logging in or signing up Pencegahan Infeksi APN hettyastri Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 348 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: August 11, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript PENCEGAHAN INFEKSI: 6- 1 PENCEGAHAN INFEKSI Mencegah transmisi silang penyakit berbahaya dan menjaga kualitas pelayanan Hetty Astri, S.SiT, M.KesTUJUAN PENCEGAHAN INFEKSI: 6- 2 TUJUAN PENCEGAHAN INFEKSI Bagian dari kualitas pelayanan kesehatan Mencegah infeksi silang dalam prosedur klinik seperti episiotomi, menyuntik, periksa dalam atau Seksio Sesaria Menurunkan risiko transmisi penyakit menular seperti Hepatitis B dan AIDSAplikasi Kewaspadaan Standar: 6- 3 Aplikasi Kewaspadaan Standar Setiap orang dapat merupakan sumber infeksi Membudayakan cuci tangan Menggunakan barier protektif (misalnya: sepatu, masker, kacamata, gaun bedah, sarung tangan) Penggunaan aseptik dan antiseptik Memproses instrumen agar aman digunakan Budaya aman dalam setiap prosedur Pengelolaan limbah berbahaya secara adekuatSlide 4: 6- 4 Cucitangan dan asepsis/antisepsis Barier Protektif Mengelola benda tajam Mengelola limbah Memproses peralatanBeberapa cara mengurangi risiko transmisi penyakit: 6- 5 Beberapa cara mengurangi risiko transmisi penyakit Diantara klien-petugas Cuci tangan Gunakan Barier Protektif Sarung tangan Pelindung mata (kacamata, masker) Apron/Celemek Budaya aman di tempat kerja Jangan memasang tutup/membengkokkan jarum suntik bekas pakai Selalu berhati-hati dalam memegang/mengelola benda tajamCUCI TANGAN: 6- 6 CUCI TANGAN Saat datang dan pulang dari tempat kerja Sebelum dan setelah memeriksa klien Sebelum dan setelah pakai sarung tangan Setelah terpapar darah atau sekret tubuh Setelah tersentuh material berbahaya/toksik Sebelum dan setelah makan Setelah menggunakan toilet/buang airMencuci tangan : 6- 7 Mencuci tangan Gunakan sabun, air bersih mengalir 10-15 detik dan pakai handuk pribadi atau tissue Sebagai alternatif, dapat gunakan bilasan alkohol-gliserin (asalkan tangan tak kotor secara fisik) Larutan Alkohol/Gliserin: 6- 8 Larutan Alkohol/Gliserin Tambahkan 2 ml gliserin kedalam 100 ml larutan alkohol 60-90%. Tuangkan sebanyak 3 to 5 ml dan gosokkan pada kedua belah tangan selama 2-5 menit, diperlukan sejumlah 6-10 ml untuk keseluruhan proses. FormulaCuci tangan pra-bedah : 6- 9 Cuci tangan pra-bedah Gunakan larutan antiseptik (bila tersedia) dan bilas dengan air bersih mengalir Gunakan sikat halus untuk membersihkan kuku Gunakan spons untuk membersihkan kulit Keringkan tangan dan lengan dengan handuk INGAT !: 6- 10 INGAT ! Klien kontrasepsi, umumnya adalah orang yang sehat dan status tersebut harus tetap terjaga saat dan setelah pelayanan diberikan Setiap tindakan dengan risiko infeksi harus dilaksanakan secara hati-hati dan benar. Tingginya angka infeksi pascatindakan menunjukkan rendahnya mutu pelayananBarier Protektif : 6- 11 Barier Protektif Gunakan kacamata pelindung, masker, celemek dan sepatu tertutup .Gunakan Sarung Tangan : 6- 12 Gunakan Sarung Tangan Saat melakukan prosedur bedah Ketika melakukan periksa dalam Saat mengambil sampel darah Jika menangani peralatan/linen yang terkontaminasi bahan/sekret menular Saat mengelola dan membuang limbah Membersihkan percikan darah/sekret tubuh di peralatan, permukaan meja bedah, lantaiGunakan sarung tangan: 6- 13 Gunakan sarung tangan Saat melakukan tindakan bedah Saat memegang atau menyentuh peralatan bekas pakai Ketika membuang limbahPERLINDUNGAN TRANSMISI PENYAKIT BAGI PETUGAS KESEHATAN: 6- 14 PERLINDUNGAN TRANSMISI PENYAKIT BAGI PETUGAS KESEHATAN Kebanyakan infeksi terjadi akibat paparan dengan darah atau cairan tubuh pasien yang secara klinis belum menunjukkan gejala adanya penyakit Aplikasikan budaya bersih dan aman seperti cuci tangan dan memakai sarung tangan. Mencegah terjadinya luka tusuk/sayat dan melakukan prosedur antisepsis Proses peralatan dan sarana kesehatanRisiko Transmisi Penyakit: 6- 15 Risiko Transmisi Penyakit Risiko transmisi HIV setelah tertusuk jarum suntik dari pasien dengan HIV positif adalah 4 : 1000 Risiko penularan HBV setelah tertusuk jarum suntik dari pasien dengan HBV positif adalah 27 - 37 : 100Prevalensi HIV dalam darah donor di Indonesia pada tahun 1992-2001: 6- 16 Per 1000 HIV-positif 0.000 0.002 0.004 0.006 0.008 0.010 0.012 0.014 0.016 1992 – 1993 1993 – 1994 1994 – 1995 1995 – 1996 1996 – 1997 1997 – 1998 1998 – 1999 1999 – 2000 2000 – 2001 Sumber: National AIDS Programme, Indonesia July 2002 Prevalensi HIV dalam darah donor di Indonesia pada tahun 1992-2001Mencegah Luka Tusuk: 6- 17 Mencegah Luka Tusuk Gunakan teknik zona aman untuk membawa atau memindah-tangankan benda/instrumen tajam Pilih media/penghantar instrumen tajam yang sesuai (misalnya: wadah logam) Gunakan pinset atau klem ketika mengambil jarum atau memasang skalpel/pisau bedah Beritahukan pada operator bahwa anda akan memberikan instrumen tajam yang dimintaMencegah Luka Tusuk: 6- 18 Mencegah Luka Tusuk Gunakan pinset saat mengambil jarum dan zona aman sebagai penghantar instrumen tajamMencegah Luka Tusuk : 6- 19 Mencegah Luka Tusuk Gunakan klem atau pemegang jarum saat memasang atau melepaskan pisau bedah atau instrumen tajam lain yang harus disatukan atau dipisahkanEradikasi mikroorganisme di peralatan bekas pakai melalui berbagai tingkatan proses : 6- 20 Eradikasi mikroorganisme di peralatan bekas pakai melalui berbagai tingkatan proses Memproses peralatan bekas pakai: Dekontaminasi Cuci dan Bilas Disinfeksi Tingkat Tinggi SterilisasiTahapan Proses peralatan: DTT Merebus Mengukus Kimiawi Tahapan Proses peralatan Sterilisasi Kimiawi Uap panas tekanan tinggi Panas kering Keringkan,dinginkan, simpan atau siap pakai Dekontaminasi Cuci dan Bilas 6- 21Dekontaminasi: 6- 22 Dekontaminasi Masukkan peralatan bekas pakai yang akan digunakan kembali ke dalam larutan klorin 0,5% segera setelah digunakan. Rendam selama 10 menit dan segera lakukan pembilasan. Lakukan pula pembersihan permukaan peralatan (misalnya meja bedah) dengan larutan klorin 0,5%.Cara membuat klorin 0,5% dari konsentrat atau sediaan yang mengandung 5% klorin : 6- 23 Cara membuat klorin 0,5% dari konsentrat atau sediaan yang mengandung 5% klorin Formula : Bagian air digunakan sebagai pelarut : % konsentrat yang tersedia -- 1 % yang diinginkan = ....... bagian air Bila ingin membuat klorin 0,5% dari konsentrat / sediaan yang mengandung 5% klorin, caranya adalah sebagai berikut: 5% klorin (Bayclin ®) 0,5% (yg diinginkan) 5 X 10 5 1 = 9 bagian air Berarti, untuk mendapatkan klorin 0,5%, campurkan 1 bagian konsentrat 5% klorin dengan 9 bagian air bersih :Pencucian: 6- 24 Pencucian Cuci dengan air bersih dan sabun atau deterjen Sikat dengan sikat halus hingga tampak bersih Lakukan penyikatan dalam air pencuci untuk menghindarkan percikan Buka engsel atau sambungan peralatan Bilas merata dengan air bersih. Desinfeksi Tingkat Tinggi (Perebusan): 6- 25 Desinfeksi Tingkat Tinggi (Perebusan) Susun peralatan hingga terendam dalam air Rebus hingga mendidih dalam panci bertutup. Hitung waktu dari saat air mulai mendidih hingga 20 menit untuk proses DTT Jangan menambah sesuatu ke dalam panci setelah penghitungan waktu dimulai Keringkan di udara terbuka sebelum disimpan.Desinfeksi Tingkat Tinggi (Pengukusan): 6- 26 Desinfeksi Tingkat Tinggi (Pengukusan) Susun peralatan/sarung tangan agar semua bagian terpapar uap dan tak terendam air pengukus Kukus hingga keluar uap air dari pengukus dan mulai saat itu, hitung hingga 20 menit Jangan menambah air atau peralatan selama pengukusan berlangsung Desinfeksi Tingkat Tinggi secara Kimiawi: 6- 27 Desinfeksi Tingkat Tinggi secara Kimiawi Masukkan peralatan kedalam larutan dekontaminan yang tersedia Rendam selama 20 menit. Bilas dengan air DTT Biarkan kering sebelum digunakan dan disimpan.DTT Kimiawi: 6- 28 DTT Kimiawi Sebelum tingkat DTT harus dilakukan dulu dekontaminasi, cuci-bilas dan keringkan Gunakan larutan Klorin 0,1-0,5% atau Glutaraldehida 2% Gunakan larutan baru atau belum kedaluarsa Pakai wadah berpenutup, bahan non-korosif Digunakan untuk instrumen tidak tahan panas atau peralatan optik Instrumen harus terendam dengan baik Waktu DTT 20 menit dan bilas dengan air D TT sebelum digunakanSterilisasi: 6- 29 Sterilisasi Autoklaf 106 kPa, 121 ° C, 20 menit & 30 menit (tanpa bungkus & terbungkus) Kimiawi Rendam dalam Glutaraldehida selama 10 jam Panas kering 170 ° C selama 60 menit atau 160 ° C selama 120 menitMenyiapkan kulit atau mukosa untuk prosedur pembedahan: 6- 30 Menyiapkan kulit atau mukosa untuk prosedur pembedahan Jangan menggunakan pisau cukur pada area pembedahan Pada area berambut, lakukan pengguntingan bila menghalangi lapangan pandang operator Tanyakan riwayat alergi antiseptik pada klien. Bersihkan area operasi dengan sabun. Usapkan larutan antiseptik pada area operasi secara secara melingkar atau atas-bawahMengamankan atau membuang instrumen tajam: 6- 31 Mengamankan atau membuang instrumen tajam Masukkan dalam wadah khusus yang tahan bocor atau tusukan Lakukan dekontaminasi sebelum di buang atau dimasukkan ke dalam wadah tersebut Jangan menekuk atau mematahkan jarum dengan tangan Mengelola Limbah: 6- 32 Mengelola Limbah Untuk mencegah infeksi atau cedera berbahaya akibat benda tajam pada petugas pengelola limbah Menghindarkan penularan penyakit ke masyarakat sekitar Pisahkan limbah terkontaminasi dan non-kontaminasi Masukkan bahan-bahan terkontaminasi kedalam pembungkus tahan bocor atau kantong plastik. Dibuang secara dibakar atau ditanam.Cara Pengelolaan Limbah: 6- 33 Cara Pengelolaan Limbah Gunakan sarung tangan rumah tangga Tempatkan limbah berbahaya dalam wadah tertutup dan aman Masukkan instrumen/benda tajam ke dalam tempat khusus/tahan tusuk Buang limbah cair pada saluran khusus Bakar/tanam limbah padat yang terkontaminasi Cuci tangan, sarung tangan dan wadah yang telah digunakan untuk mengelola limbahSlide 34: 6- 34 Pembuatan Insinerator Sedehana dari Drum bekasRangkuman: 6- 35 Rangkuman Pencegahan Infeksi merupakan upaya untuk mencegah transmisi silang dan diterapkan dengan mengacu pada kewaspadaan standar Proses peralatan atau instrumen harus dilakukan secara benar dan taat azaz agar diperoleh hasil maksimal dan memenuhi syarat Pencegahan Infeksi tidak selalu berati penambahan biaya, yang paling penting adalah pembudayaan lingkungan bersih dan aman serta menumbuhkan perilaku bekerja secara standar dan selalu menjaga kualitas pelayanan You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
Pencegahan Infeksi APN hettyastri Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 348 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (1) Dislike it (0) Added: August 11, 2011 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript PENCEGAHAN INFEKSI: 6- 1 PENCEGAHAN INFEKSI Mencegah transmisi silang penyakit berbahaya dan menjaga kualitas pelayanan Hetty Astri, S.SiT, M.KesTUJUAN PENCEGAHAN INFEKSI: 6- 2 TUJUAN PENCEGAHAN INFEKSI Bagian dari kualitas pelayanan kesehatan Mencegah infeksi silang dalam prosedur klinik seperti episiotomi, menyuntik, periksa dalam atau Seksio Sesaria Menurunkan risiko transmisi penyakit menular seperti Hepatitis B dan AIDSAplikasi Kewaspadaan Standar: 6- 3 Aplikasi Kewaspadaan Standar Setiap orang dapat merupakan sumber infeksi Membudayakan cuci tangan Menggunakan barier protektif (misalnya: sepatu, masker, kacamata, gaun bedah, sarung tangan) Penggunaan aseptik dan antiseptik Memproses instrumen agar aman digunakan Budaya aman dalam setiap prosedur Pengelolaan limbah berbahaya secara adekuatSlide 4: 6- 4 Cucitangan dan asepsis/antisepsis Barier Protektif Mengelola benda tajam Mengelola limbah Memproses peralatanBeberapa cara mengurangi risiko transmisi penyakit: 6- 5 Beberapa cara mengurangi risiko transmisi penyakit Diantara klien-petugas Cuci tangan Gunakan Barier Protektif Sarung tangan Pelindung mata (kacamata, masker) Apron/Celemek Budaya aman di tempat kerja Jangan memasang tutup/membengkokkan jarum suntik bekas pakai Selalu berhati-hati dalam memegang/mengelola benda tajamCUCI TANGAN: 6- 6 CUCI TANGAN Saat datang dan pulang dari tempat kerja Sebelum dan setelah memeriksa klien Sebelum dan setelah pakai sarung tangan Setelah terpapar darah atau sekret tubuh Setelah tersentuh material berbahaya/toksik Sebelum dan setelah makan Setelah menggunakan toilet/buang airMencuci tangan : 6- 7 Mencuci tangan Gunakan sabun, air bersih mengalir 10-15 detik dan pakai handuk pribadi atau tissue Sebagai alternatif, dapat gunakan bilasan alkohol-gliserin (asalkan tangan tak kotor secara fisik) Larutan Alkohol/Gliserin: 6- 8 Larutan Alkohol/Gliserin Tambahkan 2 ml gliserin kedalam 100 ml larutan alkohol 60-90%. Tuangkan sebanyak 3 to 5 ml dan gosokkan pada kedua belah tangan selama 2-5 menit, diperlukan sejumlah 6-10 ml untuk keseluruhan proses. FormulaCuci tangan pra-bedah : 6- 9 Cuci tangan pra-bedah Gunakan larutan antiseptik (bila tersedia) dan bilas dengan air bersih mengalir Gunakan sikat halus untuk membersihkan kuku Gunakan spons untuk membersihkan kulit Keringkan tangan dan lengan dengan handuk INGAT !: 6- 10 INGAT ! Klien kontrasepsi, umumnya adalah orang yang sehat dan status tersebut harus tetap terjaga saat dan setelah pelayanan diberikan Setiap tindakan dengan risiko infeksi harus dilaksanakan secara hati-hati dan benar. Tingginya angka infeksi pascatindakan menunjukkan rendahnya mutu pelayananBarier Protektif : 6- 11 Barier Protektif Gunakan kacamata pelindung, masker, celemek dan sepatu tertutup .Gunakan Sarung Tangan : 6- 12 Gunakan Sarung Tangan Saat melakukan prosedur bedah Ketika melakukan periksa dalam Saat mengambil sampel darah Jika menangani peralatan/linen yang terkontaminasi bahan/sekret menular Saat mengelola dan membuang limbah Membersihkan percikan darah/sekret tubuh di peralatan, permukaan meja bedah, lantaiGunakan sarung tangan: 6- 13 Gunakan sarung tangan Saat melakukan tindakan bedah Saat memegang atau menyentuh peralatan bekas pakai Ketika membuang limbahPERLINDUNGAN TRANSMISI PENYAKIT BAGI PETUGAS KESEHATAN: 6- 14 PERLINDUNGAN TRANSMISI PENYAKIT BAGI PETUGAS KESEHATAN Kebanyakan infeksi terjadi akibat paparan dengan darah atau cairan tubuh pasien yang secara klinis belum menunjukkan gejala adanya penyakit Aplikasikan budaya bersih dan aman seperti cuci tangan dan memakai sarung tangan. Mencegah terjadinya luka tusuk/sayat dan melakukan prosedur antisepsis Proses peralatan dan sarana kesehatanRisiko Transmisi Penyakit: 6- 15 Risiko Transmisi Penyakit Risiko transmisi HIV setelah tertusuk jarum suntik dari pasien dengan HIV positif adalah 4 : 1000 Risiko penularan HBV setelah tertusuk jarum suntik dari pasien dengan HBV positif adalah 27 - 37 : 100Prevalensi HIV dalam darah donor di Indonesia pada tahun 1992-2001: 6- 16 Per 1000 HIV-positif 0.000 0.002 0.004 0.006 0.008 0.010 0.012 0.014 0.016 1992 – 1993 1993 – 1994 1994 – 1995 1995 – 1996 1996 – 1997 1997 – 1998 1998 – 1999 1999 – 2000 2000 – 2001 Sumber: National AIDS Programme, Indonesia July 2002 Prevalensi HIV dalam darah donor di Indonesia pada tahun 1992-2001Mencegah Luka Tusuk: 6- 17 Mencegah Luka Tusuk Gunakan teknik zona aman untuk membawa atau memindah-tangankan benda/instrumen tajam Pilih media/penghantar instrumen tajam yang sesuai (misalnya: wadah logam) Gunakan pinset atau klem ketika mengambil jarum atau memasang skalpel/pisau bedah Beritahukan pada operator bahwa anda akan memberikan instrumen tajam yang dimintaMencegah Luka Tusuk: 6- 18 Mencegah Luka Tusuk Gunakan pinset saat mengambil jarum dan zona aman sebagai penghantar instrumen tajamMencegah Luka Tusuk : 6- 19 Mencegah Luka Tusuk Gunakan klem atau pemegang jarum saat memasang atau melepaskan pisau bedah atau instrumen tajam lain yang harus disatukan atau dipisahkanEradikasi mikroorganisme di peralatan bekas pakai melalui berbagai tingkatan proses : 6- 20 Eradikasi mikroorganisme di peralatan bekas pakai melalui berbagai tingkatan proses Memproses peralatan bekas pakai: Dekontaminasi Cuci dan Bilas Disinfeksi Tingkat Tinggi SterilisasiTahapan Proses peralatan: DTT Merebus Mengukus Kimiawi Tahapan Proses peralatan Sterilisasi Kimiawi Uap panas tekanan tinggi Panas kering Keringkan,dinginkan, simpan atau siap pakai Dekontaminasi Cuci dan Bilas 6- 21Dekontaminasi: 6- 22 Dekontaminasi Masukkan peralatan bekas pakai yang akan digunakan kembali ke dalam larutan klorin 0,5% segera setelah digunakan. Rendam selama 10 menit dan segera lakukan pembilasan. Lakukan pula pembersihan permukaan peralatan (misalnya meja bedah) dengan larutan klorin 0,5%.Cara membuat klorin 0,5% dari konsentrat atau sediaan yang mengandung 5% klorin : 6- 23 Cara membuat klorin 0,5% dari konsentrat atau sediaan yang mengandung 5% klorin Formula : Bagian air digunakan sebagai pelarut : % konsentrat yang tersedia -- 1 % yang diinginkan = ....... bagian air Bila ingin membuat klorin 0,5% dari konsentrat / sediaan yang mengandung 5% klorin, caranya adalah sebagai berikut: 5% klorin (Bayclin ®) 0,5% (yg diinginkan) 5 X 10 5 1 = 9 bagian air Berarti, untuk mendapatkan klorin 0,5%, campurkan 1 bagian konsentrat 5% klorin dengan 9 bagian air bersih :Pencucian: 6- 24 Pencucian Cuci dengan air bersih dan sabun atau deterjen Sikat dengan sikat halus hingga tampak bersih Lakukan penyikatan dalam air pencuci untuk menghindarkan percikan Buka engsel atau sambungan peralatan Bilas merata dengan air bersih. Desinfeksi Tingkat Tinggi (Perebusan): 6- 25 Desinfeksi Tingkat Tinggi (Perebusan) Susun peralatan hingga terendam dalam air Rebus hingga mendidih dalam panci bertutup. Hitung waktu dari saat air mulai mendidih hingga 20 menit untuk proses DTT Jangan menambah sesuatu ke dalam panci setelah penghitungan waktu dimulai Keringkan di udara terbuka sebelum disimpan.Desinfeksi Tingkat Tinggi (Pengukusan): 6- 26 Desinfeksi Tingkat Tinggi (Pengukusan) Susun peralatan/sarung tangan agar semua bagian terpapar uap dan tak terendam air pengukus Kukus hingga keluar uap air dari pengukus dan mulai saat itu, hitung hingga 20 menit Jangan menambah air atau peralatan selama pengukusan berlangsung Desinfeksi Tingkat Tinggi secara Kimiawi: 6- 27 Desinfeksi Tingkat Tinggi secara Kimiawi Masukkan peralatan kedalam larutan dekontaminan yang tersedia Rendam selama 20 menit. Bilas dengan air DTT Biarkan kering sebelum digunakan dan disimpan.DTT Kimiawi: 6- 28 DTT Kimiawi Sebelum tingkat DTT harus dilakukan dulu dekontaminasi, cuci-bilas dan keringkan Gunakan larutan Klorin 0,1-0,5% atau Glutaraldehida 2% Gunakan larutan baru atau belum kedaluarsa Pakai wadah berpenutup, bahan non-korosif Digunakan untuk instrumen tidak tahan panas atau peralatan optik Instrumen harus terendam dengan baik Waktu DTT 20 menit dan bilas dengan air D TT sebelum digunakanSterilisasi: 6- 29 Sterilisasi Autoklaf 106 kPa, 121 ° C, 20 menit & 30 menit (tanpa bungkus & terbungkus) Kimiawi Rendam dalam Glutaraldehida selama 10 jam Panas kering 170 ° C selama 60 menit atau 160 ° C selama 120 menitMenyiapkan kulit atau mukosa untuk prosedur pembedahan: 6- 30 Menyiapkan kulit atau mukosa untuk prosedur pembedahan Jangan menggunakan pisau cukur pada area pembedahan Pada area berambut, lakukan pengguntingan bila menghalangi lapangan pandang operator Tanyakan riwayat alergi antiseptik pada klien. Bersihkan area operasi dengan sabun. Usapkan larutan antiseptik pada area operasi secara secara melingkar atau atas-bawahMengamankan atau membuang instrumen tajam: 6- 31 Mengamankan atau membuang instrumen tajam Masukkan dalam wadah khusus yang tahan bocor atau tusukan Lakukan dekontaminasi sebelum di buang atau dimasukkan ke dalam wadah tersebut Jangan menekuk atau mematahkan jarum dengan tangan Mengelola Limbah: 6- 32 Mengelola Limbah Untuk mencegah infeksi atau cedera berbahaya akibat benda tajam pada petugas pengelola limbah Menghindarkan penularan penyakit ke masyarakat sekitar Pisahkan limbah terkontaminasi dan non-kontaminasi Masukkan bahan-bahan terkontaminasi kedalam pembungkus tahan bocor atau kantong plastik. Dibuang secara dibakar atau ditanam.Cara Pengelolaan Limbah: 6- 33 Cara Pengelolaan Limbah Gunakan sarung tangan rumah tangga Tempatkan limbah berbahaya dalam wadah tertutup dan aman Masukkan instrumen/benda tajam ke dalam tempat khusus/tahan tusuk Buang limbah cair pada saluran khusus Bakar/tanam limbah padat yang terkontaminasi Cuci tangan, sarung tangan dan wadah yang telah digunakan untuk mengelola limbahSlide 34: 6- 34 Pembuatan Insinerator Sedehana dari Drum bekasRangkuman: 6- 35 Rangkuman Pencegahan Infeksi merupakan upaya untuk mencegah transmisi silang dan diterapkan dengan mengacu pada kewaspadaan standar Proses peralatan atau instrumen harus dilakukan secara benar dan taat azaz agar diperoleh hasil maksimal dan memenuhi syarat Pencegahan Infeksi tidak selalu berati penambahan biaya, yang paling penting adalah pembudayaan lingkungan bersih dan aman serta menumbuhkan perilaku bekerja secara standar dan selalu menjaga kualitas pelayanan