Pendudukan jepang

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PENDUDUKAN MILITER JEPANG DI INDONESIA : 

PENDUDUKAN MILITER JEPANG DI INDONESIA A. ZAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA Perang Pasifik ♥ Latar belakang: Rencana Tanaka (Tanaka Memorial) → Jepang mengarahkan perhatiannya ke kawasan selatan ♥ Tujuan → untuk membentuk Asia Timur Raya ♥ Awal mula Perang Pasifik: 7 Desember 1941→ Jepang serang Pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour ( Pulau Hawaii ) yg dipimpin oleh Laksamana Nagano → untuk lumpuhkan kekuatan AS di Pasifik → Agar penguasaan Jepang atas Asia Tenggara yg menjadi jajahan Inggris, Belanda, Perancis, AS & Australia (Sekutu) dpt berlangsung mulus. ♥ Sebab: Rasa khawatir Jepang terhadap kedudukan tentara AS yg berada di Pearl Harbour, karena: a. AS dapat menyerang Jepang sewaktu-waktu b. kedudukan AS tersebut menjadi penghalang Jepang untuk menguasai negara-negara kawasan selatan ♥ Reaksi Sekutu: - AS menyatakan perang terhadap Jepang - Sekutu segera membentuk pasukan gabungan ABDACOM (American British Dutch Australian Command) - Sekutu serang Jepang dg kekuatan yg dihimpun dari negara-negara anggotanya.

1. Masuknya Jepang ke Indonesia □ Jepang berhasil hancurkan Pearl Harbour → kerahkan pasukannya ke selatan di sekitar L Pasifik □ Jepang membagi angkatan perangnya menjadi 2 kelompok, yaitu sbb: ☻ Angkatan Darat (Hikugun)→ bergerak dari Indo-Cina untuk rebut Malaysia, Singapura, Pulau Luzon (Filipina), Myanmar, & Sumatra→ dipimpin Jenderal Yamashita→ Operasi penyerangan- nya disebut “Operasi Gurita”→ berhasil hancurkan kapal Inggris “Prince of Wales “ dan “Refulse”. ☻Angkatan Laut Jepang (Kaigun)→ bergerak dari Pulau Hawaii, Mindanao(Filipina),Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Papua. □ Indonesia merupakan salah satu target di kawasan selatan, yg saat itu berada dibawah kekuasaan Belanda. ☻ 11 Januari 1942 → Jepang berhasil mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur. → merupakan daerah penghasil minyak yg utama → Komandan Belanda menyerah tgl 12 Januari 1942 ☻ 24 Januari 1942 → berhasil duduki Balikpapan → merupakan sumber minyak yg kedua ☻ 29 Januari 1942→ Pontianak : 

1. Masuknya Jepang ke Indonesia □ Jepang berhasil hancurkan Pearl Harbour → kerahkan pasukannya ke selatan di sekitar L Pasifik □ Jepang membagi angkatan perangnya menjadi 2 kelompok , yaitu sbb: ☻ Angkatan Darat (Hikugun )→ bergerak dari Indo-Cina untuk rebut Malaysia, Singapura , Pulau Luzon (Filipina), Myanmar, & Sumatra→ dipimpin Jenderal Yamashita → Operasi penyerangan- nya disebut “Operasi Gurita ”→ berhasil hancurkan kapal Inggris “Prince of Wales “ dan “Refulse ”. ☻ Angkatan Laut Jepang (Kaigun )→ bergerak dari Pulau Hawaii, Mindanao(Filipina ),Kalimantan, Sulawesi, Ambon dan Papua. □ Indonesia merupakan salah satu target di kawasan selatan , yg saat itu berada dibawah kekuasaan Belanda. ☻ 11 Januari 1942 → Jepang berhasil mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur . → merupakan daerah penghasil minyak yg utama → Komandan Belanda menyerah tgl 12 Januari 1942 ☻ 24 Januari 1942 → berhasil duduki Balikpapan → merupakan sumber minyak yg kedua ☻ 29 Januari 1942→ Pontianak

☻ 3 Februari 1942→ Samarinda ☻ 5 Februari 1942→ Kotabangun ☻10Februari 1942→ Banjarmasin ☻16 Februari 1942 → Palembang (sebagai sumber minyak ) dikuasai, kemudian Jawa. □ Upaya Belanda untuk atasi serangan Jepang: Belanda mengandalkan ABDACOM yg berpusat di Lembang, dekat Bandung → berusaha pertahan- kan kekuasaan Belanda di P Jawa (Panglima tentara Belanda saat itu Jenderal H Terporten) → tidak berhasil, karena pertempuran di Jawa berakhir dg kemenangan Jepang. □ Upaya Jepang duduki daerah-daerah di P Jawa: ☻ 1 Maret 1942 → Tentara Keenambelas Jepang mendarat di Teluk Banten, di Eretan Wetan(Jabar) dan di Kragan (Jateng)→ dilanjutkan pendudukan di daerah Subang & lapangan terbang Kalijati (sekitar 40 km dari Bandung) → agar Jepang dapat kuas Bandung→ tgl 2 s/d 4 Maret Belanda berusaha rebut kembali Subang sampai 4 kali → gagal. ☻ 5 Maret 1942 → Upaya Jepang untuk kuasai Bandung ☻ 7 Maret 1942 → Jepang berhasil kuasai Lembang □ Ultimatum Jepang terhadap Belanda: Jenderal Hitoshi Imamura → menuntut : ☻penyerahan total semua pasukan Belanda di Jawa dan bagian Indonesia lainnya : 

☻ 3 Februari 1942→ Samarinda ☻ 5 Februari 1942→ Kotabangun ☻10Februari 1942→ Banjarmasin ☻16 Februari 1942 → Palembang (sebagai sumber minyak ) dikuasai, kemudian Jawa. □ Upaya Belanda untuk atasi serangan Jepang: Belanda mengandalkan ABDACOM yg berpusat di Lembang, dekat Bandung → berusaha pertahan- kan kekuasaan Belanda di P Jawa (Panglima tentara Belanda saat itu Jenderal H Terporten ) → tidak berhasil, karena pertempuran di Jawa berakhir dg kemenangan Jepang . □ Upaya Jepang duduki daerah-daerah di P Jawa: ☻ 1 Maret 1942 → Tentara Keenambelas Jepang mendarat di Teluk Banten, di Eretan Wetan(Jabar ) dan di Kragan (Jateng)→ dilanjutkan pendudukan di daerah Subang & lapangan terbang Kalijati (sekitar 40 km dari Bandung) → agar Jepang dapat kuas Bandung→ tgl 2 s/d 4 Maret Belanda berusaha rebut kembali Subang sampai 4 kali → gagal. ☻ 5 Maret 1942 → Upaya Jepang untuk kuasai Bandung ☻ 7 Maret 1942 → Jepang berhasil kuasai Lembang □ Ultimatum Jepang terhadap Belanda: Jenderal Hitoshi Imamura → menuntut : ☻penyerahan total semua pasukan Belanda di Jawa dan bagian Indonesia lainnya

☻gubernur jenderal Hindia Belanda agar ikut perundingan di Kalijati ☻jika Belanda tidak mengindahkan ultimatum Jepang, Bandung akan dibom dari udara. □ Reaksi Belanda terhadap ultimatum Jepang: ☻Belanda memenuhi tuntutan Jepang ☻Gubjend Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Panglima Tentara Belanda Jenderal H Ter Poorten serta beberapa pejabat tinggi militer disertai penterjemah → berangkat ke Kalijati untuk berunding dg Jepang. 14 □ Hasil Perundingan Belanda-Jepang ( Perundingan Kalijati) ☻Kapitulasi (penyerahan) tanpa syarat Angkatan Perang Belanda kepada Jepang. ☻8 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh kekuasaan Jepang. □ Awal kekuasaan Jepang di Indonesia: → diterima dg baik oleh bangsa Indonesia, karena: ☻ Propaganda Jepang yg sangat menarik, yaitu ingin membantu bangsa Indonesia untuk mengusir bangsa Belanda dari Indonesia. ☻ Propaganda Jepang ingin membentuk negara persemakmuran Asia Timur Raya, termasuk Indonesia. : 

☻ gubernur jenderal Hindia Belanda agar ikut perundingan di Kalijati ☻ jika Belanda tidak mengindahkan ultimatum Jepang, Bandung akan dibom dari udara . □ Reaksi Belanda terhadap ultimatum Jepang: ☻Belanda memenuhi tuntutan Jepang ☻Gubjend Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer dan Panglima Tentara Belanda Jenderal H Ter Poorten serta beberapa pejabat tinggi militer disertai penterjemah → berangkat ke Kalijati untuk berunding dg Jepang. 14 □ Hasil Perundingan Belanda-Jepang ( Perundingan Kalijati) ☻Kapitulasi (penyerahan) tanpa syarat Angkatan Perang Belanda kepada Jepang. ☻8 Maret 1942 pemerintah Hindia Belanda di Indonesia telah berakhir dan digantikan oleh kekuasaan Jepang. □ Awal kekuasaan Jepang di Indonesia: → diterima dg baik oleh bangsa Indonesia, karena: ☻ Propaganda Jepang yg sangat menarik, yaitu ingin membantu bangsa Indonesia untuk mengusir bangsa Belanda dari Indonesia. ☻ Propaganda Jepang ingin membentuk negara persemakmuran Asia Timur Raya, termasuk Indonesia.

☻ Propaganda Jepang melalui Gerakan 3 A, yaitu: - Jepang Pelindung Asia - Jepang Cahaya Asia - Jepang Pemimpin Asia ☻ Jepang menempatkan tokoh-tokoh nasionalis sebagai pemimpin lembaga yang dibentuk Jepang 2. Pembentukan Pemerintahan Militer Pada zaman Hindia Belanda → kekuasaan pemerintahan hanya dijalankan oleh satu pemerintahan sipil, dg kekuasaan tertinggi Dibawah Gubernur Jenderal. Pada masa Jepang → jabatan Gubernur Jenderal diganti dg Panglima Tentara Jepang yg berpusat di Jawa ♥ A. Pembagian Wilayah Militer Jepang membagi 3 pemerintahan militer : 1. Pemerintah Militer Angkatan Darat ( Tentara ke- 25 ) → disebut : Gunseibu → menguasai wilayah : Sumatra dan Malaka → dibawah pimpinan : Letjend Yamashita → bermarkas di : Bukittinggi : 

☻ Propaganda Jepang melalui Gerakan 3 A, yaitu: - Jepang Pelindung Asia - Jepang Cahaya Asia - Jepang Pemimpin Asia ☻ Jepang menempatkan tokoh-tokoh nasionalis sebagai pemimpin lembaga yang dibentuk Jepang 2. Pembentukan Pemerintahan Militer Pada zaman Hindia Belanda → kekuasaan pemerintahan hanya dijalankan oleh satu pemerintahan sipil, dg kekuasaan tertinggi Dibawah Gubernur Jenderal. Pada masa Jepang → jabatan Gubernur Jenderal diganti dg Panglima Tentara Jepang yg berpusat di Jawa ♥ A. Pembagian Wilayah Militer Jepang membagi 3 pemerintahan militer : 1. Pemerintah Militer Angkatan Darat ( Tentara ke- 25 ) → disebut : Gunseibu → menguasai wilayah : Sumatra dan Malaka → dibawah pimpinan : Letjend Yamashita → bermarkas di : Bukittinggi

2. Pemerintah Militer Angkatan Darat atau Gunseibu ( Tentara ke-16 ) → menguasai wilayah : Jawa, Madura, sebagian Sumatra → dibawah pimpinan : Jend. Hitoshi Imamura → pusat kekuasaan di : Jakarta 3. Pemerintah Militer Angkatan Laut ( Armada Selatan ke-2 ) → disebut : Minseibu → menguasai wilayah : Kalimantan, Sulawesi, Irian Barat, Maluku → bermarkas di : Makassar Semua bagian pemerintahan militer tsb → dibawah Komando Panglima Besar Tentara Jepang Tokyo. ♥ B. Osamu Seirei Undang Undang No. 1 Pasal 1 → disebut Osamu Seirei → untuk melaksanakan pemerintahan militer → dikeluarkan oleh Panglima Tentara ke 16 pada tgl 7 Maret 1942 Isinya: 1. Bala tentara Nippon melangsungkan pemerintahan militer sementara waktu di daerah- daerah yg telah ditempati supaya segera mendatangkan keamanan 2. Pembesar bala tentara memegang kekuasaan pemerintah militer yg tertinggi dan juga : 

2. Pemerintah Militer Angkatan Darat atau Gunseibu ( Tentara ke-16 ) → menguasai wilayah : Jawa, Madura, sebagian Sumatra → dibawah pimpinan : Jend. Hitoshi Imamura → pusat kekuasaan di : Jakarta 3. Pemerintah Militer Angkatan Laut ( Armada Selatan ke-2 ) → disebut : Minseibu → menguasai wilayah : Kalimantan, Sulawesi, Irian Barat, Maluku → bermarkas di : Makassar Semua bagian pemerintahan militer tsb → dibawah Komando Panglima Besar Tentara Jepang Tokyo. ♥ B. Osamu Seirei Undang Undang No. 1 Pasal 1 → disebut Osamu Seirei → untuk melaksanakan pemerintahan militer → dikeluarkan oleh Panglima Tentara ke 16 pada tgl 7 Maret 1942 Isinya: 1. Bala tentara Nippon melangsungkan pemerintahan militer sementara waktu di daerah- daerah yg telah ditempati supaya segera mendatangkan keamanan 2. Pembesar bala tentara memegang kekuasaan pemerintah militer yg tertinggi dan juga

segala kekuasaan yg dahulu berada di tangan Gubjend. Hindia Belanda 3. Semua badan pemerintah, kekuasaan hukum dan Undang-undang dari pemerintah yg dahulu tetap diakui sah untuk sementara waktu, asal tidak bertentangan dg aturan pemerintahan militer 4. Bala tentara Jepang akan menhormati kedudukan dan kekuasaan pegawai yg setia kepada Jepang ♥ C. Susunan Pemerintahan Jepang Susunan Pemerintahan Militer Jepang dg urutan dari atas: 1. Gunshireikan (panglima tentara Jepang) → dijabat oleh Hitoshi Imamura. 2. Gunseikan (kepala pemerintahan militer) → dijabat oleh Seizaburo Okasaki 3. Gunseibu (koordinator pemerintahan militer setempat) semacam gubernur Pada bl Agustus 1942, pemerintah militer pendudukan Jepang mengeluarkan: Undang-Undang No 27 → tentang aturan pemerinrah daerah Undang-Undang No 28 → tentang aturan pemerintahan Syu dan Tokubetsu Syi Kedua UU tsb → ∙ menandai berakhirnya masa pemerintahan sementara ∙ merupakan pelaksanaan dari struktur pemerintahan yg dilengkapi tenaga pemerintahan sipil Jepang di P Jawa : 

segala kekuasaan yg dahulu berada di tangan Gubjend. Hindia Belanda 3. Semua badan pemerintah, kekuasaan hukum dan Undang-undang dari pemerintah yg dahulu tetap diakui sah untuk sementara waktu, asal tidak bertentangan dg aturan pemerintahan militer 4. Bala tentara Jepang akan menhormati kedudukan dan kekuasaan pegawai yg setia kepada Jepang ♥ C. Susunan Pemerintahan Jepang Susunan Pemerintahan Militer Jepang dg urutan dari atas: 1. Gunshireikan (panglima tentara Jepang) → dijabat oleh Hitoshi Imamura. 2. Gunseikan (kepala pemerintahan militer) → dijabat oleh Seizaburo Okasaki 3. Gunseibu (koordinator pemerintahan militer setempat) semacam gubernur Pada bl Agustus 1942, pemerintah militer pendudukan Jepang mengeluarkan: Undang-Undang No 27 → tentang aturan pemerinrah daerah Undang-Undang No 28 → tentang aturan pemerintahan Syu dan Tokubetsu Syi Kedua UU tsb → ∙ menandai berakhirnya masa pemerintahan sementara ∙ merupakan pelaksanaan dari struktur pemerintahan yg dilengkapi tenaga pemerintahan sipil Jepang di P Jawa

∙ tujuannya : untuk reorganisasi , yaitu menjadikan P Jawa sbg sumber perbekalan perang di wilayah selatan 15 3. Dampak-dampak Pendudukan Jepang ♥ Bidang Politik Kebebasan berorganisasi terbelenggu, karena Jepang melarang adanya organisasi yg mengarah pada pergerakan nasional. Organisasi yg boleh berjalan hanya organisasi yg dibentuk Jepang. ☻Organisasi bentukan Jepang - dipimpin : oleh bangsa Indonesia - tujuannya : untuk menanamkan kepercayaan bangsa Indonesia kepada Jepang - contoh organisasinya : a. Gerakan 3A, dipimpin oleh Mr. Syamsuddin b. Putera (Pusat Tenaga Rakyat), dipimpin oleh Empat Serangkai yaitu: - Ir. Soekarno - Drs. Moh Hatta - Ki Hajar Dewantoro - K.H. Mas Mansyur c. Peta (Pembela Tanah Air), dipimpin oleh Supriyadi : 

∙ tujuannya : untuk reorganisasi , yaitu menjadikan P Jawa sbg sumber perbekalan perang di wilayah selatan 15 3. Dampak-dampak Pendudukan Jepang ♥ Bidang Politik Kebebasan berorganisasi terbelenggu , karena Jepang melarang adanya organisasi yg mengarah pada pergerakan nasional. Organisasi yg boleh berjalan hanya organisasi yg dibentuk Jepang. ☻Organisasi bentukan Jepang - dipimpin : oleh bangsa Indonesia - tujuannya : untuk menanamkan kepercayaan bangsa Indonesia kepada Jepang - contoh organisasinya : a . Gerakan 3A , dipimpin oleh Mr. Syamsuddin b. Putera (Pusat Tenaga Rakyat ), dipimpin oleh Empat Serangkai yaitu: - Ir. Soekarno - Drs. Moh Hatta - Ki Hajar Dewantoro - K.H. Mas Mansyur c. Peta (Pembela Tanah Air) , dipimpin oleh Supriyadi

☻Kelompok-kelompok yg terorganisasi - para tokoh nasional yg memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yg tinggi → memanfaatkan organisasi bentukan Jepang sbg wadah untuk mempersiapkan perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. - karena sikap Jepang yg keras dan kaku, ingin memaksa tokoh-tokoh nasional Indonesia untuk membantu Jepang. - akibatnya timbul kelompok-kelompok sbb: a. Kelompok Pangreh Praja dan Pegawai → tetap mempertahankan sifat konservatif, karena takut kehilangan jabatan dan kedudukannya sbg pegawai b. Kelompok Nasionalis Nonagama → dipimpin oleh: Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta yg bersifat kooperatif, sbg taktik untuk mencapai kemerdekaan. c. Kelompok Santri dan Ulama (Nasionalis Agama) → menentang budaya Barat, sehingga Jepang mengijinkan Majelis Islam Ala Indo nesia(MIAI) tetap berdiri : 

☻Kelompok-kelompok yg terorganisasi - para tokoh nasional yg memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yg tinggi → memanfaatkan organisasi bentukan Jepang sbg wadah untuk mempersiapkan perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. - karena sikap Jepang yg keras dan kaku, ingin memaksa tokoh-tokoh nasional Indonesia untuk membantu Jepang. - akibatnya timbul kelompok-kelompok sbb: a. Kelompok Pangreh Praja dan Pegawai → tetap mempertahankan sifat konservatif , karena takut kehilangan jabatan dan kedudukannya sbg pegawai b. Kelompok Nasionalis Nonagama → dipimpin oleh: Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta yg bersifat kooperatif , sbg taktik untuk mencapai kemerdekaan. c. Kelompok Santri dan Ulama (Nasionalis Agama) → menentang budaya Barat, sehingga Jepang mengijinkan Majelis Islam Ala Indo nesia(MIAI ) tetap berdiri

d. Kelompok Sosialis → dipimpin oleh Sutan Syahrir → bersikap antifasisme Jepang → terdiri atas kaum terpelajar dari berbagai kota di Indonesia e. Kelompok Komunis → dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin → bersikap antikapitalis serta antifasisme, yg berarti anti Jepang. f. Kelompok Pemuda → terbagi atas 2 kelompok: 1. kelompok pemuda yg dipimpin oleh Tan Malaka → condong ke komunis 2. kelompok pemuda yg dipimpin oleh Ahmad Subardjo → terdiri atas para pegawai Dinas Angkatan Laut Jepang. ♥ Bidang Ekonomi 1. Jepang sangat ketat dalam mengawasi bidang perekonomian daerah jajahan, karena: ☻ Sebagian besar keuntungannya diambil dari bidang ini ☻ Jepang dapat mengambil bahan mentah bagi industri modernnya dg harga ringan dan tenaga kerja yg sangat murah ☻ Jepang mendapatkan pasar bagi hasil industrinya, sehingga keuntungannya berlipat ganda. : 

d . Kelompok Sosialis → dipimpin oleh Sutan Syahrir → bersikap antifasisme Jepang → terdiri atas kaum terpelajar dari berbagai kota di Indonesia e. Kelompok Komunis → dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin → bersikap antikapitalis serta antifasisme , yg berarti anti Jepang. f. Kelompok Pemuda → terbagi atas 2 kelompok: 1. kelompok pemuda yg dipimpin oleh Tan Malaka → condong ke komunis 2. kelompok pemuda yg dipimpin oleh Ahmad Subardjo → terdiri atas para pegawai Dinas Angkatan Laut Jepang. ♥ Bidang Ekonomi 1. Jepang sangat ketat dalam mengawasi bidang perekonomian daerah jajahan, karena: ☻ Sebagian besar keuntungannya diambil dari bidang ini ☻ Jepang dapat mengambil bahan mentah bagi industri modernnya dg harga ringan dan tenaga kerja yg sangat murah ☻ Jepang mendapatkan pasar bagi hasil industrinya, sehingga keuntungannya berlipat ganda.

2. Dampak bagi rakyat Indonesia: ☻ Pengerahan ekonomi terhadap rakyat sangat terasa, rakyat sangat tersiksa dan tertindas. ☻ Semua hasil kekayaan alam dikuasai oleh pemerintah Jepang ☻ Pelayanan terhadap kepentinagan rakyat sangat minim dan tidak dapat dirasakan man faatnya oleh rakyat. ☻ Jepang melakukan perampasan kehormatan rakyat dg membebani tanam paksa untuk memenuhi kebutuhan perang dan kerja paksa untuk mendirikan bangunan militer. ☻ Bangsa Indonesia tidak hidup dalam lingkungan kemakmuran bersama, melainkan dalam lingkungan kemiskinan bersama. ☻ Dalkam bidang keuangan, berdasarkan UU no 2 tgl 8 Maret 1942 ; pemerintah Jepang menetapkan mata uang Hindia Belanda sbg satu-satunya mata uang yg berlaku untuk keperluan jual beli dan alat pembayaran. 3. Penyebab Penurunan Perekonomian Zaman Jepang: ☻ Para penyuluh pertanian bukan tenaga-tenaga ahli pertanian. ☻ Hewan-hewan yg berguna bagi pertanian banyak yg dipotong ☻ Kurangnya tenaga kerja petani karena banyak yg dijadikan Romusha. ☻ Banyaknya penebangan hutan secara liar ☻ Kewajiban menyerahkan hasil bumi kepada Jepang 16 : 

2. Dampak bagi rakyat Indonesia: ☻ Pengerahan ekonomi terhadap rakyat sangat terasa, rakyat sangat tersiksa dan tertindas . ☻ Semua hasil kekayaan alam dikuasai oleh pemerintah Jepang ☻ Pelayanan terhadap kepentinagan rakyat sangat minim dan tidak dapat dirasakan man faatnya oleh rakyat. ☻ Jepang melakukan perampasan kehormatan rakyat dg membebani tanam paksa untuk memenuhi kebutuhan perang dan kerja paksa untuk mendirikan bangunan militer. ☻ Bangsa Indonesia tidak hidup dalam lingkungan kemakmuran bersama, melainkan dalam lingkungan kemiskinan bersama. ☻ Dalkam bidang keuangan, berdasarkan UU no 2 tgl 8 Maret 1942 ; pemerintah Jepang menetapkan mata uang Hindia Belanda sbg satu-satunya mata uang yg berlaku untuk keperluan jual beli dan alat pembayaran. 3. Penyebab Penurunan Perekonomian Zaman Jepang: ☻ Para penyuluh pertanian bukan tenaga-tenaga ahli pertanian. ☻ Hewan-hewan yg berguna bagi pertanian banyak yg dipotong ☻ Kurangnya tenaga kerja petani karena banyak yg dijadikan Romusha. ☻ Banyaknya penebangan hutan secara liar ☻ Kewajiban menyerahkan hasil bumi kepada Jepang 16

4. Akibat Penurunan Perekonomian Zaman Jepang: ☻ Hasil pertanian dan perkebunan menurun sehingga terjadi kekurangan bahan pangan ☻ Perdagangan mengalami kemunduran sehingga ekspor dan impor lumpuh ☻ Keadaan rakyat bertambah miskin sehingga tidak mampu membeli barang ☻ Jepang terpaksa mengakui mata uang Belanda sebagai alat pembayaran yg sah ♥ Bidang Pendidikan 1. Sekolah terbuka bagi semua golongan penduduk 2. Sistem pengajaran dan kurikulum ditujukan untuk keperluan Perang Asia Timur Raya 3. Pendidikan dan Pengajaran Zaman Jepang ☻ menurun bila dibandingkan dg masa Belanda: - jumlah SD dari 21.500 menjadi 13.500 - Sekolah Lanjutan dari 850 menjadi 20 - angka buta huruf menjadi tinggi sekali walaupun telah adapemberantasan buta huruf ☻ jenis sekolah yg ada terdiri atas sekolah umum dan sekolah guru a. Sekolah Umum : 

4. Akibat Penurunan Perekonomian Zaman Jepang: ☻ Hasil pertanian dan perkebunan menurun sehingga terjadi kekurangan bahan pangan ☻ Perdagangan mengalami kemunduran sehingga ekspor dan impor lumpuh ☻ Keadaan rakyat bertambah miskin sehingga tidak mampu membeli barang ☻ Jepang terpaksa mengakui mata uang Belanda sebagai alat pembayaran yg sah ♥ Bidang Pendidikan 1. Sekolah terbuka bagi semua golongan penduduk 2. Sistem pengajaran dan kurikulum ditujukan untuk keperluan Perang Asia Timur Raya 3. Pendidikan dan Pengajaran Zaman Jepang ☻ menurun bila dibandingkan dg masa Belanda: - jumlah SD dari 21.500 menjadi 13.500 - Sekolah Lanjutan dari 850 menjadi 20 - angka buta huruf menjadi tinggi sekali walaupun telah adapemberantasan buta huruf ☻ jenis sekolah yg ada terdiri atas sekolah umum dan sekolah guru a. Sekolah Umum

- SR 6 th, SMP 3 th, SMT 3 th b. Sekolah Guru 2 th, 4 th, 6 th 4. Kegiatan Belajar Zaman Jepang ☻ Pelaksanaan kegiatan belajarnya berpedoman pada kurikulum yg mengacu pada keperluan Perang Asia Timur Raya ☻ Melakukan indoktrinasi kepada guru-guru tentang paham Hakko Ichu Hakko Ichu adalah suatu paham dari agama Shinto yg berarti delapan benang dibawah satu atap. Intinya adalah pembentukan suatu lingkungan yg didominasi oleh Jepang ☻ Kewajiban para siswa: a. Belajar bahasa Indonesia dan Jepang b. Menghormat kearah Istana Kaisar Jepang dg posisi membungkuk 90° (Seikerei) c. Menghormati adapt kebiasaan Jepang d. Latihan kemiliteran supaya memiliki semangat seperti tentara Jepang (Nippon Seisyin) e. Kerja bakti (Kinrohosyi) untuk mengumpulkan bahan–bahan yg berguna untuk f. perang, menanam ubi, menanam jarak, dan memperbaiki jalan. g. Menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo h. Melakukan gerak badan (Taiso) : 

- SR 6 th, SMP 3 th, SMT 3 th b. Sekolah Guru 2 th, 4 th, 6 th 4. Kegiatan Belajar Zaman Jepang ☻ Pelaksanaan kegiatan belajarnya berpedoman pada kurikulum yg mengacu pada keperluan Perang Asia Timur Raya ☻ Melakukan indoktrinasi kepada guru-guru tentang paham Hakko Ichu Hakko Ichu adalah suatu paham dari agama Shinto yg berarti delapan benang dibawah satu atap. Intinya adalah pembentukan suatu lingkungan yg didominasi oleh Jepang ☻ Kewajiban para siswa: a. Belajar bahasa Indonesia dan Jepang b. Menghormat kearah Istana Kaisar Jepang dg posisi membungkuk 90° (Seikerei ) c. Menghormati adapt kebiasaan Jepang d. Latihan kemiliteran supaya memiliki semangat seperti tentara Jepang (Nippon Seisyin ) e. Kerja bakti (Kinrohosyi ) untuk mengumpulkan bahan–bahan yg berguna untuk f. perang, menanam ubi, menanam jarak, dan memperbaiki jalan. g. Menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo h. Melakukan gerak badan (Taiso )

♥ Bidang Penggunaan Bahasa Indonesia 1. Mulai diajarkan di kelas 3 SD dan dijadikan bahasa pengantar sekaligus mata pelajaran utama di sekolah 2. Melarang penggunaan bahasa Belanda termasuk nama toko, iklan dan papan nama. 3. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ke seluruh pelosok Indonesia. → tujuan : agar dapat mengerahkan seluruh bangsa Indonesia untuk “Perang Asia Timur Raya” →.Dampak: bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi serta wahana integrasi bangsa Indonesia 4. Tgl 20 Oktober 1943, Kantor Pengajaran Jepang di Jawa mendirikan Komisi Penyempunaan Bahasa Indonesia. → Dampak : Bahasa Indonesia dapat berkembang cepat karena didukung oleh beberapa surat kabar,serta buku-buku karya sastra yg ditulis oleh sastrawan Indonesia. ♥ Bidang Kebudayaan 1. Jepang sangat anti dengan budaya Barat 2. Jepang berusaha mengembangkan budayanya dg jalan memasukkan budaya Jepang kedalam budaya yg telah ada di Indonesia. 3. Proses Japanisasi ditempuh dg berbagai wujud , antara lain dg mengajarkan bahasa Jepang dan memasukkan unsur-unsur Jepang ke dalam lagu-lagu anak dan tari-tarian. 4. Perkembangan bahasa Indonesia telah mendorong perkembangan seni sastra, lukis, drama, sandiwara, lagu dan film (isi cerita umumnya mengandung nilai patriotisme dan : 

♥ Bidang Penggunaan Bahasa Indonesia 1. Mulai diajarkan di kelas 3 SD dan dijadikan bahasa pengantar sekaligus mata pelajaran utama di sekolah 2. Melarang penggunaan bahasa Belanda termasuk nama toko, iklan dan papan nama. 3. Menjadikan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi ke seluruh pelosok Indonesia. → tujuan : agar dapat mengerahkan seluruh bangsa Indonesia untuk “Perang Asia Timur Raya” →.Dampak: bahasa Indonesia menjadi sarana komunikasi serta wahana integrasi bangsa Indonesia 4. Tgl 20 Oktober 1943, Kantor Pengajaran Jepang di Jawa mendirikan Komisi Penyempunaan Bahasa Indonesia. → Dampak : Bahasa Indonesia dapat berkembang cepat karena didukung oleh beberapa surat kabar,serta buku-buku karya sastra yg ditulis oleh sastrawan Indonesia. ♥ Bidang Kebudayaan 1. Jepang sangat anti dengan budaya Barat 2. Jepang berusaha mengembangkan budayanya dg jalan memasukkan budaya Jepang kedalam budaya yg telah ada di Indonesia. 3. Proses Japanisasi ditempuh dg berbagai wujud , antara lain dg mengajarkan bahasa Jepang dan memasukkan unsur-unsur Jepang ke dalam lagu-lagu anak dan tari-tarian. 4. Perkembangan bahasa Indonesia telah mendorong perkembangan seni sastra, lukis, drama, sandiwara, lagu dan film (isi cerita umumnya mengandung nilai patriotisme dan

dapat menumbuhkan semangat nasionalisme) 5. Tgl 1 April 1943 , Jepang mendirikan pusat kebudayaan dg nama Keimin BunkoShidosho → tujuannya: agar karya sastra sesuai dg semangat untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya. ♥ Bidang Militer 1. Para pemuda Indonesia mempunyai pengetahuan militer , pengalaman militer, dan teknik serta ketrampilan militer. 2. Beberapa kesatuan pertahanan yg telah dibentuk yaitu: a. Seinendan (Barisan Pemuda) b. Keibodan ( Barisan Pembantu Polisi) c. Heiho ( Pembantu Prajurit Jepang) d. Fujinkai (Barisan Wanita) e. Jawa Hokokai ( Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) f. Seisyintai (Barisan Pelopor) g. Tentara Peta (Pembela Tanah Air) : 

dapat menumbuhkan semangat nasionalisme) 5. Tgl 1 April 1943 , Jepang mendirikan pusat kebudayaan dg nama Keimin BunkoShidosho → tujuannya: agar karya sastra sesuai dg semangat untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya. ♥ Bidang Militer 1. Para pemuda Indonesia mempunyai pengetahuan militer , pengalaman militer , dan teknik serta ketrampilan militer. 2. Beberapa kesatuan pertahanan yg telah dibentuk yaitu: a. Seinendan (Barisan Pemuda) b. Keibodan ( Barisan Pembantu Polisi) c. Heiho ( Pembantu Prajurit Jepang) d. Fujinkai (Barisan Wanita) e. Jawa Hokokai ( Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa) f. Seisyintai (Barisan Pelopor) g. Tentara Peta (Pembela Tanah Air )

♥ Bidang Mobilisasi Sosial ☻ Mobilisasi atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain sebagai tenaga romusha (pengerahan massa sebagai tenaga kerja di daerah lain) ☻ Tujuan: agar para romusha tidak melarikan diri (sebagian dari mereka dikirim ke Birma, Muangthai dan Malaysia untuk membuat jalan kereta api ☻ Akibat: 1. Jumlah tenaga kerja di pedesaan berkurang → banyak tanah pertanian yg tergarap 2. Banyak tenaga kerja yg menjadi romusha mengalami kelaparan dan mati 3. Menurunnya hasil pertanian sehingga rakyat kekurangan bahan pangan 4. Penduduk yg tinggal di pedesaan hanyalah kaum wanita 5. Rakyat kekurangan bahan pangan dan pakaian sehingga makan ubi- ubian dan bekicot serta berpakaian goni atau rami ♥ Bidang Birokrasi □ Mengembangkan system pemerintahan militer dan membuat tata pemerintahan seperti di negara : 

♥ Bidang Mobilisasi Sosial ☻ Mobilisasi atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain sebagai tenaga romusha (pengerahan massa sebagai tenaga kerja di daerah lain) ☻ Tujuan: agar para romusha tidak melarikan diri (sebagian dari mereka dikirim ke Birma , Muangthai dan Malaysia untuk membuat jalan kereta api ☻ Akibat: 1. Jumlah tenaga kerja di pedesaan berkurang → banyak tanah pertanian yg tergarap 2. Banyak tenaga kerja yg menjadi romusha mengalami kelaparan dan mati 3. Menurunnya hasil pertanian sehingga rakyat kekurangan bahan pangan 4. Penduduk yg tinggal di pedesaan hanyalah kaum wanita 5. Rakyat kekurangan bahan pangan dan pakaian sehingga makan ubi- ubian dan bekicot serta berpakaian goni atau rami ♥ Bidang Birokrasi □ Mengembangkan system pemerintahan militer dan membuat tata pemerintahan seperti di negara

Jepang→ mengeluarkan : UU No. 27 Th 1942 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 28 Th 1942 tentang Pemerintahan Syu dan Syi □ Tata urutan pemerintahan Daerah menurut UU No 27 Th 1942 adalah: ☻ Syu (dahulu Karesidenan) ☻ Syi ( Kotapraja) ☻ Ken (Kabupaten) ☻ Gun ( Kawedanan) ☻ Son ( Kecamatan) ☻ Ku ( Kelurahan) ☻ Aza (Dukuh) ☻ Gumi (Semacam RT) □ Struktur Pemerintahan Angkatan Laut: ☻ Mensifu☻ Minsebu ☻ Syu ☻ Ken ☻ Bunken ☻ Gun ☻ Son 4. Organisasi Bentukan Jepang □ Gerakan Tiga A □ Pusat Tenaga Rakyat (Putera) □ Pembela Tanah Air (PETA): 

Jepang→ mengeluarkan : UU No. 27 Th 1942 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 28 Th 1942 tentang Pemerintahan Syu dan Syi □ Tata urutan pemerintahan Daerah menurut UU No 27 Th 1942 adalah: ☻ Syu (dahulu Karesidenan) ☻ Syi ( Kotapraja) ☻ Ken (Kabupaten) ☻ Gun ( Kawedanan) ☻ Son ( Kecamatan) ☻ Ku ( Kelurahan) ☻ Aza (Dukuh) ☻ Gumi (Semacam RT) □ Struktur Pemerintahan Angkatan Laut: ☻ Mensifu☻ Minsebu ☻ Syu ☻ Ken ☻ Bunken ☻ Gun ☻ Son 4. Organisasi Bentukan Jepang □ Gerakan Tiga A □ Pusat Tenaga Rakyat (Putera) □ Pembela Tanah Air (PETA)

5. Perlawanan rakyat terhadap Jepang di: □ Aceh (1942) □ Karang Ampel, Sindang (Kab. Indramayu) tahun 1943 □ Sukamanah (Kab. Tasikmalaya) tahun 1943 □ Blitar ( 14 Februari 1945) B. UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA 1. Persiapan Kemerdekaan Indonesia □ Pembentukan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Chosakai (1 Maret 1945) a) Tujuan dibentuknya BPUPKI: Untuk mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting tentang tata pemerintahan Indonesia Merdeka b) Anggota : 60 orang Indonesia, 7 orang Jepang c) Ketua : KRT Radjiman Widyodiningrat, Wk. Ketua: R. Surono + 1 orang Jepang d) Diresmikan : 29 Mei 1945 e) Sidang: 29 Mei s/d 1 Juni 1945 f) Masalah yang dibahas dalam sidang: Dasar Filsafat Negara Indonesia Merdeka (Pancasila) g) Tokoh-tokoh yang mengusulkan Dasar Negara: - Mr. Muh Yamin - Prof. Dr. Supomo - Ir. Soekarno - Sidang BPUPKI (Dokuritsu Jumbi Cosakai) I. 29 Mei s/d 1 Juni 1945: : 

5. Perlawanan rakyat terhadap Jepang di: □ Aceh (1942) □ Karang Ampel, Sindang (Kab. Indramayu) tahun 1943 □ Sukamanah (Kab. Tasikmalaya) tahun 1943 □ Blitar ( 14 Februari 1945) B. UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA 1. Persiapan Kemerdekaan Indonesia □ Pembentukan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Chosakai (1 Maret 1945) a) Tujuan dibentuknya BPUPKI: Untuk mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting tentang tata pemerintahan Indonesia Merdeka b) Anggota : 60 orang Indonesia, 7 orang Jepang c) Ketua : KRT Radjiman Widyodiningrat, Wk. Ketua: R. Surono + 1 orang Jepang d) Diresmikan : 29 Mei 1945 e) Sidang: 29 Mei s/d 1 Juni 1945 f) Masalah yang dibahas dalam sidang: Dasar Filsafat Negara Indonesia Merdeka ( Pancasila) g) Tokoh-tokoh yang mengusulkan Dasar Negara: - Mr. Muh Yamin - Prof. Dr. Supomo - Ir. Soekarno - Sidang BPUPKI (Dokuritsu Jumbi Cosakai) I. 29 Mei s/d 1 Juni 1945:

□ Membahas asas dan dasar Negara Indonesia merdeka dan lahirlah Pancasila - Sidang BPUPKI (Dokuritsu Jumbi Cosakai) II, 10 – 16 Juli 1945: □ Membahas masalah rancangan UUD □ Disepakati perbaikan rumusan sila pertama Pancasila dan Bab III pasal 6 UUD 1945 □ RUUD ditetapkan dan disahkan menjadi UUD negara yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945 □ Pembentukan Panitia Sembilan atau Panitia Kecil (22 Juni 1945) - Menghasilkan dokumen yang berisi Asas dan tujuan negara Indonesia Merdeka → dokumen ini dikenal sebagai Piagam Jakarta → kemudian menjadi Mukadimah UUD 1945 - Panitia Kecil terdiri dari: 1) Ir. Soekarno 2) Drs. Moh. Hatta 3) Mr. Muh. Yamin 18 4) Mr. Ahmad Subardjo 5) Mr. A.A. Maramis 6) Abdulkahar Muzakar 7) Wachid Hasyim 8) H. Agus Salim 9) Abikusno Tjokrosujoso : 

□ Membahas asas dan dasar Negara Indonesia merdeka dan lahirlah Pancasila - Sidang BPUPKI (Dokuritsu Jumbi Cosakai) II, 10 – 16 Juli 1945: □ Membahas masalah rancangan UUD □ Disepakati perbaikan rumusan sila pertama Pancasila dan Bab III pasal 6 UUD 1945 □ RUUD ditetapkan dan disahkan menjadi UUD negara yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945 □ Pembentukan Panitia Sembilan atau Panitia Kecil (22 Juni 1945) - Menghasilkan dokumen yang berisi Asas dan tujuan negara Indonesia Merdeka → dokumen ini dikenal sebagai Piagam Jakarta → kemudian menjadi Mukadimah UUD 1945 - Panitia Kecil terdiri dari: 1) Ir. Soekarno 2) Drs. Moh. Hatta 3) Mr. Muh. Yamin 18 4) Mr. Ahmad Subardjo 5) Mr. A.A. Maramis 6) Abdulkahar Muzakar 7) Wachid Hasyim 8) H. Agus Salim 9) Abikusno Tjokrosujoso

□ Pembentukan PPKI atau Dokuritsu Junbi Iinkai ( 7Agustus 1945) untuk menggantikan BPUPKI: a) Anggota : 21 orang + 6 orang b) Ketua : Ir. Soekarno, Wk. Ketua : Drs. Moh. Hatta c) PPKI adalah adalah badan bentukan Jepang, tetapi kemudian diambil alih oleh pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia menjadi badan perjuangan milik bangsa Indonesia dengan menambah keanggotaannya menjadi 27 orang. - Hasil Sidang PPKI I , 18 Agustus 1945: □ Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 □ Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden □ Membentuk Komite Nasional untuk membantu Presiden melaksanakan tugasnya, sebelum terbentuknya DPR melalui pemilu - Hasil Sidang PPKI II , 19 Agustus 1945: □ Pembentukan KNIP □ Penetapan 12 Departemen/ kementrian dalam lingkungan pemerintah □ Menentukan pembagian wilayah Indonesia menjadi menjadi 8 propinsi  : 

□ Pembentukan PPKI atau Dokuritsu Junbi Iinkai ( 7Agustus 1945) untuk menggantikan BPUPKI: a) Anggota : 21 orang + 6 orang b) Ketua : Ir. Soekarno, Wk. Ketua : Drs. Moh. Hatta c) PPKI adalah adalah badan bentukan Jepang, tetapi kemudian diambil alih oleh pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia menjadi badan perjuangan milik bangsa Indonesia dengan menambah keanggotaannya menjadi 27 orang . - Hasil Sidang PPKI I , 18 Agustus 1945: □ Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 □ Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden □ Membentuk Komite Nasional untuk membantu Presiden melaksanakan tugasnya , sebelum terbentuknya DPR melalui pemilu - Hasil Sidang PPKI II , 19 Agustus 1945: □ Pembentukan KNIP □ Penetapan 12 Departemen/ kementrian dalam lingkungan pemerintah □ Menentukan pembagian wilayah Indonesia menjadi menjadi 8 propinsi

- Hasil Sidang PPKI III , 22 Agustus 1945 membentuk 3 badan baru: □ Komite Nasional Indonesia (KNI) □ Partai Nasional Indonesia (PNI) □ Badan Keamanan Rakyat (BKR) 2. Landasan Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia □ Landasan dasar nasional: Pembukaan UUD 1945 (22 Juni 1945) → merupakan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia (4 alinea) □ Landasan dasar internasional: UUD 1945 → untuk memperkuat kedudukan negara Indonesia merdeka dan sebagai bukti –bukti internasional tentang hak-hak dari segala bangsa-bangsa yang ada di muka bumi ini. Berdasarkan: Piagam Atlantik (Atlantic Charter) – 14 Agustus 1941 dan Piagam San Fransisco (merupakan Piagam PBB yang diresmikan dan ditanda-tangani oleh 50 negara sebagai negara pertama yang menjadi anggotanya) maka : bangsa Indonesia berhak menentukan nasib sendiri, berhak untuk hidup bebas dari kemiskinan serta rasa takut. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memiliki kedudukan yang kuat, baik secara nasional maupun internasional. : 

- Hasil Sidang PPKI III , 22 Agustus 1945 membentuk 3 badan baru: □ Komite Nasional Indonesia (KNI) □ Partai Nasional Indonesia (PNI) □ Badan Keamanan Rakyat (BKR) 2. Landasan Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia □ Landasan dasar nasional: Pembukaan UUD 1945 (22 Juni 1945) → merupakan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia (4 alinea) □ Landasan dasar internasional: UUD 1945 → untuk memperkuat kedudukan negara Indonesia merdeka dan sebagai bukti –bukti internasional tentang hak-hak dari segala bangsa-bangsa yang ada di muka bumi ini . Berdasarkan : Piagam Atlantik (Atlantic Charter) – 14 Agustus 1941 dan Piagam San Fransisco (merupakan Piagam PBB yang diresmikan dan ditanda-tangani oleh 50 negara sebagai negara pertama yang menjadi anggotanya) maka : bangsa Indonesia berhak menentukan nasib sendiri, berhak untuk hidup bebas dari kemiskinan serta rasa takut . Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memiliki kedudukan yang kuat, baik secara nasional maupun internasional.