MULTIMETER

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PENGENALAN ALAT UKUR MULTIMETER:

PENGENALAN ALAT UKUR MULTI M ETER Multimeter/Multitester adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multitester. secara umum, sedangkan pada perkembangannya multi tester masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya. Ada juga yang menyebut sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan ( voltmeter ), hambatan ( ohm -meter), maupun arus ( amper-meter ). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)( untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC , maupun listrik DC

KOMPONEN MULTIMETER:

KOMPONEN MULTIMETER 1. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar di bawah ini 2. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω), saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus ( mili Ampere – mikro Ampere ). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV .

PowerPoint Presentation:

3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala). 4. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol ( Zero Adjustment ) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol. 5. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor .

PEMBAGIAN KELOMPOK MULTIMETER:

PEMBAGIAN KELOMPOK MULTIMETER Multimeter analog penunjukannya menggunakan jarum dengan berbagai jenis skala sesuai mode ukur yang dipilih. Multimeter analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti para tukang servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis yang analog ini. Kelebihannya adalah mudah dalam pembacaannya dengan tampilan yang lebih simple. Sedangkan kekurangannya adalah akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital.

PowerPoint Presentation:

Multimeter Digital yang menggunakan kumparan putar untuk menggerakkan jarum penunjuk papan skala. Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi, dan kegunaan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan multimeter analog. Kelebihannya yaitu harganya relatif terjangkau, memiliki tambahan-tambahan satuan yang lebih teliti, dan juga opsi pengukuran yang lebih banyak, tidak terbatas pada ampere, volt, dan ohm saja. Multimeter digital biasanya dipakai pada penelitian atau kerja-kerja mengukur yang memerlukan kecermatan tinggi, tetapi sekarang ini banyak juga bengkel-bengkel komputer dan service center yang memakai multimeter digital. Kekurangannya adalah susah untuk memonitor tegangan yang tidak stabil. Jadi bila melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya menggunakan multimeter analog.

BATERAI PADA MULTIMETER:

BATERAI PADA MULTIMETER Baterai pada Multimeter dipakai baterai kering ( dry cell ) tipe UM-3, digunakan untuk mencatu/mengalirkan arus ke kumparan putar pada saat Multimeter digunakan untuk mengukur komponen (minus komponen terintegrasi/ Integrated Circuit /IC). Baterai dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik/ probes (+/ out ) dimana kutub negatip baterai dihubungkan dengan terminal positip dari lubang kabel penyidik. Lebih jelasnya silahkan lihat pada gambar baterai pada Multimeter di bawah ini.

CARA PENGGUNAAN MULTIMETER:

CARA PENGGUNAAN MULTIMETER Baca dengan teliti buku petunjuk penggunaan ( manual instruction ) Multimeter yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Multimeter sebagai Volt-meter), mengukur Arus (Multimeter sebagai Ampere-meter), mengukur Resistans/Tahanan (Multimeter sebagai Ohm-meter). Sebelum dan sesudah Multimeter digunakan, posisi saklar jangkauan ukur harus selalu berada pada posisi ACV dengan batas ukur ( range ) 250ACV atau lebih. Kabel penyidik ( probes ) Multimeter selalu berwarna merah dan hitam. Masukkanlah kabel yang berwarna merah ke lubang penyidik yang bertanda (+) atau out , dan kabel yang berwarna hitam ke lubang penyidik   yang bertanda (-) atau common . Pada saat akan melakukan pengukuran dengan Perhatikan apakah jarum penunjuk sudah berada pada posisi angka nol. Jika belum lakukanlah peneraan dengan cara memutar sekrup pengatur posisi jarum ( preset ) dengan obeng minus (-). Posisi saklar jangkauan ukur harus pada posisi yang sesuai dengan besaran yang akan diukur. Jika akan mengukur tegangan listrik bolak balik (ACV) letakkan saklar pada posisi batas ukur ( range ) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Jika mengukur tegangan bolak balik 220V/220 ACV, letakkan saklar pada posisi batas ukur ( range ) 250 ACV. Hal yang sama juga berlaku untuk pengukuran tegangan listrik searah (DCV), kuat arus (DCmA-DCmA), dan tahanan/resistan ( resistance ). Pada pengukuran DCV, kabel penyidik ( probes ) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip, kabel penyidik ( probes ) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip dari tegangan yang akan diukur. Jangan sekali-kali mengukur kuat arus listrik, kecuali kita sudah dapat memperkirakan besarnya kuat arus yang mengalir. Untuk mengukur tahanan/resistan ( resistance ) , letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur ( range ) W atau kW (kilo Ohm), pertemukan ujung kedua kabel penyidik ( probes ), tera jarum penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol ( zero adjustment ). Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220 ACV.

BATAS UKUR MULTIMETER:

BATAS UKUR MULTIMETER Batas Ukur ( Range ) Kuat Arus : biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur ( range ) 0,25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA. Untuk batas ukur ( range ) 25, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur ( range ) 500, kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA. Batas Ukur ( Range ) Tegangan (ACV-DCV) : terdiri dari angka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Batas ukur ( range ) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 10 Volt.  Batas ukur ( range ) 50, berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikian seterusnya. Batas Ukur ( Range ) Ohm : terdiri dari angka; x1, x10 dan kilo Ohm (kW). Untuk batas ukur ( range ) x1, semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan W). Untuk batas ukur ( range ) x10, semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10 (pada satuan W). Untuk batas ukur ( range ) kilo Ohm (kW), semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan kW), Untuk batas ukur ( range ) x10k (10kW), semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10kW

MEMBACA SKALA OHMMETER:

MEMBACA SKALA OHMMETER Salah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ohm-meter untuk mengukur tahanan/resistan (resistance). Di dalam tehnik elektronika, tahanan/resistan (resistance) mengandung dua pengertian, Pertama, tahanan (resistance) sebagai sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika yaitu resistan atau resistor, dan Kedua, perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) dan/atau bahan setengah penghantar (semikonduktor) yang terdapat dalam komponen elektronik terhadap arus listrik searah yang mengalir. Kedua-duanya memiliki satuan yang dinyatakan dalam Ohm . Berdasarkan butir kedua, kita dapat mengatakan bahwa : pada komponen elektronika yang terbuat dari bahan penghantar (konduktor) seperti; resistor, kapasitor, transformator, dan gulungan (coil) dan bahan setengah penghantar (semikonduktor), seperti; transistor, dioda, terdapat tahanan/resistan (resistance). Melalui pengukuran nilai tahanan/resistan (resistance) yang terdapat pada komponen yang berada di luar rangkaian, kita dapat mengetahui apakah sebuah komponen masih dapat berfungsi dengan baik dan masih dapat digunakan atau sudah rusak.

CARA PENGGUNAAN OHMMETER:

CARA PENGGUNAAN OHMMETER o Skala ohmmeter biasanya terletak pada papan skala paling atas,  ciri-cirinya adalah angka 0 berada disebelah kanan dan disebelahnya ada simbol ohm. o Untuk menentukan nilai resistor yang diukur caranya adalah dengan mengalikan angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk dikalikan dengan batas ukur. o Contoh : misal jarum menunjuk ke angka 5 dan posisi batas ukur pada X100, maka nilai resistor tersebut adalah 5 X100 = 5.000 ohm atau 5Kohm. o Pada beberapa multimeter ada yang papan skalanya dibedakan antara skala X1 dan skala X1K .

Membaca Skala Voltmeter-Amperemeter (V-A):

Membaca Skala Voltmeter-Amperemeter (V-A ) o Skala V-A biasanya terletak dibawah skala ohmmeter, ciri-cirinya adalah angka 0 berada disebelah kiri dan disebelahnya ada tanda V-A. o Berbeda dengan ohmmeter, skala V-A biasanya ada lebih dari satu, berdasarkan batas ukur yang ada. o Contoh: multimeter yang mempunyai batas ukur 0.25, 2.5, 10, 50,  250, dan 1000 maka ada 3 ukuran skala yaitu 10, 50 dan 250. o Cara pembacaannya adalah langsung menentukan nilai sesuai dengan  angka yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk dengan memperhatikan  ukuran skala mana yang dipakai. o Misal kita menggunakan batas ukur 2.5 maka ukuran skala yang dipakai adalah yang skala 250V lalu angka yang ditunjukkan oleh jarum   penunjuk dibagi dengan 100. angka 100 diperoleh dari 250V dibagi 2.5 o Contoh : Saat mengukur tegangan batu battery 1.5 V maka batas ukur  kita atur pada posisi 2.5V, jadi yang dipakai deretan skala 250.  Misalnya jarum menunjuk di posisi 150 berarti tagangan battery  adalah 150/100 = 1.5 Volt

LANGKAH-LANGKAH MENGUKUR TEGANGAN AC:

LANGKAH-LANGKAH MENGUKUR TEGANGAN AC 1) Pertama-tama harus diingat bahwa apakah yang diukur itu tegangan AC atau DC 2) Kita ukur tegangan AC. 3 ) Harus diingat pula batas ukurnya. Misalnya jaringan listrik PLN 220 Volt. 4 ) Saklar Batas Ukur menunjuk AC Volt, ke angka yang lebih tinggi dari batas ukur, misal ke angka 250 Volt. 5) Tempelkan colok yang satu ke + dn yang lain ke - karena yang akan diukur arus arusnya bolak-balik. 6) Pada waktu mengukut ini misalnya jarum penunjuk menunjuk angka 220, ini berarti tegangan PLN disitu 220 Volt. Tentu saja skala yang dipakai adalah  yang batas kiri 0 dan batas kanan 250

CARA MENGHITUNG TEGANGAN DC:

CARA MENGHITUNG TEGANGAN DC Untuk mengukur tegangan DC secara prinsip tak ubahnya dengan AC.Hanya perlu diperhatikan kabel colok alat ukur harus disambung/ditempelkan pada kutub dari sumber tegangan. Langkah-langkah pengukuran, adalah sbb : 1) Perlu diperhatikan Batas Ukur, Pencolok merah (+) dan pencolok hitam (-) ,  kutub positip ( + ) dan kutub negati ( - ). 2 ) Arahkan saklar menunjuk ke DC Volt. Pengukuran yang dikerjakan dalam keadaan arus mengalir (pengukuran dinamis), Saklar pada angka 10. 3 ) Waktu mengadakan pengukuran, colok merah (+) ditempatkan pada (+) dan colok hitam (-) ditempatkan pada (-). 4) Yang dibaca adalah skala 0-10. Misalnya menunjuk angka 1,5 , ini artinya tegangan arus = 1,5 Volt. Kalau saklar kita arahkan pada angka 50, maka saklar yang dibaca skala 0 - 50.

MENGUKUR KUAT ARUS DC:

MENGUKUR KUAT ARUS DC Untuk mengukur tegangan DC secara prinsip tak ubahnya dengan AC .Hanya perlu diperhatikan kabel colok alat ukur harus disambung/ditempelkan pada kutub dari sumber tegangan. Langkah-langkah pengukuran, adalah sbb : 1) Perlu diperhatikan Batas Ukur, Pencolok merah (+) dan pencolok hitam (-) ,  kutub positip ( + ) dan kutub negati ( - ). 2) Arahkan saklar menunjuk ke DC Volt. Pengukuran yang dikerjakan dalam keadaan arus mengalir (pengukuran dinamis), Saklar pada angka 10. 3 ) Waktu mengadakan pengukuran, colok merah (+) ditempatkan pada (+) dan colok hitam (-) ditempatkan pada (-). 4 ) Yang dibaca adalah skala 0-10. Misalnya menunjuk angka 1,5 , ini artinya tegangan arus = 1,5 Volt. Kalau saklar kita arahkan pada angka 50, maka saklar yang dibaca skala 0 - 50 .

MANFAAT PENGGUNAAN MULTITESTER. Multitester adalah alat ukur yang terdiri dari gabungan beberapa alat ukur yang dijadikan satu. Multimeter standar biasanya terdiri dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohm meter sehingga multitester sering juga disebut dengan AVO meter. Fungsi/ manfaat Multitester : 1.     Mengukur tegangan DC/ voltmeter 2.     Mengukur tegangan AC/voltmeter 3.     Mengukur kuat arus DC/ampermeter 4.     Mengukur nilai hambatan sebuah resistor/ohm meter Fungsi tambahan : 5.     Mengecek hubung-singkat / koneksi 6.     Mengecek transistor 7.     Mengecek kapasitor elektrolit 8.     Mengecek dioda 9.     Mengecek induktor 10. Mengukur suhu (type tertentu) :

MANFAAT PENGGUNAAN MULTITESTER. Multitester adalah alat ukur yang terdiri dari gabungan beberapa alat ukur yang dijadikan satu. Multimeter standar biasanya terdiri dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohm meter sehingga multitester sering juga disebut dengan AVO meter . Fungsi/ manfaat Multitester : 1.     Mengukur tegangan DC / voltmeter 2.     Mengukur tegangan AC /voltmeter 3.     Mengukur kuat arus DC / ampermeter 4.     Mengukur nilai hambatan sebuah resistor /ohm meter Fungsi tambahan : 5.     Mengecek hubung-singkat / koneksi 6.     Mengecek transistor 7.     Mengecek kapasitor elektrolit 8.     Mengecek dioda 9.     Mengecek induktor 10. Mengukur suhu (type tertentu)

RANGKUMAN DAN KESIMPULAN 1)   Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu ; (1) tegangan, (2) arus, dan (3) tahanan (resistance). 2)   Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt (V). 3)   Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere (A). 4)   Tahanan/resistan (resistance)  listrik dinyatakan dalam satuan Ohm (W). 5)   Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. 6)   Batas ukur (range) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur. 7)   Sebelum melakukan pengukuran, posisi jarum harus berada tepat pada sisi kiri papan skala. 8)   Sekrup pengatur posisi jarum (preset) digunakan untuk mengatur posisi jarum pada angka nol. 9)   Tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment) digunakan untuk meletakkan jarum pada posisi angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk pengukuran nilai tahanan/resistans (resistance). Untuk keperluan ini, ujung dari kedua kabel penyidik disatukan, tombol diputar-putar untuk memperoleh posisi jarum pada angka nol. 10)   Kabel penyidik (probes) berwarna merah selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out.:

RANGKUMAN DAN KESIMPULAN 1)   Multimeter adalah piranti ukur yang dapat digunakan untuk mengukur besaran listrik, yaitu ; (1) tegangan, (2) arus, dan (3) tahanan ( resistance ). 2)   Tegangan listrik dinyatakan dalam satuan Volt ( V ). 3)   Arus listrik dinyatakan dalam satuan Ampere ( A ). 4)   Tahanan/resistan ( resistance )  listrik dinyatakan dalam satuan Ohm ( W ). 5)   Saklar jangkauan Multimeter harus berada pada posisi yang sesuai dengan besaran listrik yang akan diukur. 6)   Batas ukur ( range ) Multimeter harus berada pada posisi angka yang lebih besar dari nilai besaran listrik yang akan diukur. 7)   Sebelum melakukan pengukuran, posisi jarum harus berada tepat pada sisi kiri papan skala. 8)   Sekrup pengatur posisi jarum ( preset ) digunakan untuk mengatur posisi jarum pada angka nol. 9)   Tombol pengatur jarum pada posisi angka nol ( zero adjustment ) digunakan untuk meletakkan jarum pada posisi angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk pengukuran nilai tahanan/resistans ( resistance ). Untuk keperluan ini, ujung dari kedua kabel penyidik disatukan, tombol diputar-putar untuk memperoleh posisi jarum pada angka nol. 10)   Kabel penyidik ( probes ) berwarna merah selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out .

11)   Kabel penyidik (probes) berwarna hitam selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common. 12)   Baterai pada Multimeter dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik (probes). 13)   Pada Multimeter Analog, hasil pengukuran dibaca pada papan skala. 14)   Pada Multimeter Digital, hasil pengukuran ditunjukkan langsung oleh angka yang muncul pada layar display. 15)   Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV. 16)   Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV, A. 17)   Hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan W – kW. 18)   Kriteria Multimeter ditentukan oleh seberapa besar arus yang digunakan untuk menggerakkan alat pengukur (meter). Besarnya kuat arus yang digunakan dapat dihitung dari kW/Volt yang tertera pada sisi kiri bawah papan skala. 19)   Pada Multimeter yang didesain khusus, terdapat perangkat untuk mengukur hfe transistor, dioda dan kapasitas kapasitor.:

11)   Kabel penyidik ( probes ) berwarna hitam selalu dimasukkan ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common . 12)   Baterai pada Multimeter dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik ( probes ). 13)   Pada Multimeter Analog, hasil pengukuran dibaca pada papan skala. 14)   Pada Multimeter Digital, hasil pengukuran ditunjukkan langsung oleh angka yang muncul pada layar display . 15)   Hasil pengukuran tegangan listrik (ACV-DCV) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan ACV-DCV. 16)   Hasil pengukuran arus listrik (DCmA) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan DCV, A. 17)   Hasil pengukuran tahanan/resistan ( resistance ) dibaca pada bagian papan skala yang bertuliskan W – kW. 18)   Kriteria Multimeter ditentukan oleh seberapa besar arus yang digunakan untuk menggerakkan alat pengukur (meter). Besarnya kuat arus yang digunakan dapat dihitung dari kW/Volt yang tertera pada sisi kiri bawah papan skala. 19)   Pada Multimeter yang didesain khusus, terdapat perangkat untuk mengukur h fe transistor, dioda dan kapasitas kapasitor.

SARAN   Mengukur menggunakan alat ukur elektronik mungkin menjadi sesuatu yang menakutkan bagi sebagian orang.Hal-hal seperti ini harus dihilangkan karena hal tersebut dapat menjadi kendala pada saat kita melakukan pengukuran. Mengukur tidaklah susah jika kita tidak membuatnya susah.Yan harus kita perhatikan ketika ingin memulai suatu pengukuran adalah bagaimana langkah-langkahnya atau prosedur pengukuran tersebut.Apabila dalam melakukan suatu pengukuran kita telah melaksanakannya sesuai prosedur,maka hasilnya pun akan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Maka dari itu,janganlah pernah takut untuk melakukan sebuah pengukuran menggunaakan alat ukur elektronik.   :

SARAN Mengukur menggunakan alat ukur elektronik mungkin menjadi sesuatu yang menakutkan bagi sebagian orang.Hal-hal seperti ini harus dihilangkan karena hal tersebut dapat menjadi kendala pada saat kita melakukan pengukuran. Mengukur tidaklah susah jika kita tidak membuatnya susah.Yan harus kita perhatikan ketika ingin memulai suatu pengukuran adalah bagaimana langkah-langkahnya atau prosedur pengukuran tersebut.Apabila dalam melakukan suatu pengukuran kita telah melaksanakannya sesuai prosedur,maka hasilnya pun akan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Maka dari itu,janganlah pernah takut untuk melakukan sebuah pengukuran menggunaakan alat ukur elektronik.

DAFTAR PUSTAKA         http://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter         http://nabilarik.blogspot.com/2010/02/alat-ukur-multimeter.html         http://www.borneoflasher-training.com/showthread.php?t=129         http://abisabrina.wordpress.com/2010/07/29/mengenal-multimeter/         http://forum.djawir.com/elektronika-handphone-128/penggunaan-multitester-digital-23644/         http://www.sisilain.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter.html         http://abisantoso.multiply.com/journal         http://marulloh.multiply.com/journal/1/PRINSIP_KERJA_MULTIMETER         http://anggitsetiyadi87.blogspot.com/2011/01/makalah-alat-bantu-dan-ukur.html http://www.sisilain.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter.html :

DAFTAR PUSTAKA  http://id.wikipedia.org/wiki/Multimeter  http://nabilarik.blogspot.com/2010/02/alat-ukur-multimeter.html  http://www.borneoflasher-training.com/showthread.php?t=129  http://abisabrina.wordpress.com/2010/07/29/mengenal-multimeter/  http://forum.djawir.com/elektronika-handphone-128/penggunaan-multitester-digital-23644/  http://www.sisilain.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter.html  http://abisantoso.multiply.com/journal  http://marulloh.multiply.com/journal/1/PRINSIP_KERJA_MULTIMETER  http://anggitsetiyadi87.blogspot.com/2011/01/makalah-alat-bantu-dan-ukur.html http://www.sisilain.net/2010/10/pengertian-dan-fungsi-multimeter.html

authorStream Live Help