pergerakan nasional indonesia

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

B. STRATEGI ORGANISASI PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA Pada masa pergerakan nasional Indonesia ada dua hal yang patut dicatat sebagai momentum sejarah yang paling mendasar. Pertama, munculnya gerakan Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri. Perhimpunan Indonesia merupakan suatu gerakan yang mampu membangkitkan tujuan dan cita-cita untuk menentang imperialisme dan kolonialisme. Dengan segala tindakan politis yang progresif maka gerakan Perhimpunan Indonesia boleh dikatakan sebagai "manifesto politik" yang pertama dari semua gerakan nasional yang pemah ada sejak tahun 1908 hingga tahun 1920-an. Manifesto politiknya adalah Indonesia Merdeka. Kedua, munculnya Sumpah Pemuda. Peristiwa itu merupakan kristalisasi dari seluruh aspirasi dan cita-cita masyarakat Indonesia waktu itu untuk bersatu memerdekakan diri dari penjajah. Landasan Sumpah Pemuda termuat dalam Triloginya yakni satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia dan satu bahasa Indonesia. Dengan keadaan seperti itu, maka sejak tahun 1908 mulai berdiri dan berkembang organisasi-organisasi modern di Indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya. :

B. STRATEGI ORGANISASI PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA Pada masa pergerakan nasional Indonesia ada dua hal yang patut dicatat sebagai momentum sejarah yang paling mendasar . Pertama , munculnya gerakan Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda . Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang paling vokal dalam menyuarakan kemerdekaan Indonesia dengan cara melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri . Perhimpunan Indonesia merupakan suatu gerakan yang mampu membangkitkan tujuan dan cita-cita untuk menentang imperialisme dan kolonialisme . Dengan segala tindakan politis yang progresif maka gerakan Perhimpunan Indonesia boleh dikatakan sebagai "manifesto politik " yang pertama dari semua gerakan nasional yang pemah ada sejak tahun 1908 hingga tahun 1920-an. Manifesto poli t iknya adalah Indonesia Merdeka . Kedua , munculnya Sumpah Pemuda . Peristiwa itu merupakan kristalisasi dari seluruh aspirasi dan cita-cita masyarakat Indonesia waktu itu untuk bersatu memerdekakan diri dari penjajah . Landasan Sumpah Pemuda termuat dalam Triloginya yakni satu tanah air Indonesia, satu bangsa Indonesia dan satu bahasa Indonesia. Dengan keadaan seperti itu , maka sejak tahun 1908 mulai berdiri dan berkembang organisasi-organisasi modern di Indonesia baik yang bersifat politik , ekonomi , maupun sosial dan budaya .

1. Budi Utomo (BU) Pada abad ke-20 tampil beberapa dokter sebagai penggerak bangsa di kawasan Asia seperti Dr. Sun Yat Sen di Tiongkok, Dr. Jose Rizal di Filipina, serta di Indonesia tampil dokter-dokter seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo dan Dr. Gunawan Mangunkusumo. Para dokter itu bangkit karena dihadapkan pada penderitaan masyarakat baik dari segi ekonomi, fisik, maupun kemanusiaan. Dokter Wahidin Sudirohusodo dengan giat menyebarkan cita-citanya agar di Pulau Jawa dapat dibentuk suatu perkumpulan yang bertujuan me-majukan pendidikan serta membiayai anak-anak yang tidak dapat bersekolah namun memiliki kepandaian. Cita-citanya itu mendapat sambutan dari siswa Sekolah Dokter Jawa di Jakarta seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo dan lain sebagainya. Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 Sutomo dan kawan-kawannya mendirikan suatu perkumpulan yang di-berinama Budi Utomo di Jakarta. Kongres pertama diselenggarakan pada bulan Oktober 1908 dan berhasil memilih Adipati Tirtokusumo (seorang bupati) sebagai ketuanya dan Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai wakil ketuanya. Untuk mendorong semangat para anggotanya, Budi Utomo mencanang-kan pedoman yaitu pemuda menjadi motornya dan orangtua menjadi sopirnya, supaya kapal tidak terdampar di laut karang dan selamat sampai di pelabuhan. Di samping itu, kongres menghasilkan suatu keputusan tentang tujuan dari pergerakannya, yaitu untuk menjamin dan mempertahankan kehidupan sebagai bangsa yang terhormat. Perkumpulan ini bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, pengajaran, dan budaya. :

1. Budi Utomo (BU) Pada abad ke-20 tampil beberapa dokter sebagai penggerak bangsa di kawasan Asia seperti Dr. Sun Yat Sen di Tiongkok , Dr. Jose Rizal di Filipina, serta di Indonesia tampil dokter-dokter seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo , Dr. Sutomo , Dr. Cipto Mangunkusumo dan Dr. Gunawan Mangunkusumo . Para dokter itu bangkit karena dihadapkan pada penderitaan masyarakat baik dari segi ekonomi , fisik , maupun kemanusiaan . Dokter Wahidin Sudirohusodo dengan giat menyebarkan cita-citanya agar di Pulau Jawa dapat dibentuk suatu perkumpulan yang bertujuan me- majukan pendidikan serta membiayai anak-anak yang tidak dapat bersekolah namun memiliki kepandaian . Cita-citanya itu mendapat sambutan dari siswa Sekolah Dokter Jawa di Jakarta seperti Sutomo , Gunawan Mangunkusumo , Cipto Mangunkusumo dan lain sebagainya . Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 Sutomo dan kawan-kawannya mendirikan suatu perkumpulan yang di-berinama Budi Utomo di Jakarta. Kongres pertama diselenggarakan pada bulan Oktober 1908 dan berhasil memilih Adipati Tirtokusumo ( seorang bupati ) sebagai ketuanya dan Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai wakil ketuanya . Untuk mendorong semangat para anggotanya , Budi Utomo mencanang-kan pedoman yaitu pemuda menjadi motornya dan orangtua menjadi sopirnya , supaya kapal tidak terdampar di laut karang dan selamat sampai di pelabuhan . Di samping itu , kongres menghasilkan suatu keputusan tentang tujuan dari pergerakannya , yaitu untuk menjamin dan mempertahankan kehidupan sebagai bangsa yang terhormat . Perkumpulan ini bergerak dalam bidang sosial , pendidikan , pengajaran , dan budaya .

Keanggotaan perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa dan Madura, kemudian ditambahkan dengan Bali, karena dianggap mempunyai kebudayaan yang sama. Jika dilihat dari keanggotaan-nya, perkumpulan ini bersifat kedaerahan (lokal). Walaupun demikian, perkumpulan itu juga sudah dapat dikatakan bersifat nasional. Hal ini terbukti ketika didirikannya perkumpulan partai-partai politik seperti Permufakatan Pemimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), Budi Utomo ikut serta di dalamnya. Gerakan nasional Budi Utomo semakin bertambah jelas yaitu dengan diubahnya nama Budi Utomo menjadi Budi Utama (huruf a) dan juga terlihat dengan jelas tujuannya yaitu sejak . tahun 1928 ikut serta melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Selanjutnya Budi Utomo mengadakan integrasi derigan organisasi seasas dan sehaluan. Atas pertimbangan itulah kemudian Budi Utomo lebur menjadi satu dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya). 2. Perhimpunan Indonesia (PI) Gerakan pemuda pelajar yang ada di luar negeri (Belanda) sangat besar pengaruhnya terhadap gerakan politik dan pemuda di tanah air Indonesia. Pada tahun 1908, para pemuda Indonesia di negeri Belanda mendirikan perkumpulan dengan nama Indische Vereeniging. Perkumpulan ini bersifat sosial dengan tujuan awal adalah untuk mensejahterakan para anggotanya yang berada di negeri Belanda. Kedatangan Suwardi Suryaningrat dan kawan-kawannya ke negeri Belanda membawa pengaruh besar terhadap perkem-bangan   :

Keanggotaan perkumpulan Budi Utomo semula terbatas hanya pada daerah Jawa dan Madura, kemudian ditambahkan dengan Bali, karena dianggap mempunyai kebudayaan yang sama . Jika dilihat dari keanggotaan-nya , perkumpulan ini bersifat kedaerahan ( lokal ). Walaupun demikian , perkumpulan itu juga sudah dapat dikatakan bersifat nasional . Hal ini terbukti ketika didirikannya perkumpulan partai-partai politik seperti Permufakatan Pemimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), Budi Utomo ikut serta di dalamnya . Gerakan nasional Budi Utomo semakin bertambah jelas yaitu dengan diubahnya nama Budi Utomo menjadi Budi Utama ( huruf a) dan juga terlihat dengan jelas tujuannya yaitu sejak . tahun 1928 ikut serta melaksanakan cita-cita persatuan Indonesia. Selanjutnya Budi Utomo mengadakan integrasi derigan organisasi seasas dan sehaluan . Atas pertimbangan itulah kemudian Budi Utomo lebur menjadi satu dengan PBI ( Persatuan Bangsa Indonesia) menjadi Parindra ( Partai Indonesia Raya ) . 2. Perhimpunan Indonesia (PI) Gerakan pemuda pelajar yang ada di luar negeri ( Belanda ) sangat besar pengaruhnya terhadap gerakan politik dan pemuda di tanah air Indonesia. Pada tahun 1908, para pemuda Indonesia di negeri Belanda mendirikan perkumpulan dengan nama Indische Vereeniging. Perkumpulan ini bersifat sosial dengan tujuan awal adalah untuk mensejahterakan para anggotanya yang berada di negeri Belanda . Kedatangan Suwardi Suryaningrat dan kawan-kawannya ke negeri Belanda membawa pengaruh besar terhadap perkem-bangan

perkumpulan ini. Terlebih lagi dengan berkecamuknya Perang Dunia I dan gema dari semboyan Woodrow Wilson (Presiden Amerika Serikat) yang menyatakan bahwa harus diakui adanya the right of set/determinations (menentukan nasib sendiri), Semboyan itu justru memberikan dorongan kepada anggota Indische Vereeniging untuk terus berjuang. Pada tahun 1922, Indische Vereeniging diubah namanya menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Dua tahun kemudian yaitu tahun 1924, Perhimpunan Indonesia dengan tegas menyatakan tujuannya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Cara untuk mencapai kemerdekaan itu dilakukan dengan melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri. Perkumpulan ini mempunyai media majalah sebagai tempat untuk menyalurkan aspirasi dari setiap anggotanya. Majalah organisasi Perhimpun­an Indonesia bernama Hindia Putra dan kemudian menjadi Indonesia Merdeka. Para anggotanya mempunyai sikap dan sifat sendiri-sendiri, yaitu ada yang bersifat radikal revolusioner dan ada yang bersifat moderat. Kelompok radikal itu setelah menyelesaikan studinya dan kembali ke Indonesia pada tahun 1927 bergabung dengan para pejuang Indonesia untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). :

perkumpulan ini . Terlebih lagi dengan berkecamuknya Perang Dunia I dan gema dari semboyan Woodrow Wilson ( Presiden Amerika Serikat ) yang menyatakan bahwa harus diakui adanya the right of set/determinations ( menentukan nasib sendiri ), Semboyan itu justru memberikan dorongan kepada anggota Indische Vereeniging untuk terus berjuang . Pada tahun 1922, Indische Vereeniging diubah namanya menjadi Indonesische Vereeniging ( Perhimpunan Indonesia). Dua tahun kemudian yaitu tahun 1924, Perhimpunan Indonesia dengan tegas menyatakan tujuannya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Cara untuk mencapai kemerdekaan itu dilakukan dengan melaksanakan aksi nasional dan percaya pada kekuatan sendiri . Perkumpulan ini mempunyai media majalah sebagai tempat untuk menyalurkan aspirasi dari setiap anggotanya . Majalah organisasi Perhimpun­an Indonesia bernama Hindia Putra dan kemudian menjadi Indonesia Merdeka . Para anggotanya mempunyai sikap dan sifat sendiri-sendiri , yaitu ada yang bersifat radikal revolusioner dan ada yang bersifat moderat . Kelompok radikal itu setelah menyelesaikan studinya dan kembali ke Indonesia pada tahun 1927 bergabung dengan para pejuang Indonesia untuk mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).

Propaganda Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda dilakukan dengan aktif. Organisasi ini melakukan kontak dengan badan-badan internasional yang menguntungkan perjuangan bangsa Indonesia. Hubungan itu dilakukan dengan Association I' Etude des Civilisation Orientates (didirikan di Paris tahun 1925). Salah satu kegiatan Perhimpunan Indonesia pada tahun 1926-1927 adalah menghadiri kongres internasional seperti: o   Kongres Demokrat Internasional di Bierville (1926) dan Perhimpunan Indonesia diwakili oleh Drs. Moh. Hatta. o   Kongres Liga Melawan Imperialisme dan Penindasan di Brussel (1927) dan Perhimpunan Indonesia diwakili oleh Drs. Moh. Hatta. Dalam kongres itu, Perhimpunan Indonesia berhasil menarik simpati liga dengan resolusinya yang mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia, dan me-nuntut penghapusan intemiran yang terjadi atas orang-orang Indonesia. Namun gerakan Perhimpunan Indonesia yang lincah dan gesit itu justru mengundang kecurigaan dari pemerintah kolonial Belanda. Aktivitas Perhimpunan Indonesia dihubungkan dengan terjadinya pemberontakan PartaiKomunis Indonesia (PKl) tahun 1926-1927. Akibatnya para pemimpinnya ditangkap seperti Drs. Moh Hatta, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid Djojodiningrat, Nasir Datuk Pamuntjak. Ketika para pemimpin Perhimpunan Indonesia ini diajukan ke pengadilan, Drs. Moh Hatta membuat pidato pembelaan yang cemerlang dengan judul Indonesia Merdeka. Pembela terdakwa dalam segi hukum dilakukan oleh Mr. Dyus (seorang anggota partai buruh). Karena tidak terbukti bersalah, maka pada tahun 1928 mereka dibebaskan.:

Propaganda Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda dilakukan dengan aktif . Organisasi ini melakukan kontak dengan badan-badan internasional yang menguntungkan perjuangan bangsa Indonesia. Hubungan itu dilakukan dengan Association I' Etude des Civilisation Orientates ( didirikan di Paris tahun 1925). Salah satu kegiatan Perhimpunan Indonesia pada tahun 1926-1927 adalah menghadiri kongres internasional seperti : o Kongres Demokrat Internasional di Bierville (1926) dan Perhimpunan Indonesia diwakili oleh Drs. Moh . Hatta . o Kongres Liga Melawan Imperialisme dan Penindasan di Brussel (1927) dan Perhimpunan Indonesia diwakili oleh Drs. Moh . Hatta . Dalam kongres itu, Perhimpunan Indonesia berhasil menarik simpati liga dengan resolusinya yang mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia, dan me-nuntut penghapusan intemiran yang terjadi atas orang-orang Indonesia. Namun gerakan Perhimpunan Indonesia yang lincah dan gesit itu justru mengundang kecurigaan dari pemerintah kolonial Belanda. Aktivitas Perhimpunan Indonesia dihubungkan dengan terjadinya pemberontakan PartaiKomunis Indonesia (PKl) tahun 1926-1927. Akibatnya para pemimpinnya ditangkap seperti Drs. Moh Hatta, Ali Sastroamidjojo, Abdul Madjid Djojodiningrat, Nasir Datuk Pamuntjak. Ketika para pemimpin Perhimpunan Indonesia ini diajukan ke pengadilan, Drs. Moh Hatta membuat pidato pembelaan yang cemerlang dengan judul Indonesia Merdeka. Pembela terdakwa dalam segi hukum dilakukan oleh Mr. Dyus (seorang anggota partai buruh). Karena tidak terbukti bersalah, maka pada tahun 1928 mereka dibebaskan.

Peristiwa penangkapan para terdakwa menimbulkan rasa simpati yang besar di Indonesia. PNI mengadakan rapat untuk memberikan dukungan kepada para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Atas anjuran PNI, PPPKI menempatkan Perhimpunan Indonesia sebagai pos terdepan dalam memperjuangkan Indonesia merdeka.   3. Sarekat Islam Pada tahun 1911 di kota Solo muncul perkumpulan dagang Islam yang bernama Sarekat dagang Islam dengan Haji Samanhudi sebagai pemimpin. Sebenarnya perkumpulan ini telah ada sejak tahun 1909, yaitu ketika berada di bawah pimpinan RM. Tirtoadisuryo yang beranggotakan para pedagang Islam. Sejak dipimpin oleh Haji Samanhudi perkumpulan itu menjadi sangat berarti dan berpengaruh luas di kalangan para pedagang Islam. Namun kemudian, seorang intelektual dari Surabaya yang bernama Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto yang sekaligus sebagai promotornya mengubah perkumpulan Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sistem keanggotaannya. Anggotanya bukan lagi hanya para pedagang Islam saja, tetapi sudah men-cakup seluruh umat Islam dari berbagai lapisan masyarakat. Perubahan nama itu terjadi pada tahun 1912 yang mengandung isi dan jiwa serta terfokus pada agama Islam dengan segala manifestasinya. :

Peristiwa penangkapan para terdakwa menimbulkan rasa simpati yang besar di Indonesia. PNI mengadakan rapat untuk memberikan dukungan kepada para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda . Atas anjuran PNI, PPPKI menempatkan Perhimpunan Indonesia sebagai pos terdepan dalam memperjuangkan Indonesia merdeka . 3. Sarekat Islam Pada tahun 1911 di kota Solo muncul perkumpulan dagang Islam yang bernama Sarekat dagang Islam dengan Haji Samanhudi sebagai pemimpin . Sebenarnya perkumpulan ini telah ada sejak tahun 1909, yaitu ketika berada di bawah pimpinan RM. Tirtoadisuryo yang beranggotakan para pedagang Islam. Sejak dipimpin oleh Haji Samanhudi perkumpulan itu menjadi sangat berarti dan berpengaruh luas di kalangan para pedagang Islam. Namun kemudian , seorang intelektual dari Surabaya yang bernama Haji Omar Said (HOS) Cokroaminoto yang sekaligus sebagai promotornya mengubah perkumpulan Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sistem keanggotaannya . Anggotanya bukan lagi hanya para pedagang Islam saja , tetapi sudah men- cakup seluruh umat Islam dari berbagai lapisan masyarakat . Perubahan nama itu terjadi pada tahun 1912 yang mengandung isi dan jiwa serta terfokus pada agama Islam dengan segala manifestasinya .

Sementara itu, keterlibatan Sarekat Islam dalam Volksraad (Dewan Rakyat) diprotes keras oleh anggotanya, seperti Semaun. Namun, Sarekat Islam tetap ingin menunjukkan kesetiaannya kepada pemerintah, walaupun pemerintah mengetahui bahwa organisasi itu sangat berpengaruh besar terhadap masyarakat. Untuk itu, pemerintah Belanda secara terus-menerus mengikuti jejak dan gerak-gerik Sarekat Islam dari dekat. Wakil-wakil Sarekat Islam yang duduk dalam badan itu adalah Abdul Muis (pengarang) dan HOS Cokroaminoto (organisatoris dan orator). Ternyata pengaruh pergerakan Sarekat Islam di masyarakat sangat kuat. Pengaruhnya menyebar ke seluruh wilayah Indonesia sehingga menimbulkan pemberontakan, seperti berikut ini. Pemberontakan di Toli-Toli (Sulawesi Selatan); pemberontak­an ini menimbulkan korban jiwa, yaitu seorang pegawai negeri Belanda dan beberapa orang pegawai bangsa Indonesia. Pem­berontakan itu dihubungkan dengan kedatangan Abdul Muis ke Sulawesi, yang kebetulan ada keperluan dengan partainya, sehingga ia dituduh terlibat dalam pemberontakan itu. Pemberontakan Cimareme (Jawa barat); pemberontakan ini terjadi karena adanya protes kaum petani yang menolak menyerahkan padinya kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan. Dalam pemberontakan itu, Sarekat Islam juga dituduh terlibat. :

Sementara itu , keterlibatan Sarekat Islam dalam Volksraad ( Dewan Rakyat) diprotes keras oleh anggotanya , seperti Semaun . Namun , Sarekat Islam tetap ingin menunjukkan kesetiaannya kepada pemerintah , walaupun pemerintah mengetahui bahwa organisasi itu sangat berpengaruh besar terhadap masyarakat . Untuk itu , pemerintah Belanda secara terus-menerus mengikuti jejak dan gerak-gerik Sarekat Islam dari dekat . Wakil-wakil Sarekat Islam yang duduk dalam badan itu adalah Abdul Muis ( pengarang ) dan HOS Cokroaminoto ( organisatoris dan orator). Ternyata pengaruh pergerakan Sarekat Islam di masyarakat sangat kuat . Pengaruhnya menyebar ke seluruh wilayah Indonesia sehingga menimbulkan pemberontakan , seperti berikut ini . Pemberontakan di Toli-Toli (Sulawesi Selatan); pemberontak­an ini menimbulkan korban jiwa , yaitu seorang pegawai negeri Belanda dan beberapa orang pegawai bangsa Indonesia. Pem­berontakan itu dihubungkan dengan kedatangan Abdul Muis ke Sulawesi, yang kebetulan ada keperluan dengan partainya , sehingga ia dituduh terlibat dalam pemberontakan itu . Pemberontakan Cimareme ( Jawa barat ); pemberontakan ini terjadi karena adanya protes kaum petani yang menolak menyerahkan padinya kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan . Dalam pemberontakan itu , Sarekat Islam juga dituduh terliba t.

Pada tahun 1920, berdiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia dengan Semaun sebagai ketuanya. Jabatan Semaun itu sangat membahayakan bagi perkembangan Sarekat Islam, karena pada saat itu Semaun juga menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Oleh karena itu, pada tahun 1921, Sarekat Islam mengeluarkan peraturan yang menyangkut tentang disiplin organisasi dan menyatakan melarang semua anggota Sarekat Islam untuk menjadi anggota organisasi lainnya. Larangan itu diprotes oleh Semaun. Dengan demikian, Sarekat Islam tidak dapat mempertahankan keutuhan organisasinya dan terpecah menjadi Sarekat Islam Merah yang dipimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam Putih yang dipimpin oleh HOS Cokroaminoto. Namun Sarekat Islam sampai pada saat itu belum memakai nama partai. Pada tahun 1929, Sarekat Islam menyatakan diri menjadi partai dengan nama Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), Tahun itu juga menjadi sangat penting bagi Sarekat Islam, karena selain kehilangan banyak anggotanya, Sarekat Islam juga mengambil langkah-langkah radikal, yaitu keluar dari Volksraad. Hal itu merupakan langkah dan taktik nonkooperasi yang dilaksanakan oleh Sarekat Islam kepada pemerintah kolonial Belanda. Kemudian pada tahun 1930, Sarekat Islam mengalami kemerosotan akibat adanya berbagai perpecahan dalam tubuh organisasi itu. Sarekat Islam terbagi menjadi tiga partai yakni PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, dan Partai Sarekat Islam Indonesia. Partai ini terhenti aktivitasnya setelah Jepang menduduki wilayah Indonesia.   4. Indische Partij :

Pada tahun 1920, berdiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia dengan Semaun sebagai ketuanya . Jabatan Semaun itu sangat membahayakan bagi perkembangan Sarekat Islam, karena pada saat itu Semaun juga menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Oleh karena itu , pada tahun 1921, Sarekat Islam mengeluarkan peraturan yang menyangkut tentang disiplin organisasi dan menyatakan melarang semua anggota Sarekat Islam untuk menjadi anggota organisasi lainnya . Larangan itu diprotes oleh Semaun . Dengan demikian , Sarekat Islam tidak dapat mempertahankan keutuhan organisasinya dan terpecah menjadi Sarekat Islam Merah yang dipimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam Putih yang dipimpin oleh HOS Cokroaminoto . Namun Sarekat Islam sampai pada saat itu belum memakai nama partai . Pada tahun 1929, Sarekat Islam menyatakan diri menjadi partai dengan nama Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), Tahun itu juga menjadi sangat penting bagi Sarekat Islam, karena selain kehilangan banyak anggotanya , Sarekat Islam juga mengambil langkah-langkah radikal , yaitu keluar dari Volksraad . Hal itu merupakan langkah dan taktik nonkooperasi yang dilaksanakan oleh Sarekat Islam kepada pemerintah kolonial Belanda . Kemudian pada tahun 1930, Sarekat Islam mengalami kemerosotan akibat adanya berbagai perpecahan dalam tubuh organisasi itu . Sarekat Islam terbagi menjadi tiga partai yakni PSII Kartosuwiryo , PSII Abikusno , dan Partai Sarekat Islam Indonesia. Partai ini terhenti aktivitasnya setelah Jepang menduduki wilayah Indonesia. 4. Indische Partij

Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat adalah tiga tokoh pendiri Indische Partij (1912). Semboyan partai itu adalah Hindia for Hindia, yang berarti Indonesia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya. Hindia adalah sebutan untuk Indonesia waktu itu. Tujuan partai itu adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka. Anggotanya terbuka bagi seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di seluruh wilayah Indonesia. Namun pada kenyataan-nya, yang mula-mula menjadi anggota partai ini adalah orang-orang Indo Eropa. Oleh karena itu, partai ini tidak dapat berkembang menjadi partai massa. Hal itu disebabkan oleh stelsel kolonial masih menjadi penghalang dalam proses interaksi ataupun pergaulan dengan orang-orang asing di Indonesia. Indische Partij telah menunjukkan garis politiknya secara jelas dan tegas serta menginginkan suatu kesatuan penduduk yang multirasial. Tujuan partai ini benar-benar revolusioner, karena ingin mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Tindakan itu terlihat nyata ketika pada tahun 1913 pemerintah kolonial Belanda akan mengadakan upacara peringatan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari jajahan Perancis (Napoleon Bonaparte), dengan cara memungut dana dari rakyat Indonesia. Tindakan itu membakar kemarahan tokoh bangsa Indonesia seperti Suwardi Suryaningrat, Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker. Mereka ingin menggagalkan niat Belanda dengan menyebarkan brosur yang berjudul A/s ik een Nederlander was (Andaikan aku seorang Belanda). Isi brosur itu di antaranya sebagai berikut. :

Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo , dan Suwardi Suryaningrat adalah tiga tokoh pendiri Indische Partij (1912). Semboyan partai itu adalah Hindia for Hindia , yang berarti Indonesia hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang menetap dan bertempat tinggal di Indonesia tanpa terkecuali dan tanpa memandang apapun jenis bangsanya . Hindia adalah sebutan untuk Indonesia waktu itu . Tujuan partai itu adalah untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka . Anggotanya terbuka bagi seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di seluruh wilayah Indonesia. Namun pada kenyataan-nya , yang mula-mula menjadi anggota partai ini adalah orang-orang Indo Eropa . Oleh karena itu , partai ini tidak dapat berkembang menjadi partai massa . Hal itu disebabkan oleh stelsel kolonial masih menjadi penghalang dalam proses interaksi ataupun pergaulan dengan orang-orang asing di Indonesia. Indische Partij telah menunjukkan garis politiknya secara jelas dan tegas serta menginginkan suatu kesatuan penduduk yang multirasial . Tujuan partai ini benar-benar revolusioner , karena ingin mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Tindakan itu terlihat nyata ketika pada tahun 1913 pemerintah kolonial Belanda akan mengadakan upacara peringatan 100 tahun bebasnya negeri Belanda dari jajahan Perancis (Napoleon Bonaparte), dengan cara memungut dana dari rakyat Indonesia. Tindakan itu membakar kemarahan tokoh bangsa Indonesia seperti Suwardi Suryaningrat , Cipto Mangunkusumo , Douwes Dekker. Mereka ingin menggagalkan niat Belanda dengan menyebarkan brosur yang berjudul A/s ik een Nederlander was ( Andaikan aku seorang Belanda ). Isi brosur itu di antaranya sebagai berikut .

"..... Seandainya aku seorang Belanda, aku protes peringatan yang akan diadakan itu. Aku akan peringatkan kawan-kawan penjajah bahwa sesungguhnya sangat berbahaya pada saat itu mengadakan perayaan peringatan kemerdekaan. Aku akan peringatkan semua bangsa Belanda, jangan menyinggung peradaban bangsa Indonesia yang baru bangun dan menjadi berani. Sungguh aku akan protes sekeras-kerasnya ....." Kecaman yang semakin keras menentang pemerintah kolonial Belanda, menyebabkan ketiga tokoh Indische Partij ditangkap. Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke negeri Belanda. Namun pada tahun 1914, Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit, sedangkan Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekker baru dikembalikan ke Indonesia pada tahun 1919. Douwes Dekker tetap terjun ke dunia politik dan Suwardi Suryaningrat terjun ke dunia pendidikan dan selanjutnya mendirikan perguruan yang diberi nama Taman Siswa. Suwardi Suryaningrat kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Walaupun Indische Partij tidak dapat melawan kehendak Belanda, namun perjuangan mereka tetap punyai arti yang sangat besar dalam pergerakan kebangsaan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.   5. Muhammadiyah :

"..... Seandainya aku seorang Belanda , aku protes peringatan yang akan diadakan itu . Aku akan peringatkan kawan-kawan penjajah bahwa sesungguhnya sangat berbahaya pada saat itu mengadakan perayaan peringatan kemerdekaan . Aku akan peringatkan semua bangsa Belanda , jangan menyinggung peradaban bangsa Indonesia yang baru bangun dan menjadi berani . Sungguh aku akan protes sekeras-kerasnya ....." Kecaman yang semakin keras menentang pemerintah kolonial Belanda , menyebabkan ketiga tokoh Indische Partij ditangkap . Pada tahun 1913 mereka diasingkan ke negeri Belanda . Namun pada tahun 1914, Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia karena sakit , sedangkan Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekker baru dikembalikan ke Indonesia pada tahun 1919. Douwes Dekker tetap terjun ke dunia politik dan Suwardi Suryaningrat terjun ke dunia pendidikan dan selanjutnya mendirikan perguruan yang diberi nama Taman Siswa. Suwardi Suryaningrat kemudian dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Walaupun Indische Partij tidak dapat melawan kehendak Belanda, namun perjuangan mereka tetap punyai arti yang sangat besar dalam pergerakan kebangsaan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. 5. Muhammadiyah

            Muhammadiyah berdiri pada 18 Nopember 1912 di Yogyakarta didirikan oleh KH Ahmad Dahlan (1868-1923) seorang ulama besar dari Yogyakarta. Dengan tujuan : (1) mengembangkan agama Islam sesuai perintah dan ajaran Nabi Muhammad SWA; (2) membantu dan meningkatkan kehidupan masyarakat; (3) memajukan pendidikan di Indonesia.             Amal usaha yang dilakukan Muhammadiyah dalam upaya menjunjung tinggi dan menegakkan agama Islam, meliputi : (1) mendirikan, memelihara, dan membantu mendirikan sekolah-sekolah berdasarkan agama Islam untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia; (2) Mendirikan dan memelihara tempat ibadah; (3) mendirikan dan memelihara rumah sakit untuk menjaga kesehatan masyarakat; (4) mendirikan dan memelihara panti asuhan untuk anak yatim piatu; (5) membentuk badan perjalanan haji ke tanah suci; (6) membentuk organisasi otonom untuk menampung masyarakat sesuai usia, jenis kelamin untuk berjuang meningkatkan martabat sebagai orang Islam.             Organisasi ini bernama Muhammadiyah yang artinya pengikut Nabi Muhammad dengan berupaya menjalankan ajaran Islam sesuai ajarannya.   :

Muhammadiyah berdiri pada 18 Nopember 1912 di Yogyakarta didirikan oleh KH Ahmad Dahlan (1868-1923) seorang ulama besar dari Yogyakarta. Dengan tujuan : (1) mengembangkan agama Islam sesuai perintah dan ajaran Nabi Muhammad SWA; (2) membantu dan meningkatkan kehidupan masyarakat; (3) memajukan pendidikan di Indonesia. Amal usaha yang dilakukan Muhammadiyah dalam upaya menjunjung tinggi dan menegakkan agama Islam, meliputi : (1) mendirikan, memelihara, dan membantu mendirikan sekolah-sekolah berdasarkan agama Islam untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia; (2) Mendirikan dan memelihara tempat ibadah; (3) mendirikan dan memelihara rumah sakit untuk menjaga kesehatan masyarakat; (4) mendirikan dan memelihara panti asuhan untuk anak yatim piatu; (5) membentuk badan perjalanan haji ke tanah suci; (6) membentuk organisasi otonom untuk menampung masyarakat sesuai usia, jenis kelamin untuk berjuang meningkatkan martabat sebagai orang Islam. Organisasi ini bernama Muhammadiyah yang artinya pengikut Nabi Muhammad dengan berupaya menjalankan ajaran Islam sesuai ajarannya.

6. Partai Komunis Indonesia (PKI) Pada abad ke-20 datang beberapa pegawai bangsa Belanda yang berhaluan komunis di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Sneevliet. Di samping sebagai pegawai, Sneevliet juga aktif menyebarkan paham komunis. Sneevliet menyadari bahwa usahanya untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia melalui organisasi yang akan didirikannya itu tidak mungkin berhasil. Oleh karena itulah ia menjalin hubungan dengan Semaun yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Pada tahun 1914 Sneevliet men-dirikan organisasi yang bercorak Marxis dengan nama Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) yang berpusat di Semarang. Bersama dengan Semaun, Sneevliet berhasil mengembangkan  ISDV  yang berpaham Marxis dan mempenga-ruhi anggota-anggota dari Sarekat Islam. Hal mi pula yang menyebab-kan Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Putih dengan pemimpinnya HOS Cokroaminoto dan Sarekat Islam Merah dengan pemimpinnya Semaun. Pada tahun 1920 Sarekat Islam Merah bergabung dengan ISDV dan membentuk Partai Komunis Indo­nesia (PKI). Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. Akan tetapi beberapa tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujui pembentukkan PKI akhirnya memisahkan diri dan kemudian membentuk Indische Social Demokratische Party (ISDP) dengan F. Bahler sebagai ketuanya. Hubungan PKI dengan pemerintah kolonial Belanda semakin renggang bahkan semakin memburuk. Hal ini sebagai akibat timbulnya pemogokan-pemogokan yang mengarah kepada masalah timbulnya konflik antara pemerintah kolonial Belanda dengan PKI.   :

6. Partai Komunis Indonesia (PKI) Pada abad ke-20 datang beberapa pegawai bangsa Belanda yang berhaluan komunis di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Sneevliet . Di samping sebagai pegawai , Sneevliet juga aktif menyebarkan paham komunis . Sneevliet menyadari bahwa usahanya untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia melalui organisasi yang akan didirikannya itu tidak mungkin berhasil . Oleh karena itulah ia menjalin hubungan dengan Semaun yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Pada tahun 1914 Sneevliet men- dirikan organisasi yang bercorak Marxis dengan nama Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) yang berpusat di Semarang. Bersama dengan Semaun , Sneevliet berhasil mengembangkan ISDV  yang berpaham Marxis dan mempenga-ruhi anggota-anggota dari Sarekat Islam. Hal mi pula yang menyebab-kan Sarekat Islam pecah menjadi dua , yaitu Sarekat Islam Putih dengan pemimpinnya HOS Cokroaminoto dan Sarekat Islam Merah dengan pemimpinnya Semaun . Pada tahun 1920 Sarekat Islam Merah bergabung dengan ISDV dan membentuk Partai Komunis Indo­nesia (PKI). Partai ini diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono . Akan tetapi beberapa tokoh bangsa Belanda yang tidak menyetujui pembentukkan PKI akhirnya memisahkan diri dan kemudian membentuk Indische Social Demokratische Party (ISDP) dengan F. Bahler sebagai ketuanya . Hubungan PKI dengan pemerintah kolonial Belanda semakin renggang bahkan semakin memburuk . Hal ini sebagai akibat timbulnya pemogokan-pemogokan yang mengarah kepada masalah timbulnya konflik antara pemerintah kolonial Belanda dengan PKI.

Kemudian pada tahun 1926 PKI melakukan pemberontakan di wilayah Jawa Barat (sekitar daerah Banten) dan pada tahun 1927 di Sumatera Barat. Dengan kegagalan pemberontakan PKI tersebut, maka pada tahun 1927 pemerintah kolonial Belanda menyatakan PKI sebagai partai terlarang berdiri di wilayah Indonesia. Setelah pemberontakan itu gagal, Musso, Alimin dan tokoh-tokoh PKI lainnya melarikan diri ke luar negeri. Pemimpin PKI yang tidak setuju melakukan pemberontakan lari ke Thailand dan kemudian mendirikan partai baru yang bernama Partai Republik Indonesia (PARI) yang berpusat di Bangkok (1927). 7. Partai Nasional Indonesia (PNI) Ketika Budi Utomo, Sarekat Islam, dan PKI berkembang, terdapat pula golongan intelektual yang ikut ambil bagian dalam pergerakan nasional Indonesia. Mereka bergerak melalui klubnya dengan tujuan yang bersifat nasional. Klub itu adalah Aglemen Studie Club di Bandung dan Indische Studie Club di Surabaya serta klub-klub lainnya yang terdapat di seluruh kota-kota di wilayah Indonesia. Klub-klub itu tumbuh menjadi partai-partai politik yang bersifat nasional. Aglemen Studie Club di Bandung tumbuh menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Indische Studie Club di Surabaya tumbuh menjadi Partai Bangsa Indonesia (FBI) dan kemudian menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra). :

Kemudian pada tahun 1926 PKI melakukan pemberontakan di wilayah Jawa Barat ( sekitar daerah Banten ) dan pada tahun 1927 di Sumatera Barat. Dengan kegagalan pemberontakan PKI tersebut , maka pada tahun 1927 pemerintah kolonial Belanda menyatakan PKI sebagai partai terlarang berdiri di wilayah Indonesia. Setelah pemberontakan itu gagal , Musso , Alimin dan tokoh-tokoh PKI lainnya melarikan diri ke luar negeri . Pemimpin PKI yang tidak setuju melakukan pemberontakan lari ke Thailand dan kemudian mendirikan partai baru yang bernama Partai Republik Indonesia (PARI) yang berpusat di Bangkok (1927). 7. Partai Nasional Indonesia (PNI) Ketika Budi Utomo , Sarekat Islam, dan PKI berkembang , terdapat pula golongan intelektual yang ikut ambil bagian dalam pergerakan nasional Indonesia. Mereka bergerak melalui klubnya dengan tujuan yang bersifat nasional . Klub itu adalah Aglemen Studie Club di Bandung dan Indische Studie Club di Surabaya serta klub-klub lainnya yang terdapat di seluruh kota-kota di wilayah Indonesia. Klub-klub itu tumbuh menjadi partai-partai politik yang bersifat nasional . Aglemen Studie Club di Bandung tumbuh menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Indische Studie Club di Surabaya tumbuh menjadi Partai Bangsa Indonesia ( F BI) dan kemudian menjadi Partai Indonesia Raya ( Parindra ).

Pada tahun 1927, PNI didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Ir. Anwari, Sartono SH, Budiarto SH, dan Dr. Samsi. PNI sebagai partai yang bersifat nasional mengalami perkembangan yang sangat pesat, bahkan dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil menarik perhatian dan simpati massa. Golongan nasionalis yang revolusioner dapat tertampung pada partai ini. Pada tahun 1927, PNI memprakarsai berdirinya PPPKI (Permufakatan Per­himpunan Politik Kebangsaan Indonesia). Badan ini merupakan sebuah badan koordinasi dari bermacam aliran untuk menggalang kesatuan aksi melawan imperialisme atau penjajahan. Munculnya berita provokatif yang menyatakan bahwa PNI akan melaksanakan pemberontakan, mengakibatkan pemerintah Belanda melaku-kan penangkapan para pemimpin PNI. Para pemimpin PNI yang berhasil ditangkap adalah Ir. Soekarno, Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Suriadinata. Kemudian keempat tokoh itu dihadapkan pada pengadilan di Bandung tahun 1930. Dalam persidangan itu, Ir. Soekarno mengajukan pidato pembelaan yang berjudul Indonesia Menggugat. Pembela para pejuang bangsa Indonesia adalah Sartono SH, Sastromuljono SH, dan Idik Prawiradiputra SH. Adapun sebagai hakim pada persidangan itu adalah Mr. Dr. R. Siegembeek van Hoekelen. Pengadilan negeri Bendung menjatuhkan hukuman kepada Ir. Soekarno dengan 4 tahun penjara, Maskun 2 tahun penjara, Gatot Mangkupraja 1 tahun 8 bulan, dan Suriadinata 1 tahun 3 bulan. :

Pada tahun 1927, PNI didirikan oleh tokoh-tokoh seperti Ir. Soekarno , Dr. Cipto Mangunkusumo , Ir. Anwari , Sartono SH, Budiarto SH, dan Dr. Samsi . PNI sebagai partai yang bersifat nasional mengalami perkembangan yang sangat pesat , bahkan dalam waktu yang sangat singkat telah berhasil menarik perhatian dan simpati massa . Golongan nasionalis yang revolusioner dapat tertampung pada partai ini . Pada tahun 1927, PNI memprakarsai berdirinya PPPKI ( Permufakatan Per­himpunan Politik Kebangsaan Indonesia). Badan ini merupakan sebuah badan koordinasi dari bermacam aliran untuk menggalang kesatuan aksi melawan imperialisme atau penjajahan . Munculnya berita provokatif yang menyatakan bahwa PNI akan melaksanakan pemberontakan , mengakibatkan pemerintah Belanda melaku-kan penangkapan para pemimpin PNI. Para pemimpin PNI yang berhasil ditangkap adalah Ir. Soek arn o, Gatot Mangkupraja , Maskun , dan Suriadinata . Kemudian keempat tokoh itu dihadapkan pada pengadilan di Bandung tahun 1930. Dalam persidangan itu , Ir. Soekarno mengajukan pidato pembelaan yang berjudul Indonesia Menggugat . Pembela para pejuang bangsa Indonesia adalah Sartono SH, Sastromuljono SH, dan Idik Prawiradiputra SH. Adapun sebagai hakim pada persidangan itu adalah Mr. Dr. R. Siegembeek van Hoekelen . Pengadilan negeri Bendung menjatuhkan hukuman kepada Ir. Soekarno dengan 4 tahun penjara , Maskun 2 tahun penjara , Gatot Mangkupraja 1 tahun 8 bulan , dan Suriadinata 1 tahun 3 bulan .

Dasar perjuangan PNI adalah sosio-nasionalis dan sosio-demokratis yang disingkat menjadi Marhaenisme. Sikapnya terhadap pemerintah kolonial Belanda adalah nonkooperatif. Prinsip itu sama dengan prinsip perjuangan dari Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda. Hal ini disebabkan PNI mem-punyai hubungan yang sangat erat dengan Perhimpunan Indonesia, sehingga pengaruhnya sangat besar terhadap PNI. 8. Partai Indonesia (Partindo) Karena para pemimpin PNI berhasil ditangkap, maka pimpinan partai dipegang oleh Sartono SH. Namun, Sartono merasa khawatir atas kelanjutan dan perkembangan PNI. Sartono mengkhawatirkan PNI akan bernasib seperti PKI yang dianggap sebagai partai terlarang oleh pemerintah kolonial Belanda. Kekhawatiran Sartono itu sangat berpengaruh terhadap anggota-anggotanya. Demi keselamatan, PNI akhirnya dibubarkan dan berdiri partai baru yaitu Partai Indonesia (Partindo) tahun 1931. Akan tetapi, mereka yang tidak menyetujui terhadap pembubaran PNI itu akhirnya membentuk partai lain dengan nama PNI Baru atau PNI Pendidikan. Setelah Ir. Soekarno dibebaskan dari penjara tahun 1931, ia memilih Partindo sebagai alat perjuangannya. Kehadiran Ir. Soekarno dalam Partindo membangkitkan semangat perjuangan anggota Partindo, sekaligus juga meng­khawatirkan pemerintah kolonial Belanda. Ir. Soekarno ditangkap lagi dan dibuang ke Ende di Pulau Flores. Pada tahun 1937 dipindahkan ke Bengkulu dan tahun 1943 dibebaskan oleh Jepang:

Dasar perjuangan PNI adalah sosio-nasionalis dan sosio-demokratis yang disingkat menjadi Marhaenisme . Sikapnya terhadap pemerintah kolonial Belanda adalah nonkooperatif . Prinsip itu sama dengan prinsip perjuangan dari Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda . Hal ini disebabkan PNI mem-punyai hubungan yang sangat erat dengan Perhimpunan Indonesia, sehingga pengaruhnya sangat besar terhadap PNI. 8. Partai Indonesia (Partindo) Karena para pemimpin PNI berhasil ditangkap , maka pimpinan partai dipegang oleh Sartono SH. Namun , Sartono merasa khawatir atas kelanjutan dan perkembangan PNI. Sartono mengkhawatirkan PNI akan bernasib seperti PKI yang dianggap sebagai partai terlarang oleh pemerintah kolonial Belanda . Kekhawatiran Sartono itu sangat berpengaruh terhadap anggota-anggotanya . Demi keselamatan , PNI akhirnya dibubarkan dan berdiri partai baru yaitu Partai Indonesia ( Partindo ) tahun 1931. Akan tetapi , mereka yang tidak menyetujui terhadap pembubaran PNI itu akhirnya membentuk partai lain dengan nama PNI Baru atau PNI Pendidikan . Setelah Ir. Soekarno dibebaskan dari penjara tahun 1931, ia memilih Partindo sebagai alat perjuangannya . Kehadiran Ir. Soekarno dalam Partindo membangkitkan semangat perjuangan anggota Partindo , sekaligus juga meng­khawatirkan pemerintah kolonial Belanda . Ir. Soekarno ditangkap lagi dan dibuang ke Ende di Pulau Flores. Pada tahun 1937 dipindahkan ke Bengkulu dan tahun 1943 dibebaskan oleh Jepang

9. Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan) Mereka yang tidak setuju dengan pembubaran PNI, membentuk partai politik dengan nama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan) yang dipimpin oleh Drs. Moh Hatta dan Sutan Sjahrir. Partai ini berpusat di Bandung. Prinsip perjuangan PNI Pendidikan adalah berpegang teguh pada prinsip nonkooperatif. Model perjuangannya sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Indonesia. Partai ini lebih banyak mendapat pengaruh di daerah pedesaan. Ternyata gerakan partai ini dianggap sangat membahayakan kedudukan pemerintah Belanda. Oleh karena itu, para pemimpinnya ditangkap dan dibuang ke Digul (1934). Pada tahun 1936 mereka dipindahkan ke negeri Belanda, tahun 1942 dipindahkan ke Sukabumi hingga datangnya Jepang. 10. Partai Indonesia Raya (Parindra) Cikal bakal Partai Indonesia Raya (Parindra) adalah Indische Studie Club di Surabaya yang dipimpin oleh Dr. Sutomo. Pada tahun 1931, per-kumpulan ini kemudian diubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI). Tujuan perjuangannya adalah untuk menyempurnakan derajat bangsa Indonesia dengan melakukan hal-hal yang nyata dan dapat dirasakan oleh rakyat banyak, seperti memajukan pendidikan, mendirikan koperasi rakyat, mendirikan bank-bank untuk rakyat dan juga mendirikan persatuan nelayan. :

9. Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan) Mereka yang tidak setuju dengan pembubaran PNI, membentuk partai politik dengan nama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan ) yang dipimpin oleh Drs. Moh Hatta dan Sutan Sjahrir . Partai ini berpusat di Bandung. Prinsip perjuangan PNI Pendidikan adalah berpegang teguh pada prinsip nonkooperatif . Model perjuangannya sama dengan apa yang pernah dilakukan oleh Perhimpunan Indonesia, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Indonesia. Partai ini lebih banyak mendapat pengaruh di daerah pedesaan . Ternyata gerakan partai ini dianggap sangat membahayakan kedudukan pemerintah Belanda . Oleh karena itu , para pemimpinnya ditangkap dan dibuang ke Digul (1934). Pada tahun 1936 mereka dipindahkan ke negeri Belanda , tahun 1942 dipindahkan ke Sukabumi hingga datangnya Jepang . 10. Partai Indonesia Raya (Parindra) Cikal bakal Partai Indonesia Raya ( Parindra ) adalah Indische Studie Club di Surabaya yang dipimpin oleh Dr. Sutomo . Pada tahun 1931, per- kumpulan ini kemudian diubah menjadi Partai Bangsa Indonesia ( P BI ). Tujuan perjuangannya adalah untuk menyempurnakan derajat bangsa Indonesia dengan melakukan hal-hal yang nyata dan dapat dirasakan oleh rakyat banyak , seperti memajukan pendidikan , mendirikan koperasi rakyat , mendirikan bank-bank untuk rakyat dan juga mendirikan persatuan nelayan .

PB1 berkali-kali mengadakan pendekatan dengan Budi Utomo. Dalam usaha mengadakan pendekatan itu, yang memegang peranan penting adalah Dr. Sutomo (ketua FBI dan juga salah seorang pendiri Budi Utomo). Peng-gabungan kedua organisasi itu terjadi pada tahun 1935 dan selanjutnya berdiri Fartai Indonesia Raya (Parindra). Tujuan dari Parindra itu adalah untuk mencapai Indonesia Raya, dengan ketuanya Dr. Sutomo dan kota Surabaya dijadikan sebagai kota pusat segala kegiatannya. Perkembangan selanjutnya, banyak organisasi yang bergabung dengan Parindra, seperti Sarekat Sumatera, Sarekat Ambon, Kaum Betawi, Timore Verbond dan sebagainya. Taktik perjuangannya adalah kooperatif yang insidental (bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda). Ternyata taktik itu menguntungkan bangsa dan pergerakan nasional Indonesia. Seorang tokoh Parindra yang duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat) adalah Muhammad Husni Thamrin. la dikenal sebagai seorang ahli debat karena seringnya melontarkan kecaman-kecaman terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam sidang Dewan Rakyat tersebut. Gerakan Pemuda - Tri Koro Dharmo → berubah menjadi Jong Java →diganti Indonesia Muda - Tujuan : menempuh orientasi nasionalisme yang sebenarnya - Lahir beberapa organisasi pemuda di daerah-daerah - Kongres Pemuda II ( 26-28 Oktober 1928) telah memadukan semua organisasi pemuda :

PB1 berkali -kali mengadakan pendekatan dengan Budi Utomo . Dalam usaha mengadakan pendekatan itu , yang memegang peranan penting adalah Dr. Sutomo ( ketua FBI dan juga salah seorang pendiri Budi Utomo ). Peng-gabungan kedua organisasi itu terjadi pada tahun 1935 dan selanjutnya berdiri Fartai Indonesia Raya ( Parindra ). Tujuan dari Parindra itu adalah untuk mencapai Indonesia Raya, dengan ketuanya Dr. Sutomo dan kota Surabaya dijadikan sebagai kota pusat segala kegiatannya . Perkembangan selanjutnya, banyak organisasi yang bergabung dengan Parindra, seperti Sarekat Sumatera, Sarekat Ambon, Kaum Betawi, Timore Verbond dan sebagainya. Taktik perjuangannya adalah kooperatif yang insidental (bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda). Ternyata taktik itu menguntungkan bangsa dan pergerakan nasional Indonesia. Seorang tokoh Parindra yang duduk dalam Volksraad (Dewan Rakyat) adalah Muhammad Husni Thamrin. la dikenal sebagai seorang ahli debat karena seringnya melontarkan kecaman-kecaman terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam sidang Dewan Rakyat tersebut. Gerakan Pemuda - Tri Koro Dharmo → berubah menjadi Jong Java →diganti Indonesia Muda - Tujuan : menempuh orientasi nasionalisme yang sebenarnya - Lahir beberapa organisasi pemuda di daerah-daerah - Kongres Pemuda II ( 26-28 Oktober 1928) telah memadukan semua organisasi pemuda

menjadi satu kekuatan nasional → tercapai kesepakatan : kesadaran bersama adanya: satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa → merupakan cermin persatuan dan kesatuan Indonesia. 13 ▪ Gerakan Wanita - RA Kartini menyerukan → agar wanita Indonesia diberi pendidikan - Kongres Perempuan III → memutuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu → diharapkan menambah kesadaran kaum wanita Indonesia akan kewajibannya sebagai Ibu Bangsa. 2. Kongres Pemuda - Kongres Pemuda I 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta (Batavia) Tujuan kongres: membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan, dan mempererat hubungan di antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Dalam kongres ini Moh. Yamin memberikan ceramah tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan - Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 di Jakarta Tujuan kongres: memperluas dan menyebarkan ide persatuan Indonesia di kalangan perkumpulan Pemuda. Sehingga perkumpulan pemuda bersifat nasionalis dan meninggalkan sifat-sifat kedaerahan. Hasilnya : :

menjadi satu kekuatan nasional → tercapai kesepakatan : kesadaran bersama adanya: satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa → merupakan cermin persatuan dan kesatuan Indonesia. 13 ▪ Gerakan Wanita - RA Kartini menyerukan → agar wanita Indonesia diberi pendidikan - Kongres Perempuan III → memutuskan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu → diharapkan menambah kesadaran kaum wanita Indonesia akan kewajibannya sebagai Ibu Bangsa. 2. Kongres Pemuda - Kongres Pemuda I 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta (Batavia) Tujuan kongres: membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan, dan mempererat hubungan di antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Dalam kongres ini Moh. Yamin memberikan ceramah tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan - Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 di Jakarta Tujuan kongres: memperluas dan menyebarkan ide persatuan Indonesia di kalangan perkumpulan Pemuda. Sehingga perkumpulan pemuda bersifat nasionalis dan meninggalkan sifat-sifat kedaerahan. Hasilnya :

a) disetujui usul resolusi yang dirancang oleh Moh.Yamin, yakni Sumpah Pemuda b) Untuk pertama kali diperdengarkan lagu Indonesia Raya oleh WR Supratman D. Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa 1. Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) a) Latar belakang berdirinya PPPKI: Ir. Soekarno memandang perlu untuk menghimpun seluruh kekuatan nasionalis di bawah satu kesatuan dan membentuk federasi partai-partai politik yang sekaligus merupakan “front sawo matang”, yang mampu menghadapi Belanda. b) Perkembangan PPPKI: - Meskipun pemimpin-pemimpin organisasi berada dalam partai politik yang berbeda-beda dan bersaing, tetapi keyakinan politik mereka tidaklah jauh berbeda. - Menyelenggarakan Kongres PPPKI Pertama (Surabaya, 2 September 1928) Masalah yang dibahas: pendidikan nasional, bank nasional, dan cara-cara memperkuat kerjasama. - Kongres Indonesia Raya diadakan di Surabaya (Januari 1931) - Organisasi ini berupaya semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan rapat protes terhadap beberapa hal seperti pasal-pasal tertentu dalam KUHP dan mendukung penghapusan Undang- undang Sekolah Liar :

a) disetujui usul resolusi yang dirancang oleh Moh.Yamin, yakni Sumpah Pemuda b) Untuk pertama kali diperdengarkan lagu Indonesia Raya oleh WR Supratman D. Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa 1. Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) a) Latar belakang berdirinya PPPKI: Ir. Soekarno memandang perlu untuk menghimpun seluruh kekuatan nasionalis di bawah satu kesatuan dan membentuk federasi partai-partai politik yang sekaligus merupakan “front sawo matang”, yang mampu menghadapi Belanda. b) Perkembangan PPPKI: - Meskipun pemimpin-pemimpin organisasi berada dalam partai politik yang berbeda-beda dan bersaing, tetapi keyakinan politik mereka tidaklah jauh berbeda. - Menyelenggarakan Kongres PPPKI Pertama (Surabaya, 2 September 1928) Masalah yang dibahas: pendidikan nasional, bank nasional, dan cara-cara memperkuat kerjasama. - Kongres Indonesia Raya diadakan di Surabaya (Januari 1931) - Organisasi ini berupaya semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan rapat protes terhadap beberapa hal seperti pasal-pasal tertentu dalam KUHP dan mendukung penghapusan Undang- undang Sekolah Liar

- PPPKI tidak banyak berperan dalam panggung politik seperti yang diharapkan semula. c) Perpecahan dalam tubuh PPPKI: - Pada akhir tahun 1929 proses keruntuhan PPPKI dipercepat oleh “menyeludupnya” provokator ke dalam organisasi politik. - Benih perpecahan semakin terang pada Kongres Kedua di Solo (25-27 Desember 1929) karena istilah “kebangsaan” dipersoalkan lagi. - Pertentangan antara kaum moderat dan radikal mulai kambuh - Golongan Islam tidak menerima istilah “kebangsaan”, karena istilah menunjukkan seolah-olah yang tergabung dalam PPPKI hanya golongan nasionalis saja. - Ir. Soekarno yang dianggap sebagai simbol pemersatu dalam tubuh PPPKI ditangkap setelah menghadiri kongres PPPKI di Yogyakarta. :

- PPPKI tidak banyak berperan dalam panggung politik seperti yang diharapkan semula. c) Perpecahan dalam tubuh PPPKI: - Pada akhir tahun 1929 proses keruntuhan PPPKI dipercepat oleh “menyeludupnya” provokator ke dalam organisasi politik. - Benih perpecahan semakin terang pada Kongres Kedua di Solo (25-27 Desember 1929) karena istilah “kebangsaan” dipersoalkan lagi. - Pertentangan antara kaum moderat dan radikal mulai kambuh - Golongan Islam tidak menerima istilah “kebangsaan”, karena istilah menunjukkan seolah-olah yang tergabung dalam PPPKI hanya golongan nasionalis saja. - Ir. Soekarno yang dianggap sebagai simbol pemersatu dalam tubuh PPPKI ditangkap setelah menghadiri kongres PPPKI di Yogyakarta.

4. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) a) Petisi Sutarjo Petisi yang menuntut pemerintah dengan mengadakan parlemen yang disusun dan dipilih oleh rakyat Indonesia. Dan kepada parlemen itulah pemerintah harus bertanggung jawab. Petisi ini ditolak oleh pemerintah. b) GAPI dan Indonesia Berparlemen Tujuan utama GAPI: - Indonesia Berparlemen - Memajukan masalah-masalah sosial – ekonomi - Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi - lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan - Bendera Merah Putih menjadi bendera Indonesia c) Komisi Visman ( Maret 1941) Pemerintah hanya memberikan reaksi dingin terhadap resolusi GAPI dan tidak akan memberikan perubahan sebelum perang selesai. Pemerintah hanya menjawab dengan membentuk Komisi Visman. :

4. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) a) Petisi Sutarjo Petisi yang menuntut pemerintah dengan mengadakan parlemen yang disusun dan dipilih oleh rakyat Indonesia. Dan kepada parlemen itulah pemerintah harus bertanggung jawab. Petisi ini ditolak oleh pemerintah. b) GAPI dan Indonesia Berparlemen Tujuan utama GAPI: - Indonesia Berparlemen - Memajukan masalah-masalah sosial – ekonomi - Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi - lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsaan - Bendera Merah Putih menjadi bendera Indonesia c) Komisi Visman ( Maret 1941) Pemerintah hanya memberikan reaksi dingin terhadap resolusi GAPI dan tidak akan memberikan perubahan sebelum perang selesai. Pemerintah hanya menjawab dengan membentuk Komisi Visman.

Tugasnya: menyelidiki sampai di mana kehendak rakyat Indonesia sehubungan dengan perubahan pemerintah . Hasilnya: Tidak memuaskan, karena hasil kerja komisi ini menyatakan: “ keinginan orang-orang Indonesia yang hanya menginginkan Indonesia masih tetap dalam ikatan dengan Kerajaan Belanda.”:

Tugasnya: menyelidiki sampai di mana kehendak rakyat Indonesia sehubungan dengan perubahan pemerintah . Hasilnya: Tidak memuaskan , karena hasil kerja komisi ini menyatakan: “ keinginan orang-orang Indonesia yang hanya menginginkan Indonesia masih tetap dalam ikatan dengan Kerajaan Belanda.”