transformasi etnik

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

B. Transformasi etnik dan identitas kebangsaan Indonesia I. Transformasi etnik, terbentuk & berkembangnya identitas kebangsaan Indonesia 1. Transformasi Etnik: ▪ Pengertian: Transformasi adalah perubahan rupa seperti bentuk, sifat, dan fungsinya Etnik adalah arti antropologi → berarti bertalian dg kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yg mempunyai arti /kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, dan bahasa. Transformasi Etnik dapat berarti sebagai perubahan yg terjadi pada kelompok sosial (dalam sistem sosial ) yg mempunyai arti/kedudukan tertentu misalnya karena keturunan, adat, agama. dan bahasa. ▪ Perjuangan etnik di wilayah Indonesia berlangsung sangat lama, karena: masing-masing etnik mementingkan keselamatan & kebebasan etniknya sendiri. → menguntungkan pihak Belanda dalam penaklukkan di seluruh wilayah Indonesia dengan memanfaatkan salah satu etnik untuk menundukkan etnik yang lain. ▪ Dengan cara tersebut, pada abad ke-19 hampir seluruh wilayah Indonesia telah berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda. :

B . Transformasi etnik dan identitas kebangsaan Indonesia I. Transformasi etnik, terbentuk & berkembangnya identitas kebangsaan Indonesia 1. Transformasi Etnik: ▪ Pengertian : Transformasi adalah perubahan rupa seperti bentuk, sifat, dan fungsinya Etnik adalah arti antropologi → berarti bertalian dg kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yg mempunyai arti /kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, dan bahasa . Transformasi Etnik dapat berarti sebagai perubahan yg terjadi pada kelompok sosial (dalam sistem sosial ) yg mempunyai arti/kedudukan tertentu misalnya karena keturunan, adat, agama. dan bahasa. ▪ Perjuangan etnik di wilayah Indonesia berlangsung sangat lama, karena: masing-masing etnik mementingkan keselamatan & kebebasan etniknya sendiri. → menguntungkan pihak Belanda dalam penaklukkan di seluruh wilayah Indonesia dengan memanfaatkan salah satu etnik untuk menundukkan etnik yang lain. ▪ Dengan cara tersebut, pada abad ke-19 hampir seluruh wilayah Indonesia telah berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda.

▪ Perjuangan etnik dilakukan oleh: 1. kalangan etnik pribumi 2. etnik-etnik asing yang menetap di wilayah Indonesia (contoh: Cina, India, Arab) ▪ Penyebab perjuangan etnik asing: a) Cina: ▫ terbatasnya ruang gerak masyarakat Cina di Indonesia Contoh: perjuangan etnik di Kalimantan Barat, Jawa Barat, dll. ▫ Mereka merasa diperalat oleh Belanda untuk melakukan pemerasan terhadap penduduk pribumi. b) Indo Belanda: pemerintah kolonial Belanda berlaku sewenang-wenang. Mereka mengalami kesulitan untuk bergabung dengan kelompok orang-orang Belanda di Indonesia. Tetapi sebaliknya, kelompok Indo- Belanda memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat pribumi, sehingga mengetahui dengan jelas kehidupan yang dialami oleh masyarakat pribumi. :

▪ Perjuangan etnik dilakukan oleh: 1. kalangan etnik pribumi 2. etnik-etnik asing yang menetap di wilayah Indonesia (contoh: Cina, India, Arab) ▪ Penyebab perjuangan etnik asing: a) Cina: ▫ terbatasnya ruang gerak masyarakat Cina di Indonesia Contoh: perjuangan etnik di Kalimantan Barat, Jawa Barat, dll. ▫ Mereka merasa diperalat oleh Belanda untuk melakukan pemerasan terhadap penduduk pribumi. b) Indo Belanda: pemerintah kolonial Belanda berlaku sewenang-wenang. Mereka mengalami kesulitan untuk bergabung dengan kelompok orang-orang Belanda di Indonesia. Tetapi sebaliknya, kelompok Indo- Belanda memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat pribumi, sehingga mengetahui dengan jelas kehidupan yang dialami oleh masyarakat pribumi.

2. Pergerakan bersifat kedaerahan: ▪ Latar belakang: ▫ Masuknya kekuasaan bangsa Barat (Eropa) ke wilayah Indonesia. → menyebabkan terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat Indonesia → awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mengadakan pembaharuan pada politik kolonial → awal dari praktek sistem ekonomi baru → akibatnya muncul berbagai perubahan tatanan kehidupan di kalangan rakyat Indonesia → menjadi penyebab terjadinya pergerakan kedaerahan. ▪ Penyebab : ▫ tindakan penghapusan kedudukan → adat penguasa pribumi → dijadikan pegawai pemerintah → telah meruntuhkan kewibawaan penguasa tradisional ▫ secara administratif para penguasa pribumi adalah pegawai pemerintah kolonial Belanda yang ditempatkan di bawah pengawasan pemerintahan kolonial Belanda ▫ hubungan rakyat dengan penguasa pribumi (bupati) terbatas pada urusan administrasi dan pemungutan pajak :

2. Pergerakan bersifat kedaerahan: ▪ Latar belakang: ▫ Masuknya kekuasaan bangsa Barat (Eropa) ke wilayah Indonesia. → menyebabkan terjadinya kegoncangan dalam kehidupan rakyat Indonesia → awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mengadakan pembaharuan pada politik kolonial → awal dari praktek sistem ekonomi baru → akibatnya muncul berbagai perubahan tatanan kehidupan di kalangan rakyat Indonesia → menjadi penyebab terjadinya pergerakan kedaerahan. ▪ Penyebab : ▫ tindakan penghapusan kedudukan → adat penguasa pribumi → dijadikan pegawai pemerintah → telah meruntuhkan kewibawaan penguasa tradisional ▫ secara administratif para penguasa pribumi adalah pegawai pemerintah kolonial Belanda yang ditempatkan di bawah pengawasan pemerintahan kolonial Belanda ▫ hubungan rakyat dengan penguasa pribumi (bupati) terbatas pada urusan administrasi dan pemungutan pajak

▫ Hak-hak yang diberikan oleh adat telah hilang (kepemilikan tanah lungguh/tanah jabatan → dihapus, dan diganti dengan gaji. ▫ Upacara dan tatacara yang berlaku di istana kerajaan juga disederhanakan → ikatan tradisi dalam kehidupan kaum pribumi menjadi sangat lemah. ▪ Gerakan Melawan Pemerasan ▫ banyak terjadi di daerah / tanah partikelir (swasta) ▫ waktu terjadinya : abad ke 19-20 ▫ penyebab : - pemungutan pajak tinggi dan beban kerja paksa yang sangat berat - tindakan penguasa di luar batas - dendam & benci kepada para penguasa ▫ pelaku : rakyat petani pedesaan tanah partikelir ▫ daerah tanah partikelir: Jakarta, Jakarta-Bogor, Banten, Karawang, Cirebon, Semarang,Surabaya, dll. ▫ munculnya tanah partikelir: sebagai akibat terjadinya praktik penjualan tanah oleh orang-orang Belanda sejak jaman VOC hingga abad ke-19. ▫ Contoh peristiwa: - Candi Udik (1815) - Ciomas (1886) - Condet Jakarta (1916) - Tangerang (1924) :

▫ Hak-hak yang diberikan oleh adat telah hilang (kepemilikan tanah lungguh/tanah jabatan → dihapus, dan diganti dengan gaji. ▫ Upacara dan tatacara yang berlaku di istana kerajaan juga disederhanakan → ikatan tradisi dalam kehidupan kaum pribumi menjadi sangat lemah. ▪ Gerakan Melawan Pemerasan ▫ banyak terjadi di daerah / tanah partikelir (swasta) ▫ waktu terjadinya : abad ke 19-20 ▫ penyebab : - pemungutan pajak tinggi dan beban kerja paksa yang sangat berat - tindakan penguasa di luar batas - dendam & benci kepada para penguasa ▫ pelaku : rakyat petani pedesaan tanah partikelir ▫ daerah tanah partikelir: Jakarta, Jakarta-Bogor, Banten, Karawang, Cirebon, Semarang,Surabaya , dll. ▫ munculnya tanah partikelir: sebagai akibat terjadinya praktik penjualan tanah oleh orang-orang Belanda sejak jaman VOC hingga abad ke-19. ▫ Contoh peristiwa: - Candi Udik (1815) - Ciomas (1886) - Condet Jakarta (1916) - Tangerang (1924)

▪ Gerakan Ratu Adil - Merupakan suatu gerakan rakyat yang muncul karena adanya kepercayaan akan datangnya seorang tokoh untuk membebaskan masyarakatnya dari segala bentuk penderitaan dan kesengsaraan. - Tokoh itu digambarkan sebagai seorang ratu adil atau Imam Mahdi → sebagai juru selamat. - Tokoh ini mengaku menerima panggilan untuk menyelamatkan masyarakat dan membawanya pada zaman keemasan. Contoh: 1. Kiyai Kasan Mukmin (1903) dari Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Ia mengaku menerima wahyu dari Tuhan untuk meimpin masyarakat dalam lingkungannya dan mengaku sebagai penjelmaan Imam Mahdi. 2. Dermojoyo (1907) dari desa Bendungan Karesidenan Kediri. Ia mengaku mendapat wahyu untuk menjadi Ratu Adil, sehingga pengikutnya harus bersedia melakukan perjuangan melawan musuh dan akan mengalami kemenangan besar. Tetapi ia bersama nak buahnya mati terbunuh ketika melawan pasukan Belanda. :

▪ Gerakan Ratu Adil - Merupakan suatu gerakan rakyat yang muncul karena adanya kepercayaan akan datangnya seorang tokoh untuk membebaskan masyarakatnya dari segala bentuk penderitaan dan kesengsaraan. - Tokoh itu digambarkan sebagai seorang ratu adil atau Imam Mahdi → sebagai juru selamat. - Tokoh ini mengaku menerima panggilan untuk menyelamatkan masyarakat dan membawanya pada zaman keemasan. Contoh: 1. Kiyai Kasan Mukmin (1903) dari Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Ia mengaku menerima wahyu dari Tuhan untuk meimpin masyarakat dalam lingkungannya dan mengaku sebagai penjelmaan Imam Mahdi. 2. Dermojoyo (1907) dari desa Bendungan Karesidenan Kediri . Ia mengaku mendapat wahyu untuk menjadi Ratu Adil, sehingga pengikutnya harus bersedia melakukan perjuangan melawan musuh dan akan mengalami kemenangan besar. Tetapi ia bersama nak buahnya mati terbunuh ketika melawan pasukan Belanda.

▪ Pergerakan Bersifat Agama - Gerakan ini dilakukan oleh kelompok-kelompok aliran agama. - Gerakan ini muncul sebagai akibat rasa tidak puas dan kebencian rakyat terhadap keadaan kehidupan pada masa itu. - Mereka menghendaki perubahan dari kehidupan yang dipandang jelek ke kehidupan yang lebih baik. - Yang dianggap musuh mereka adalah pemerintah kolonial Belanda dan para pengikutnya (golongan priyayi). - Gerakan ini lebih menekankan pada kehidupan keagamaan dengan cara yang lebih ketat → dikenal sebagai gerakan pemurnian ajaran agama. Melalui gerakan pemurnian ini para kiyai berhasil mengobarkan semangat perjuangan rakyat di daerah pedesaan untuk menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda Contoh: 1. Aliran Tarekat Naqsyabandiah dan Qodariah, dari daerah Banten Utara (1880) 2. Aliran Budiah yang dipimpin Haji Rifangi, dari desa Kalisasak, daerah Karesidenan Pekalongan :

▪ Pergerakan Bersifat Agama - Gerakan ini dilakukan oleh kelompok-kelompok aliran agama. - Gerakan ini muncul sebagai akibat rasa tidak puas dan kebencian rakyat terhadap keadaan kehidupan pada masa itu. - Mereka menghendaki perubahan dari kehidupan yang dipandang jelek ke kehidupan yang lebih baik. - Yang dianggap musuh mereka adalah pemerintah kolonial Belanda dan para pengikutnya (golongan priyayi). - Gerakan ini lebih menekankan pada kehidupan keagamaan dengan cara yang lebih ketat → dikenal sebagai gerakan pemurnian ajaran agama. Melalui gerakan pemurnian ini para kiyai berhasil mengobarkan semangat perjuangan rakyat di daerah pedesaan untuk menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda Contoh: 1. Aliran Tarekat Naqsyabandiah dan Qodariah, dari daerah Banten Utara (1880) 2. Aliran Budiah yang dipimpin Haji Rifangi, dari desa Kalisasak, daerah Karesidenan Pekalongan