pregnancy induced hypertension

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Materi Kuliah Maternitas II

Comments

By: saatu (121 month(s) ago)

Please, let me download this nice presentation.

By: makambata (122 month(s) ago)

CAN I HAVE THIS PRESENTATION?FIND IT QUITE EDUCATIVE

Presentation Transcript

Good Morning ^^ : 

Good Morning ^^

Pregnancy Induced Hypertension : 

Pregnancy Induced Hypertension

Anggota Kelompok HG1 : 

Anggota Kelompok HG1 Natasha Juliyanti (0606102764) Affaf Karimah (0706270176) Agnes Darmayani A (0706270200) Dita Linda Sari (0706270415) Firman Amirulloh (0706270586) Indhit Tri Utami (0706270756) Nadia Farah Ferdina (0706270900) Rina Kusumastiti (0706271102)

All About PIH… : 

All About PIH…

Pengertian, dan Penyebab Pregnancy Induced Hypertension (PIH) : 

Pengertian, dan Penyebab Pregnancy Induced Hypertension (PIH) Pregnancy Induced Hypertension adalah penyakit hipertensi pada masa kehamilan dengan tensi awal yang normal (klien memiliki tekanan darah yang normal sebelum usia kehamilan 20 minggu). Penyebab PIH tidak diketahui; Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin.

Slide 7: 

JENIS- JENIS Pregnancy Induced Hypertention

Slide 8: 

Pre-eklampsia adalah kondisi kehamilan yang spesifik dimana hipertensi berkembang setelah kehamilan 20 minggu. Pre-eklampsia dibedakan menjadi dua, pre-eklampsia ringan dan pre-eklampsia berat; Pre-eklampsia ringan : Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHg.

Slide 9: 

Pre-eklampsia berat :suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Eklampsia adalah kelainan pada masa kehamilan, dalam persalinan, atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan saraf) dan / atau koma, dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre-eklampsia.

Slide 10: 

Transient Hypertension adalah perkembangan hipertensi selama kehamilan atau 24 jam pertama setelah melahirkan tanpa adanya tanda pre-eklampsia atau hipertensi sebelumnya. Hipertensi kronik adalah hipertensi yang terjadi sebelum masa kehamilan atau terdiagnosa sebelum masa kehamilan berumur 20 minggu. Hipertensi yang terjadi pada waktu 6 minggu setelah melahirkan.

HELLP Syndrome : 

HELLP Syndrome HELLP syndrome adalah manifestasi dari preeklampsia dengan hemolisis sel darah merah(H), peningkatan enzim hepar(EL), dan trombosit yang rendah(LP). Pada umumnya terlihat pada trimester kedua atau awal trimester ketiga. Klien  malaise, nyeri epigastrik, mual dan muntah. Mekanisme patofisiologi HELLP Syndrome : vasospasme arteri, kerusakan endotel, agregasi platelet dengan hasil hipoksia jaringan.

Faktor Risiko Preeklampsia-Eklampsia : 

Faktor Risiko Preeklampsia-Eklampsia Primigravida atau Older Multipara Usia : < 18 tahun atau > 35 tahun BB : < 100 pounds atau obesitas Adanya penyakit kronik : DM, hipertensi, renal disease, vascular disease, collagen vascular disease Pembentukan Mola Hidatidosa Komplikasi kehamilan : kehamilan kembar, besarnya janin, polyhydramnion Preeklampsia pada kehamilan sebelumnya

Tanda dan Gejala Pregnancy Induced Hypertension : 

Tanda dan Gejala Pregnancy Induced Hypertension

Slide 15: 

Vasospasme arteri Rupture kapiler kecil Hemoragik kecil Nyeri kepala, hyperreflexia Kejang SISTEM NEUROLOGI

Slide 16: 

↓ Laju glomerulus Kerusakan glomerulus Proteinuria Tekanan osmotik koloid Edema Hypovolemia ↑ Hematokrit ↑ Angiotensin dan Aldosteron Edema yang lebih jauh SISTEM RENAL

Slide 17: 

↓ Perfusi plasenta Hipoksemia fetus ↓ nutrisi Asidosis restriksi pertumbuhan intrauterine Kematian perinatal BBLR PLASENTA

Contoh diagnosa untuk PIH : 

Contoh diagnosa untuk PIH Diagnosa keperawatan Resiko tinggi terjadinya kejang pada ibu berhubungan dengan penurunan fungsi organ (vasospasme dan peningkatan tekanan darah). Tujuan : Setelah dilakukan tindakan perawatan tidak terjadi kejang pada ibu Kriteria Hasil : Kesadaran : compos mentis, GCS : 15 Tanda-tanda vital :Tekanan Darah    : 100-120/70-80 mmHg    Suhu    : 36-37 C Nadi            : 60-100 x/mnt        RR    : 16-20 x/mnt

Intervensi : : 

Intervensi : 1. Monitor tekanan darah tiap 4 jam R : Tekanan diastole > 110 mmHg dan sistole 160 atau lebih merupkan indikasi dari PIH 2. Catat tingkat kesadaran pasien R : Penurunan kesadaran sebagai indikasi penurunan aliran darah otak 3. Kaji adanya tanda-tanda eklampsia ( hiperaktif, reflek patella dalam, penurunan nadi,dan respirasi, nyeri epigastrium dan oliguria ) R : Gejala tersebut merupakan manifestasi dari perubahan pada otak, ginjal, jantung dan paru yang mendahului status kejang

Slide 20: 

4. Monitor adanya tanda-tanda dan gejala persalinan atau adanya kontraksi uterus R : Kejang akan meningkatkan kepekaan uterus yang akan memungkinkan terjadinya persalinan 5. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian anti hipertensi dan Magnesium Sulfat R : Anti hipertensi untuk menurunkan tekanan darah ; magnesium sulfat untuk mencegah terjadinya kejang

Penanganan untuk PIH : 

Penanganan untuk PIH Bedrest (baik di rumah maupun di rumah sakit dapat direkomendasikan) Hospitalisasi (ketika peralatan dan tenaga kesehatan khusus dibutuhkan) Magnesium sulfat (pengobatan antihipertensi untuk PIH) Monitoring fetus (untuk mengecek kesehatan fetus ketika ibunya memiliki PIH) dapat termasuk: Penghitungan gerakan fetus yaitu dengan menjaga jalannya pergerakan dan tendangan fetus. Adanya perubahan dalam jumlah dan frekuensi menandakan bahwa fetus berada dalam kondisi stress. Nonstress-testing yaitu dengan mengukur denyut jantung fetus dalam merespon pergerakan fetus.

Lanjutan… : 

Lanjutan… Biophysical profile yaitu suatu test yang mengombinasikan nonstress-test dengan ultrasound untuk mengobservasi fetus. Tes laboratorium berkelanjutan dari urin dan darah (sebagai sinyal untuk mengetahui perubahan yang menandakan memburuknya PIH) Medikasi, disebut kortikosteroid, yang membantu kematangan paru-paru fetus (ketidakmatangan paru-paru merupakan masalah utama dari bayi prematur) Melahirkan bayi (jika penanganan-penanganan tidak mampu mengendalikan PIH atau ketika ibu dan fetus berada dalam keadaan bahaya). Kelahiran sesar direkomendasikan untuk beberapa kasus.

Referensi : 

Referensi Bobak, Irene M, Deitra Leonard Lowdermilk and Margaret Duncan Jensen. (1995). Maternity Nursing. Missouri : Mosby. McKinney, Slone Emily, dkk. (2007). Foundations of Maternal-Newborn Nursing 4th edition. Singapore: Elsevier Robbins, Stanley L, dkk. (2004). Buku Ajar Patologi Edisi 7. Jakarta: EGC

Slide 24: 

-Terima Kasih- _HG1_

authorStream Live Help