AMDAL

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

URAIAN FALSAFAH DASAR AMDAL Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang merupakan terjemahan dari EIA (env.impact assesment) merupakan salah satu instrumen dalam pengelolaan lingkungan terutama dalam pengendalian perubahan lingkungan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan. Pengertian analisis yang dilakukan dalam kegiatan AMDAL ini meliputi seluruh proses mulai dari analisis, perkiraan sampai penilaian/evaluasi. Sedangkan dampak lingkungan berasal dari kata impact ( yang berarti tubrukan, benturan dan pengaruh.Sehingga dari arti harfiahnya kegiatan AMDAL menjadi kegiatan yang kurang disukai karena hanya akan mengungkap kritik dan celaan terhadap suatu tindakan/kegiatan. (di Indonesia dimulai 1986 /PP no 29 th 86) Setiap kegiatan manusia pada dasarnya akan berpengaruh terhadap lingkungan, pengaruh tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan terhadap lingkungan.Cepat atau lambat perubahan terhadap lingkungan akan mengubah fungsi lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan bagi manusia maupun mahluk hidup lainnya yang kesemuanya berada dalam sistem alam yang disebut ekosistem. Apapun resiko lingkungan yang akan dialami oleh manusia, pembangunan harus tetap berlangsung karena jumlah dan kebutuhan manusia terus bertambah.Oleh sebab itu diperlukan konsep pembangunan berkelanjutan yang mensyaratkan bahwa laju pembangunan ekonomi tidak melebihi daya dukung lingkungan yang menopangnya. Pendekatan ekologi dalam pengelolaan lingkungan hidup mengisyaratkan bahwa selain memperhatikan komponen2 ekosistem, juga diperhatikan interaksi antar komponen kaitannya dengan daya lenting, daya dukung juga produktivitas lingkungan untuk menopang system lingkungan secara berkelanjutan Upaya pendekatan ekologis dalam pembangunan ekonomi ini memerlukan pendekatan antisipatif (anticipatory approach) bukan yg reaktif salah satunya adalah AMDAL

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA:

STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA PELAYANAN MASYARAKAT PENGELOLAAN LIMBAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA TANAH PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM

PowerPoint Presentation:

A. PELAYANAN MASYARAKAT 1. pengentasan kemiskinan 2. perubahan pola produksi dan konsumsi 3. dinamika kependudukan 4. pengelolaan dan peningkatan kesehatan 5. pengembangan perumahan dan kemiskinan 6 . sistem perdagangan global, instrumen ekonomi dan lingkungan yang terpadu

PowerPoint Presentation:

B. PENGELOLAAN LIMBAH 1. Perlindungan atmosfer, 2. Pengelolaan B3, limbah radioaktif, padat dan cair C. PENGELOLAAN SUMBERDAYA TANAH 1. Penatagunaan sumberdaya tanah 2. Pengelolaan sumberdaya hutan 3. Pengembangan partanian pedesaan 4. Pengelolaan sumberdaya air D. PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM 1. Konservasi keanekaragaman hayati 2. Pengembangan bioteknologi 3. Pengelolaan terpadu wilayah pesisir

FALSAFAH DASAR AMDAL:

FALSAFAH DASAR AMDAL Setiap kegiatan manusia pada dasarnya akan berpengaruh terhadap lingkungan. Perubahan terhadap lingkungan akan mengubah fungsi lingkungan.Perubahan fungsi lingkungan ini akan berpengaruh terhadap lingkungan itu sendiri termasuk manusia di dalamnya. Amdal merupakan salah satu alat dalam pengelolaan lingkungan terutama dalam pengendalian perubahan lingkungan sebelum suatu tindakan ditetapkan dan sebelum kegiatan dilaksanakan

PowerPoint Presentation:

3. Pembangunan ekonomi tidak melebihi daya dukung lingkungan yang menopangnya (Konsep PB) 4. Pendekatan ekologis dalam pembangunan ekonomi memerlukan pendekatan antisipatif 5. Untuk mengetahui proses tsb perlu pengetahuan tentang karakteristik dan dinamika sistem lingkungan ( ekosistem ) yang akan menerima dampak . Oleh karena itu k eberhasilan studi amdal sangat tergantung kemampuan tim studi amdal dalam melakukan proses pengujian dampak

AMDAL:

AMDAL Kajian mengenai dampak besar dan penting dari suatu usaha dan / atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi pengambilan keputusan usaha dan / atau kegiatan (UU RI No.23 Th 1997)

Pentingnya Dokumen Amdal:

Pentingnya Dokumen Amda l Informasi detail keadaan lingkungan dan alternatif2 pengelolaannya sejak sebelum proyek dilakukan sampai gambaran lingkungan dimasa setelah proyek berjalan

MANFAAT AMDAL:

MANFAAT AMDAL Bagi Pemerintah Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan SDA Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya Menjaga agar pelaksanaan pembangunan tetap sesuai dengan prinsip2 pembangunan berkelanjutan Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang

Bagi Pemrakarsa:

Bagi Pemrakarsa Menjamin keberlangsungan usaha / kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis , teknik dan lingkungan Menghemat dalam pemanfaatan sumberdaya (modal, bahan baku dan energi ) Dapat menjadi referensi dalam proses perkreditan perbankan Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari sosial yang saling merugikan Sebagai bukti ketaatan hukum

Bagi Masyarakat:

Bagi Masyarakat Bagi Masyarakat Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan / proyek sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan diharapkan akan memperoleh dampak positif Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan SDA dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan , sehingga kepentingan keduabelah pihak saling dihormati dan dihargai Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka

Perubahan Lingkungan akibat dari Suatu Kegiatan:

Perubahan Lingkungan akibat dari Suatu Kegiatan

Pelaksana AMDAL :

Pelaksana AMDAL PEMRAKARSA/PEMILIK PROYEK KONSULTAN SWASTA PERGURUAN TINGGI/UNIVERSITAS INSTANSI

Prosedur AMDAL :

Prosedur AMDAL Amdal dipersyaratkan Pemberitahuan renc.studi ke komisi AMDAL Pengumuman renc keg.dan konsultasi masyarakat Penyusunan Ka ANDAL (+ Penilaian ) Penyusunan dokumen ANDAL.RPL.RKL(+ Penilaian Amdal tidal dipersyaratkan UPL/UKL Layak lingkungan Tidak layak lingkungan SK layak lingkungan ( oleh Men LH/ gub / bupati / walikota Proses perijinan Rencana Kegiatan Penapisan ( Kep.Men LH No.17 th 2001

Komisi Penilai AMDAL:

Komisi Penilai AMDAL Adalah pihak yang bertugas menilai dokumen AMDAL ( Kelengkapan dan kualitas kajian ) Tim komisi AMDAL: Ketua komisi : Deputi komisi AMDAL pusat , kep Bapedalda , atau pejabat lain yg ditugasi mengendalikan LH di tiap daerah Sekretaris komisi : Pejabat yg bertugas menangani AMDAL di tiap daerah Anggota komisi : wakil instansi / dinas teknis yang mewadahi keg yg dikaji , wakil daerah , ahli di bidang Lingkungan Hidup wakil masyarakat , wakil organisasi ling dan anggota lain yang dianggap perlu

KAJIAN AMDAL:

KAJIAN AMDAL Suatu rencana usaha / kegiatan dinyatakan tidak layak lingkungan jika berdasarkan hasil kajian Amdal dihasilkan : Dampak negatif yang ditimbulkan usaha / kegiatan tidak dapat diatasi dengan teknologi yang tersedia Biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif lebih besar dari dampak positif yang dihasilkannya .

Dokumen AMDAL :

Dokumen AMDAL 1 . Kerangka Acuan ANDAL(KA.ANDAL) Berupa kesepakatan antara pemerintah dan pemrakarsa tentang apa yang dikaji dalam tahap ANDAL 2 . Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Berupa pembahasan tentang dampak2 yang dianggap penting serta arahan untuk pengelolaan dampaknya 3 . Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) Berupa uraian tentang bagaimana dampak penting negatif akan diminimalisasi dan dampak penting positif akan dioptimalkan 4. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Berupa uraian tentang bagaimana dampak2 penting akan dipantau untuk memastikan bahwa pengaruhnya terhadap lingkungan hidup dan masyarakat sekitar dapat teratasi

KA-ANDAL (Kerangka Acuan):

KA-ANDAL (Kerangka Acuan) Adalah ruang lingkup kajian/ studi analisis dampak lingkungan yang akan dilakukan . (Melakukan pelingkupan) Ket: Pelingkupan (skoping) : Merupakan proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak besar dan penting ( hipotesis thd main issue ) yang terkait dengan rencana usaha atau kegiatan

Tujuan penyusunan KA-ANDAL::

Tujuan penyusunan KA-ANDAL: Merumuskan lingkup dan kedalaman studi ANDAL Mengarahkan studi ANDAL agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan biaya , tenaga , dan waktu yang tersedia

Dasar pertimbangan penyusunan KA-ANDAL:

Dasar pertimbangan penyusunan KA-ANDAL Keanekaragaman Keterbatasan Sumberdaya Efisiensi

PELINGKUPAN:

PELINGKUPAN Merupakan proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak besar dan penting ( hipotesis ) yang terkait dengan rencana usaha atau kegiatan . Pelingkupan merupakan proses terpenting dalam penyusunan KA-ANDAL karena melalui proses ini dapat dihasilkan : Dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang dipandang relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi ANDAL dengan meniadakan hal-hal atau komponen lingkungan hidup yang dipandang kurang penting untuk ditelaah Lingkup wilayah studi ANDAL berdasarkan beberapa pertimbangan batas proyek , batas ekologis , batas sosial dan batas administratif Kedalaman studi ANDAL antara lain mencakup : metoda yang digunakan , jumlah sampel yang diukur dan tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai dengan sumberdaya yang tersedia ( biaya dan waktu )

Proses Pelingkupan (Permen LH No.8/2006):

Proses Pelingkupan (Permen LH No.8/2006) Deskripsi rencana kegiatan Rona Ling.Hidup Dampak potensial Dampak penting hipotetik Prioritas dampak penting hipotetik Identifikasi DP Evaluasi DP Klasifikasi dan prioritas DP

Input dan output pd setiap tahapan proses pelingkupan:

Input dan output pd setiap tahapan proses pelingkupan Tahapan Input Output 1 Deskripsi renc.kegiatan Dari pemrakarsa dan info tipikal jenis keg dari literatur Daftar komponen keg yg mungkin menimbulkan dampak 2 Rona Lingk.Hidup Data sekunder, peta, kunjungan lap, kajian peraturan dan info keg hasil konsultasi dg masy Daftar komponen ling yg mungkin terkena dampak 3 Pelingkupan dampak penting Daftar komponen ling yg mungkin menimbulkan dampak dan perlu dikaji, hasil konsultasi masy dan kajian peraturan Klasifikasi dampak, Urutan prioritas dampak dan peta dampak yang akan dikaji 4 Pelingkupan wilayah studi Peta dimana dampak akan dikaji Batas proyek, batas ekologis, batas sosial dan batas administratif 5 Pelingkupan waktu studi Tahapan Input Output 1 Deskripsi renc.kegiatan Dari pemrakarsa dan info tipikal jenis keg dari literatur Daftar komponen keg yg mungkin menimbulkan dampak 2 Rona Lingk.Hidup Data sekunder, peta, kunjungan lap, kajian peraturan dan info keg hasil konsultasi dg masy Daftar komponen ling yg mungkin terkena dampak 3 Pelingkupan dampak penting Daftar komponen ling yg mungkin menimbulkan dampak dan perlu dikaji, hasil konsultasi masy dan kajian peraturan Klasifikasi dampak, Urutan prioritas dampak dan peta dampak yang akan dikaji 4 Pelingkupan wilayah studi Peta dimana dampak akan dikaji Batas proyek, batas ekologis, batas sosial dan batas administratif 5 Pelingkupan waktu studi Daftar pendek dampak yang perlu dikaji di ANDAL Rentang waktu dampak, tahun yg dipakai untuk prakiraan dampak

Usaha/kegiatan yang mungkin dapat menimbulkan dampak besar dan penting::

Usaha/ kegiatan yang mungkin dapat menimbulkan dampak besar dan penting : Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam Eksploitasi SDA baik yg dapat diperbaharui / tidak Kegiatan yang potensial menimbulkan pemborosan , pencemaran dan kerusakan LH Kegiatan yang dapat mempengaruhi pelestarian kawasaan konservasi atau cagar budaya Penerapan teknologi yang diperkirakan berpotensi besar mempengaruhi lingkungan hidup

Komponen lingkungan yang perlu diperhatikan (dapat berubah oleh kegiatan/usaha):

Komponen lingkungan yang perlu diperhatikan ( dapat berubah oleh kegiatan / usaha ) 1. Komponen lingkungan yang perlu dipertahankan , dijaga serta dilestarikan fungsinya : Hutan lindung , hutan konservasi dan cagar biosfer Sumber Daya Air Keanekaragaman hayati Kualitas udara Warisan budaya dan warisan alam Kenyamanan lingkungan 2 . Komponen lingkungan yang akan berubah secara mendasar dan dianggap penting oleh mas ya rakat sekitar Pemilikan dan pengusahaan lahan Kesempatan kerja dan usaha Taraf hidup masyarakat Kesehatan masyarakat

“Kawasan lindung” menurut UU Penataan Ruang No.24 th 1992:

“ Kawasan lindung ” menurut UU Penataan Ruang No.24 th 1992 Suatu lokasi rencana kegiatan yangberbatasan langsung dengan kawasan lindung termasuk dalam kategori menimbulkan “dampak penting” Kawasan hutan lindung Kawasan bergambut Kawasan resapan air Sempadan pantai Sempadan sungai Kawasan sekitar danau/waduk Kawasan sekitar mata air Kawasan suaka alam(cagar alam,perlindungan plasma nutfah,pengungsian satwa dll) Kawasan suaka laut Kawasan mangrove Taman2 (tahura, wisata alam dll) Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan Kawasan rawan bencana alam

A.Pelingkupan dampak penting:

A.Pelingkupan dampak penting Yaitu proses pemusatan identifikasi hal-hal penting (main issues) yang berkaitan dengan dampak penting Cara: Menganalisa rona lingkungan yang terbatas (data sekunder , peta2, evaluasi lapangan } dengan deskripsi proyek ( informasi rencana kegiatan proyek dari pemrakarsa ) ditambah informasi dari laporan amdal dan pemantauan proyek yang sama serta buku2 pustaka . Tujuan pelingkupan dampak penting : mengidentifikasi isu2 utama lingkungan secara utuh dan lengkap tentang : Keterkaitan antara rencana kegiatan dengan komponen lingkungan yang diperkirakan mengalami perubahan mendasar ( dampak penting ) Keterkaitan antara komponen dampak penting

Pedoman Ukuran Dampak Besar dan penting:

Pedoman Ukuran Dampak Besar dan penting 1. Jumlah manusia yang terkena dampak 2. Luas persebaran dampak 3. Lamanya dampak berlangsung 4. Intensitas dampak a.Perubahan biofisik yg melampaui daya dukung lingkungan b.Perubahan mendasar berdasarkan pertimbangan ilmiah c.Ancaman bagi habitat spesies langka d.Gangguan bagi kawasan lindung e.Gangguan bagi peninggalan sejarah f.Potensial konflik g.Gangguan terhadap kawasan yg memp.nilai keindahan tinggi 5. Banyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak 6. Sifat kumulatif dampak 7. Berbalik tidaknya dampak

EVALUASI DAMPAK POTENSIAL:

EVALUASI DAMPAK POTENSIAL Untuk melakukan evaluasi dampak potensial didapat dari hasil tahap identifikasi dampak potensial.Informasi lingkungan yang masih terbatas pada tahap identifikasi dampak dapat dilengkapi dengan upaya survey, konsultasi masyarakat, analisis data sekunder dan kajian peraturan yang terkait. Kriteria evaluasi dampak potensial dapat dilakukan melalui 4 pertanyaan: Apakah beban terhadap komponen lingkungan tertentu sudah tinggi ? Apakah komponen lingkungan tsb memegang peranan penting dalam kehidupan sehari2 masyarakat sekitar ?(nilai sosial dan ekonomi) dan bgm terhadap komponen lingkungan lainnya? (nilai ekologis) Apakah ada kekhawatiran yang tinggi dari masyarakat? Apakah ada aturan atau kebijakan yang akan dilanggar atau dilampaui?

B. Pelingkupan wilayah studi:

B. Pelingkupan wilayah studi Tujuannya adalah menentukan batas wilayah studi yang optimal agar pengkajian yang dilakukan dapat mencapai sasaran dengan tepat . Ada 4 jenis batas yang perlu diperhatikan Batas Proyek Batas Ekologis Batas Sosial Batas Administratif

C. Pelingkupan waktu kajian:

C. Pelingkupan waktu kajian Prakiraan kondisi lingkungan di masa datang with project dibandingkan dg without project Rentang waktu terjadinya dampak a. Pra konstruksi b. Konstruksi c. Pasca Konstruksi cat: mempengaruhi evaluasi dampak penting dan RPL/RKL

Komponen Lingkungan:

Komponen Lingkungan Untuk mengindentifikasi rona lingkungan , perlu dibuat daftar komponen lingkungan : 1. Iklim Tipe iklim ( suhu , kelembaban , angin dll ) Data periodik bencana ( banjir tahunan , bandang dll ) Stasiun meteorologi dan geofisika Pola iklim mikro Sumber kebisingan dan getaran 2. Fisiografi Topografi Stabilitas geologis dan tanah Keunikan , kesitimewaan , kerawanan bentuk lahan dan batuan 3. Hidrologi Karakteristik fisik sungai , danau dan rawa Rata-rata debit Kadar sedimentasi,dll 4. Hidro oseanografi Pola hidrodinamika Interaksi di pantai Interaksi dengan cuaca

PowerPoint Presentation:

5. Ruang , lahan dan tanah Inventarisasi tataguna lahan Rencana pengembangan wilayah Kemungkinan konflik dengan tataguna lahan yang telah ada 6. Flora dan fauna Flora Peta zona biogeoklimatik Komunitas tumbuhan ( komposisi , struktur dan pemanfaatannya ) Komunitas tumbuhan yang unik Fauna Penyebaran , migrasi dan kepadatan populasi hewan yg dianggap penting Perikehidupan dan habitab hewan penting 7. Aspek Sosial budaya dan sosial ekonomi Rona lingkungan umum tg sosbud dan sosek Keperluan pemukimann bagi tenaga kerja proyek dan pemukiman liar Sikap dan tanggapan masyarakat terhadap keg/ proyek Hubungan timbal balik antara keg.masyarakat sebelum dan sesudah ada keg/ proyekk

ANDAL:

ANDAL 1. Pengumpulan data/informasi mengenai a. Rencana usaha/kegiatan Data tentang berbagai rencana kegiatan yang dikumpulkan hendaknya difokuskan pada aktivitas2 yang berkaitan langsung dengan dampak penting yang akan ditimbulkan apabila rencana kegiatan itu dilaksanakan b.Rona lingkungan hidup awal Penyusunan rona lingkungan disini merupakan langkah penyusunan rencana penelitian yang mendetail, pelaksanaan penelitian di lapangan, analisis laboratorium sampai pada penyajian rona lingkungan . Urutan langkahnya adalah: 1. Menetapkan metodologi ANDAL yang akan dilakukan 2. Menetapkan komponen lingkungan yang akan diteliti 3. Menetapkan parameter dari komponen lingkungan yang akan diukur 4. Menetapkan metode pengukuran komponen dan parameter yang akan diukur 5. Menyusun daftar isian (kuesioner) dan panduan 6. Persiapan peralatan dan bahan dilapangan dan laboratorium 7. Melengkapi data sekunder 8. Penelitian lapangan dan analisis laboratorium 9. P engolahan dan analisis data 10. P enyusunan laporan rona lingkungan

PowerPoint Presentation:

Identifikasi, prediksi dan interpretasi dampak penting Evaluasi dampak penting Rekomendasi dan saran tindak (berupa strategi pengelolaan dampak)

LANGKAH2 PENDUNGAAN DAMPAK:

LANGKAH2 PENDUNGAAN DAMPAK Rona lingkungan Deskripsi proyek Metodologi andal 1.Identifikasi dampak pd komponen.lingkungan Model matematika 2.Penghitungan dampak pd (kualitatif/kuantitatif/pro komponen lingkungan fesional judgement) Model analisis atau 3.Dampak lingkungan evaluasi Teknologi pengelolaan 4.Strategi pengelolaan Dampak dampak

PENDUGAAN DAMPAK:

PENDUGAAN DAMPAK Kondisi lingkungan Tanpa proyek/keg DAMPAK Dengan proyek/keg t1 t2 Waktu

Pendekatan Sistem dalam Penyusunan Amdal:

Pendekatan Sistem dalam Penyusunan Amdal Landasan Hukum Ruang lingkup : 1.Daerah studi 2.Waktu prakiraan Dampak 3.Komponen Parameter ling Deskripsi rencana keg Rona lingk . Awal Dokumen AMDAL Metodologi : 1.Pengumpulan dan analisis data 2.Praki r aan dampak 3.Evaluasi dampak RKL RPL Pembangunan Berkelanjutan

`:

`

RKL dan RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan) :

RKL dan RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pengelolaan Lingkungan) RKL dan RPL disusun berdasarkan hasil dari suatu studi andal RKL dan RPL merupakan fungsi majemen lingkungan yang merupakan salah satu fungsi penting dalam AMDAL Studi amdal yang hanya berisi pendugaan dampak saja tanpa diikuti dengan rencana pengelolaan lingkungan tidak akan bermanfaat. Tujuannya adalah mewujudkan dan meningkatkan kesadaran para pemrakarsa usaha untuk melaksanakan pengelolaan linkungan secara sungguh2, kreatif dan bertanggung jawab sehingga kualitas lingkungan dapat diipertahankan sesuai dengan fungsinya. Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan dalam sistem pengelolaan lingkungan yaitu: 1. Siapa yang akan melakukan pengelolaan lingkungan 2. Bagaimana pengelolaan lingkungan dan teknologi apa yang akan digunakan terhadap dampak yang diduga, agar hasilnya sesuai dengan baku mutu lingkungan 3.Ketersediaan biaya dari pemrakarsa

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL):

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Ruang lingkup Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) : a.Jenis dampak penting Berisi uraian tentang jenis dampak penting dan dampak lainnya yang akan dipantau b.Faktor lingkungan yang dipantau Berisi uraian tentang pemantauan faktor lingkungan terhadap sumber yang dilakukan terhadap sumber dampak. c.Tolok ukur dampak Berisi uraian jelas tentang tolok ukur dampak yang akan dipantau d.Lokasi Berisi tentang lokasi yang tepat untuk memantau dampak dengan melampirkan peta yang memuat tapak pemantauan. e.Periode pemantauan Berisi frekuensi waktu pemantauan yang diperlukan.

Rencana Pengelolaan lingkungan (RKL) :

Rencana Pengelolaan lingkungan (RKL) Rencana Pengelolaan lingkungan (RKL) meliputi: a . Faktor lingkungan yang terkena dampak Berisi uraian aspek/komponen lingkungan yang terkena dampak akibat kegiatan b . Sumber dampak Berisi uraian tentang komponen kegiatan yang sumber dari dampak c. Bobot dan tolok ukur dampak Berisi gambaran tentang berat dan ringannya dampak terhadap lingkungan d . Upaya pengelolaan lingkungan Berisi uraian tentang upaya penanganan dampak yang berupa pencegahan, penganggulangan dampak negatif dan pengembangan dampak positif .

authorStream Live Help