PROTISTA KELAS X SMA (EVI)

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

MENGENAI PROTISTA

Comments

By: ilmizein (21 month(s) ago)

gmna cara DLnya?

By: chiepoetriragiel (23 month(s) ago)

kok kagak bisa di download ya??

By: indrisekai (36 month(s) ago)

kok qw gg bs download???emange gg bs d download y?

By: kerlipan (41 month(s) ago)

boleh download nggak...

By: gakpenting (44 month(s) ago)

downloadnya dunkz..

See all

Presentation Transcript

Slide 1: 

PROTISTA KELAS X SMA OLEH : EVI TRI WAHYUNI BIOLOGI 2 A UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA (UHAMKA) 2009/2010

Slide 2: 

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR KAJIAN MATERI

Slide 3: 

STANDAR KOMPETENSI Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup

Slide 4: 

KOMPETENSI DASAR Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan

Slide 5: 

PENGERTIAN PROTISTA CIRI-CIRI PROTISTA PENGELOMPOKKAN PROTISTA

Slide 6: 

Dalam klasifikasi lima kingdom, organisme yang mirip hewan dan tumbuhan atau mirip jamur dikelompokkan ke dalam kingdom tesendiri yaitu kingdom Protista. Protista adalah makhluk hidup yang memiliki klasifikasi istimewa, hal ini disebabkan karena protista memiliki ciri tumbuhan (berklorofil) juga memiliki cirri hewan (berflagel).

Slide 7: 

Memiliki selaput inti (membrane nukleus) disebut organism eukariotik. Tubuhnya uniseluler atau multiseluler yang sangta sederhana. Bersifat autotrof untuk protista mirip tumbuhan, heterotrof untuk protista mirip hewan atau mirip jamur. Tempat hidup protista adalah di air tawar atau laut sebagai plankton, di darat pada tempat-tempat yang basah dan di tubuh organismE sebagai parasit. Dalam ekosistem protista mirip tumbuhan berperan sebagai produsen atau penyedia makanan dan protista mirip hewan sebagai konsumen tingkat pertama dan protista mirip jamur berperan sebagai pengurai atau konsumen. Pengelompokkan kngdom protista didasarkan ataS cara memperoleh makanan dan cara hidupnya.

Slide 8: 

Protista yang menyerupai tumbuhan (ALGA) Protista yang menyerupai hewan (Protozoa) Protista yang mnyerupai jamur / fungi

Slide 9: 

KLASIFIKASI ALGA REPRODUKSI ALGA KELOMPOK-KELOMPOK ALGA

Slide 10: 

Berdasarkan habitatnya di perairan alga dibedakan atas : alga subaerial : hidup di daerah permukaan alga interdial : secara periodik muncul di permukaan karena naik turunnya air akibat pasang surut alga sublitoral : hidup di bawah permukaan air alga edafik : hidup di dalam tanah Alga yang hidup melayang di permukaan air disebut neustron, sedangkan yang hidup di dasar perairan disebut bersifat bentik

Slide 11: 

Secara aseksual ada 3 tahap: Pembelahan sel : akan menghasilkan dua sel anak yang masing-masing akan menjadi individu baru Fragmentasi : terpecahnya-pecahnya koloni menjadi beberapa bagian Zoospora : sel tunggal yang di selubungi oleh selaput dan dapat bergerak atau berenang bebas dengan menggunakan satu atau lebih flagela. Setiap zoospora merupakan satu calon baru individu Secara seksual ada 2 tahap : isogami : gamet jantan dan gamet betina berukuran sama besar dan umumnya dapat bergerak. Jika zigot hasil peleburan gamet betina dengan jantan mengalami dormansi disebut zigospora oogami : ukuran gam,et jantan dan betina berbeda. Gamet jantan berukuran kecil dan dapat bergerak, sedangkan gamet betina berukuran besar dan tidak dapat bergerak. Jika zigot yang terbentuk tidak berkecambah tetapi mengalami dormansi, disebut oospora

Slide 12: 

Alga cokelat (Phaeophyta) Diatom (Bacillariophyta) Alga hiaju (Chlorophyta) Alga keemasan (Chrysophyta) Alga merah (Rhodophyta)

Slide 13: 

Pigmennya : Klorofil a dan c fukosantin karoten santofil Contohnya : turbinaria fucus sargassum Habitat : pantai air laut air tawar Bentuk talus : benang atau seperti tumbuhan tingkat tinggi Peranan : fitoplankton dalam ekosistem asam alginat untuk industri makanan farmasi pupuk Dinding sel : Selulosa dan asam alginat Reproduksi : Aseksual : zoospora berflagela dua dan fragmentasi . Seksual : isogami/oogami

Slide 14: 

Gambar Alga Coklat

Slide 15: 

Contohnya : Gracilaria Gelidium Eucheuma Reproduksi : Aseksual : spora haploid Seksual : persatuan sel spermatium dan karpogonium Pigmennya : Klorofil a dan b Karotenoid Fikosiasianin Fikoeritin Habitat : Air laut Air tawar Peranan : bahan agar-agar untuk sup Dinding sel : manan xilan Bentuk talus : benang atau seperti tumbuhan tingkat tinggi

Slide 16: 

Gambar Alga Merah

Slide 17: 

Contohnya : Navicula Pinnularia Synura Habitat : air tawar air laut Pigmennya : klorofil a dan c β-caroten santofil Reproduksi : Aseksual : zoospora berflagela banyak Seksual : persatuan sel sperma dan ovum Peranan : plankton produsen di perairan laut Dinding sel : kersik/silika Bentuk talus : batang atau seperti telapak tangan

Slide 18: 

Gambar Alga Keemasan

Slide 19: 

Contoh : Chlorella Ulva Spirogyra Pigmen : klorofil a dan b β-karoten santofil Reproduksi : Aseksual : zoospora Seksual : konjugasi Habitat : 90% di air tawar 10% di air laut Peranan : fitopalnkton dalam ekosistem air bahan makanan Dinding sel : selulosa Bentuk talus : benang Lembaran bola

Slide 20: 

Gambar Alga Hijau Berbentuk Benang Berbentuk Lembaran

Slide 21: 

Contoh : Actinastrum Desmidium Bacteriastrum Pigmen : klorofil a dan c karotenoid fukosatin Diatoksatin diadinoksantin Habitat : air tawar air laut Reproduksi : Aseksual : pembelahan hipoteka dan epiteka Seksual : persatuan sel sperma dan ovum Peranan : bahan isolasi penyekat dinamit penggosok Dinding sel : silika (kersik) Bentuk talus : epiteka hipoteka

Slide 22: 

Gambar Diatom

Slide 23: 

Rhizopoda Sporozoa Flagellata Cilliata

Slide 24: 

Rhizopoda Rhizopoda berhabitat di air tawar, air laut, tempat basah dan di dalam tubuh hewan atau manusia sebagai parasit. Struktur tubuhya terdiri dari protoplasma yang terdiri dari membran. Ciri khusus Rhizopoda adalah memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodium) yang berguna sebagai alat gerak dan untuk fagositosis makanan. Contoh yang paling mudah di amati adalah Amoeba

Slide 25: 

Amoeba Amoeba berhabitat di air tawar. Ciri amoeba antara lain memiliki bentuk tubuh yang selalu berubah. Ukuran tubuh amoeba sangat besar untuk ukuran protozoa, yaitu berkisar 200-300 mikron Struktur tubuh amoeba : Membran sel berfungsi melindungi protoplasma Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel Vakuola makanan (rongga makanan) berfungsi alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikeluarkan melelui vakuola kontraktil Vakuola kontraktil (rongga berdenyut) berfungsi sebagai organ ekresi makanan

Slide 26: 

Struktur tubuh Amoeba

Slide 27: 

Sistem reproduksi Amoeba Perkembangbiakkan pada amoeba terjadi secara aseksual dengan membelah diri. Proses perkembangbiakkan ini diawali dengan pembelahan inti menjadi dua (kariokinesis) dan diikuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Dua sel hasil pembelahan tersebut bersifat sama dengan induknya.

Slide 28: 

Flagellata Flagellata dari filum Mastigophora dicirikan dengan adnya satu hingga beberapa flagela pada ujung anterior tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak, selain itu juga dipakai untuk berenang, untuk menimbulkan arus yang dapat membawa makanan masuk kedalam mulutnya dan untuk mengetahui keadaan lingkungannya.sebagian besar flagellata hidup bebas, tetapi ada pula yang hidup parasit pada manusia dan hewanatau saprofit pada organisme mati.

Slide 29: 

Cilliata Cilliata umumnya berhabitat di laut atau air tawar, tetapi ada juga yang hidup bersimbiosis komensalisme di dalam usus vertebrata. Sebagian besar cilliata berukuran mikroskopis, tetapi ada pula yang berukuran 3mm sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Cilliata ditandai dengan adnya organ silia (bulu getar) yang berfungsi untuk bergerak dan mencari makan. Contohnya adalah paramecium

Slide 30: 

Struktur tubuh Paramecium Ujung depan tubuhnya tumpul, sedangkan bagian belakang meruncing hingga bentuknya seperti sandal. Bentuk tubuhnya tetap karena mempunyai dinding sel. Tubuh berukuran antara 120-300 mikron. Memiliki dua inti, yaitu makronukleus dan mikronukleus. Paramecium memiliki vakuola kontrakril dan nonkontraktil.

Slide 31: 

Sistem reproduksi Paramecium Reproduksi paramecium terjadi secara vegetatif (dengan pembelahan biner) dan secara generatif (dengan cara konjugasi) Secara Konjugasi

Slide 32: 

a)Dua paramecium saling berdekatan dan menyatu sebagian b)Mikronukleus masing-masing individu bermeiosis, menghasilkan empat spora haploid c)Tiga mikronukleus hancur dan satu mikronukleus membelah secara mitosis menjadi dua d)Pasangan tersebut kemudian mempertukarkan satu mikronukleusnya e)Mikronukleus bergabung terjadilah singami, terbentuklah zigot nukleus yang haploid. Kemudian pasangan paramecim memisah f)Zigot nukleus masing-masing membelah secara mitosis tiga kali berturut-turut hingga menghasilkan delapan mikronukleus yang identik g)Selanjutnya masing-masing makronukleus yang asli hancur. Empat mikronukleus menjadi makronukleus baru. Empat lainnya tersisa tetap sebagai mikronukleus h)Setelah pembelahan sel, makronukleus dan mikronukleus yang baru dibagikan kedalam masing-masing empat individu sel baru untuk konjugasi seperti semula Keterangankonjugasi paramecium

Slide 33: 

Sporozoa Sporozoa merupakan golongan protista yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Sporozoa hidup secara parasit pada hewan dan manusia dan mengambil makanan dengan menyerap dari tubuh inangnya. Respirasi dan ekresi terjadi secara difusi. Contohnya plasmodium

Slide 34: 

Protista yang menyerupai jamur/fungi Jamur Lendir / Myxomycota Jamur Air / Oomycotina

Jamur Lendir / Myxomycota : 

Jamur Lendir / Myxomycota Jenis jamur ini biasa hidup di tanah lembab, sampah organic, tumbuhan seperti daun, batang yang telah roboh/lapuk dan air tawar. Beberapa jenis ada yang berpigmen cerah (kuning atau orange), tidak berfotosintesis jadi hidupnya secara heterotrof. Fase vegetative berbentuk seperti amoeba disebut Plasmodium. Bila jamur ini akan makan plasmodium akan bergerak amoebaid untuk mengelilingi dan menelan makanan yang berbentuk zat organic. Makanan dicerna dalam vakuola makanan dan sisa yang tidak dicerna ditinggal dengan bergeak menjauh. Bila sudah dewasa plasmodium membentuk spongarium yang mirip dengan spongarium jamur / fungi. Spongariumnya sangat kecil an berisi banyak spora dan bila telah masak spora akan menyebar melalui udara dan bila jatuh di tempat yang lembab akan tumbuh menjadi plasmodium atau gamet yang akan segera melakukan singami menghasilkan zigot yang akan berkecambah membentuk hifa baru.

Slide 36: 

Gambar Jamur Lendir

Slide 37: 

Jamur Air / Oomycotina Persamaan oomycotina dengan jamur sejati adalah bentuk hifa/miselium yang berinti banyak/soenositik dan cara adptasinya. Perbedaannya dengan jamur sejati terletak dari dinding selnya. Oomycotina berdinding sellulose sedangkanjamur sejati tersusun dari khitine. Jenis jamur ini juga berbiak dengan membentuk spora secara vegetative (hasil sporanya haploid) dan spora seksual (diploid) yaitu zoospors yang mempunyai dua flagel.

Slide 38: 

Daftar pustaka Maryati, sri.,Pratiwi,A,D,.Srikini,.Suharno,.S, Bambang. 2006. BIOLOGI untuk Kelas X. Jakarta. Penerbit Erlangga