ema,fkip biologi, biologi 2a uhamka, memahami kelangsungan makhluk hid

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

PPT ini sebagai tugas biologi ICT di program studi pendidikan Biologi Uhamka

Comments

Presentation Transcript

Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup :

Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup Nama : Ema.Rusmanti Semester/kelas : 2a Prodi : biologi NIM : 1001145032

Daftar isi :

Daftar isi Adaptasi pada Hewan dan Tumbuhan Adaptasi Morfologi Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan Adaptasi Fisiologi pada Manusia Adaptasi Tingkah Laku Seleksi Alam Reproduksi pada Tumbuhan Reproduksi pada Hewan

1. Mengaitkan perilaku adaptasi heman tertentu dilingkungan dengan kelangsungan hidup. 2. Mempediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan kemampua yng dimiliki. 3. Mendeskipsikan hubungan interspesifik (antar populasi) dengan seleksi alam. 4. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup. 5. Mendiskipikan cara pekembangbiakan pada tumbuhan dan hewan. :

1. Mengaitkan perilaku adaptasi heman tertentu dilingkungan dengan kelangsungan hidup . 2. Mempediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan kemampua yng dimiliki . 3. Mendeskipsikan hubungan interspesifik ( antar populasi ) dengan seleksi alam . 4. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup . 5. Mendiskipikan cara pekembangbiakan pada tumbuhan dan hewan . indikator

Tujuan pembelajaran : :

Mencari informasi melalui studi pustaka tentang peran adaptasi , seleksi alam dan perkembangbiakan hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup . Melihat peristiwa mekanisme adaptasi , seleksi alam dan perkembangbiakan hubungannya dengan kelangsungan hidup makhluk hidup melalui video/film. Mencari informasi melalui studi pustaka dan merumuskan cara-cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan sebagai mekanisme untuk mendukung kelangsungan hidup Tujuan pembelajaran :

Adaptasi pada Hewan dan Tumbuhan Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh. Struktur tubuh. atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya. Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar. Adaptasi Morfologi pada Hewan Mengapa bentuk paruh burung bermacam-macam?, bentuk paruh burung bermacam-macarn disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian. Burung kolibri, paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga. Burung pelikan, paruhnya sesuai untuk menangkap ikan. Burung elang, paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. Burung pelatuk. paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya. :

Adaptasi pada Hewan dan Tumbuhan Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh . Struktur tubuh . atau alat-alat tubuh organisme terhaclap lingkungannya . Kamu dengan mudah dapat mengamati adaptasi morfologi karena perubahan yang terjadi merupakan perubahan bentuk luar . Adaptasi Morfologi pada Hewan Mengapa bentuk paruh burung bermacam-macam ?, bentuk paruh burung bermacam-macarn disesuaikan dengan jenis makanannya . Burung paruhnya sesuai untuk makan biji-bijian . Burung kolibri , paruhya sesuai untuk mengisap madu dari bunga . Burung pelikan , paruhnya sesuai untuk menangkap ikan . Burung elang , paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya . Burung pelatuk . paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya . Adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat pada macam-macam bentuk kakinya . Materi pokok / pembelajaran :

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan Berdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut:

Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan Berdasarkan tempat hidupnya , tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut Xeroflt , yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus. Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas. Hidrofit . yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai. Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut. Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh organisme terhadap lingkungannya. Kamu tidak mudah mengamati adaptasi fisiologi karena adaptasi fisiologi menyangkut fungsi alat-alat tubuh yang umumnya terletak di bagian dalam tubuh.

Adaptasi Fisiologi pada Manusia Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah. Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan. Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni). :

Adaptasi Fisiologi pada Hewan Berdasarkan jenis makanannya , hewan dapat dibedakan menjadi karnivor ( pemakan daging ). herbivor memakan tumbuhan ), serta omnivor ( pemakan daging dan turnbuhan ). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya . antara lain terdapat pada ukuran ( panjang ) usus dan enzim pencernaan yang berbeda . Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras , rata-rata usus herbrvor lebih panjang daripada usus karnivor : Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas . Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivor . Misalnya . semak azalea di Jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa tidak memakan daunnya . Adaptasi Fisiologi pada Manusia Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai / dataran rendah . Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan . Pada saat udara dingin , orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni ).

Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini. Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut. Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya. Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya, bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. Dengan demikian, bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya. Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya. Secara berkala, paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air. Dalam keadaan bahaya, cecak melakukan autotomi, yaitu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri. :

Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku . Kamu dapat dengan mudah mengamati adaptasi ini . Contoh adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut . Adaptasi Tingkah Laku pada Hewan Bunglon melakukan mimikri , yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan / tempat hinggapnya . Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya , bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya . Dengan demikian , bunglon dapat terhindar dari bahaya dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya . Cumi-cumi mengeluarkan tinta / cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya . Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya . Secara berkala , paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernapasannya berupa paru-paru tidak dapat memanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air. Dalam keadaan bahaya , cecak melakukan autotomi , yaitu memutuskan ekornya . Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri .

Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah. Pada musim kemarau. tumbuhan tropofit, misalnya pohon jati dan randu, menggugurkan daunnya. Seleksi Alam Seleksi alam adalah proses di alam. Misalnya perubahan lingkungan. Persaingan antarorganisme. dan proses makan dimakan. yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam. Di Kepulauan Galapagos juga terdapat contoh adanya seleksi alam yang lain. Kaktus yang hidup di pulau yang tidak dihuni kura-kura tumbuh rendah dengan duri-duri lunak. Adapun kaktus yang hidup di pulau yang dihuni kura-kura tumbuh seperti pohon dengan batang tebal dan tinggi serta dilindungi oleh duri yang keras dan kaku. Organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup. Sebaliknya. organisme yang tidak berhasiI lolos dari seleksi alam akan punah. Contoh organisme yang punah karena seleksi alam adalah dinosaurus. Beberapa teori berusaha menjelaskan punahnya dinosaurus. Salah satunya menyebutkan bahwa dinosaurus punah karena jutaan tahun yang lalu sebuah meteor menabrak bumi. Tabrakan itu menimbulkan ledakan hebat yang mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar debu ke atmoster. Debu tersebut menghalangi sinar matahari sehingga tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis. Akibatnya, banyak tumbuhan mati. Dinosaurus yang herbivor tidak mendapatkan makanan dan mati. Dinosaurus pemakan daging yang tidak mendapat mangsa akhirnya punah. Reproduksi (Perkembangbiakan) Organisme yang mempunyai tingkat reproduksi tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya apabila dibandingkan dengan organisme yang mempunyai tingkat reproduksi rendah. Reproduksi merupakan ciri makhluk hidup yang penting karena bertujuan melestarikan jenisnya agar tidak punah. Terdapat dua macam reproduksi, yaitu reproduksi vegetatif (aseksual/tidak kawin) dan reproduksi generatif ( seksual/kawin ). :

Adaptasi Tingkah Laku pada Tumbuhan Pada saat lingkungan dalam keadaan kering , tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah . Pada musim kemarau . tumbuhan tropofit , misalnya pohon jati dan randu , menggugurkan daunnya . Seleksi Alam Seleksi alam adalah proses di alam . Misalnya perubahan lingkungan . Persaingan antarorganisme . dan proses makan dimakan . yang dapat memilih organisme yang dapat bertahan hidup atau tidak dapat bertahan hidup di alam . Di Kepulauan Galapagos juga terdapat contoh adanya seleksi alam yang lain. Kaktus yang hidup di pulau yang tidak dihuni kura-kura tumbuh rendah dengan duri-duri lunak . Adapun kaktus yang hidup di pulau yang dihuni kura-kura tumbuh seperti pohon dengan batang tebal dan tinggi serta dilindungi oleh duri yang keras dan kaku . Organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam akan mampu bertahan hidup . Sebaliknya . organisme yang tidak berhasiI lolos dari seleksi alam akan punah . Contoh organisme yang punah karena seleksi alam adalah dinosaurus . Beberapa teori berusaha menjelaskan punahnya dinosaurus . Salah satunya menyebutkan bahwa dinosaurus punah karena jutaan tahun yang lalu sebuah meteor menabrak bumi . Tabrakan itu menimbulkan ledakan hebat yang mengakibatkan terlepasnya sejumlah besar debu ke atmoster . Debu tersebut menghalangi sinar matahari sehingga tumbuhan hijau tidak dapat melakukan fotosintesis . Akibatnya , banyak tumbuhan mati . Dinosaurus yang herbivor tidak mendapatkan makanan dan mati . Dinosaurus pemakan daging yang tidak mendapat mangsa akhirnya punah . Reproduksi ( Perkembangbiakan ) Organisme yang mempunyai tingkat reproduksi tinggi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya apabila dibandingkan dengan organisme yang mempunyai tingkat reproduksi rendah . Reproduksi merupakan ciri makhluk hidup yang penting karena bertujuan melestarikan jenisnya agar tidak punah . Terdapat dua macam reproduksi , yaitu reproduksi vegetatif ( aseksual/tidak kawin ) dan reproduksi generatif ( seksual/kawin ).

Reproduksi Generatif'' Penyerbukan Pada tumbuhan, sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi), terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. Contoh tumbuhan berumah satu adalah kacang-kacangan, jambu-jambuan, dan terung-terungan. Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik,:

Reproduksi Generatif '' Penyerbukan Pada tumbuhan , sebelum terjadi proses pembuahan ( fertilisasi ), terjadi proses penyerbukan/persarian ( polinasi ). Pada tumbuhan biji tertutup ( Angiospermae ). Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik . Pada tumbuhan biji tertutup ( Gymnospermae ) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji . Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan . baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda . Contoh tumbuhan berumah satu adalah kacang-kacangan , jambu-jambuan , dan terung-terungan . Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda . Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji . Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik , Reproduksi pada Tumbuhan Tumbuhan Tidak Berpembuluh Reproduksi Ganggang (Alga) Reproduksi vegetatif , antara lain dengan membentuk zoospora . fragmentasi . dan membelah diri . Dengan membentuk . oospora ( spora keebara ). berupa sel reproduksi aseksual yang memiliki flagel ( bulu cambuk ), misalnya pada Chlorococcum . Secara Fragmentasi , yaitu pemotongan bagian tubuh menjadi beberapa bagian . setiap potongan tubuh dapat berkembang menjadi organisme baru , misalnya pada Spirogyra. Dengan membelah diri , misalnya pada Navicula Reproduksi generatif , antara lain dengan konjusasi dan membentuk sel kelamin . Konjugasi , yaitu reproduksi generatif pada organisme yang tidak diketahui jenis kelaminnya . Untuk membedakan jenis kelamin ditandai dengan (+) dan (-). Konjugasi diawali dengan plasmogonu ( persatuan plasma) dilanjutkan dengan kariogomi ( persatuan inti sel ). Reproduksi secara konjugasi terjadi pada Spirogyra. Dengan pembentukan gamet ( sel kelamin ). yaitu sel telur (ovum) oleh oogonium dan sperma oleh anteridium . misalnya pada Ulva dan Oedogonium . Tumbuhan Berpembuluh Reproduksi Tumbuhan Paku Pada tumbuhan paku terjadi metagenesis . Tumbuhan paku merupakan generasi sporofit yang menghasilkan spora . Daun paku dibedakan menjadi dua macam , yaitu sporofil dan tropofil . Sporofil adalah daun yang bersifat fertil ( subur ), dapat menghasilkan spora : sedangkan tropofil adalah daun yang bersifat infertil ( mandul ). tidak dapat menghasilkan spora . Reproduksi Tumbuhan Berbiji Reproduksi Vegetatif Reproduksi vegetatif pada tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua macam . yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan . Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi vegetatjf yang terjadi secara alami ( tanpa campur tangan manusia ), sedangkan reproduksi vegetatif buatan adalah reproduksi vegetatif dengan bantuan manusia .

Reproduksi pada Hewan Reproduksi Avertebrata Reproduksi Vegetatif Membelah Diri Reproduksi dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa (hewan bersel satu), misalnya Amoeba, Puramaecium, dan Euglena. Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan inti sel (nukleus) rnenjadi dua, kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut. Selanjutnya, bagian tengah sitoplasma menggenting (menyempit), diikuti pemisahan yang membentuk dua individu. Pada saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan, Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat. Di dalam kista tersebut, Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil. Ketika kondisi lingkungan membaik. dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar. kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa. Fragmentasi Pada fragmentasi. individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya. Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria. Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi. Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian, masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria. Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian, masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria. Cacing Planaria bersifat hermafrodit, artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat reproduksi, yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi secara generatif. Pembentukan Tunas Contoh hervan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa. Setelah cukup besar, tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya. Hewan lain yang melakukan reproduksi dengan tunas misalnya ubur-ubur, hewan karang, dan anemon laut. Pada hewan karang, tunas tumbuh di dalam tubuh, disebut tunas dalam (gemulae). Jika induk hewan karang mati, gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda (pembelahan multipel) yang menghasilkan spora. Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan sporulasi adalah Plasmodium. hewan bersel satu yang dikenal sebagai penyebab penyakit malaria. Dalam siklus hidupnya, Plasmodium mengalami dua fase. yaitu fase generatif dan fase vegetatif. Fase generatif berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina. sedangkan fase vegetatif berlangsung di dalam tubuh penderita penyakit malaria. :

Reproduksi pada Hewan Reproduksi Avertebrata Reproduksi Vegetatif Membelah Diri Reproduksi dengan cara membelah diri hanya terjadi pada Protozoa ( hewan bersel satu ), misalnya Amoeba, Puramaecium , dan Euglena. Proses pembelahan diawali dengan proses pembelahan inti sel ( nukleus ) rnenjadi dua , kemudian diikuti pembelahan sitoplasma menjadi dua bagian yang masing-masing menyelubungi dua nukleus tersebut . Selanjutnya , bagian tengah sitoplasma menggenting ( menyempit ), diikuti pemisahan yang membentuk dua individu . Pada saat keadaan lingkungan kurang menguntungkan , Amoeba akan melindungi diri dengan membentuk kista yang berdinding sangat kuat . Di dalam kista tersebut , Amoeba membelah diri berulang-ulang menghasilkan banyak individu baru dengan ukuran yang lebih kecil . Ketika kondisi lingkungan membaik . dinding kista akan pecah dan individu-individu baru tersebut keluar . kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Amoeba dewasa . Fragmentasi Pada fragmentasi . individu baru terbentuk dari potongan tubuh induknya . Masing-masing potongan tubuh akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru . Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing Planctria . Cacing Planaria mempunyai daya regenerasi yang sangat tinggi . Seekor cacing Planaria yang dipotong menjadi dua bagian , masing-masing potongan akan tumbuh dan berkembang menjadi dua ekor cacing Planaria . Begitu juga ketika dipotong menjadi tiga bagian , masing-masing tumbuh dan berkembang menjadi tiga ekor cacing Planaria . Cacing Planaria bersifat hermafrodit , artinya dalam satu individu terdapat dua macam alat reproduksi , yaitu alat reproduksi jantan dan betina dan dapat melakukan reproduksi secara generatif . Pembentukan Tunas Contoh hervan yang melakukan reproduksi dengan membentuk tunas ialah Hydra. Individu baru Hydra terbentuk dari bagian tubuh Hydra dewasa . Setelah cukup besar , tunas akan melepaskan diri dari tubuh induknya . Hewan lain yang melakukan reproduksi dengan tunas misalnya ubur-ubur , hewan karang , dan anemon laut . Pada hewan karang , tunas tumbuh di dalam tubuh , disebut tunas dalam ( gemulae ). Jika induk hewan karang mati , gemulae akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru . Sporulasi Sporulasi adalah proses pembelahan berganda ( pembelahan multipel ) yang menghasilkan spora . Contoh hewan yang melakukan reproduksi dengan sporulasi adalah Plasmodium. hewan bersel satu yang dikenal sebagai penyebab penyakit malaria. Dalam siklus hidupnya , Plasmodium mengalami dua fase . yaitu fase generatif dan fase vegetatif . Fase generatif berlangsung di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina . sedangkan fase vegetatif berlangsung di dalam tubuh penderita penyakit malaria.

Reproduksi Generatif Protozoa Pada Protozoa (hewan bersel satu). reproduksi generatil terjadi dengan cara konjugasi, yaitu perkarwinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Anggota Protozoa yang melakukan konjugasi. misalnya Paramecium caudatum. Porifera Porifera (hewan berpori) merupakan hewan bersel banyak hidup melekat di dasar perairan. dan bersifat hermafroidit. Meskipun mempunyai dua macam alat reproduksi. Porivera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Dengan kata iain, untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu. Proses reproduksi generatif Porifera adalah sebagai berikut. Ovum Porifera yang sudah masak dibuahi sperma individu lain yang sejenis. Dari hasil pembuahan ini, terbentuklah larva berflagela (berbulu cambuk). Larva berflagela tersebut keluar dari tubuh induknya melalui suatu lubang yang disebut oskulum dan berenang menjauh. Larva yang sangat kecil itu akan menempel pada suatu dasar perairan untuk tumbuh dan berkembang menjadi Porifera dewasa. Coelenterata Contoh anggota Coelenterata (hewan berongga) yang dapat melakukan reproduksi secara generatif adalah Hyadra. Hydra bersifat hermafrodit. Testis (alat kelamin jantan. Penghasil sperma) hydra berbentuk kerucut dan terletak pada kulit luar. sedangkan ovarium (alat kelamin betina, penghasil ovum) berupa bulatan menggelembung. Berbeda dengan Porifera, ovum Hyidra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama. Jadi. pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri. Meskipun demikian, pembuahan sendiri jarang terjadi karena waktu masak ovum dan sperma tidak bersamaan. :

Reproduksi Generatif Protozoa Pada Protozoa ( hewan bersel satu ). reproduksi generatil terjadi dengan cara konjugasi , yaitu perkarwinan antara dua individu sejenis yang tidak diketahui jenis kelaminnya . Anggota Protozoa yang melakukan konjugasi . misalnya Paramecium caudatum . Porifera Porifera ( hewan berpori ) merupakan hewan bersel banyak hidup melekat di dasar perairan . dan bersifat hermafroidit . Meskipun mempunyai dua macam alat reproduksi . Porivera tidak dapat melakukan reproduksi sendiri . Dengan kata iain , untuk melakukan reproduksi tetap diperlukan dua individu . Proses reproduksi generatif Porifera adalah sebagai berikut . Ovum Porifera yang sudah masak dibuahi sperma individu lain yang sejenis . Dari hasil pembuahan ini , terbentuklah larva berflagela ( berbulu cambuk ). Larva berflagela tersebut keluar dari tubuh induknya melalui suatu lubang yang disebut oskulum dan berenang menjauh . Larva yang sangat kecil itu akan menempel pada suatu dasar perairan untuk tumbuh dan berkembang menjadi Porifera dewasa . Coelenterata Contoh anggota Coelenterata ( hewan berongga ) yang dapat melakukan reproduksi secara generatif adalah Hyadra . Hydra bersifat hermafrodit . Testis ( alat kelamin jantan . Penghasil sperma ) hydra berbentuk kerucut dan terletak pada kulit luar . sedangkan ovarium ( alat kelamin betina , penghasil ovum) berupa bulatan menggelembung . Berbeda dengan Porifera , ovum Hyidra dapat dibuahi oleh sperma yang dihasilkan oleh individu yang sama . Jadi . pada Hydra dapat terjadi pembuahan sendiri . Meskipun demikian , pembuahan sendiri jarang terjadi karena waktu masak ovum dan sperma tidak bersamaan .

authorStream Live Help