reflikanya yang antara lain tersimpan museum geologi di Bandung.

Ciri-cirinya: -tubuhnya kekar , tegap serta rahang yang besar dan kuat -gerahamnya seperti manusia, tetapi mendekati kera -tidak berdagu,keningnya menonjol,dan memiliki tonjolan kepala belakang yang tajam -gerahamnya besar, permukaan kunyah banyak kerutan dengan gigi yang sangat kuat. -tempat perlekatan yang besar bagi otot-otot tengkuk yang kuat. -memiliki tulang pipi yang tebal -memakan jenis tumbuh-tumbuhan b. Pithecanthropus Mojokertensis Artinya manusia kera dari Mojokerto. Fosilnya ditemukan pada tahun 1936 di Perning, Mojokerto dan Sangiran oleh Duyffes, G.H.R.Von Koeningswald, dan Cokrohandoyo. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak anak-anak. Dan berasal pada Pleistosin bawah.:

Ciri-cirinya: -tubuhnya kekar , tegap serta rahang yang besar dan kuat -gerahamnya seperti manusia, tetapi mendekati kera -tidak berdagu,keningnya menonjol,dan memiliki tonjolan kepala belakang yang tajam -gerahamnya besar, permukaan kunyah banyak kerutan dengan gigi yang sangat kuat. -tempat perlekatan yang besar bagi otot-otot tengkuk yang kuat. -memiliki tulang pipi yang tebal -memakan jenis tumbuh-tumbuhan b. Pithecanthropus Mojokertensis Artinya manusia kera dari Mojokerto. Fosilnya ditemukan pada tahun 1936 di Perning, Mojokerto dan Sangiran oleh Duyffes, G.H.R.Von Koeningswald, dan Cokrohandoyo. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak anak-anak. Dan berasal pada Pleistosin bawah.

Diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu. Ciri-cirinya : -Badanya tegap tetapi tidak seperti Meganthropus -tingginya antara 165-180 cm -tulang rahang dan gerahamnya kuat serta bagian kening menonjol -wajahnya tidak mempunyai dagu -volume otaknya belum sempurna tidak seperti jenis homo yaitu antara 750-1300 cc -tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong -alat pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil -makananya masih kasar dengan sedikit pengolahan. 3. Pithecanthropus Robustus Pihecan=kera,robustus=besar, diartikan manusia kera yang besar. Pithecanthropus Robustus ditemukan oleh Weinderich dan Von Koeningswald pada tahun 1939 di desa Trinil di lembah sungai bengawan Solo. Fosil ini berasal dari Pleistosin bawah, sama dengan jenis pithecan yang lain, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar :

Diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu. Ciri-cirinya : -Badanya tegap tetapi tidak seperti Meganthropus -tingginya antara 165-180 cm -tulang rahang dan gerahamnya kuat serta bagian kening menonjol -wajahnya tidak mempunyai dagu -volume otaknya belum sempurna tidak seperti jenis homo yaitu antara 750-1300 cc -tulang atap tengkorak tebal dan berbentuk lonjong -alat pengunyah dan otot tengkuk sudah mengecil -makananya masih kasar dengan sedikit pengolahan. 3. Pithecanthropus Robustus Pihecan=kera,robustus=besar, diartikan manusia kera yang besar. Pithecanthropus Robustus ditemukan oleh Weinderich dan Von Koeningswald pada tahun 1939 di desa Trinil di lembah sungai bengawan Solo. Fosil ini berasal dari Pleistosin bawah, sama dengan jenis pithecan yang lain, tetapi memiliki ukuran tubuh yang lebih besar

Dan lebih kuat. d. Pithecanthropus Erectus Artinya manusia kera yang berjalan tegak. Ditemukan pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi. Fosil ini berasal dari pleitosin tengah. Ditemukan berupa tulang rahang, dua geraham, bagian atas tengkorak dan tulang paha. Fosil ini paling banyak ditemukan di Indonesia. Ciri-cirinya : -berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat -tinggi badan antara 165-180cm -berat badan antara 100-104 kg -volume otak antara 750-1350 cc -berjalan tegak -kening menonjol, dagu belum ada, geraham besar, rahang kuat, hidung besar -makananya masih kasar -hidup antara satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu.:

Dan lebih kuat. d. Pithecanthropus Erectus Artinya manusia kera yang berjalan tegak. Ditemukan pada tahun 1890 oleh Eugene Dubois di Trinil, Ngawi. Fosil ini berasal dari pleitosin tengah. Ditemukan berupa tulang rahang, dua geraham, bagian atas tengkorak dan tulang paha. Fosil ini paling banyak ditemukan di Indonesia. Ciri-cirinya : -berbadan tegap dengan alat pengunyah yang kuat -tinggi badan antara 165-180cm -berat badan antara 100-104 kg -volume otak antara 750-1350 cc -berjalan tegak -kening menonjol, dagu belum ada, geraham besar, rahang kuat, hidung besar -makananya masih kasar -hidup antara satu juta sampai setengah juta tahun yang lalu.

e. Homo (Manusia) Fosil manusia purba jenis homo adalah jenis manusia purba yang mendekati manusia modern. Ciri-cirinya : -ciri-ciri tubuh lebih maju daripada pithecanthropus -volume otak berkisar 1350cc-1450 cc -alat pengunyah, rahang, gigi dan otot tengkuk sudah mengecil -otak besar dan otak kecil sudah berkembang terutama kulit dan otaknya. -berjalan lebih tegak -tinggi badan antara 130-210 cm -berat badan antara 30-150 kg -muka tidak terlalu menonjol ke depan -tulang tengkorak mulai membulat -berkemampuan membuat alat dari batu dan tulang. Fosil jenis homo yang ditemukan di Indonesia sebagai berikut ::

e. Homo (Manusia) Fosil manusia purba jenis homo adalah jenis manusia purba yang mendekati manusia modern. Ciri-cirinya : -ciri-ciri tubuh lebih maju daripada pithecanthropus -volume otak berkisar 1350cc-1450 cc -alat pengunyah, rahang, gigi dan otot tengkuk sudah mengecil -otak besar dan otak kecil sudah berkembang terutama kulit dan otaknya. -berjalan lebih tegak -tinggi badan antara 130-210 cm -berat badan antara 30-150 kg -muka tidak terlalu menonjol ke depan -tulang tengkorak mulai membulat -berkemampuan membuat alat dari batu dan tulang. Fosil jenis homo yang ditemukan di Indonesia sebagai berikut :

e.1. Homo Soloensis Artinya manusia purba dari solo yang ditemukan Von Koeningswald dan Weinderich pada tahun 1934. Di desa Ngandong, lembah sungai bengawan solo. Hasil penemuanya berupa 11 buah fosil tengkorak, tulang rahang, tulang gigi. Fosil ini tingkatanya lebih tinggi daripada pitecanthropus Erectus. Jenis manusia purba ini berasal dari lapisan pleistosin atas. Ciri-ciri homo soloensis : -otaknya lebih besar daripada pitecanthropus erectus -volume otaknya ± 1000-1300 cc -tonjolan kening agak terputus di tengah (di atas hidung) -berbadan tegap dan tingginya ± 180 cm. e.2. Homo Wajakensis Artinya manusia purba dari Wajak. Ditemukan pada tahun 1889 oleh Von Reischoten di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur. :

e.1. Homo Soloensis Artinya manusia purba dari solo yang ditemukan Von Koeningswald dan Weinderich pada tahun 1934. Di desa Ngandong, lembah sungai bengawan solo. Hasil penemuanya berupa 11 buah fosil tengkorak, tulang rahang, tulang gigi. Fosil ini tingkatanya lebih tinggi daripada pitecanthropus Erectus. Jenis manusia purba ini berasal dari lapisan pleistosin atas. Ciri-ciri homo soloensis : -otaknya lebih besar daripada pitecanthropus erectus -volume otaknya ± 1000-1300 cc -tonjolan kening agak terputus di tengah (di atas hidung) -berbadan tegap dan tingginya ± 180 cm. e.2. Homo Wajakensis Artinya manusia purba dari Wajak. Ditemukan pada tahun 1889 oleh Von Reischoten di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur.

Hasil penelitian Dubois pada tahun 1890 menunjukan tengkorak Homo Wajakensis mempunyai banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, suku Aborigin. Dubois menyatakan homo soloensis adalah nenek moyang homo wajakensis. Mereka berasal dari daerah Asia, melalui Indonesia menuju Australia. Hal ini terjadi pada zaman es (pleistosin). Menurut Dubois homo wakakensis lebih maju daripada homo soloensis. Mereka sudah mengenal api sehingga makananya sudah dimasak, meskipun masih sederhana. Ciri-ciri homo wajakensis, sebagai berikut : volume otak ± 1350-1450 cc -alat pengunyah, rahang, gigi dan otot tengkuk sudah mengecil -otak besar dan otak kecil sudah berkembang, . -berjalan lebih tegak -tinggi badan antara 130-210 cm dengan berat badan 30-150 kg -muka tidak terlalu menonjol ke depan -tulang tengkorak membulat -mampu menciptakan alat-alat dari batu dan tulang - mampu membuat api untuk kepeluan memasak dan penerangan :

Hasil penelitian Dubois pada tahun 1890 menunjukan tengkorak Homo Wajakensis mempunyai banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, suku Aborigin. Dubois menyatakan homo soloensis adalah nenek moyang homo wajakensis. Mereka berasal dari daerah Asia, melalui Indonesia menuju Australia. Hal ini terjadi pada zaman es (pleistosin). Menurut Dubois homo wakakensis lebih maju daripada homo soloensis. Mereka sudah mengenal api sehingga makananya sudah dimasak, meskipun masih sederhana. Ciri-ciri homo wajakensis, sebagai berikut : volume otak ± 1350-1450 cc -alat pengunyah, rahang, gigi dan otot tengkuk sudah mengecil -otak besar dan otak kecil sudah berkembang, . -berjalan lebih tegak -tinggi badan antara 130-210 cm dengan berat badan 30-150 kg -muka tidak terlalu menonjol ke depan -tulang tengkorak membulat -mampu menciptakan alat-alat dari batu dan tulang - mampu membuat api untuk kepeluan memasak dan penerangan

e.3. Homo Sapiens Homo sapiens berarti “manusia yang cerdas”. Jadi, jenis manusia ini jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk sebelumnya. Jenis ini diperkirakan sebagai nenek moyabg bangsa Indonesia yang berasal dari yunan. Dapat dikatakan, homo sapiens adalah nenek moyang bangsa-bangsa di dunia ini. Ciri-cirinya hampir sama dengan jenis homo lainya, Cuma dari sisi kebudayaan mengalami kemajuan. Ciri-cirinya secara umum : -volume otak antara 1350-1450 cc -tinggi antara 130-210 cm -otot tengkuk mengalami penyusutan -alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan -muka tidak menonjol ke depan -berdiri tegak dan berjalan sempurna:

e.3. Homo Sapiens Homo sapiens berarti “manusia yang cerdas”. Jadi, jenis manusia ini jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk sebelumnya. Jenis ini diperkirakan sebagai nenek moyabg bangsa Indonesia yang berasal dari yunan. Dapat dikatakan, homo sapiens adalah nenek moyang bangsa-bangsa di dunia ini. Ciri-cirinya hampir sama dengan jenis homo lainya, Cuma dari sisi kebudayaan mengalami kemajuan. Ciri-cirinya secara umum : -volume otak antara 1350-1450 cc -tinggi antara 130-210 cm -otot tengkuk mengalami penyusutan -alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan -muka tidak menonjol ke depan -berdiri tegak dan berjalan sempurna

Homo sapiens pada akhirnya berkembang menjadi beberapa ras diantaranya adalah : -ras mongoloid ciri-cirinya : -berkulit kuning,sawo matang -rambut hitam yang menyebar di Asia tengah, Asia timur, sebagian Asia selatan dan Asia tenggara. -ras kaukasoid mempunyai ciri-ciri berkulit putih, hidung mancung dan tubuhnya jangkung. Hidup di Eropa, Timur Tengah dan Asia selatan keturunan bangsa Arya. -ras negroid mempunyai ciri-ciri: berkulit hitam, bibir tebal, rambut keriting. Hidup di Afrika, Australia, Papua.:

Homo sapiens pada akhirnya berkembang menjadi beberapa ras diantaranya adalah : -ras mongoloid ciri-cirinya : -berkulit kuning,sawo matang -rambut hitam yang menyebar di Asia tengah, Asia timur, sebagian Asia selatan dan Asia tenggara. -ras kaukasoid mempunyai ciri-ciri berkulit putih, hidung mancung dan tubuhnya jangkung. Hidup di Eropa, Timur Tengah dan Asia selatan keturunan bangsa Arya. -ras negroid mempunyai ciri-ciri: berkulit hitam, bibir tebal, rambut keriting. Hidup di Afrika, Australia, Papua.

Berdasarkan jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan G.H.R. Von Koeningswald membuat bagan sebagai berikut : :

Berdasarkan jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan G.H.R. Von Koeningswald membuat bagan sebagai berikut : Lapisan Jenis Fosil Holosen Homo Sapiens Pleistosen atas (lapisan dan fauna Ngandong) Homo Wajakensis Homo Soloensis Pleistosen tengah (lapisan dan fauna Trinil) Pitthecanthropus Erectus Pleistosen bawah Meganthropus Palaeojavanicus Pithecanthropus Robustus Pithecanthropus Mojokertensis

authorStream Live Help