ekonomi riba

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

ekonomi

Comments

Presentation Transcript

Ekonomi Syariah : 

Ekonomi Syariah Indra wiguna Melinda Hasanudin Dedi sumardi Aminudin Ila january M. Irsan Sanwani Kelompok 2

Pengertian Riba : 

Pengertian Riba Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara bahasa riba juga berarti tumbuh dan membesar. Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau Modal secara bathil

Landasan Syariah Jual Beli : 

Landasan Syariah Jual Beli Allah telah berfirman dalam Al-Quran, وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah 2:275). Pengertian Jual Beli : Menjual adalah memindahkan hak milik kepada orang lain dengan harga, sedangkan membeli yaitu menerimanya. Akad Jual Beli :Akad jual beli bisa dengan bentuk perkataan maupun perbuatan :• Bentuk perkataan terdiri dari Ijab yaitu kata yang keluar dari penjual seperti ucapan " saya jual" dan Qobul yaitu ucapan yang keluar dari pembeli dengan ucapan "saya beli " • Bentuk perbuatan yaitu muaathoh (saling memberi) yang terdiri dari perbuatan mengambil dan memberi seperti penjual memberikan barang dagangan kepadanya (pembeli) dan (pembeli) memberikan harga yang wajar (telah ditentukan).

JUAL BELI MURABAHAH : 

JUAL BELI MURABAHAH Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tembahan keuntungan yang disepakati. Dalam istilah teknis perbankan syari’ah, murabahah ini diartikan sebagai suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah, dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah, yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan.

Produk Pembiayaan : 

Produk Pembiayaan

Murabahah : 

Murabahah Dalam murabahah, penjual harus memberitahu harga produk yang dia beli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya. Murabahah dapat dilakukan untuk pembelian dengan sistem pemesanan. Dalam al-Umm, Imam Syafi’i menamai transaksi ini dengan istilah al-amir bi al-syira

Operasional Murabahah : 

Operasional Murabahah Produk murabahah adalah pembiayaan perbankan syariah dengan memakai prinsip jual-beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, dengan pihak bank selaku penjual dan nasabah selaku pembeli, atau sebagai dana talangan

Syarat-syarat murabahah : 

Syarat-syarat murabahah Bank Islam memberitahu biaya modal kepada nasabah. Kontrak pertama harus sah. Kontrak harus bebas dari riba. Bank Islam harus menjelaskan setiap cacat yang terjadi sesudah pembelian dan harus membuka semua hal yang berhubungan dengan cacat. Bank Islam harus membuka semua ukuran yang berlaku bagi harga pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang.

Fatwa DSN tentang Murabahah : 

Fatwa DSN tentang Murabahah Fatwa 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah Fatwa 13/DSN-MUI/IX/2000 tentang Uang Muka dalam Murabahah Fatwa 16/DSN-MUI/IX/2000 tentang Diskon Dalam Murabahah Fatwa 17/DSN-MUI/IX/2000 tentang Sanksi atas Nasabah Mampu yang Menunda Pembayaran Fatwa 23/DSN-MUI/III/2002 tentang Potongan Pelunasan dalam Murabahah Fatwa 46/DSN-MUI/II/2005 tentang Potongan Tagihan Murabahah Fatwa 47/DSN-MUI/II/2005 tentang Penyelesaian Piutang Murabahah bagi Nasabah Tak Mampu Bayar Fatwa 48/DSN-MUI/II/2005 tentang Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah Fatwa 49/DSN/MUI/II/2005 tentang Konversi Akad Murabahah

Pandangan Dunia terhadap Riba : 

Pandangan Dunia terhadap Riba Fatwa MUI, Desember 2003 BUNGA BANK ADALAH RIBA, DAN KARENA ITU HARAM Keputusan MUI, Januari 2004 Sidang OKI di Karachi 1970 Mufti Negara Mesir 1989 Konsul Kajian Islam Dunia Al-Azhar, Al-Qahirah Buku Yusuf Qardlawy: Bunga Bank Haram

Jenis-Jenis Riba : 

Jenis-Jenis Riba Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. Yaitu riba hutang-piutang dan riba jual-beli. Riba hutang-piutang terbagi lagi menjadi riba qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan riba jual-beli terbagi atas riba fadhl dan riba nasi’ah.

Empat Tahapan Riba : 

Empat Tahapan Riba Tahap Pertama, menolak anggapan bahwa pinjaman riba pada zahirnya menolong mereka yang memerlukan sebagai suatu perbuatan mendekati atau taqarrub kepada Allah SWT. Tahap kedua, riba digambarkan sebagai suatu yang buruk dan balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan riba. Tahap ketiga, riba itu diharamkan dengan dikaitkan kepada suatu tambahan yang berlipat ganda. Tahap akhir sekali, ayat riba diturunkan oleh Allah SWT. Yang dengan jelas sekali mengharamkan sebarang jenis tambahan yang diambil daripada jaminan.

Efek Negatif Riba : 

Efek Negatif Riba Riba dapat menumbuhkan rasa permusuhan di antara individu dan melemahkan nilai sosial dan kekeluargaan. Selain itu, riba dapat menimbulkan eksploitasi dan tindak kezaliman pada pihak tertentu. Menumbuhkan sikap pemalas bagi orang yang mempunyai modal, di mana dia mampu mendapatkan uang banyak tanpa adanya sebuah usaha yang nyata. Mendorong manusia untuk menimbun harta sambil menunggu adanya kenaikan interest rate Menimbulkan sifat elitisme dan jauh dari kehidupan masyarakat Membuat manusia lupa akan kewajiban hartanyam seperti infak, sedekah dan zakat Mendorong manusia untuk melakukan tindak kezaliman dan eksploitasi terhadap orang lain, baik pinjaman yang bersifat produktif maupun konsumtif.

Pelarangan Riba dalam Perspektif Ekonomi : 

Pelarangan Riba dalam Perspektif Ekonomi Semakin tinggi suku bunga maka semakin besar kemungkinan aliran investasi yang terbendung

Pelarangan Riba dalam Perspektif Ekonomi : 

Pelarangan Riba dalam Perspektif Ekonomi Meningkatnya suku bunga dari y% menjadi x% telah membendung aliran investasi sebesar Q1 - Q2 Hubungan Tingkat Bunga dan Investasi

Slide 16: 

Terima kasih

authorStream Live Help