ppt zooin

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

nemathelmynthes

Comments

Presentation Transcript

Filum Nemathelminthes:

Fi lum Nemathelminthes Disusun oleh : Abdy Kurniawan Yusuf Asman Ali Akbar Fitriani Taslim Hidayatullah Ismail

Pengertian:

Pengertian Nemathelminthes yang diambil dari bahasa Yunani , yaitu nema : benang , helminthes : cacing . Disebut juga sebagai cacing gilig karena tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seberti benang . Nemathelminthes sudah memiliki rongga tubuh meskipun rongga tubuh semu . Oleh karena itu nemathelminthes disebut juga hewan pseudoselomata .

Ciri Tubuh Nemathelminthes:

Ciri Tubuh Nemathelminthes A. Ukuran dan bentuk tubuh Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya mikroskopis. Individu betina lebih besar dari pada individu jantan . Tubuhnya berbentuk simetri bilateral.

Stuktur tubuh dan fungsi tubuh:

Stuktur tubuh dan fungsi tubuh Tubuh Nemathelminthes tersusun triploblastik . Tubuh bulat panjang, tidak bersegmen, dan bagian anterior serta posterior meruncing . Memilki rongga tubuh semu yang disebut pseudocoelom ata. Permukaan tubuh dilapisi kutikula untuk melindungi diri. M emiliki sistem pe n ce r naan yang lengkap terdiri dari mulut, faring , usus , rektum dan anus . Ti dak memiliki pembuluh darah . Makanan diedarkan keseluruh tubuh melalui cairan pada pseudoselom . T idak memiliki sistem respirasi , pernapasan dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh . Sistem ekskresi terdiri dari 2 saluran lateral yang bermuara pada lubang ventral dekat anterior. Sistem saraf terdiri atas cincin saraf yang mengelilingi faring dan bersambung dengan tali saraf utama bagian dorsal dan ventral, serta beberapa pasang ganglion .

Struktur tubuh nemathelminthes betina:

Struktur tubuh nemathelminthes betina

Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes:

Cara Hidup dan Habitat Nemathelminthes Hidup sebagai endoparasit pada hewan , tumbuh-tumbuhan atau hidup bebas didalam air atau tanah . Pada spesies yang hidup bebas kebanyakan bersifat karnivora. Nemathelminthes yang parasit pada tumbuhan dapat menyebabkan kerusakan pada akar tumbuhan. Nemathelminthes yang bersifat parasit pada hewan dan manusia mendapatkan makanannya dari sari makanan dan darah dari inangnya .

Reproduksi:

Reproduksi Bereproduksi secara seksual . Berkelamin terpisah ( dio ci ous ) . J antan memiliki ujung berkait pada anus (spikula) berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing betina dan memindahkan sperma saat kawin. Fertilisasi berlangsung secara internal . Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin . Alat reproduksi jantan terdiri dari testis,vas deferens, vesikula seminalis, dan kloaka. Alat reproduksi betina terrdiri dari ovarium, oviduk, uterus, vagina dan vulva. Telur dapat membentuk kista untuk perlindungan dirinya dan menetas menjadi larva.

Klasifikasi Nemathelminthes:

Klasifikasi Nemathelminthes

1. Kelas nematoda:

1. Kelas nematoda Bentuk tubuh bulat panjang dan tidak bersegmen. Memilki rongga tubuh semu yang disebut pseudocoelom ata. Tubuh simetri bilateral dan tersusun triploblastis. Memiliki kutikula tubuh yang transparan. Alat reproduksi jantan dengan testis dan pada betina dengan ovarium. Memiliki sistem pencernaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus dan anus. Hidupnya ada yang bebas, namun ada pula yang parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Tidak memiliki sistem peredaran darah dan jantung. Tubuhnya mengandung cairan semacam darah yang dapat merembes ke bagian tubuh akibat kontraksi tubuh. Sistem ekskresi terdiri dari 2 saluran lateral yang bermuara pada lubang ventral dekat anterior . Sistem saraf terdiri atas cincin saraf yang mengelilingi faring dan bersambung dengan tali saraf utama bagian dorsal dan ventral, serta beberapa pasang ganglion .

Penampang melintang nematoda:

Penampang melintang nematoda

Penampang membujur:

Penampang membujur

Cacing Perut (Ascaris lumbricoides):

Cacing Perut ( Ascaris lumbricoides ) Cacing perut merupakan hewan dioseus . Hidup parasit didalam usus halus manus i a. H anya berkembang biak secara seksual . Cacing j antan memiliki sepasang alat berbentuk kait yang menyembul dari anus disebut spikula . Caci ing jantan dewasa ukuran tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan cacing Ascaris betina dewasa . Infeksi cacing Ascaris menyebabkan penyakit askariasis , umumnya menyerang anak-anak . Infeksi melalui makanan atau minuman yang mengandung telur Ascaris.

PowerPoint Presentation:

Siklus Hidup Ascaris Telur yang keluar bersama feses penderita berada di tanah / rumput . Telur ini akan masuk ke tubuh manusia melalui tangan yang terkontaminasi , atau debu , atau minuman / makanan yang terkontaminasi . Telur akan masuk ke usus lalu berkembang menjadi larva Ascaris Larva akan keluar dari usus me nuju jantung lalu ke paru-paru dan kemudian keluar untuk kembali ke usus . Di usus Ascaris berkembang menjadi dewasa untuk bereproduksi Kemudian dihasilkan telur-telur lagi Telur yang dihasilkan bisa mencapai 200 ribu buah

PowerPoint Presentation:

Bahaya Ascaris Bila tidak segera diobati , Ascaris dapat mengakibatkan kematian

CACING FILARIA (Wuchereria brancofti) :

CACING FILARIA ( Wuchereria brancofti ) Tempat hidupnya di dalam pembuluh limfa . Cacing dewasa berwarna putih kekuning-kuningan , diliputi kutikula halus . Berbentuk silindris seperti benang , kedua ujung tumpul , bagian anterior membengkak . Penumpukan cacing filaria di pembuluh limfe dapat menyebabkan penyakit kaki gajah . Cacing filaria menginfeksi manusia melalui perantara nyamuk Culex yang meng g igit penderita .

Siklus hidup:

Siklus hidup N yamuk sebagai vektor perantara menggigit dan menghisap darah orang yang terkena filariasis, sehingga mikrofilaria yang terdapat di tubuh penderita ikut terhisap ke dalam tubuh nyamuk . Mikrofilaria berkembang dalam otot nyamuk. Sekitar 3 minggu larva mulai bergerak aktif dan berpindah ke alat tusuk nyamuk. Nyamuk pembawa mikrofilaria menggigit manusia dan memindahkan larva infektif tersebut. Bersama aliran darah, larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfa.

Wuchereria brancofti:

Wuchereria brancofti

PENYAKIT KAKI GAJAH (FILARIASIS) AKIBAT CACING FILARIA:

PENYAKIT KAKI GAJAH (FILARIASIS) AKIBAT CACING FILARIA

CACING TAMBANG (Ancylostoma duodenale) :

CACING TAMBANG ( Ancylostoma duodenale ) Cacing ini ditemukan di pertambangan daerah tropis . Hidup sebagai parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh pada usus halus manusia . Memiliki ujung anterior melengkung membentuk kapsul mulut dengan 1-4 pasang kait kitin . Pada ujung posterior cacing tambang jantan terdapat bursa kopulasi . Cacing betina memiliki vulva (organ kelamin luar ) yang terdapat didekat bagian tengah tubuhnya . Reproduksi secara seksual.

Siklus hidup:

Siklus hidup Telur keluar bersama feses dari dalam usus manusia . Di tempat lembab dan becek , telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform . larva ini berubah menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah , menuju jantung , paru-paru , faring, tenggorok , kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus . Di dalam usus , larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali .

CACING KREMI (Oxyuris vermicularis) :

CACING KREMI (Oxyuris vermicularis) U kurannya sangat kecil , sekitar 10 -15 mm. Cacing kremi hidup di dalam usus besar manusia . Cacing kremi tidak menyebabkan penyakit yang berbahaya namun cukup mengganggu . Infeksi cacing kremi tidak memerlukan perantara . Cacing ini bertelur pada anus penderita dan menyebabkan rasa gatal. Jika penderita sering menggaruk pada bagian anus dan tidak menjaga kebersihan tangan, maka infeksi cacing kremi akan terjadi kembali . Pengulangan daur infeksi cacing kremi secara autoinfeksi , yaitu dilakukan oleh penderita sendiri .

SIKLUS HIDUP:

SIKLUS HIDUP Cacing betina bertelur disekitar anus pada malam hari sehingga menimbulkan rasa gatal. Ketika digaruk, telur melekat di jari, tertelan oleh si penderita (autoinfeksi). Telur menetas di usus kecil menjadi larva, lalu tumbuh dan berkembang, dan akhirnya kawin di usus besar. Kemudian bertelur di sekitar anus

2. Kelas ACANTHOCEPHALA:

2. Kelas ACANTHOCEPHALA Memiliki duri di kepala. Hidup di dalam usus vertebrata dan biasanya melekat pada dinding usus dengan belalai bengkok berkait duri. Panjang tubuh beberapa mm ada yang mencapai 50 mm. Dinding tubuhnya tidak dilapisi oleh kutikula, dan mempunyai otot sirkular dan longitudinal. Mempunyai alat pencernaan. Makanan dihisap melalui tubuh hospesnya. Jenis kelamin terpisah (diocious). Reproduksinya dengan cara seksual (kopulasi), dan fertilisasinya internal. Memiliki hospes intermedier, yaitu bangsa Crustacea (udang) dan insect (serangga ). Contoh : Neoechinorhynchus emydis yang menyerang penyu, kura-kura, dan bulus.

PowerPoint Presentation:

TERIMAKASIH WASSALAM

PowerPoint Presentation:

Ada Pertanyaan...?????????