fotosintesis

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

menjelaskan fotosintesis dan faktor-faktornya

Comments

By: delismp5bio (29 month(s) ago)

Bagus juga ppt you tuk tugas sku

By: suprihdjarwati (34 month(s) ago)

bagus, syg gak bisa didownload

Presentation Transcript

FOTOSINTESIS:

FOTOSINTESIS Nama : Nessya lisetiaga Nim : 1001145064 Prodi : pendidikan Biologi Kelas : 2B Email : ineznezzya@yahoo.com

DAFTAR ISI:

DAFTAR ISI Kompetensi Dasar Indikator Fotosintesis Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan Tempat Cadangan Makanan Tumbuhan sebagai Penghasil Sumber Makanan Fotosintesis Pada Tumbuhan Proses Reaksi Terang Reaksi Gelap Siklus calvin -Benson Siklus Hatch-Slack

Slide 3:

Standar kompetensi : 3. Memahami sistem dan kehidupan tumbuhan Kompetensi Dasar : 3.2 Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau

Slide 4:

Indikator : Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis Tujuan pembelajaran : siswa dapat mempelajari fotosintesis dan factor- faktor secara mudah

Slide 5:

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan , alga , dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi . Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.

A. Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan :

A . Cara Tumbuhan Hijau Membuat Makanan Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri . Cara tumbuhan membuat makanannya itu disebut fotosintesis . Istilah fotosintesis berasal dari bahasa Yunani , yang artinya pembentukan makanan menggunakan cahaya ( foto = cahaya , sintesis = pembentukan ). Cahaya dapat berasal dari matahari ataupun lampu . Cahaya diserap oleh tumbuhan melalui zat hijau daun yang disebut klorofil . Klorofil terdapat pada kloroplas di dalam sel-sel daun . Tumbuhan membuat makanannya di dalam kloroplas . Bahan-bahan yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanannya adalah zat hijau daun , air, karbondioksida , dan cahaya matahari ataupun lampu . Air diperoleh tumbuhan dari dalam tanah . Air dari tanah diserap oleh akar . Setelah itu , air disalurkan ke daun melalui pembuluh angkut ( xilem ). Gas karbon dioksida diperoleh dari udara yang masuk ke dalam mulut daun ( stomata ). Adapun cahaya diserap oleh klorofil .

B. Tempat Menyimpan Cadangan Makanan pada Tumbuhan :

B . Tempat Menyimpan Cadangan Makanan pada Tumbuhan zat makanan hasil fotosintesis digunakan tumbuhan untuk pertumbuhan , mengganti sel-sel yang rusak , dan sebagai cadangan makanan . Zat-zat cadangan makanan ini oleh manusia dan hewan juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau untuk keperluan lainnya . Cadangan makanan oleh tumbuhan disimpan pada akar atau batang . Sebagai contoh tanaman tebu dan sagu menyimpan cadangan makanannya pada batang . Ubi kayu , wortel , lobak , dan bengkuang menyimpan cadangan makanannya pada akar sehingga disebut umbi akar .

C. Tumbuhan sebagai Penghasil Sumber Makanan :

C . Tumbuhan sebagai Penghasil Sumber Makanan Proses fotosintesis akan menghasilkan karbohidrat dan oksigen . Dengan karbohidrat , tumbuhan dapat tumbuh , berbunga , dan menghasilkan buah . Energi yang terkandung di dalamnya dapat dilepas jika diperlukan . Jika energi ini tidak dibutuhkan , karbohidrat yang terbentuk dapat diubah menjadi bentuk lain, yaitu sebagai cadangan makanan yang dapat disimpan pada akar , batang , daun , buah , dan biji tumbuhan . Proses pembuatan makanan disebut asimilasi karbon . Disebut demikian , karena pada peristiwa tersebut tumbuhan menggunakan zat karbon yang berasal dari karbon dioksida . Tumbuhan mengambilnya dari udara . Karbon dioksida dihasilkan manusia dan hewan . Tumbuhan juga menghasilkan CO2 pada saat pernapasan .

Fotosintesis pada tumbuhan :

Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof . Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik . Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis . Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi , gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.

Proses :

Proses Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan, meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini . Pada tumbuhan , organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis , tepatnya pada bagian stroma . Hasil fotosintesis (disebut fotosintat ) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Pada tumbuhan, organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun . Namun secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis , tepatnya pada bagian stroma . Hasil fotosintesis (disebut fotosintat ) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.

Slide 11:

Reaksi terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADP H 2 . Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena . Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama, yaitu fotosistem dan II. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700, yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah : 2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H - → 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b 6 -f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH 2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga, yang dinamakan plastosianin (PC).

Slide 12:

Reaksi gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur , yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack . Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3 . Penambatan CO 2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco . Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO 2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase.

Siklus Calvin-Benson :

Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO 2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas . Pertama, reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH . Jika kloroplas diberi cahaya , ion H + ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase , terletak di permukaan luar membran tilakoid. Kedua, reaksi ini distimulasi oleh Mg 2+ , yang memasuki stroma daun sebagai ion H + , jika kloroplas diberi cahaya. Ketiga, reaksi ini distimulasi oleh NADPH, yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Fiksasi CO 2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi , reduksi , dan regenerasi . Karboksilasi melibatkan penambahan CO 2 dan H 2 O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). Kemudian pada fase reduksi, gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Reduksi ini tidak terjadi secara langsung, tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1,3-bifosfogliserat (1,3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP .

Siklus Hatch-Slack :

Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa , tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis . Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO 2 melalui siklus Calvin, yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO 2 . Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Namun, ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa Hal ini dapat terjadi jika ada fotorespirasi , di mana enzim Rubisco tidak menambat CO 2 tetapi menambat O 2 . Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis . Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO 2 menjadi glukosa . Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO 2 dari udara dan kemudian akan menjadi oksaloasetat . Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO 2 .