Pengaruh Pembelajaran PLH terhadap Sikap Ilmiah

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

Comments

Presentation Transcript

Eka Siti Barkah 3415066806: 

Eka Siti Barkah 3415066806 Dosen Pembimbing I : Dra . Mieke Miarsyah , M.Si . Dosen Pembimbing II : Hanum Isfaeni , S.Pd ., M.Si . PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH) SEBAGAI MUATAN LOKAL TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA Seminar Hasil Penelitian

BAB I: 

BAB I Latar Belakang Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian

A. Latar Belakang: 

A. Latar Belakang Indonesia megabiodiversity Upaya pencegahan yang bersifat edukatif & persuasif Pembelajaran PLH Metode kreatif & inovatif Dikemas dengan lebih banyak kegiatan praktek Eksploitasi berlebihan ( dampak buruk ) Terintegrasi Sebagai mulok Merupakan pendekatan keterampilan proses Pengembangan sikap ilmiah

PowerPoint Presentation: 

Apakah dengan sikap ilmiah dapat menjadikan siswa mampu mengembangkan pengetahuan dalam mengatasi kebutuhan hidup ? Bagaimana pembelajaran PLH sebagai muatan lokal ? Bagaimana pembelajaran PLH dengan kurikulum monolitik ( terintegrasi )? Apakah keberadaan pembelajaran PLH sebagai mulok dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa ? Apakah terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mendapatkan pembelajaran PLH sebagai mulok maupun dengan kurikulum terintegrasi ? B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan Masalah P engaruh pembelajaran PLH sebagai mulok terhadap sikap ilmiah siswa di SMAN 83 Jakarta dan SMAN 76 Jakarta.

PowerPoint Presentation: 

Mengetahui pengaruh pembelajaran PLH sebagai mulok terhadap sikap ilmiah siswa . D. Perumusan Masalah E. Tujuan Penelit an F. Manfaat penelitian Sekolah , guru, dan siswa : memberi informasi tentang pengaruh pembelajaran PLH sebagai mulok terhadap sikap ilmiah siswa . Informasi ini dapat dijadikan acuan sehingga mulok PLH dapat menjadi pilihan bagi sekolah dalam upaya meningkatkan sikap ilmiah siswa . “ Apakah terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mendapatkan pembelajaran PLH sebagai mulok maupun dengan kurikulum terintegrasi ?”

BAB II: 

BAB II Kajian Pustaka Kerangka Berpikir Hipotesis Penelitian

PowerPoint Presentation: 

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah upaya mengubah perilaku & sikap yang dilakukan berbagai pihak / elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan , keterampilan , dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi yang akan datang ( Kementrian Lingkungan Hidup , 2005). A. Kajian Pustaka 1. Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup

PowerPoint Presentation: 

Sikap ilmiah yang perlu dikembangkan siswa antara lain keingintahuan , berani mengusulkan perbaikan , santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi , peduli terhadap lingkungan , berpendapat secara ilmiah dan kritis , bekerja sama , jujur terhadap fakta dan tekun ( Depdiknas , 2003). 3. Sikap Ilmiah 2. Pembelajaran PLH sebagai Muatan Lokal Pendidikan lingkungan yang bersifat formal erat kaitannya dengan aspek kurikulum yang secara khusus perlu dilengkapi dengan paket ‘ kurikulum hijau ’ dan perlu diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar hingga ke Perguruan Tinggi , sedangkan pendidikan non formal dapat ditempuh melalui kegiatan pelatihan maupun kursus (Liana dalam www.ychi.org/ , 2009).

PowerPoint Presentation: 

B. Kerangka Berpikir Pembelajaran PLH ( mulok ) Merupakan keterampilan proses Melalui pembelajaran PLH sebagai mulok diharapkan sikap ilmiah siswa dapat berkembang Memahami konsep & memecahkan masalah Praktek nyata , menerapkan pengetahuan , keterampilan , mampu bersosialisasi dan menemukan solusi masalah lingkungan di masyarakat Sikap ilmiah dapat dikembangkan melalui keterampilan proses

PowerPoint Presentation: 

“ Terdapat pengaruh pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai muatan lokal terhadap sikap ilmiah siswa ”. C. Hipotesis Penelitian

BAB III: 

BAB III Tujuan Operasional Tempat dan Waktu Penelitian Metode Penelitian dan Disain Penelitian Populasi dan Sampling Teknik Pengumpulan Data Instrumen Penelitian Prosedur Penelitian Hipotesis Statistik Analisis Data

PowerPoint Presentation: 

Mengukur pengaruh pembelajaran PLH sebagai mulok terhadap sikap ilmiah siswa A. Tujuan Operasional B. Tempat & Waktu Penelitian C. Metode & Disain Penelitian Tempat : SMAN 83 Jakarta dan SMAN 76 Jakarta Waktu : bulan Juli - Agustus t.a . 2010/2011 Metode penelitian :quasi eksperimen Disain penelitian : pretest-posttest control group design R O 1 X O 2 R O 3 O 4

PowerPoint Presentation: 

Populasi : seluruh siswa SMAN 83 & 76 Jakarta. Populasi terjangkaunya : siswa kelas XII IPA di SMAN 83 & 76 Jakarta. Teknik pengambilan sampel : metode purposive sampling . Total jumlah sampel : 70 siswa F. Instrumen Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data D. Populasi & Sampel Data yang diperoleh berasal dari siswa yang mendapat pembelajaran PLH baik secara terintegrasi maupun sebagai mulok , yaitu berupa pretest dan posttest serta hasil observasi pembelajaran Instrumen : angket tertutup , dengan skala Likert dalam bentuk cheklist dan lembar observasi

PowerPoint Presentation: 

1. Tahap Perencanaan Membuat instrumen Mengkonsultasikan instrumen Mengujicobakan instrumen Menghitung validitas ( rumus PPM) & realibilitas ( rumus Cronbach Alfa (α)) Menentukan butir pernyataan yang telah valid dan reliabel 2. Tahap Pelaksanaan Menyebar angket sikap ilmiah ( pretest ) Melakukan observasi pembelajaran PLH di SMAN 83 & 76 Jakarta Meyebarkan angket sikap ilmiah ( posttest ) 3. Pasca Penelitian Mengolah data Uji prasyarat : uji normalitas Melakukan pengujian hipotesis Menarik kesimpulan Menyusun laporan hasil penelitian G. Prosedur Penelitian

PowerPoint Presentation: 

H o : µ x = µ y H 1 : µ x ≠ µ y 1. Uji Prasyarat Uji normalitas Metode Kolmogorov -Smirnov pada α= 0,05 2. Uji Hipotesis Statistik Di uji dengan uji tanda (sign test) H. Hipotesis Statistik I. Analisis Data

BAB IV: 

BAB IV Hasil Penelitian Pembahasan

PowerPoint Presentation: 

a. Sikap ilmiah siswa ( Pembelajaran PLH sebagai mulok ) A. Hasil Penelitian Gambar 1. Diagram batang distribusi frekuensi sikap ilmiah siswa ( pretest ) di SMAN 83 Jakarta 1. Deskripsi data

PowerPoint Presentation: 

a. Sikap ilmiah siswa ( Pembelajaran PLH sebagai mulok ) Gambar 2. Diagram batang distribusi frekuensi sikap ilmiah siswa ( posttest ) di SMAN 83 Jakarta

PowerPoint Presentation: 

b. Sikap ilmiah siswa ( Pembelajaran PLH terintegrasi ) Gambar 3. Diagram batang distribusi frekuensi sikap ilmiah siswa ( pretest ) di SMAN 76 Jakarta

PowerPoint Presentation: 

b. Sikap ilmiah siswa ( Pembelajaran PLH terintegrasi ) Gambar 4. Diagram batang distribusi frekuensi sikap ilmiah siswa ( posttest ) di SMAN 76 Jakarta

PowerPoint Presentation: 

Rata-rata skor sikap ilmiah siswa PLH sebagai mulok (SMAN 83 Jakarta) a. skor pretest = 90,6 b. skor posttest = 89,5 terjadi penurunan sebesar 1,1 PLH terintegrasi (SMAN 76 Jakarta) a. skor pretest = 94,0 b. skor posttest = 91,8 terjadi penurunan sebesar 2,2.

PowerPoint Presentation: 

c. hasil observasi selama 4 kali pertemuan Guru ( memberikan arahan aspek sikap ilmiah ) a. PLH sebagai mulok = 75% b. PLH terintegrasi = 50% Siswa ( keterlaksanaan aspek sikap ilmiah ) a. PLH sebagai mulok = 50% b. PLH terintegrasi = 75%

PowerPoint Presentation: 

Uji normalitas ( uji Kolmogorof-smirnov ) Diperoleh a maks (0,60) > D tabel (0,23) maka tolak H 0, artinya data tersebut tidak berdistribusi normal. A. Hasil Penelitian Diperoleh X 2 hit (4,36) > X 2 tab (3,481) maka tolak H 0 , berarti terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mendapat pembelajaran PLH sebagai mulok dengan siswa yang mendapat pembelajaran PLH terintegrasi . 2 . P engujian prasyarat analisis 3. U ji hipotesis statistik

PowerPoint Presentation: 

B. Pembahasan Mulok PLH dikemas dalam kegiatan praktek , hal ini mendukung dalam proses mengembangkan sikap ilmiah siswa Guru mulok PLH sering memberikan arahan bagi siswa untuk dapat mengembangkan sikap ilmiah , karena guru memberikan arahan disela-sela pembelajaran PLH terintegrasi juga terdapat praktek , namun terbatas hanya pada SK tertentu , sesuai dengan mata ajar yang diintegrasikan dengan pembelajaran PLH Guru PLH terintegrasi kurang memberikan arahan bagi siswa dalam mengembangkan sikap ilmiah , karena arahan diberikan pada akhir proses pembelajaran Terdapat pegaruh karena beberapa faktor , yaitu :

PowerPoint Presentation: 

Pada PLH sebagai mulok Pada SK 1, hanya sekali melakukan pengamatan Tidak adanya modul PLH sehingga menghambat proses pembelajaran Pada PLH terintegrasi Kurangnya intensitas pemberian materi PLH karena terintegrasi dengan mata ajar lain ( biologi ) Siswa tidak melakukan kegiatan praktikum sesuai instruksi dari guru sehingga menghambat proses pembelajaran Faktor terjadinya penurunan skor rata-rata di dua kelompok tersebut , yaitu :

BAB V: 

BAB V Kesimpulan Implikasi Saran

PowerPoint Presentation: 

Terdapat pengaruh pembelajaran PLH sebagai muatan lokal terhadap sikap ilmiah siswa . B. Implikasi A. Kesimpulan H endaknya sekolah menerapkan pembelajaran PLH sebagai mulok dibandingkan yang terintegrasi . Pembelajaran PLH sebagai mulok dapat menjadi alternatif yang lebih baik bagi sekolah , dalam upaya pengembangan sikap ilmiah siswa .

PowerPoint Presentation: 

Setiap sekolah hendaknya memberikan pembelajaran mengenai lingkungan hidup sebagai muatan lokal Pembelajaran PLH sebagai mulok hendaknya didukung oleh modul yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa Sekolah dan guru hendaknya bekerjasama untuk mengemas pembelajaran PLH menjadi lebih aplikatif Para siswa diharapkan untuk lebih aktif dalam mempelajari tentang lingkungan hidup dengan demikian siswa terbiasa untuk bersikap ilmiah Adanya tanggung jawab dan kerjasama antara pemerintah , sekolah dan masyarakat agar pembelajaran PLH dapat berjalan dengan baik dan tujuan program ini dapat tercapai C. Saran

PowerPoint Presentation: 

A dmin . Pendidikan Lingkungan Seharusnya tidak Berakhir sebatas Nilai Ujian dalam Harian Umum Duta Masyarakat , http://www.goblue.or.id/ pendidikan-lingkungan-seharusnya-tidak-berakhir-sebatas-nilai-ujian , 26 Oktober 2009 pk. 17.48 WIB. Depdiknas . 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Biologi SMA dan MA. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas . Hamalik , Oemar . 2008. Kurikulum dan Pembelajaran . Jakarta: PT. Bumi Aksara . Kementerian Lingkungan Hidup . 2005. Kebijakan pendidikan Lingkungan Hidup . Kementerian Lingkungan Hidup . 2006. Program Adiwiyata ( Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan ). Neolaka , Amos. 2008. Kesadaran Lingkungan . Jakarta: PT. Rineka Cipta . Semiawan , Conny dan A.F. Tangyong . 1988. Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa Belajar ? . Jakarta: PT. Gramedia . Soegianto , Agoes . 2005. Ilmu Lingkungan Sarana Menuju Masyarakat Berkelanjutan . Surabaya: Airlangga University Press. Sugiyono . 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif , Kuantitatif dan R&D . Bandung: CV. Alfabeta . Sugiyono , 2010. Statistik Nonparametris . Bandung: CV. Alfabeta . Syah , Muhibbin . 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru . Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya . Usman , Husaini dan Purnomo Setiady Akbar. 2008. Pengantar Statistika . Jakarta: PT. Bumi Aksara . Yusri . 2009. Statistika Sosial Aplikasi dan Interpretasi . Yogyakarta: Graha Ilmu .

TERIMA KASIH... atas perhatiannya…: 

TERIMA KASIH ... atas perhatiannya …