Pengertian dan fungsi sistem pengendalian manajemen sektor publik

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Pengertian dan fungsi manajemen sektor publik

Comments

Presentation Transcript

Makalah :

Makalah Judul Pengertia dan fungsi sistem pengendalian manajemen sektor publik Disusun oleh Samsul Jumarni Asra Agus Prayitno Endang Triswenti Destiani Muhammad Ali Tengku Muhammad Nor

Fungsi pengendalian manajemen :

Fungsi pengendalian manajemen Perencanaan , Koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi , Komunikasi informasi , Pengambilan keputusan , Memotivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi , Pengendalian , Penilaian kinerja .

Pengertian dan fungsi sistem pengendalian manajemen sektor publik:

Pengertian dan fungsi sistem pengendalian manajemen sektor publik Pengertian sistem pengendalian manajemen sektor publik sistem pengendalian manajemen adalah merupakan suatu proses untuk menentukan suatu sasaran agar seluruh fungsi dapat melaksanakan sesuai dengan fungsinya sedangkan proses pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer di seluruh tingkat memastikan bahwa orang2 yang mereka awasi mengimplementasi strategi yang dimaksudkan

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK :

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK Setiap organisasi publik maupun swasta memiliki tujuan yang hendak dicapai . Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan strategi yang dijabarkan dalam bentuk program-program atau aktivitas . Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya strategi organisasi secara efektif dan efisisen sehingga tujuan organisasi dapat dicapai .

FUNGSI PENGENDALIAN MANAJEMEN :

FUNGSI PENGENDALIAN MANAJEMEN (1) Perencanaan , (2) Koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi , (3) Komunikasi informasi , (4) Pengambilan keputusan , (5) Memotivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi , (6) Pengendalian , (7) Penilaian kinerja .

Tipe Pengendalian Manajemen:

Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok , yaitu : 1.      Pengendalian preventif ( preventif control ) Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi perencanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. 2.      Pengendalian operasional ( operational control ) Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran . Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan dengan pengendalian . 3.      Pengendalian kinerja Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan .

Struktur Pengendalian Manajemen :

Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik . Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban ( responsibility centers ). Pusat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya . Suatu organisasi merupakan kumpulan dari berbagai pusat pertanggungjawaban tersebut adalah : 1.      Sebagai basis perencanaan , pengendalian , dan penilaian kinerja manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya ; 2.      Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi ; 3.      Memfasilitasi terbentuknya goal congruence ; 4.      Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat ; 5.      Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan ; 6.      Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisisen ; dan 7.      Sebagai alat pengendalian anggaran ;

Pengertian Tanggungjawab manejer pusat:

Pengertian Tanggungjawab manejer pusat   Tanggung jawab manajer pusat adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara sumber daya input yang digunakan dengan output dihasilkan , kemudian dikaitkan dengan target kinerja . input diukur dengan jumlah sumber daya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk /output yang dihasil

Pusat-Pusat Pertanggungjawaban :

Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat empat jenis pusat pertanggungjawaban , yaitu : 1.      Pusat biaya ( expense center ) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan . Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan ( bukan nilai output yang dihasilkan . Contoh pusat biaya adalah Departemen Produksi , Dinas Sosial , dan Dinas Pekerjaan Umum .   2.      Pusat Pendapatan ( revenue center ) Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan . Contoh pusat pendapatan adalahDinas Pendapatan Daerah dan Departemen Pemasaran . 3.      Pusat Laba ( profit center ) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang membandingkan input ( expense ) dengan output ( revenue ) dalam satuan moneter . Kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan . Contoh : BUMN dan BUMD, obyek pariwisata milik PEMDA, Bandara , dan Pelabuhan . 4.      Pusat investasi ( investment center ) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamakan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya . Contoh pusat investasi adalah Departemen Riset dan Pengembangan dan Balitbang .

PowerPoint Presentation:

Pusat-pusat pertanggungjawaban organisasi mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan perencanaan dan pengendalian anggaran . Melalui pusat pertanggungjawaban tersebut anggaran dibuat , dan jika disahkan anggaran dikomunikasikan kepada manajer level, menengah , dan bawah untuk dilaksanakan Manajer pusat pertanggungajawaban , sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran . Pusat pertanggungjawaban memperoleh sumber daya input berupa tenaga kerja , material, dan sebagainya yang dengan input tersebut diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada tingkat kuantitas dan kualitas tertentu .  

Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik:

Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi formal dalam organisasi yang meliputi : 1.      Rumusan strategi ( strategy formulation ) 2.      Perencanaan startegik ( strategic plannning ) 3.      Penganggaran 4.      Operasional ( pelaksanaan anggaran ), dan 5.      Evaluasi kinerja Saluran komunikasi informal dapat dilakukan melalui komunikasi langsung , pertemuan informal, diskusi , atau melalui metoda management by walking around. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang didalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi . Pengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal.

Perumusan Strategi (Strategy Formulation) :

Perumusan Strategi ( Strategy Formulation ) Perumusan strategi merupakan proses penentuan visi , misi , tujuan , sasaran , target ( outcome ), arah dan kebijakan , serta strategi organisasi . Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen puncak ( top management ). Dalam organisasi pemerintahan , perumusan straegi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang akan menjadi acuan bagi eksekutif dalam bertindak . Strategi yang dihasilkan dari proses perumusan strategi merupakan strategi global ( makro ) atau dalam perusahaan disebut corporate level strategy. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi . Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT

Olsen dan Eadie (1982) menyatakan proses perumusan strategi terdiri atas lima:

Olsen dan Eadie (1982) menyatakan proses perumusan strategi terdiri atas lima Olsen dan Eadie (1982) menyatakan proses perumusan strategi terdiri atas lima komponen dasar , yaitu :   Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan kerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai .   Analisis atau scanning lingkungan , terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran ( assessment ) faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat merumuskan strategi organisasi .   Profil internal dan audit sumber daya , yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik .   Perumusan , evaluasi , dan pemilihan strategi   Implementasi dan pengendalian rencana strategik

Bryson (1995) membuat model delapan langkah untuk memfasilitasi proses perumusan:

Bryson (1995) membuat model delapan langkah untuk memfasilitasi proses perumusan Bryson (1995) membuat model delapan langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi , yaitu : 1.      Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategik 2.      Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3.      Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4.      Menilai lingkungan eksternal ( peluang dan ancaman ) 5.      Menilai lingkungan internal ( kekuatan dan kelemahan ) 6.      Identifikasi isu strategik yang sedang dihadapi organisasi 7.      Perumusan strategi untuk me-manage isu-isu 8.      Menetapkan visi organisasi untuk masa depan

Perencanaan Strategik (Strategic Planning) :

Perencanaan Strategik ( Strategic Planning ) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik ( strategic planning ), perencanaan strategik adalah proses penentuan program-program, aktivitas , atau proyek yang akan dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan . Proses strategik merupakan proses yang sistematik yang memiliki prosedur dan skedul yang jelas . Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalami masalah dalam penganggaran , misalnya terjadinya beban kerja anggaran ( budget workload ) yang terlalu berat , alokasi sumber daya yang tidak tepat sasaran , dan dilakukannya pilihan strategi yang salah . Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi publik menuntut adanya strategic vision, strategic thinking, strategic leadership, dan strategic organization .  

authorStream Live Help