elektro cardiografi

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

ELEKTROKARDIOGRAFI:

1 ELEKTROKARDIOGRAFI BY NS. EFYRA, S Kep

Slide 2:

2 Elektrokardiogram ( EKG ) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf , yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro , karena berkaitan dengan elektronika , kardio , kata Yunani untuk jantung, gram , sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.

Sejarah:

3 Sejarah Willem Einthoven ( 21 Mei 1860 - 28 September 1927 ) menemukan elektrokardiogram (EKG) pada 1903 dan menerima Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 1924 . Ia lahir di Semarang , Jawa di Hindia-Belanda (kini Indonesia ) dan meninggal di Leiden , Belanda .

ANATOMI JANTUNG DAN SISTIM KONDUKSI LISTRIK JANTUNG:

4 ANATOMI JANTUNG DAN SISTIM KONDUKSI LISTRIK JANTUNG Jantung tdd: 4 ruang: 2 Atium, (kiri dan kanan), serta 2 ventrikel, (kiri dan kanan). Fungsi jantung : Pompa. Hubungan atrium dan ventrikel diselenggarakan oleh jaringan susunan hantaran khusus yang menghantarkan impuls listrik dari atrium ke ventrikel. Sistim tersebut tdd: 1. Nodus sinoatrial (SA Node) 2. Nodus atrioventrikuler (AV Node) 3. Berkas his 4. Serabut purkinje

Slide 5:

5

Slide 6:

6  SA Node  Internodal branch  AV Node  Hiss Bundle  Purkinje Fiber  Contraction

SA Node:

7 SA Node Natural pacemaker HR : 60 – 100 depolarisasi/mnt Letak : Muara vena kava , di atrium kanan Bachmann Bundle : conduction pathway dari atrium kanan ke atrium kiri AV Node Letak: posterior bagian kanan intraarterial septum HR: 40 – 60 depolarisasi/mnt Semua impuls yg bermula dr atrium dikonduksilkan ke ventrikel mll AV Node AV nodal delay: perlambatan konduksi sementara di AV node untuk memberikan waktu yang adekuat untuk pengisian ventrikel

Berkas His, Cabang His & Serat Purkinje:

8 Berkas His, Cabang His & Serat Purkinje Impuls elektrik dr ventrikel dikonduksikan ke berkas his, cabang berkas dan serat purkinje Letak: berjalan di endokardium ke bawah sisi kanan septum intraventrikel HR: 15 – 40 depolarisasi/mnt Cabang berkas kanan lebih tebal dari cabang berkas his

ELEKTRO FISIOLOGI:

9 ELEKTRO FISIOLOGI POTENSIAL TRANS MEMBRAN SEL JANTUNG. MEMILIKI 3 JENIS SEL AKSITASI 1. SEL PACEMAKER 2. SEL KONDUKSI ( TRANTUS INTERNODAL ATRIUM DAN BERKAS HIS ATAU SERABUT PURKINYE ) ---- KAWAT PENGHANTAR ARUS BIOLISTRIK. 3. SEL-SEL OTOT JANTUNG ( FUNGSI KONTRAKSI ) BEBERPA ION YANG MEMPUNYAI PENTING DALAM DEPOLARISASI DAN REPOLARISASI JANTUNG YAITU: 1. Natrium 2. Kalium 3. Calsium

Slide 10:

10 Proses repolarisasi dan depolarisasi Depolarisasi : Proses terjadinya perubahan muatan akibat rangsangan Repolarisasi : Pengembalian muatan ke kondisi semula Seluruh kegiatan ini disebut aksi potensial, tdd dari 5 TAHAP SESUAI ELEKTRO FISISOLOGI: Fase 0: fase depolarisasi, masuknya natrium dari luar sel kedalam sel dengan cepat didalam sel menjadi bermutan positif dan diluar menjadi negatif Fase 1 : permulaan fase repolarisasi mengembalikan muatan dalam sel ke nol mmV  akibat penutupan saluran Na .

Slide 11:

11 Fase 2: fase masuknya calsium secara lambat kedalam sel otot jntung, shg keadaan stabil lebih lamasesuai masa refrakter absolut jantung Fase 3: merupakan fase pengembalian potensial istirahat  akibat dari keluarnya Kalium dari dalam sel ke ekstrasel, sehingga mengurangi muatan positif didalam sel. Fase 4: fase istirahat  dalam otot muatan negatif, luar sel muatan positif- POLARISASI

Slide 12:

12 Sandapan EKG Rekaman EKG memerlukan elektroda yang dipasang di tempat – tempat tertentu....salah penempatan salah pencatatan EKG Terdapat 2 sandapan : Sandapan Bipolar Sandapan unipolar Sandapan Bipolar : Sandapan ini merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda-  ditandai angka romawi I, II,I Sandapan I : Merekam potensial tangan kanan (RA)-> neg, tangan kiri (LA)-> postif

Slide 13:

13 Sandapan II: potensial tangan kanan ( RA ) neg. dan kaki kiri ( LF ) Positif Sandapan III: potensial tangan kiri (LA)-> neg-> dan kaki kiri (LF)-> positif ---  ketiganya bila disatukan membentuk segitiga EINTHOVEN. SANDAPAN UNIPOLAR UNIPOLAR EKSTERMITAS UNIPOLAR PRECORDIAL Sendapan unipolar ekstermitas Merekam potensial listrik pada satu ekstermitas, elektroda eksplorasi diletakan pada ekstermitas yang akan diukur, Gabungan elektroda – elektroda pada ekstermitas lain membentuk elektroda indeferen ( Potensial nol )

Slide 14:

14 Simbol –simbol unipolar ekstermitas : aVR,aVL,aVF aVR : Merekam potensial pd tangan kanan ( RA ) -> positif dan tangan kiri (LA) serta kaki kiri (LF) sebagai elektroda Indeferen. aVL : Merekam potensial pd tangan kiri ( LA ) -> positif dan tangan kanan (RA) serta kaki kiri (LF) sebagai elektroda indeferen aVF : Merekam potensial pd kaki kiri (LF) -> Positif dan tangan kanan (RA) serta tangan kiri (LA) sebagai elektroda indeferen

Slide 15:

15

Slide 16:

16 Sendapan unipolar prekordial Merekam besar potensial listrik jantung dengan bantuan elektroda eksplorasi yg ditempatkan di beberapa tempat tertentu di dinding dada Elektroda indeferent dihasilkan dengan cara menggabungkan ketiga elektroda ekstermitas Terdiri dari 6 Leads V1 : Ruang intercosta IV garis sternal kanan V2 : Ruang intercosta IV garis sternal kiri V3 : Pertengahan antara V2 dan V4 V4 : Interkostal V garis midclavikula kiri V5 : Sejajar V4 garis aksila depan V6 : Sejajar V5 midaxila kiri Bila di gabungkan semua maka dalam satu perekaman ekg lengkap terdapat 12 leads.

Slide 17:

17

Slide 18:

18 KERTAS EKG Merupakan kertas grafik dengan garis horisontal dan vertikal dengan jarak 1mm. 1mm = 1 kotak kecil 5 kotak kecil ( ditandai dengan garis yang agak tebal )= 1 kotak sedang. 5 kotak sedang ( ditandi pembatas pada bagian atas ) = kotak besar Garis vertikal menggambarkan voltase, dimana 1mm ( 1Kotak kecil )= 0.1milivolt, sedangkan setiap 10 mm = 1miliVolt Garis horisontal menggambarkan waktu, dimana 1mm =0.04 detik, sedangkan 5mm=0.20 detik. Pada praktek sehari - hari perekaman dibuat dengan kecepatan 25 mm/detik Kalibrasi yang biasa dilakukan adalah 1mmVolt, yang menimbulkan defleksi 10mm .

Kertas EKG:

19 Kertas EKG

Slide 20:

20 Pada keadaan tertentu kalibrasi dapat diperbesar yang akan menimbulkn defleksi hingga 20 mm atau diperkecil hingga 5 mm  perubahan tersebut harus dicatat pada kertas EKG. KURVA EKG Kurva ini menggambarkan proses listrik yang terjadi pada atrium dan ventrikel, tdd: 1. Depolarisasi Atrium 2. Depolarissi Ventrikel 3. Repolarisasi Atrium 4. Repolarisasi Ventrikel Setiap EKG normal memperlihatkan 3 proses listrik : Depolarisasi Atrum dan Depolarisasi Ventrikel serta Repolarisasi Ventrikel

Slide 21:

21 Repolarisasi atrium tidak tampak karena: 1.Intensitas kecil 2. Waktunya beramaan dengan depolarisasi ventrikel yang berintensitas sangat tinggi

Slide 22:

22 Kurva EKG normal terdiri dari 3 gelombang: P,QRS,T Pada beberapa keadaan kadang keluar gelombang U, Selain itu ada beberapa interval dan segmen EKG P wave : atrial depolarisation QRS complex : ventricular depolarisation T wave : ventricular repolarisation Atrial repolarisation hidden by QRS

Slide 23:

23 EKG Life

Slide 24:

24 Membaca ECG Irama : Sinus / bukan S inus Frekuensi Gelombang P PR interval QRS complex ST segmen Gelombang T Axis

IRAMA:

25 IRAMA Sinus : Berasal dari SA Node Reguler, Setiap gelombang P diikuti QRS compl ek FREKWENSI 300 : jumlah kotak sedang 1500 : jumlah kotak kecil

Slide 26:

26 Gelombang P Mewakili depolarisasi otot atrium Normal : Kecil, melengkung Tinggi < 2,5 mm, lebar < 0.11 dtk P-R Interval Normal 0,12 – 0,20 detik Bila > 0,20 detik disebut blok AV Diukur dr awal gel P – awal kompleks QRS Mewakili waktu yang diperlukan untuk impuls bergerak dr atrium, AV junction dan sistem purkinje

Slide 27:

27 Complex QRS Mewakili depolarisasi otot ventrikel Gel Q: defleksi Θ I, <0,03 dtk, <25 % tinggi R Gel R: defleksi + pertama Gel S: defleksi Θ mengikuti R Lebar Kompleks QRS: 0,04 – 0,10 dtk

ST Segmen:

28 ST Segmen Mewakili waktu yang diperlukan oleh ventrikel untuk depolarisasi Mulai dr akhir kompleks QRS – permulaan gel T Segmen ST harus pada garis isoel ektrik Gelombang T Normal gel T adalah tegak di semua sandapan , kecuali di aVR dan V1 Mewakili repolarirasi otot ventrikel Tinggi: < 5 mm pd lead di ekstremitas , < 10 mm pd lead di precordial Bentuk: melengkung & sedikit Asismetris

Slide 29:

29 Gelombang U Gelombang kecil melengkung, kadang2 mengikuti gel T Sering dijumpai pd lead V2-V3 Tinggi: 10 % tinggi gel T Merupakan bagian dr repolarisasi ventrikel dan menunjukkan repolarisasi serat purkinje

Slide 30:

30 Determining the axis of the mean vector: Check lead aVF. if aVF is positive, check lead I if lead I is positive, axis is normal. if aVF is negative, check lead II. if lead II is positive, it is in the gray zone. (0  -30 0) if lead II is negative, there is left axis deviation.

Slide 31:

31

Slide 32:

32 Deviasi sumbu kiri (-30o hingga -90o) dapat menandakan blok fasciculus anterior kiri atau gelombang Q dari infark otot jantung inferior. Deviasi sumbu kanan (+90o hingga +180o) dapat menandakan blok fasciculus posterior kiri, gelombang Q dari infark otot jantung lateral atas, atau pola nada ventrikel kanan.

Daftar Pustaka :

33 Daftar Pustaka Wiki Pedia Indonesia Heni Rokhaeni dkk, 2001, Buku Ajar ”KEPERAWATAN KARDIOVASKULER“ Pusat jantung Nasional Harapan Kita, penerbit, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Harapan Kita, Jakarta.

Slide 34:

34 TERIMA KASIH

Slide 35:

35

Slide 36:

36

ELEKTRO FISIOLOGI:

37 ELEKTRO FISIOLOGI POTENSIAL TRANS MEMBRAN SEL JANTUNG. 3 JENIS SEL AKSETSI 1. SEL PACEMAKERer 2. Sel konduksi ( tratus internodal atrium dan berkas his atau serabut purkinye ) ---- kawat penghantar arus biolistrik. 3. selsel otot jantung ( fungsi kontraksi )

Gambar EKG Lengkap:

38 Gambar EKG Lengkap

Sinusrytem EKG:

39 Sinusrytem EKG

Sejarah:

40 Sejarah

Slide 41:

41

Ekg Life:

42 Ekg Life

authorStream Live Help