Bab 5 Angin dan awan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

1 angin

PowerPoint Presentation:

2

PowerPoint Presentation:

3

PowerPoint Presentation:

4 Coriolis Effect

PowerPoint Presentation:

5 Faktor yg mempengaruhi sebaran tek.udara = yg mempengaruhi suhu. Pengaruh lintang bumi : Tek.udara rendah sepanjang lingkaran equator  doldrum Tek.udara tinggi sepanjang lintang 25 o -35 o  sub tropical high Tek.udara rendah sepanjang lintang 60 o -70 o  sub polar low Tek.udara tinggi pada lintang kutub dingin  cold polar high

PowerPoint Presentation:

6

PowerPoint Presentation:

7 Bila terjadi perbedaan di antara pusat tekanan (yakni suhu atmosfer) terlalu tinggi, arus udara (angin ) menjadi sangat kuat. Demikianlah terbentuknya angin yang sangat merusak, misalnya angin ribut. Yang menarik, meskipun terdapat daerah-daerah yang memiliki perbedaan suhu yang sangat jauh seperti antara khatulistiwa dan kutub, bumi tidak selalu dihadapkan pada angin dan tekanan yang kuat, berkat adanya rintangan”. Berupa tebing-tebing terjal, angin diperlemah karena disalurkan ke beberapa arah. Rantai pegunungan pada kerak bumi berfungsi sebagai koridor udara raksasa. Koridor-koridor ini akan membantu angin menyebarkan udara ke seluruh penjuru bumi secara merata

PowerPoint Presentation:

8 Alat ukur : Anemometer : satuan (Km, Knot) Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin yaitu : Kekuatan angin Arah angin Kecepatan angin Angin dapat bergerak secara horizontal maupun vertikal dengan kecepatan yang dinamis dan fluktuatif . Pergerakan angin secara horizontal dinamakan adveksi , sedangkan pergerakan secara vertikal dinamakan konveksi .

PowerPoint Presentation:

9 Arah angin : Arah datangnya angin. Angin utara yaitu angin yang datang dari utara. Arah angin dapat dinyatakan dengan arah mata angin atau derajat lingkaran

PowerPoint Presentation:

10 Kecepatan angin : Satuan kecepatan terdiri dari beberapa macam, yaitu: (m/ det ), (km/jam), Mile/hour, Knots (1 knots =1,8 km/jam) Alat–alat pengukur angin tersebut adalah :

PowerPoint Presentation:

11 Anemometer, yaitu alat yang mengukur kecepatan angin. Wind vane, yaitu alat untuk mengetahui arah angin. Windsock , yaitu alat untuk mengetahui arah angin dan  memperkirakan besar kekuatan angin . Biasanya ditemukan di bandara – bandara . Garis-garis di peta yang menunjukkan tempat-tempat yang sama kekuatan atau kecepatan anginnya : ISOVENT Selain dengan menggunakan alat–alat pengukur angin, arah dan kecepatan angin juga dapat diukur/diperkirakan dengan menggunakan tabel Skala Beaufort.

PowerPoint Presentation:

12 Skala Beaufort Kategori Satuan dalam km/jam Satuan dalam knots Keadaan di daratan Keadaan di lautan 0 Udara Tenang Calm (tenang) 0 0 Asap bergerak secara vertikal Permukaan laut seperti kaca 1~3 Angin lemah Light air ≤ 19 ≤ 10 Angin terasa di wajah; daun-daun berdesir; kincir angin bergerak oleh angin riuk kecil terbentuk namun tidak pecah; permukaan tetap seperti kaca 4 Angin sedang Moderate breeze 20~29 11~16 mengangkat debu dan menerbangkan kertas; cabang pohon kecil bergerak Ombak kecil mulai memanjang; garis-garis buih sering terbentuk 5 Angin segar Fresh breeze 30~39 17~21 pohon kecil berayun; gelombang kecil terbentuk di perairan di darat Ombak ukuran sedang ; buih berarak -arak Contoh tabel Skala Beaufort:

PowerPoint Presentation:

13 6 Angin kuat Strong breeze 40~ 50 22~ 27 cabang besar bergerak ; siulan terdengar pada kabel telepon ; payung sulit digunakan Ombak besar mulai terbentuk, buih tipis melebar dari puncaknya, kadang-kadang timbul percikan 7 Angin ribut Moderata gale 51~ 62 28 ~33 pohon-pohon bergerak ; terasa sulit berjalan melawan arah angin Laut mulai bergolak , buih putih mulai terbawa angin dan membentuk alur-alur sesuai arah angin 8 Angin ribut sedang Fresh gale 63~ 75 34~ 40 ranting-ranting patah; semakin sulit bergerak maju Gelombang agak tinggi dan lebih panjang; puncak gelombang yang pecah mulai bergulung; buih yang terbesar anginnya semakin jelas alur-alurnya 9 Angin ribut kuat Strong gale 76~ 87 41~ 47 kerusakan bangunan mulai muncul; atap rumah lepas; cabang yang lebih besar patah Gelombang tinggi terbentuk buih tebal berlajur-lajur ; puncak gelombang roboh bergulung-gulung ; percik-percik air mulai mengganggu penglihatan

PowerPoint Presentation:

14 10 Badai Whole gale 88~ 102 48~ 55 jarang terjadi di daratan; pohon-pohon tercabut; kerusakan bangunan yang cukup parah Gelombang sangat tinggi dengan puncak memayungi ; buih yang ditimbulkan membentuk tampal-tampal buih raksasa yang didorong angin , seluruh permukaan laut memutih ; gulungan ombak menjadi dahsyat ; penglihatan terganggu 11 Badai kuat Storm 103 ~117 56~ 63 sangat jarang terjadi- kerusakan yang menyebar luas Gelombang amat sangat tinggi (kapal-kapal kecil dan sedang terganggu pandangan karenanaya), permukaan laut tertutup penuh tampal -tampal putih buih karena seluruh puncak gelombang menghamburkan buih yang terdorong angin; penglihatan terganggu 12+ Topan Hurricane >118 >64 Udara tertutup penuh oleh buih dan percik air; permukaan laut memutuh penuh oleh percik-percik air yang terhanyut angin ; penglihatan amat sangat terganggu

PowerPoint Presentation:

15 Arah dan kecepatan angin memegang peranan penting dalam bidang proteksi tanaman. Penyebaran serangan hama penyakit banyak dibantu oleh arah angin. Begitu pula penyemprotan pestisida perlu memperlihatkan arah dan kecepatan angin. Kecepatan angin yang besar dapat menyebabkan banyak bahan pestisida ikut diterbangkan angin. Demikian pula dalam bidang perikanan yang menggunakan perahu layar. Angin bertindak sebagai energi penggerak. Sistem angin utama di dunia. (sirkulasi umum atmosfer dan angin Lokal) Sirkulasi umum atmosfir adalah gerak rata-rata dari angin di permukaan bumi. Mekanisme dasar terjadinya gerak udara disebabkan oleh penimbunan, pelenyapan, dan alih panas dari matahari. Daerah lintang rendah antara ekuator dan tropis selalu lebih panas dibandingkan daerah kutub yang dingin.

PowerPoint Presentation:

16 JENIS ANGIN : (ANGIN TETAP) = Angin Passat : (BU : pasat timur laut . BS = pasat tenggara Angin Anti Passat Angin Barat ( daerah subtropis sd 60 0 ) Angin Timur ( antara Lintang 60 0 sampai kutub ) http://abatrion.blogspot.com/2009/03/dinamika-perubahan-atmosfer-dan.html

PowerPoint Presentation:

17 Angin Passat = TRADEWIND  termasuk angin tetap Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik ( tekanan udara tinggi disebut Lintang kuda ( horse latitude )) menuju ke daerah ekuator ( khatulistiwa ) baik di BU atau BS maka dikenal : a) Angin Passat Timur Laut bertiup di belahan bumi Utara. b) Angin Passat Tenggara bertiup di belahan bumi Selatan. Di sekitar khatulistiwa , kedua angin passat ini bertemu . Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi ( tekanan udara rendah ), maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal ( konveksi ).

PowerPoint Presentation:

18 Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan ITCZ ( Intertropical Convergence Zone) atau DKAT ( daerah Konvergensi Antartropis ). DKAT ditandai dengan temperatur yang selalu tinggi . Akibat kenaikan massa udara ini , wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan . Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum ( wilayah tenang ). DKAT (Daerah Konvergensi Antar Tropis) adalah suatu daerah tempat berkumpulnya awan (Konvergen = mengumpul) di sekitar equator yang memanjang dari barat ke timur tidak dalam garis lurus. Daerah ini menimbulkan hujan lebat bagi wilayah yang dilaluinya.

PowerPoint Presentation:

19 Angin Anti Passat Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat . Di BU  Angin Anti Passat Barat Daya dan di BS  Angin Anti Passat Barat Laut . Pada daerah sekitar lintang 20 o - 30 o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering . Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan . Akibatnya , terbentuk gurun di muka bumi , misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara ( Afrika ), dan gurun di Australia.

PowerPoint Presentation:

20 Di daerah Subtropik (30 o – 40 o LU/LS) terdapat daerah “ teduh subtropik”yang udaranya tenang , turun dari atas , dan tidak ada angin . Sedangkan di daerah ekuator antara 10 o LU - 10 o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah “ teduh ekuator ” atau “ daerah doldrum ”

PowerPoint Presentation:

21 Angin Barat Sebagian udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis Utara dan Selatan mengalir ke daerah sedang Utara dan daerah sedang Selatan sebagai angin Barat. Pengaruh angin Barat di belahan bumi Utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua . Di belahan bumi Selatan pengaruh angin Barat ini sangat besar , tertama pada daerah lintang 60 o LS. Di sini bertiup angin Barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.

PowerPoint Presentation:

22 Angin Timur Di daerah Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum . Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60 o LU/LS). Angin ini disebut angin Timur . Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub . 5 . Angin Muson ( Monsun )/ Musim

PowerPoint Presentation:

23 Angin Lokal Di samping angin musim , di Indonesia juga terdapat angin lokal ( setempat ) yaitu sebagai berikut : Angin Terjadi akibat perbedaan suhu lokal. Angin lokal ini mempengaruhi daerah relatif kecil dan terbatas pada lapisan troposfer bawah. A. Angin lokal terdapat 3 macam yaitu : 1. Angin Darat dan Laut Angin darat dan angin laut terjadi akibat perbedaan sifat fisis darat dan laut seperti : laut mempunyai kapasitas panas lebih besar daripada darat. Laut lebih banyak memantulkan sinar matahari daripada darat Energi matahari dapat memasuki laut sampai dalam dengan bantuan arus laut, sedangkan di darat energi matahari hanya mencapai kedalaman beberapa sentimeter saja

PowerPoint Presentation:

24 Angin laut mulai berhembus sekitar pukul 10.00, maksimum pukul 14.00 dan menurun pada pukul 14.00 sd 20.00, sesudah itu berganti dengan angin darat. Kekuatan angin laut bergantung pada beda suhu antara darat dan laut, makin besar beda suhunya makin kencang anginnya. Sifat-sifat angin laut Lembab , sejuk karena mengandung banyak uap air. Angin lemah, dapat masuk ke daratan sejauh ±50 km. Dapat menyebabkan hujan orografis, bila dihadang oleh gunung Dapat digunakan oleh nelayan dengan perahu layarnya untuk naik ke darat pada siang hari.

PowerPoint Presentation:

25 3. Angin Ribut / Puyuh Puting beliung , yaitu angin kencang yang datang secara tiba – tiba , mempunyai pusat , bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 – 5 menit ). Kecepatan angin rata – ratanya berkisar antara 30 – 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus ( Cb ) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu – abu gelap dan menjulang tinggi . Namun , tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung . dapat terjadi dimana saja , di darat maupun di laut dan di laut durasinya lebih lama daripada di darat . Angin ini lebih sering terjadi pada siang atau sore hari , terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim ( pancaroba ). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 – 10 km, karena itu bersifat sangat lokal .

PowerPoint Presentation:

26 4. Angin Foehn = Angin Jatuh Wind-ward side Lee-ward side

PowerPoint Presentation:

27 Proses terjadinya angin Foehn Angin y g relatif lembab menaiki daerah pegunungan dgn h = 4000 m. Setelah udara naik setinggi 1.500 m maka udara akan mengalami kondensasi dan pembentukan awan. Jika suhu permukaan tanah adalah 5 0 C , udara alami pendinginan sebesar 1 0 C/100 m, yaitu laju penurunan adiabatik kering sehingga suhunya menjadi – 10 0 C pada dasar awan. Kenaikan udara selanjutnya menyebabkan pendinginan 0,6 0 C/100 m pada adiabatik jenuh karena panas terselubung kondensasi diberikan pada udara. massa udara mengalami kondensasi dan timbul hujan ( winward side ). Pada h = 5000 m, yaitu pada puncak awan m k suhunya jadi – 31 0 C. Pada lereng di bawah angin, udara akan menjadi panas d gn kenaikan suhu 1 0 C/100 m oleh adiabatik ker ing . Pada h = 1.500 m, yaitu paras dasar awan maka suhu akan menjadi 4 0 C pada lereng di bawah angin dibandingkan – 10 0 C pada lereng di atas angin, sdgkan pda permukaan tanahnya menjadi 19 0 C dibandingkan dengan 5 0 C pada waktu udara belum menaiki pegunungan. Daerah yang dilalui disebut leeward side .

PowerPoint Presentation:

28 Kadang-kadang angin ini pada tanaman akan mengakibatkan layu. Karena tanaman tidak dapat mengimbangi jumlah air yang hilang melalui proses evaporasi dan transpirasi dengan pengambilan air dari tanah. Di Indonesia, dikenal sbg a. Gending ( Pasuruan , Probolinggo ), a.kumbang (Cirebon, Majalengka dan Brebes ), angin Bohorok (Deli), angin Padang lawas (Sumatera Barat) dan angin Brubu di Sulawesi selatan serta angin Wambaraw (Biak papua ) Bagi daerah-daerah ini tidak merusak bahkan menguntungkan karena di daerah-daerah ini banyak tanaman bawang. Dengan adanya angin ini dapat mengakibatkan daerah di sekitar tanaman tidak lembab, dimana keadaan demikian tidak disenangi penyakit dan hama tanaman. Penguapan yang besar dapat ditanggulangi dengan penyiraman Sifat angin Fohn : Panas (t besar ) RH kecil Kecepatan besar karena udara turun.

PowerPoint Presentation:

29 Di negara-negara lainnya angin Foehn ialah : Chinook di sebelah barat Kanada dan Amerika Serikat Zonda di Argentina Sirocco di Laut Tengah Kramsin di Mesir Sinoom di Afrika Lec te di Maroko Leveche di Spanyol

PowerPoint Presentation:

30 5. Angin Siklon dan Angin Anti siklon

PowerPoint Presentation:

31 A W A N

PowerPoint Presentation:

32 Uap air naik ke udara atau atmosfer . Uap air naik semakin lama semakin tinggi karena tekanan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer bagian atas . Semakin ke atas , suhu atmosfer juga semakin dingin , maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer , membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 - 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter). Tanpa adanya debu atmosfer , yang disebut aerosol, pengembunan tidak mudah terjadi . Miliaran titik-titik air tersebut kemudian berkumpul membentuk awan . PEMBENTUKAN AWAN Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut

PowerPoint Presentation:

33 PEMBENTUKAN AWAN KANDUNGAN UAP AIR ATMOSFER < 2% DARI TOTAL VOL ATMOSFER. BERVARIASI ANTARA 0% - 3% DI DAERAH LINTANG MENENGAH dan mencapai 4% DI DAERAH TROPIKA Basah . DALAM SUHU ATMOSFER, AIR MERUPAKAN SATU2NYA KOMPONEN ATMOSFER YG DAPAT BERUPA 3 BENTUK ZAT : CAIR (AIR), GAS ( UAP) MAUPUN PADAT (ES) PERUBAHAN DARI SATU BENTUK MENJADI BENTUK YG LAIN DI ALAM TERJADI DALAM SUATU SIKLUS YG DISEBUT HIDROLOGI SIKLUS HIDROLOGI MEMERLUKAN ENERGI PANAS & KELEMBAPAN YANG CUKUP Pustaka tentang awan 2013

PowerPoint Presentation:

34 SIKLUS HIDROLOGI : DI DAERAH GURUN, ENERGI MENCUKUPI tapi KELEMBAPAN KURANG, EVAPORASI selalu TERJADI SETIAP SAAT BILA AIR TERSEDIA tapi PRESIPITASI SGT JARANG SEHINGGA SIKLUS HIDROLOGI MENJADI PASIF PADA SATU SABUK LINTANG, EVAPORASI > DP CURAH HUJAN. SEDANGKAN PD LINTANG YG LAIN, CURAH HUJAN > DP EVAPORASI UNTUK MENCAPAI KESEIMBANGAN, HRS ADA TRANSFER AIR / UAP AIR ( & JUGA ENERGI )

PowerPoint Presentation:

35 Klasifikasi awan Stratiform : tumbuh lambat , arus vertikal menyebar luas yang menyebabkan hujan kontinu, dikaitkan dengan kenaikan udara skala luas akibat adanya front (batas antara pertemuan dua massa udara yang mempunyai sifat fisika (suhu, densitas berbeda) , kenaikan topografi atau konvergensi horisontal skala luas. Tumbuh dengan lambat, Cumuliform yang menyebabkan hujan deras ( shower ) dikaitkan dengan konveksi skala cumulus yang terlokasasi dalam udara labil . Penggolongan Awan : 1. metode pembentukan : awan Stratiform dan Cumuliform 2. ketinggian dasar awan . awan rendah , menengah , awan tinggi .

PowerPoint Presentation:

36 36 Awan Rendah Menengah Tinggi Tumbuh Vertikal

PowerPoint Presentation:

37 Klasifikasi awan menurut ketinggian dasar awan menurut Howard , awan rendah , mempunyai ketinggian dasar awan kurang dari 2 km, biasanya dipakai kata strato, atau stratus. Contohnya Nimbostratus (Ns), Stratocumulus (Sc), dan Stratus (St) Awan menengah , mempunyai ketinggian dasar awan antara 2 dan 6 km, biasanya diawali dengan kata alto. Contohnya Altocumulus (Ac) dan Altostratus (As) Awan tinggi , mempunyai ketinggian dasar awan di atas 6 km, biasanya ditandai dengan awalan Cirro atau cirrus. Contohnya Cirrostratus (Cs), Cirrocumulus (Cc) dan Cirrus (Ci)

PowerPoint Presentation:

38 Awan Commulus yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bundar-bundar) dan dasarnya horizontal. Awan Stratus yaitu awan yang tipis berlapis lapis dan tersebar luas sehingga dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah awan yang rendah dan luas. Awan Cirrus yaitu awan yang berdiri sendiri yang halus dan berserat-serat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es tapi tidak dapat menimbulkan hujan. Awan Nimbus yaitu awan yang mempunyai bentuk tidak beraturan. Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya . Menurut morfologinya (bentuknya)

PowerPoint Presentation:

39

PowerPoint Presentation:

40 Berdasarkan ketinggiannya : ada 4 kelompok  tdd 10 tipe Awan tinggi ( lebih dari 6000 m – 9000 m), karena tingginya selalu terdiri dari kristal-kristal es . biasanya terbentuk diatas ketinggian 6000 m agak tipis dan putih ; menjelang matahari terbit / terbenam berwarna merah , orange dan kuning terbentuk dari himpunan salju halus , ada 3 tipe : 1. Cirrus ( Ci ) : awan tipis seperti bulu burung . Tdd hablur2 es 2. Cirro stratus ( Ci -St) : awan putih merata seperti tabir . 3. Cirro Cumulus ( Ci -Cu) ; seperti sisik ikan . Garis bertumpuk (cumulus)

PowerPoint Presentation:

41 No. Nama Awan Simbol Tinggi (Perkiraan) 1. 2. 3. Cirrus Cirrostratus Cirrocumulus Ci Cs Cc Jenis awan tinggi (20.000 – 40.000) kaki. 4. 5. Altostratus Altocumulus As Ac Jenis awan menengah (medium), 8.000 – 20.000 ft 6. 7. 8. Stratus Stratocumulus Nimbostratus St Sc Ns Jenis awan rendah < 8.000 ft 9. 10. Cumulus Cumulonimbus Cu Cb Awan dengan perkembangan vertikal 10 tipe utama awan :

PowerPoint Presentation:

42 Awan tinggi Cirrus seperti belaian tipis rambut/bulu melintas dari barat ke timur mencirikan cuaca yang baik dan nyaman Cirrocumulus seperti gumpalan kecil kapas , putih-bundar , individu atau dalam barisan menutupi hanya sebagian kecil dari langit bintik-bintik yang memantulkan warna merah dan kuning menjadikan awan ini paling indah Cirrostratus tipis seperti lembaran-lembaran menutupi seluruh langit matahari dan bulan dibalik awan ini masih terlihat kalau awan ini tebal , langit seperti putih berkilauan terbentuk sebelum badai sehingga dapat digunakan meramal hujan dalam 12 – 24 jam

PowerPoint Presentation:

43 2) Awan sedang atau sedang (2000 m – 6000 m) Terdiri dari butiran-butiran air bila suhu cukup rendah terdapat juga kristal es 4. Alto Comulus (A-Cu) : awan bergumpal gumpal tebal . Berwarna kelabu , bentuk awannya massa globuler mendatar . 5. Alto Stratus (A- St) : awan berlapis -lapis tebal . Lembaran awannya uniform, biasanya disertai penyebarluasan presipitasi .

PowerPoint Presentation:

44 Awan Menengah Alto cumulus seperti gumpalan kapas lebih besar dari cirrocumulus, abu-abu , bergulung dalam gelombang yang sejajar kalau muncul pada pagi hari musim panas mengisyaratkan hujan menjelang sore hari

PowerPoint Presentation:

45 Awan rendah ( di bawah 2000 m) hampir seluruhnya tda butiran air 6. Stratocumulus (Sc / St-Cu) : awan yang tebal luas dan bergumpal - gumpal . Warna kelabu , tepian lebih terang . 7. Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapis -lapis. 8. Nimbo Stratus (Ns / No-St) : lapisan awan tebal yang luas , menyerupai lapisan bergerigi , bentuk tidak beraturan sering mendatangkan presipitasi / hujan . Sering disebut awan hujan yg kelabu gelap hampir kehitaman

PowerPoint Presentation:

46 Awan rendah Nimbostratus berwarna abu-abu gelap matahari dan bulan dibalik awan ini tidak terlihat karena rendah sering tersapu angin membentuk sebaran-sebaran awan stratus fructus m engisyaratkan hujan yang terus menerus dengan intensitas rendah Letaknya rendah , berwarna abu-abu dan pinggirnya bergerigi dan menghasilkan hujan gerimis salju .

PowerPoint Presentation:

47 Awan yang tumbuh vertikal Cumulus Cumulus congetus Cumulonimbus Awan yang terjadi karena udara naik secara vertikal , terdapat pada ketinggian 500 m–6000 m 9. Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal ( bulu domba / bunga kol (Cauliflower), padat ,, dgn perkembangan vertikal , dasarnya rata. 10 CumuloNimbus ( Cb / Cu-Ni) : awan dari massa berat dgn perkembangan vertikal , menjulang ke atas , bergumpal gumpal luas , tidak lama menjadi curahan hujan lebat , halilintar , angin ribut (squall) dan kadang jatuhkan hujan es (hail).

PowerPoint Presentation:

48 Cumulus : seperti kapas , garis luar yang jelas , dasar rata 1000 m di atas tanah , lebar sekitar 1 km puncak awan berbentuk kubah/ menara terpisah-pisah dengan langit biru diantaranya menjelang sore menjadi jauh lebih besar , tumbuh vertikal , mirip kembang kol menjadi cumulus congetus menyebabkan hujan yang menyebar Letaknya rendah , tidak menyatu / terpisah-pisah . Bagian dasarnya berwarna hitam dan di atasnya putih . Awan ini biasanya menghasilkan hujan

PowerPoint Presentation:

49 Ketiga bentuk-bentuk dasar ini dapat muncul secara bersama-sama dan dalam beberapa bentuk kombinasi . awan berbentuk lapisan luas , halus dan merata sebagai petunjuk bahwa udara di daerah itu secara keseluruhan naik ke atas dengan lambat , awan ini disebut Stratus (St) atau awan lapisan awan menyebar bagai kapuk putih yang melayang di udara dan berkelompok sendiri , bentuk ini disebut awan Cumulus (Cu). Di Indonesia banyak dijumpai awan Cumulus, sedangkan di daerah Eropa atau negara dingin lainnya lebih banyak dijumpai awan Stratus.

PowerPoint Presentation:

50 Awan stratus menimbulkan hujan merata dan awan cumulus menyebabkan hujan deras ( Shower ) Awan Cumulonimbus ( Cb ) adalah awan cumulus yang besar , ganas , menjulang tinggi sebagai awan hujan , dasar awan antara 100 – 600 m, sedangkan puncaknya dapat mencapai ketinggian 15 km atau ketinggian tropopause . Dalam awan ini dapat terjadi batu es (hail), guruh , kilat , hujan deras dan kadang-kadang terjadi angin ribut .

PowerPoint Presentation:

51 51 Awan Cumulus congentus seperti awan cumulonimbus, bedanya belum cukup tinggi shg belum terbentuk puncak yang berwarna putih Awan cumulus adalah jenis awan kecil yang menjulang ke atas dengan tinggi dasar awan 600 dan 1.000 m, tinggi puncaknya 1.500 – 5000 m. seperti kapas tidak menimbulkan hujan , sedangkan yang besar dan kehitam-hitaman dapat menghasilkan hujan lokal ringan Stratocumulus merupakan pecahan dari cumulus, bentul seperti kapuk berserakan dengan tinggi dasar awan sekitar 2.000 m .

PowerPoint Presentation:

52 altocumulus dasar awan lebih tinggi dari stratocumulus, terlihat berserakan merata dan bergumpal-gumpal berwarna putih dan hitam , jika ketebalannya cukup dapat menghasilkan hujan . Altostratus adalah awan menengah yang merata dan dapat berupa lapisan-lapisan yang tebal , maka pada musim hujan awan ini dapat menimbulkan hujan merata , ringan sampai sedang dan berlangsung terus menerus Awan Cirrus adalah awan tinggi di atas 10 km, warnanya putih dan terdiri dari kristal es .

PowerPoint Presentation:

53 Awan Dingin dan Awan Hangat Berdasarkan suhu lingkungan fisik atmosfer dimana awan tersebut berkembang , awan dibedakan atas awan dingin ( cold cloud ) dan awan hangat ( warm cloud ). Terminologi awan dingin diberikan untuk awan yang semua bagiannya berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu di bawah titik beku (< 0 0 C), sedangkan awan hangat adalah awan yang semua bagiannya berada di atas titik beku (> 0 0 C).

PowerPoint Presentation:

54 Awan dingin kebanyakan adalah awan yang berada pada daerah lintang menengah dan tinggi , dimana suhu udara dekat permukaan tanah saja bisa mencapai nilai <0 0 C. Di daerah tropis seperti halnya di Indonesia, suhu udara dekat permukaan tanah sekitar 20-30 0 C, dasar awan mempunyai suhu sekitar 18 0 C. Namun demikian puncak awan dapat menembus jauh ke atas melampaui titik beku , sehingga sebagian awan merupakan awan hangat , sebagian lagi di atasnya merupakan awan dingin . Awan semacam ini disebut awan campuran (mixed cloud).

PowerPoint Presentation:

55 Special Clouds Contrails (short for "condensation trails") are artificial clouds produced by aircraft. It's no accident that contrails tend to form when there are lots of cirrus clouds. Jet engines alone do not produce enough water vapor to result in long-lasting contrails. Contrails Contrail ( jalur kondensasi ) adalah awan buatan yang dihasilkan oleh pesawat . Contrail cenderung terbentuk ketika ada banyak awan Cirrus, karena mesin jet saja tidak menghasilkan uap air yang cukup untuk menghasilkan contrail

PowerPoint Presentation:

56 Lenticular Awan berbentuk lensa terbentuk ketika udara naik mengalami pendinginan , mengembun di atas , kemudian udara turun dan hangat kembali

PowerPoint Presentation:

57 Lenticular Clouds adalah awan yang unik yang biasanya terbentuk di sekitar bukit-bukit dan gunung , sebagai akibat dari hasil jalannya udara yang bergerak . Awan ini terlihat cukup berbeda , seperti piring terbang raksasa atau sesuatu seperti tumpukan miring dari pancake. Banyak gunung terkenal di seluruh dunia sering difoto dengan terdapat awan lenticular , termasuk Gunung Shasta dan Gunung Fuji. awan ini disebut lenticularis berdiri altocumular . Mereka terbentuk ketika arus udara lembab dipaksa ke atas saat dikirimkan melalui sebuah gunung , menyebabkan air mengembun dan membentuk awan . Kadang-kadang udara dipaksa menjadi pola gelombang , menghasilkan apa yang dikenal sebagai awan gelombang . awan gelombang dapat terlihat seperti string cakram menyebar keluar dari sisi bawah angin gunung . Mereka juga dapat membentuk gelombang miniatur yang kadang-kadang tampak persis seperti laut berombak .

PowerPoint Presentation:

58 Awan adalah sekumpulan dari titik-titik uap air yang berasal dari proses pemanasan air di permukaan bumi oleh panas matahari . Karena adanya perbedaan temperatur di udara untuk setiap ketinggian yang berbeda , maka terjadilah perbedaan tekanan udara yang menyebabkan timbulnya aliran udara dari tempat yang bertekanan udara lebih tinggi ke arah tekanan udara yang lebih rendah . Tekanan udara yang lebih tinggi pada umumnya terjadi pada daerah ketinggiannya yang lebih rendah . Hal ini menyebabkan adanya aliran udara naik ke atas yang akan mendorong naik titik-titik air dari hasil penguapan yang terjadi oleh pemanasan matahari . Semakin tinggi dari permukaan bumi , maka semakin rendah temperatur udara yang menyebabkan terjadi kondensasi dari ketinggian tertentu . Setelah mencapai temperatur kondensasi , titik-titik uap air yang terkandung pada bagian atas awan tersebut berubah menjadi kristal-kristal es . Karena adanya aliran angin ke atas , ke samping dan ke bawah , maka terjadilah tubrukan-tubrukan atau gesekan-gesekan antara kristal-kristal es tersebut yang menyebabkan terbentuknya ion-ion positif di bagian atas dan negatif di bagian bawah darl awan tersebut . Jenis awan seperti inilah yang menjadi cikal bakal awan petir apabila terbentuk proses lonisasi yang sangat besar . PEMBENTUKAN AWAN PETIR PT. Andalan Karya Teknik Mandiri

PowerPoint Presentation:

59 Presipitasi

PowerPoint Presentation:

60 Presipitasi = endapan hujan Di atm tdp uap air sbg hasil dari evapotranspirasi membentuk awan Awan adalah suspensi koloida udara atau aerosol selama butir-butir belum bersatu / besar akan tetap melayang-layang diudara. uap air ini di atmosfer mengalami perubahan ( proses-proses fisika ), baik menjadi cair (air, embun ) atau padat ( es dan salju ) jatuh ke permukaan bumi dan disebut sebagai presipitasi Selama butir-butir es, salju, air masih melayang-layang di atmosfir karena kecilnya, dan belum sampai ke permukaan bumi belum disebut sebagai presipitasi.

PowerPoint Presentation:

61 Jadi presipitasi adalah semua hasil perubahan bentuk uap air yang turun ke permukaan bumi dari atmosfir Tidak semua air hujan sampai ke permukaan bumi , sebagian menguap ketika jatuh melalui udara kering , sejenis presipitasi yang dikenali sebagai virga . Curah hujan : berapa tinggi air yang ditampung dalam kurun waktu tertentu jika air tsb tidak dialirkan , tidak diuapkan , dan tidak diresapkan ke dalam tanah . Satuan tinggi = mm atau inci  I inci = 25 mm dan 1 mm = 0,04 inci

PowerPoint Presentation:

62 PENGERTIAN HUJAN Curah hujan : tinggi air hujan (mm) yang diterima permukaan sebelum mengalami aliran permukaan , evaporasi dan infiltrasi . Hari hujan : suatu hari dengan curah hujan minimal 0 , 5 mm Intensitas hujan : jumlah curah hujan dibagi selang waktu terjadinya hujan Alat pengukur curah hujan : ombrometer & ombrograf Isohyet : garis yang menghubungkan tempat-tempat dengan curah hujan sama

PowerPoint Presentation:

63 Ketersediaan awan di atmosfer ketersediaan inti pembekuan ( freezing nuclei ) merupakan partikel 2 kecil dari bermacam-macam zat dengan ukuran diameter 0,0001 sampai 0,001 mm Kondisi cuaca yang memungkinkan proses kondensasi uap air hasil akhir kondensasi dapat mencapai permukaan bumi (   0,1 mm tidak sampai ke permukaan bumi ) Syarat proses perubahan awan menjadi curah hujan

PowerPoint Presentation:

64 Proses terjadinya hujan Ada dua proses yang menyebabkan awan menjadi hujan , yaitu proses kristal es ( ice-crystal process ) dan proses tangkapan ( capture process ). Pertama : Proses kristal es : Bila udara mendingin dgn cara mengambang , sementara mendingin , RH udara akan naik . Kalau udara itu jenuh terbentuklah butir-butir kecil awan . Butir ini tidak membeku sampai suhu jauh dibawah titik leleh (0 o C). Pada suhu antara 32-10 o F, awan masih berisi butir-butir air kecil . Pada suhu 10 o sampai -20 o F terdapat campuran antara butir air dan kristal es . Butir air kecil akan menguap dan uapnya akan bersatu dengan kristal es dan menjadi besar dan jatuh . Ini disebut juga Bergeron Effect ( Pengaruh Bergeron).

PowerPoint Presentation:

65 Kedua : Proses tangkapan ( Capture process ), terjadi benturan antara butir-butir air. Butir yang lebih besar jatuh dan menangkap butiran lainnya dan makin membesar kemudain jatuh sbg hujan .

PowerPoint Presentation:

66 Berdasarkan Proses terjadinya Hujan dibedakan menjadi 5, 1. Hujan siklonal , hujan yang terjadi karena udara panas yang naik disertai dengan angin berputar . Hujan zenithal ( Zenit = puncak )/( konveksi ), Karena pemanasan RM shg udara dipermukaan memuai dan naik secara vertikal membawa uap air Terjadi karena adanya pembumbungan naik massa udara secara tegak . Kondensasi terjadi dengan terbentuknya awan Cumulonimbus atau Nimbostratus dan hujan berlimpah-limpah sering terjadi di daerah sekitar ekuator atau Doldrums, akibat pertemuan Angin Pasat Timur Laut dengan Angin Pasat Tenggara. Kemudian angin tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan di sekitar ekuator yang berakibat awan menjadi jenuh dan turunlah hujan .

PowerPoint Presentation:

67 Hujan zenithal adalah hujan yang terjadi di daerah tropis , disebut juga hujan naik ekuatorial , biasa terjadi pada waktu sore hari setelah terjadi pemanasan maksimal antara pukul 14.00–15.00. Di daerah tropis selama setahun mengalami dua kali hujan zenithal, sedangkan daerah lintang 23½° LU/LS mengalami satu kali hujan zenithal. Di daerah tropis , daerah lintang 10° LU–10° LS, hujan ini terjadi bersamaan waktunya dengan kedudukan matahari pada titik zenitnya , atau beberapa waktu sesudahnya .

PowerPoint Presentation:

68 Hujan orografis ( Oros = tanah , gunung , Hujan Pegunungan ) hujan yang terjadi karena angin yang mengandung uap air yang bergerak horisontal . Angin tersebut naik menuju pegunungan , suhu udara menjadi dingin sehingga terjadi kondensasi . Terjadilah hujan di sekitar pegunungan . Kedua angin muson barat dan tenggara dapat menimbulkan hujan , tapi pada kebanyakan hujan orografik itu penyebab yang dominan adalah muson barat . Pada lereng datangnya angin ( winwards ) terjadi proses adiabatik kering dan adiabatik basah . Hujan orografik dianggap sebagai pemasok air tanah , danau , bendungan karena berlangsung di hulu DAS.

PowerPoint Presentation:

69 Hujan frontal ( Konvergensi ) yaitu hujan yang terjadi apabila massa udara dingin yang luas dan mendatar bertemu dengan massa udara yang panas . Karena mengalami penyesuaian massa udara panas bergerak ke atas shg menimbulkan kondensasi yg dapat menimbulkan hujan . Tempat pertemuan antara kedua massa itu disebut bidang front. Karena lebih berat massa udara dingin lebih berada di bawah , gerakan perlahan ke atas menghasilkan pengembunan ( kondensasi ). Kondensasi di sekitar bidang front inilah sering terjadi hujan lebat yang disebut hujan frontal. Sering terbentuk di daerah ekuator , letak wilayah konvergensi antar tropik (doldrums).

PowerPoint Presentation:

70 Hujan muson , yaitu hujan yang terjadi karena Angin Musim ( Angin Muson ). Penyebab terjadinya Angin Muson adalah karena adanya pergerakan semu tahunan Matahari antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan. Di Indonesia, secara teoritis hujan muson terjadi bulan Oktober sampai April. Sementara di kawasan Asia Timur terjadi bulan Mei sampai Agustus . Siklus muson inilah yang menyebabkan adanya musim penghujan dan musim kemarau.

PowerPoint Presentation:

71 JENIS-JENIS HUJAN BERDASARKAN UKURAN BUTIRNYA Hujan gerimis / drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm Hujan salju , terdiri dari kristal-kristal es yang suhunya berada dibawah 0° Celsius Hujan batu es , curahan batu es yang turun dalam cuaca panas dari awan yang suhunya dibawah 0° Celsius Hujan deras / rain, curahan air yang turun dari awan dengan suhu di atas 0° Celsius dengan diameter ± 0,7 cm.

PowerPoint Presentation:

72 MACAM HUJAN BERDASAR JUMLAH AIR Hujan ringan : hujan berjumlah < 20 mm per hari H ujan Sedang : hujan berjumlah 20-50 mm hari -1 . H ujan Lebat : hujan berjumlah 50-100 mm hari -1 . H ujan Sangat lebat : hujan berjumlah > 100 mm hari -1 . Biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Hujan di bawah pH 5.6, dianggap hujan asam .

PowerPoint Presentation:

73 Bentuk presipitasi Salju ( Snowfall ) : Bentuk presipitasi dari air beku, berbentuk kristal heksagonal bercabang atau bintang. Pada suhu rendah sekali, kristal itu kering. Bentuk dan ukurannya ditentukan oleh proses terjadinya sublimasi . sublimasi uap air di bawah titik beku ; bentuk heksagonal . Bila dalam perjalanannya melalui udara ber suhu > 0 o C, curahan berupa hujan .

PowerPoint Presentation:

74 Hujan es dan salju (Sleet) : Salju yang mencair atau campuran dari hujan dan salju . Banyak bentuk presipitasi seperti ini terjadi di daerah lintang tinggi dan pertengahan . Mulainya sebagai salju di lapisan atas , berubah menjadi “Sleet” pada dan di bawah batas mencair dan jatuh ke bumi sebagai hujan . sebaliknya bila hujan jatuh melewati udara dingin di dekat bumi , air ini tidak berubah menjadi salju tapi berubah menjadi butir-butir es . Hujan es ( hail stone ) - bongkah es  5 - 50 mm. Tjd pengangkatan vertikal butir air scr konvektif ke tempat suhu< 0 o C, merubah bentuk cair mjd padat (bongkah). Biasanya terjadi bila terjadi hujan guntur karena awan besar naik dgn kecepatan besar , seperti Cumulonimbus

PowerPoint Presentation:

75 Terjadinya Hujan Es Hujan es adalah bentuk presipitasi padat yang terdiri dari bola atau tidak teratur gumpalan es , yang secara individual disebut batu hujan es .

PowerPoint Presentation:

76 Glaze ( Hujan Beku ) : Terjadi bila hujan jatuh melewati lapisan udara dingin dan membeku waktu mencapai tanah , pohon-pohon dan kawat listrik banyak menimbulkan kerusakan . Hujan ( rainfall ) : Presipitasi berbentuk cair , amat umum di daerah tropis karena suhunya yang tinggi . Diameter butir airnya antara 0,5-4,0 mm. Teori Findisen : jarak jatuh yg dicapai butiran air melalui udara tak jenuh bertambah jauh sebanding dgn ukuran  4 . kecepatan jatuhnya tergantung dari besarnya butir air yang berbentuk , seperti terlihat pada tabel di bawah ini

PowerPoint Presentation:

77 77 Drizzle ( Gerimis ) : Terdiri dari butiran air sangat kecil hampir seragam berdiameter kurang dari 0,5 mm. butiran begitu kecil sehingga seakan-akan mengapung dan mengikuti gerakan aliran udara . Kalau menggunakan payung , butiran air akan berputar-putar di bawah payung . Butiran air ini juga banyak selain kecil-kecil . Embun ( dew ) : Terbentuk secara langsung dengan kondensasi di tengah , daun , batu dll . Pada malam hari pada benda ( obyek ) yang mendingin melalui radiasi kembali . Di daerah banyak hujan peranan embun kurang berarti dibandingkan pada daerah kering bagi pertumbuhan tanaman . Apalagi pada steppe yang berada dekat pantai . Uap air dari laut akan mengembun pada malam hari .

PowerPoint Presentation:

78 Kabut adalah awan lembap yang terjadi pada permukaan bumi yang mengandung jutaan butiran – butiran air yang sangat kecil dan melayang – laying di udara . Kabut mirip dengan awan , perbedaannya , awan tidak menyentuh permukaan bumi , sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi . Kabut terdiri dari tetesan-tetesan air yang sangat halus namun pada kondisi tertentu dapat disertai Kristal es . Tetesan air akan menghamburkan semua sinar matahari yang masuk ke dalam kabut ini , sehingga sukar sekali untuk melihat .

PowerPoint Presentation:

79 Intensitas hujan : Intensitas hujan adalah banyaknya curah hujan yang jatuh per satuan waktu , dinyatakan dalam mm/jam. Intensitas hujan menunjukkan lebat tidaknya hujan . Intensitas hujan yang besar , berarti air yang dicurahkan jumlahnya banyak dalam waktu singkat , butiran air yang dicurahkan jumlahnya banyak dalam waktu singkat , butiran airnya besar , dan akan menyebabkan erosi lebih besar lagi , karena limpasan permukaan yang besar , sementara resapan air akan terhambat .

PowerPoint Presentation:

80 Intensitas dan Derajat Presipitasi : Derajat hujan ditentukan oleh faktor intensitas hujan yaitu berapa mm banyaknya presipitasi dalam durasi tertentu Derajat Hujan Intensitas hujan (mm/ menit ) Ciri Lingkungan Hujan amat lemah < 0,02 Tanah agak basah Hujan lemah 0,02 – 0,05 Tanah basah semua , tapi belum dapat dibuat bola Hujan Normal 0,05 – 0,25 Tanah basah , dpt dibuat bola, curahan mulai terdengar Hujan Deras 0,25 – 1,00 Air tergenang di permukaan , bunyi terdengar dari genangan Hujan amat deras > 1,00 Hujan seperti ditumpahkan , saluran air dan drainase meluap

PowerPoint Presentation:

81 Intensitas dan Derajat Hujan per Jam dan per Hari Derajat Hujan Intensitas Presipitasi ( mm ) Per 1 jam Per 24 jam Hujan sangat ringan < 1 < 5 Hujan ringan 1 – 5 5 – 20 Hujan Normal 5 – 10 20 – 50 Hujan Lebat 10 – 20 50 – 100 Hujan Sangat Lebat > 20 100

PowerPoint Presentation:

82 Kecepatan Jatuhan Hujan , ukuran dan Besar Butir Hujan Jenis Hujan Diameter Bola (mm) Massa (mg) Kecepatan Jatuh (m/ detik ) Hujan Gerimis 0,15 0,0024 0,5 Hujan Halus 0,5 0,065 2,1 Hujan Normal Lemah 1 0,52 4,0 Hujan Normal Deras 2 4,2 6,5 Hujan sangat Deras 3 14 8,1

PowerPoint Presentation:

83 Diameter ( mikron ) Kerapatan Jatuh (m/ detik ) Macam Butir 5.000 8,9 Butir hujan besar 1.000 4,0 Butir hujan kecil 500 2,8 Hujan kecil atau gerimis besar 200 1,5 Gerimis (drizzle) 100 0,3 Butir awan besar 56 0,076 Butir awan kecil 10 0,003 - 2 0,00022 - 1 0,00004 -

PowerPoint Presentation:

84 Klasifikasi genetis presipitasi Presipitasi berkesinambungan ( intermittent ) : Hujan dan salju , jatuh lebih kurang merata dari awan altostratus dan nimbostratus. Presipitasi ini terjadi karena gerakan ke atas secara meluas dan menyebar dari suatu massa udara yang besar . Biasanya pada hujan frontal dan hujan konvergen ( siklon ). Hujan Lebat ( Shower ) : Presipitasi jangka pendek dengan interval singkat dan lebat . Biasanya terjadi dari awan Cumulonimbus yang tidak stabil dan mengalami gerakan ke atas yang cepat . Gerimis ( drizzle ) : Butiran air kecil dan banyak berasal dari kabut atau stratus bagian bawah . Ciri dari suatu stratifikasi yang stabil tanpa gerakan ke atas yang berarti . Berdasarkan sifat genetisnya ada 3 macam presipitasi , yaitu :

PowerPoint Presentation:

85 Satuan curah hujan : Curah hujan yang jatuh dinyatakan dengan satuan milimeter (mm) atau inch ( inci ). Berarti seakan-akan air hujan itu tergenang saja di permukaan , padahal air hujan yang jatuh akan mengalami : peresapan , penguapan , dan aliran permukaan ( run off). Dengan demikian, maka banyaknya air hujan yang jatuh pada suatu areal tertentu dapat dihitung volumenya. Banyaknya hujan sebagai hasil pengukuran dengan alat penakar hujan (ombrometer) dijumlahkan tiap bulan dan tiap tahun sehingga dapat diketahui sifat (karakteristik) curah hujan di suatu tempat.

PowerPoint Presentation:

86 Apabila diambil nilai rata-rata curah hujan selama 30 tahun, maka nilai rata-rata curah hujan itu disebut curah hujan normal . Angka ini digunakan sebagai patokan untuk mengevaluasi apakah curah hujan suatu waktu berada di atas normal (AN) atau di bawah normal (BN). Curah hujan tahunan yang terendah di Indonesia berada di lembah Palu (Sulawesi Tengah) (530 mm/ tahun ) dan yang tertinggi di Baturaden ( Jawa Tengah) yaitu ±7200 mm/ tahun .

PowerPoint Presentation:

87 Distribusi hujan ( penyebaran hujan ) : Untuk mengetahui sifat hujan , diantaranya perlu dilihat distribusinya dalam jangka waktu tertentu , yaitu distribusi hujan dalam sebulan dan distribusi hujan dalam setahun . Distribusi hujan dalam sebulan : Dapat dilihat dari banyaknya hari , hujan ( rainy day ) yaitu suatu hari dengan curah hujan yang lebih dari 0,5 mm. dari hari hujan dalam sebulan dapat dilihat bagaimana merata dan tidaknya distribusi hujannya . Bagi pertumbuhan tanaman diperlukan distribusi yang merata , tapi bagi pemasokan buat tidak lagi diperlukan curah hujan yang banyak . Distribusi hujan dalam setahun : Penyebaran curah hujan dalam setahun dicirikan dengan banyaknya bulan basah (BB) dan bulan kering (BK). Yang juga dapat menggambarkan persediaan air untuk tanaman . Unsur hujan : ion Na, K, Ca, Cl, bikarbonat, sulfat, bentuk 2 nitrogen, dll. pH : 3.0 - 9.8. bervariasi thd waktu & tempat

PowerPoint Presentation:

88 Lautan, sungai, danau, permukaan tanah, vegetasi, industri, gunung-gunung berapi. Asal unsur ini: Bagian yang kecil: Iodine, bromine, boron, besi, aluminium & silika. Air hujan mengandung ion-ion: Na, K, Cl, HCO 3 , S O 4 + NH 3 , N O 3 , N O 4 , N serta susunan N lain. 3. UNSUR DALAM AIR HUJAN p H air hujan: 3.0 – 9.8

PowerPoint Presentation:

89 Hujan Buatan Untuk terjadinya kondensasi diperlukan 3 syarat : Lembab udara Pendinginan udara Partikel pembantu Jalan yang paling baik untuk merubah keseimbangan awan / udara : Peralihan panas Menaikan udara Orografis, adanya barrier berupa pegunungan Presipitasi dari awan konveksi dapat dimulai dengan suatu proses dalam fase cair apabila: Temperatur didasar awan mencapai 10 0 C Inti higroskopis dari garam-garam / debu ada di udara dan bergerak menembus atau memasuki awan.

PowerPoint Presentation:

90 Frekuensi terjadinya / timbulnya awan konveksi cukup baik untuk dilakukan operasi hujan buatan Suhu didasar awan konveksi ± 10 0 C Atas dasar tsb, maka hujan buatan dengan senyawa-senyawa berinti higroskopis dapat dilakukan secara baik dengan pertimbangan iklim daerah ybs dan kriteria sbb : Konsentrasi partikel Higroskopis di udara sedikit sehingga dengan kegiatan tersebut konsentrasi bertambah jadi operasi hujan buatan dengan inti hygroskopis paling sempurna apabila keadaan iklim daerah itu memenuhi: Daerah dengan suhu dasar awan 10 0 C pada bulan pelaksanaan Daerah dengan hujan 25 – 100 mm pada bulan pelaksanaan Daerah dengan curah hujan tahunan kurang dari 1000 mm

PowerPoint Presentation:

91 Bahan Kimia Yang Dipakai a. 2CaC 2 + 4H 2 O Exothermis (+1.350K cal) Panas 60 0 C I. Exothermis: b. NaCl + H 2 O + 910 K cal c. CaCl 2 + H 2 O + 915 K cal II. Endothermis: a. CO 2 CO 2 -137 K Cal ( ES KERING) Padat Uap b. Urea 4NH 2 + 4H 2 O – 425 K Cal 4H 2 O 2CaC 2 + 1.350 K Cal (exo) ( dumping system )

PowerPoint Presentation:

92 PELAKSANAAN Udara Cerah Larutan garam 3 – 7000 feet Sebelum jam 08.00 pagi Bahan yang Disebarkan: RH > 90 % : Serbuk garam dapur RH 80 – 90 % : Serbuk garam dapur dan es kering (10 : 1) RH > 50 % : Serbuk calsium Chloride RH < 50 % : Serbuk Calsium Carbide

PowerPoint Presentation:

93 Atas Tengah Jam 10, 11, 12 AWAN Setelah terbentuk awan Dipergunakan :Calsium chloride + Urea ( 1 : 4 ) 1 jam kemudian penyemprotan campuran serbuk garam + urea ( 10 : 1 )

PowerPoint Presentation:

94 Jam 13.00 ATAS DASAR Agar awan berhenti diatas target area, disemprotkan bahan : es kering dibagian atas atau dibawah dasar awan 1 pesawat menyemprotkan serbuk garam diatas, urea dibawah.

PowerPoint Presentation:

95 Jam 15.00 Hujan ?

PowerPoint Presentation:

96 Pengukuran Curah Hujan Data hasil pengukuran curah hujan merupakan kedalaman ( tinggi curah hujan ) atau intensitas curah hujan ( tinggi curah hujan dalam satuan waktu tertentu ) Alat pengukur curah hujan (manual/ biasa dan automatis “ARR : Automatic Rainfall Recorder” ) 105 cm  = 45°

PowerPoint Presentation:

97 Curah Hujan Daerah Aliran Pengukuran data curah hujan dari masing 2 alat pengukur merupakan data curah hujan terpusat “point rainfall”, sedangkan keperluan analisis data yang diperlukan data curah hujan daerah aliran “areal rainfall” Tingkat ketelitian curah hujan daerah aliran ditentukan jumlah stasiun pengamatan yang ada di daerah tersebut. Metode pendugaan curah hujan daerah aliran (Linsley, 1986): Metode rata 2 Aritmatik, Metode rata 2 Thiessen, Metode rata 2 Isohiet

PowerPoint Presentation:

98 Rata 2 Aritmatik Metode rata 2 Aritmatik dipergunakan jika curah hujan yang dihasilkan berbagai stasiun tidak menunjukkan perbedaan yang amat besar CONTOH : suatu DAS terdapat lima stasiun pengamat curah hujan dengan curah hujan selama 24 jam sebesar 23,5; 27,8; 20,4; 22,6 dan 32,0 mm. Hitung curah hujan DAS tersebut selama 24 jam ?

PowerPoint Presentation:

99 perhitungan : Untuk mengukur rata-rata curah hujan yang mewakili suatu daerah X diperlukan 4 ( empat buah ) penakar hujan yaitu pada stasiun A, B, C dan D. Tercatat selama waktu tertentu di stasiun A sebesar 6 cm, di B (10 cm), di C (8 cm) dan di D (11 cm). Maka : Rata-rata CH = (6+10+8+11)/4 = 8,75 cm

PowerPoint Presentation:

100 Metode Rata 2 Thiessen dipergunakan untuk stasiun pengamat curah hujan yang tidak tersebar merata . Persentase basis daerah aliran ini diasumsikan dengan menarik garis poligon Thiessen dari pertemuan garis sumbu antar stasiun pengamat . Stasiun Pengamat Luas (km 2 ) Ratio Luas Curah Hujan (P i ) Curah Hujan (P) 1 100 . . . . . 85 . . . . . 2 120 . . . . . 26 . . . . . 3 150 . . . . . 34 . . . . . 4 160 . . . . . 76 . . . . . 5 180 . . . . . 56 . . . . . . . . . . . . . . . Contoh : Gambar menunjukkan DAS yang mempunyai lima stasiun pengamat curah hujan dengan masing 2 luas berdasarkan poligon dengan curah hujan seperti Tabel , hitunglah curah hujan DAS ?

PowerPoint Presentation:

101 Cara ini untuk daerah yang tidak seragam dan variasi CH besar . Menurut Shaw (1985) cara ini tidak cocok untuk daerah bergunung dengan intensitas CH tinggi . Dilakukan dengan membagi suatu wilayah ( luasnya A) ke dalam beberapa daerah-daerah membentuk poligon ( luas masing-masing daerah ai ), Tabel 1.1. Perhitungan prosentasi luas daerah (a i ) pada suatu wilayah A (10.000ha) Daerah Luas Daerah aI (ha) Tetapan Thiessen * Prosentasi Luas a1 1.000 0,10 10% a2 3.000 0,30 30% a3 1.500 0,15 15% a4 4.500 0,45 45% Jumlah A = 10.000 1,00 100% * tetapan Thiessen = ratio luas a/ luas A

PowerPoint Presentation:

102 Untuk menghitung Curah Hujan ra ta -rata cara poligon menggunakan persamaan : Rata-rata CH = R1(a1/A) + R2(a2/A) + R3(a3/A) + . . . + Rn(ai/A) dimana R = jumlah curah hujan pada penakar / stasiun di daerah a Tabel 2.1 Perhitungan Curah Hujan rata -rata cara poligon di suatu Wilayah A Stasiun di Daerah Kedalaman CH ratio ai /A volume CH (cm) Di daerah yang terukur (cm) daerah a a1 6 x 0,10 = 0,60 a2 10 x 0,30 = 3,00 a3 8 x 0,15 = 1,20 a4 11 x 0,45 = 4,95 Curah Hujan rata-rata wilayah A = 9,75

PowerPoint Presentation:

103 Metode Rata2 Isohiet merupakan garis yang menghubungkan tempat 2 yang mempunyai kedalaman curah hujan yang sama . Metode ini menggunakan isohiet sebagai garis 2 pembagi daerah aliran menjadi daerah 2 di mana luas daerah ini dipakai sebagai faktor koreksi dalam perhitungan . Rata 2 Isohiet ( isohyetal ) Isohiet Rata 2 Isohiet Luas (km 2 ) Ratio Luas Curah Hujan DAS (mm) 16 16 10 . . . . . . . . . . 16 - 14 15 64 . . . . . . . . . . 14 - 12 13 22 . . . . . . . . . . 12 - 10 11 13 . . . . . . . . . . 10 - 8 9 16 . . . . . . . . . . S . . . . . . . . . . . . . . . Suatu DAS luas 125 km 2 terdapat garis isohiet antara 8 mm sampai 16 mm dengan interval 2 mm, seperti gambar dengan luas masing 2 pada Tabel

PowerPoint Presentation:

104 Cara ini dipandang paling baik, tetapi bersifat subyektif dan tergantung pada keahlian , pengalaman , pengetahuan pemakai terhadap sifat curah hujan pada daerah setempat . Isohet adalah garis pada peta yang menunjukkan tempat - tempat dengan curah hujan yang sama Dalam metode isohet ini Wilayah dibagi dalam daerah - daerah yang masing-masing dibatasi oleh dua garis isohet yang berdekatan, misalnya Isohet 1 dan 2 atau ( I1 – I2). Oleh karena itu , curah hujan rata –rata untuk daerah I1 – I2 adalah (7 cm + 6,5 cm)/2 = 6,75 cm. Untuk menghitung luas darah ( I1 – I2) dalam suatu peta kita bisa menggunakan Planimeter . Secara sederhana bisa juga menggunakan kertas milimeter block dengan cara menghitung kotak yang masu k dalam batas daerah yang diukur .

PowerPoint Presentation:

105 Tabel Perhitungan Curah Hujan rata -rata cara Isohet pada wilayah A Daerah antara CH rata-rata prosentase luas Volume CH dua Isohet antara 2 isohet (cm) antara 2 isohet *) (Cm) I1 – I2 6,75 x 40% = 2,700 I2 – I3 6,00 x 20% = 1,200 I3 – I4 5,00 x 25% = 1,250 I4 – I5 4,25 x 15% = 0,638 Curah Hujan rata-rata wilayah A = 5,788 *) terhadap luas wilayah A Metode isohet bergunan terutama berguna untuk mempelajari pengaruh hujan terhadap perilaku aliran air sungai terutama untuk daerah dengan tipe curah hujan orografik ( daerah pegunungan )

PowerPoint Presentation:

106 Pertanyaan-pertanyaan : Hitung curah hujan dengan metode Rata -rata aritmatik pada Tabel A Tabel A. Data curah hujan bulanan Lokasi X (mm) Lokasi Stasiun Penakar CH rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 A 80 75 89 105 75 95 125 0 B 150 160 200 0 100 0 140 120 C 158 187 250 264 300 230 178 190

PowerPoint Presentation:

107 2. Hitung curah hujan rata-rata dengan Teknik poligon ( Thiessen polygon) pada Tabel b Tabel b. Data CH tahunan suatu wilayah A Daerah Luas daerah a1 (ha) CH (mm) a1 25000 1500 a2 45000 2500 a3 15000 800 a4 75000 1250 jumlah

PowerPoint Presentation:

108 Daerah antara dua Isohet (km2) CH Isohet (mm) Volume CH (mm) I1 - I2 1200 250 I2 - I3 2000 125 I3 - I4 500 200 I4 - I5 4500 175 I5 - I6 100 225 Curah Hujan rata-rata wilayah A = Hitung curah hujan dengan Teknik Isohet ( Isohyetal ) pada Tabel c Tabel C. Data CH bulanan sua tu wilayah A

authorStream Live Help