KOMPL KHAMILAN ANEMIA DAN HIPEREMESIS

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

ASKEB PATOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN DAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM: 

ASKEB PATOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN DAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM Oleh Elnyta Faradiba Zahra

PowerPoint Presentation: 

Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin TM I dan III dibawah 11g% TM II kadar < 10,5 g% Anemia Kehamilan

PowerPoint Presentation: 

Dengan perbandingan plasma 30%, sel darah 18%, dan hemoglobin 19%. Pada trimester II,pertambahan sel darah berkurang dibanding dengan pertambahan plasma sehingga terjadi hemodilusi/pengenceran. Hemodilusi dianggap sebagai penyesuaian diri secara fisiologis dalam kehamilan dan bermanfaat bagi wanita.

PowerPoint Presentation: 

Anemia walaupun tanpa gejala, anemia dapat menyebabkan tanda gejala berikut Letih, sering mengantuk, malaise Pusing, lemah Nyeri Kepala Luka pada lidah Kulit pucat Membran mukosa pucat Bantalan kuku pucat Tidak nafsu makan, mual dan muntah

PowerPoint Presentation: 

Keguguran Partus Prematuruss Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah Atonia uteri dan menyebabkan perdarahan Syok Infeksi, baik intrapartum maupun postpartum Infeksi intrapartum dan dalam nifas Bila terjadi anemia gravis (Hb di bawah 4 gr% terjadi payah jantung , yang bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan bahkan bisa fatal). Kematian mudigah (keguguran) Kematian janin dalam kandungan Kematian janin waktu lahir ( stillbirth) Kematian perinatal tinggi Prematuritas Dapat terjadi cacat bawaan Cadangan besi kurang PENGARUH terhadap Hasil Konsepsi PENGARUH terhadap Kehamilan,Persalinan, dan Nifas

PowerPoint Presentation: 

Disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dengan makanan, karena gangguan resorpsi, gangguan penggunaan atau karena terlampau banyaknya besi ke luar dari badan,misalnya pada perdarahan( termasuk menstruasi). Keperluan besi bertambah dalam kehamilan, terutama TM III. Apabila masuknya besi tidak ditambah dan kehamilan, maka mudah terjadi anemia defisiensi besi, terutama kehamilan kembar . ANEMIA DEFISIENSI BESI

PowerPoint Presentation: 

Terapi WHO = 60mg besi dlm 6 bulan selama kehamilan Per oral = Fe 60mg/hari Per oral = sulfas ferosus atau glukosa ferosus dengan dosis 3-5 x 0,20 mg Parenteral =intramuskular/intravena. Kemasannya antara lain : imferon, jectofer, dan ferrigen. Untuk wanita tidak hamil, wanita hamil, dan wanita yang menyusui dianjurkan di Indonesia = 12mg, 17mg, dan 17 mg.

PowerPoint Presentation: 

Penyebabnya adalah karena kekurangan asam folik. Biasanya karena malnutrisi dan infeksi yang kronik. Pada kehamilan, kebutuhan folat meningkat 5-sampai 10 kali lipat karena transfer folat dari ibu ke janin menyebabkan dilepasnya cadangan folat maternal . Terapi Asam folik 15-30 mg/hr Vitamin B12 3x1 tablet/hr Sulfas ferrosus 3x1 tablet/hr Transfusi darah ANEMIA Megaloblastik

PowerPoint Presentation: 

disebabkan karena sumsum tulang kurang mampu membuat sel-sel darah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan: Darah tepi lengkap Pemeriksaan pungsi sternal Pemeriksaan retikulosit, dan lain-lain Terapi Transfusi darah yang perlu diulang. ANEMIA HIPOPLASTIK

PowerPoint Presentation: 

disebabkan karena penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya. Terapi Nutrisi yang baik dan penggunaan suplemen asam folat ANEMIA HIPOPLASTIK

PowerPoint Presentation: 

adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil sampai menggangu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi buruk, karena terjadi dehidrasi Hiperemesis Gravidarum

PowerPoint Presentation: 

Tingkat I Muntah terus menerus, intoleransi makanan dan minuman, berat badan turun, nyeri epigastrium, muntah pertama keluar makanan , lendir dan sedikit cairan empedu, dan yang terakhir keluar darah. Nadi sampai 100 x/menit, dan tekanan darah sistolik menurun. Mata cekung, lidah kering, turgor kulit berkurang dan urine sedikit tetapi masih normal. Tingkat II Gejala lebih berat, segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, aus hebat, subfebril, nadi cepat >100-140 x/menit, tekanan darah sistolik berkurang dari 80 mmHg , apatis , kulit pucat, lidah kotor, kadang ikterus, aseton, bilirubin dalam urin, dan berat badan cepat menurun. Tingkat III kondisi tingkat III sangat jarang, yang mulai terjadi adalah gangguan kesadaran (delirium-koma), muntah berkurang atau berhenti, tetapi dapat terjadi ikterus, sianosis, nistagmus,gangguan jantung, bilirubin dan proteinuria dalam urine. Klasifikasi

PowerPoint Presentation: 

Maternal Akibat defisiensi vtiamin (B1) akan menyebabkan terjadinya diplopia, palsi nervus ke-6, nistagmus, ataksia, dan kejang. Jika hal ini tidak segera ditanggani, akan terjadi psikosis Korsakoff (amnesia,menurunnya kemampuan untuk beraktivitas), ataupun kematian. Oleh karena itu, untuk hiperemesis tingkat III perlu dipertimbangkan terminasi kehamilan. Fetal Penurunan berat badan yang kronis akan meningkatkan keadian gangguan pertumbuhan janin dalam rahim (IUGR). Resiko Muntah berat Nafsu makan buruk Asupan makanan buruk Penurunan berat badan Dehidrasi Ketidak seimbangan elektrolit Respon berlebihan terhadap psikososial Muntah yang tidak dapat diatasi Asidosis yang di sebab kan kelaparan Alkalosis Hipokalemia Efek dan Tanda gejala

terapi: 

terapi 1. Obat-obatan dan Cairan Parenteral Vitamin B1, B2 dan B6 @ 50-100 mg/hari/infus Vitamin B12 200g/hari/infus, vitamin C 200 mg/hari/infus Fenobarbital 30 mg I.M 2-3 kali per hari atau klorpormazin 25-50 mg/hari I.M atau kalau diperlukan diazepam 5 mg 2-3 mg kali perhari I.M Antiemetik : prometazin (avopreg) 2-3 kali 25 mg perhari peroral atau proklorperazin (stemetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari peroral. Antasida : asidirin 3 x 1 tablet per hari peroral atau milanta 3 x 1 tablet per hari per oral atau magnam 3 x 1 tablet perhari peroral. Cairan parenteral, karbohidrat dan protein dengan glukose 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter/hari

PowerPoint Presentation: 

2. Isolasi 3. Penghentian kehamilan 4. Diet sebaiknya meminta advis ahli gizi Diet hiperemesis I Makanan berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan diberikan 1-2 jam sesudah makan. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Berangsur diberikan makanan yang gizi tinggi. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. 5. Rehidrasi dan suplemen vitamin Pilihan cairan adalah normal salin NaCl 0,9