perubahan kariotype

Views:
 
     
 

Presentation Description

macam2 kelainan kromosom

Comments

Presentation Transcript

Slide 1: 

Pembacaan Refarat Perubahan Kariotipe pada Tumor Dibacakan oleh : Ina Farida Rangkuti Supervisor : Dr. H. Delyuzar, SpPA (K) PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

Pendahuluan : 

Pendahuluan Herediter Kesehatan Kromosom Penyakit Herediter Lingkungan Penyakit genetik K A N K E R

Slide 3: 

Kromosom philadelphia SITOGENETIKA studi tentang kromosom dan penyakit yang disebabkan oleh tidak normalnya struktur dan atau jumlah kromosom penatalaksanaan kanker  membantu menegakkan diagnosis, panduan terapi, dan menentukan prognosis.

Slide 4: 

Biasanya kromosom tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya, tapi selama profase akhir dan metafase kromosom menjadi cukup jelas untuk dianalisis. Untuk memastikan bahwa setiap kelainan yang terdeteksi mewakili pada kondisi in vivo. Kromosom  suatu struktur kompleks yang terletak di inti sel, terdiri dari DNA, histon dan protein non-histone, RNA, dan polisakarida. Mengandung semua informasi genetik yang diperlukan dalam kehidupan.

TEKNIK PEWARNAAN DAN BANDING KROMOSOM : 

TEKNIK PEWARNAAN DAN BANDING KROMOSOM Pada teknik pewarnaan Giemsa ( G banding), setiap set kromosom tampak memiliki pola tersendiri pita terang gelap dengan lebar bervariasi. Pemakaian teknik banding dapat mengidentifikasi secara pasti setiap kromosom, serta menentukan lokasi perubahan struktural pada kromosom. Morfologi Kromosom

Slide 6: 

STRUKTUR KROMOSOM

A B C F D E G Penggolongan Kromosom (Klasifikasi Denver)

Slide 9: 

Kariotipe  representasi fotografik sebaran kromosom pada saat metafase yang telah diwarnai dan disusun dari yang terpanjang hingga terpendek. Penentuan kariotipe menjadi alat dasar bagi para ahli sitogenetika.

Normal male karyotype with G banding.  (Courtesy of Dr. Nancy Schneider, Department of Pathology, University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, TX.) : 

Normal male karyotype with G banding.  (Courtesy of Dr. Nancy Schneider, Department of Pathology, University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, TX.)

Preparasi Kariotipe : 

Preparasi Kariotipe

Chromosomes Banding : 

Chromosomes Banding

Slide 14: 

Non-Banded Karyotype

G-Banding : 

G-Banding Q-Banding

Slide 16: 

C-Banding R-Banding

KELAINAN KROMOSOM : 

KELAINAN KROMOSOM A. Kelainan Numerik : Perubahan pada jumlah kromosom (Set Kromosom, Kromosom Autosom, Kromosom Seks) B. Kelainan Struktur : Perubahan pada struktur atau morfologi kromosom (translokasi, delesi, duplikasi, inversi, insersi, isokromosom dan disentrik, amplifikasi gen) C. Kelainan Mosaik : Kromosom tidak merata di sel tubuh  Pada sel berbeda, berbeda materi genetiknya

Kelainan Set Kromosom (Ploiditas) Poliploid  lebih dari satu set kromosom atau “2n” Triploid (3n)  Tambahan kromosom paternal. kelainan plasenta (Hydatiiform moles)  Tambahan kromosom maternal.  abortus spontan pada awal kehamilan. Tetraploid (4n)  diduga kegagalan pada cleavage zigot. Aneuploid melibatkan hanya sebagian dari kromosom. Nullisomi (2n-2) - kehilangan sepasang kromosom homolog Monosomi (2n-1) - kehilangan satu kromosom Trisomi (2n+1) - penambahan satu kromosom. Tetrasomi (2n+2) - penambahan sepasang kromosom. Kelainan Numerik Kromosom

Slide 20: 

Kelainan Kromosom Seks Genotip Jenis kelamin Kelainan XY Laki-laki - XX Wanita - XXY Laki-laki Sindrom Klinefelter XYY Laki-laki Sindrom super male XO Wanita Sindrom Turner XXX Wanita Sindrom superfemale Drs. H. Yurnadi M.Kes. Kelainan Numerik Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

Kelainan Struktur Kromosom Translokasi Pertukaran dua atau lebih segmen kromosom, bisa timbal balik atau tidak. Contoh : kromosom Philadelphia (Ph’) pada leukemia myeloid kronik (CML) translokasi timbal balik antara kromosom 22 dan 9. Limfoma Burkitt  translokasi antara kromosom 8 dan 14. Limfoma sel B folikular  translokasi timbal balik antara kromosom 14 dan 18.

Kelainan Struktur Kromosom : 

Kelainan Struktur Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

b. Delesi / Defisiensi Penghapusan segmen kromosom  pertumbuhan ke arah neoplastik ketika gen tumor supresor (-)  epitel adenoma. Kelainan struktural kedua tersering pada sel tumor, sering ditemukan pada tumor padat nonhematopoietik. Contoh : Delesi kromosom 13q pita 14 retinoblastoma. Delesi 17p, 5q, dan 18q  kanker kolorektum. Delesi 3psering pada beberapa tumor karsinoma paru small cell. Kelainan Struktur Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

Kelainan Struktur Kromosom c. Duplikasi Dua segmen kromosom saling berduplikasi, kepala  ekor atau kepala  kepala. Paling sering pada keganasan hematologi  duplikasi pada lengan panjang kromosom 1 (breakpoints di q12-21 dan q31-q44)  keganasan limfoid (ALL dan limfoma), biasanya sebagai kelainan sekunder dengan prognosis buruk.

Kelainan Struktur Kromosom : 

d. Inversi Melibatkan dua segmen kromosom, dengan reintegrasi segmen kromosom dalam orientasi terbalik. Perubahan dua segmen kromosom pada satu sisi sentromer  inversi parasentrik. Contoh : lengan panjang kromosom 3 pada AML disertai disregulasi gen EVII di 3q26. Jika kedua segmen mengelilingi sentromer  inversi perisentrik, perubahan bisa terjadi pada bagian lengan kromosom. Contoh : kromosom 16 pada myelomonocytic leukemia akut dengan eosinofil abnormal (M4eo). Kelainan Struktur Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

e. Insersi / Penyisipan Materi kromosom bergerak ke posisi yang baru, posisi interstisial pada kromosom yang sama atau kromosom yang lain. Susunan abnormal segmen kromosom  susunan abnormal materi genetik  protein abnormal neoplasia. Kelainan Struktur Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

f. Isokromosom dan Disentrik Isokromosom  perubahan segmen salah satu lengan kromosom yang diikuti dengan penyusunan kembali kromatid untuk menghasilkan duplikasi lengan kromosom yang lain Cth : isokromosom 17q pada keganasan myeloid dan limfoid,adenokarsinoma dan tumor neuroektodermal. Dalam semua kasus ini, kehadiran i (17) (q10) prognosis buruk. Suatu i (1) (p10)  adenokarsinoma (payudara, ginjal, usus, rahim) dan keganasan hematologi. Variasi perubahan segmen kromosom yang melibatkan dua kromosom nonhomolog  kromosom disentrik. Kelainan Struktur Kromosom

Kelainan Struktur Kromosom : 

g. Amplifikasi Gen Terdapat dua manifestasi kariotipik amplifikasi gen, yaitu : regio yang terwarnai homogen di kromosom tunggal dan double minute , yang tampak sebagai potongan kecil berpasangan dari kromatin. Contoh : Neuroblastoma dan kanker payudara yang melibatkan gen N-MYC dan HER-2. Kelainan Struktur Kromosom Amplifikasi gen N-MYC pada neuroblastoma manusia. Gen N-MYC, yang secara normal terdapat di kromosom 2p, mengalami amplifikasi dan tampak sebagai double minutes kromosom tambahan atau sebagai suatu homogenous staining region (HSR, regio berwarna homogen) yang terintegrasi ke kromosom. Integrasi melibatkan autosom lain, seperti 4, 9, atau 13 (copyright @ 1986 American Cancer Society)

Kelainan Struktur Kromosom : 

Kelainan Struktur Kromosom

Slide 30: 

Kanker  penyakit genetik  kelainan kromosom  kesalahan replikasi, paparan karsinogen, atau proses perbaikan DNA. Ada tiga gen yang berkontribusi terhadap keganasan yaitu onkogen, gen tumor supresor, dan gen perbaikan DNA. Gen yang memicu pertumbuhan sel normal (protoonkogen) dapat dikonversi ke onkogen karena point mutasi, amplifikasi, atau disregulasi. Gen yang mengendalikan pertumbuhan adalah gen tumor supresor, sehingga pertumbuhan sel yang abnormal dapat terjadi jika fungsinya terganggu. Kelainan kromosom pada kanker

Slide 31: 

Hal penting dalam memeriksa perubahan kromosom pada kanker adalah mengetahui apakah ini merupakan kelainan primer atau sekunder. Kelainan primer sering ditemukan sebagai kelainan yang soliter dan unik untuk jenis tumor tertentu dan sudah terdeteksi pada saat kanker terdiagnosis. Sebaliknya, kelainan sekunder ditemukan pada tahap selanjutnya dari kanker, terutama tumor padat. Beberapa tipe neoplasma tertentu kelainan kariotipe tidak bersifat acak  diduga kuat hal itu merupakan kejadian primer  bahwa asal kanker terletak dalam onkogen. Kelainan kromosom pada kanker

Slide 32: 

Selanjutnya, bila terjadi perubahan primer yang tidak acak, progresi tumor seringkali disertai penyimpangan kariotipe yang lebih besar. Jadi kariotipe dapat lebih bervariasi di antara banyak klon yang sedang membentuk kanker yang berkembang penuh. Menurut teori perubahan genetik pada karsinogenesis, pada suatu saat terjadi perubahan genetik yang menetap pada sel sehingga terjadi sintesis protein yang lebih aktif dan ini digunakan lebih banyak untuk reproduksi daripada bekerja. Ketika itu sel mulai berproliferasi aktif, kemudian terjadi perubahan mutasi lebih lanjut. Kelainan kromosom pada kanker

Slide 33: 

Pada permulaan kanker, kerusakan ini tak terlihat secara langsung, tp melalui bahan karsinogen lain kerusakan akan terlihat. Diawali dgn perubahan metabolisme sel yg menyebabkan gen pengendali pembelahan sel menjadi tidak aktif (perubahan kariotipe). Kerusakan genetik yg mengaktifkan onkogen atau menginaktifkan gen tumor supresor mungkin samar (mutasi point) atau cukup besar sehingga dapat dideteksi dalam kariotipe. Kelainan spesifik dapat ditemukan pada sebagian besar leukemia dan limfoma dan semakin banyak ditemukan pada tumor nonhematopoietik. Kelainan kromosom pada kanker

Kesimpulan : 

Kesimpulan Sitogenetika adalah studi tentang kromosom dan penyakit terkait lainnya yang disebabkan oleh tidak normalnya struktur dan atau jumlah kromosom. Sitogenetika berharga utk penatalaksanaan kanker, diagnosis, terapi, dan prognosis. Metode sitogenetik hanya dapat mendeteksi perubahan kromosom (numerik atau struktur) dgn menggunakan teknik banding. Biasanya kromosom tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya, tapi selama profase akhir dan metafase kromosom menjadi cukup jelas untuk dianalisis. Saat ini kanker dipertimbangkan sebagai suatu penyakit genetik karena adanya mutasi gen sebagai faktor yang konsisten.

Kesimpulan : 

Kesimpulan Penentuan kariotipe merupakan alat dasar bagi para ahli sitogenetik. Kariotipe representasi fotografik kromosom pada metafase yang telah diwarnai dan disususn dari yang terpanjang hingga terpendek. Kariotipe normal  46 kromosom yaitu 22 pasang autosom dan sepasang kromosom seks. Teknik banding memungkinkan kita mengidentifikasi secara pasti setiap kromosom, serta menentukan lokasi pasti perubahan struktural di kromosom. Dalam mengalokasikan setiap band tertentu, diperlukan empat item yaitu : jumlah kromosom, simbol lengan, jumlah regio, dan jumlah band pada lokasi ini.

Kesimpulan : 

Kesimpulan Pada kegananasan hematologi, kelainan kromosom sebagian besar ditemukan pada sumsum tulang, dan penemuan tersebut lebih patognomonik. Keadaan yang berbeda ditemukan pada tumor padat, dimana saat tumor terlihat dengan mata telanjang telah terjadi perubahan kromosom yang kompleks sehingga menimbulkan kesulitan teknis bagi para ahli sitogenetika. Namun para ilmuwan percaya bahwa adanya kemajuan dalam teknologi kromosom, dari sitogenetika konvensional menjadi sitogenetika molekuler, akan menyediakan informasi lebih lanjut, berkaitan dengan tumor padat.

Slide 37: 

Terima Kasih

authorStream Live Help