Tema Karangan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Tema Karangan. ppt.Bahasa Indonesia

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

TEMA KARANGAN Disusun Oleh : DIAN TRI SARI LUBIS (1101145015) DISTRA ARISTIA (1101145017) DWI ASTUTI (1101145018) Program Studi Biologi II C Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jl. Tanah Merdeka , Kampung Rambutan , Pasar Rebo . Jakarta Timur 2011/2012

Pengertian Tema:

Pengertian Tema Kata ‘ tema ’ diserap dari bahasa Inggris , theme yang berarti ‘ pokok pikiran ’. Kata theme berasal dari bahasa Yunani , tithenai yang berarti ‘ meletakkan ’ atau ‘ menempatkan ’. ‘ Tema ’ berbeda dengan ‘ topik ’. Kata ‘ topik ’ diserap dari bahasa Inggris topic yang berarti ‘ pokok pembicaraan ’. Kata topic berasal dari bahasa Yunani , topoi yang berarti ‘ tempat ’. Jadi , ‘ tema ’ lebih dahulu daripada ‘ topik ’ karena tema lebih luas dan abstrak , sedangkan topik lebih terbatas ruang lingkupnya dan lebih spesifik atau konkret .

Tema dalam Mengarang:

Tema dalam Mengarang Tema dilihat dari sudut karangan yang sedang dalam proses penyusunan . Tema merupakan rumusan hasil perpaduan antara pokok pembicaraan ( topik ) dan tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan mengarang . Tema dilihat dari sudut karangan yang sudah selesai . Tema merupakan amanat atau pesan-pesan utama yang dapat dipetik dari karangan . Tema dirumuskan secara singkat berupa kalimat sederhana dan dapat dirumuskan lebih luas lagi berupa alinea .

Menentukan Topik:

Menentukan Topik Sebuah tema dapat dipecah-pecah menjadi topik-topik yang lebih kecil . Sebelum mengarang dimulai , topik harus dipilih dan ditentukan secara tegas . Bahkan untuk menentukan sebuah tema dapat dimulai dari pencarian topik . Sebuah topik yang baik harus menarik pehatian penulis terlebih dahulu . Selain itu , sebuah topik yang hendak dikarang harus terpahami dengan baik oleh penulis .

Syarat-syarat Lain untuk Memilih dan Menentukan Topik:

Syarat-syarat Lain untuk Memilih dan Menentukan Topik Berasal dari dunia atau bidang kehidupan yang akrab dengan penulis . A ktual . Asli , bukan pengulangan atas hal yang sama atau pernah disajikan oleh orang lain. Mempunyai nilai tambah atau mempunyai arti yang penting , baik bagi penulis maupun bagi orang lain. Selaras dengan tujuan pengarang . Selaras dengan calon pembaca . Tidak menyulitkan pencarian data, bahan , dan informasi lain yang diperlukan .

Membatasi Topik:

Membatasi Topik Topik yang hendak dikarang harus dibatasi ruang lingkupnya . Topik yang luas dan tak terbatasi lingkupnya dapat membawa kepada uraian yang tak habis-habisnya serta tidak mengarah pada tujuan yang tajam . Cara membatasi sebuah topik Menetapkan sebuah topik yang ingin dikarang dalam posisi sentral ; Menyempitkan ruang lingkup topik dengan mempertanyakan apakah topik masih dapat dipersempit ; Memilih rincian topik yang paling menarik untuk dikembangkan ; Mempertanyakan kembali , apakah topik pilihan tersebut masih dapat dipersempit lagi ; dan seterusnya .

Menentukan Maksud:

Menentukan Maksud Pembatasan topik sampai pada tahap ini belum cukup , masih ada satu hal yang penting yang perlu ditetapkan yaitu apa maksud pengarang dalam menguraikan topik tadi . Pembatasan maksud merupakan sebuah rancangan menyeluruh yang memungkinkan penulis bergerak bebas dalam batas-batas . Seperti halnya dengan pembatasan topik , pembatasan maksud juga akan menentukan bahan mana yang diperlukan , serta cara mana yang paling baik bagi penyusun karangan itu .

PowerPoint Presentation:

Walaupun topik yang dipilih sama , tetapi karena maksudnya berlainan , maka tema yang dihasilkan juga berlainan . Akibat selanjutnya adalah penggarapannya juga bisa berlainan , materi-materi yang dapat dipilih juga dapat berlainan . Maka langkah berikutnya adalah membuat sebuah perumusan mengenai masalah dan tujuan yang akan dicapai dengan topik tadi . Agar lebih menonjol , maka perumusan itu selalu ditulis pada awal kerangka karangan yang merupakan perincian dan perumusan itu . Perumusan itu tidak lain dari tema karangan itu . Perumusan itu dapat membentuk satu kalimat , dapat berbentuk sebuah alinea , atau rangkaian dan alinea-alinea .

Tesis dan Pengungkapan Maksud:

Tesis dan Pengungkapan Maksud Perumusan singkat yang mengandung tema dasar dari sebuah karangan atau gagasan sentral yang menonjoldisebut tesis . Bila tulisan itu tidak menonjolkan suatu gagasan utama , maka dalam bentuk singkatnya dapat dinyatakan dalam bentuk penjelasan tentang apa yang ingin disampaikan . Perumusan singkat ini yang tidak menekankan tema dasarnya disebut pengungkapan maksud .

TESIS:

TESIS Tesis biasanya berbentuk satu kalimat , entah kalimat tunggal , entah kalimat majemuk bertingkat . Sebuah tesis tidak boleh berbentuk kalimat majemuk setara , karena dengan demikian berarti ada dua gagasan sentral . Justru itu tidak diperkenankan . Fungsi bagi sebuah karangan , adalah sama seperti kalimat topik atau kalimat utama bagi sebuah karangan . Bila dilihat dari masalah analisa kalimat , maka gagasan sentral dari tesis adalah subyek , predikat dan kalau ada obyek kalimat tadi . Sebaliknya kalau dilihat dari sudut unsur-unsur pembentuk tema , maka gagasan sentral tadi harus terdiri dari topik yang akan dibahas beserta tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi . Sebab itu secara formal tesis dapat dibatasi sebagai : tema yang berbentuk satu kalimat dengan topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topic tadi yang bertindak sebagai gagasan sentral kalimat tadi .

Tema yang Baik:

Tema yang Baik Tema yang dikembangkan dengan jujur dan segar , digarap secara terperinci dan jelas , sehingga dapat menambahkan informasi yang berharga bagi perbendaharaan pengetahuan pembaca sebagai sebuah tema yang baik . Sebuah tema yang baik dapat dinilai dari dua sudut , yaitu : dari sudut suatu karya yang sudah siap , dan dari syarat-syarat yang dipenuhi pada saat sebuah tema mulai disusun . Atau penilaian itu dapat dilakukan dengan mempersoalkan apakah sebuah karya itu bernilai atau tidak . Sebuah karya dianggap tidak bernilai apabila pemikirannya kabur dan ditulis dengan tergesa-gesa , tidak memiliki gagasan sentral , tetapi hanya mengungkapkan beberapa pernyataan yang lepas . Apa yang dikemukakan merupakan klise-klise umum , atau pikiran dan pendapat orang lain tanpa mengemukakan hasil pikirannya sama sekali ; tulisan itu tidak dikembangkan dengan baik untuk menjawab persoalan-persoalan tentang topik atau bagian-bagiannya . Di samping itu tulisan itu tidak bernilai kalau susunannya tidak teratur , tidak mengikuti urutan yang logis dan koherensi atau kepaduannya kurang baik . Pendeknya sebuah karangan atau tulisan tidak bernilai sama sekali kalau penulisannya tidak berusaha memeras pikirannya sendiri , tidak berusaha mencari informasi-informasi untuk menyakinkan dirinya bahwa ia mengetahui persoalan itu .

Syarat Menyusun Sebuah Tema yang Baik:

Syarat Menyusun Sebuah Tema yang Baik

PowerPoint Presentation:

Jujur Tema yang baik adalah yang mengemukakan sesuatu secara jujur , lugas , atau berasal dari kata hati penulisnya . Tema yang bermuatan ketidakjujuran atau mengandung unsur manipulasi dapat menurunkan mutu karangan . Segar Tema yang segar artinya sesuatu yang bernuansa baru . Walaupun masalahnya tergolong masalah umum , tetapi bila diberi sentuhan-sentuhan baru yang menyegarkan , akan menarit minat pembaca . Jelas Tema yang baik harus jelas , baik rumusannya maupun sasaran yang hendak dicapai . Kejelasan sebuah tema dapat ditinjau dari keterkaitan perincian-perincian dengan tesisnya . Apabila rincian yang berupa kalimat-kalimat kurang serasi dengan tesis dan pengungkapan maksud hal itu dapat mengaburkan tema .

PowerPoint Presentation:

Padu Sebagai akibat dari kejelasan tema , maka akan membentuk kepaduan tema . Tema yang baik adalah tema yang menjadi gagasan sentral yang menjiwai keseluruhan karangan . Gagasan sentral ini harus dipertahankan . Artinya , dalam pengembangan menjadi karangan harus dijaga jangan sampai ada penyimpangan dari gagasan sentral . Ketunggalan gagasan sentral sering tidak dapat dipertahankan oleh penulis pemula karena keinginan untuk menuliskan segala apa yang ada di benak dalam satu karangannya . Asli Tema yang baik harus asli dari hati nurani penulis . Pengulangan tema yang sama dengan orang lain, di samping kurang menarik juga akan menurunkan mutu karangan . Meskipun tema tersebut pernah dikemukakan orang lain, tetapi penulis yang baik akan mencari dimensi-dimensi baru yang belum pernah dikemukakan .

Aspek-aspek untuk Mengukur Keaslian Sebuah Tema:

Aspek-aspek untuk Mengukur Keaslian Sebuah Tema

Sudut Pandangan:

Sudut Pandangan Sudut pandangan atau point of view adalah persoalan sikap hidup seseorang sehari-hari . Sikap hidup ini didasari pada keyakinan keagamaan , pandangan terhadap nilai-nilai dari barang-barang yang berada di sekitar manusia . Suatu barang atau hal dapat dilihat dari sudut pandangan moral agama, moral agama Islam, Katolik , Protestan , dsb . Atau dilihat dari segi Marxis , Nasionalisme , dsb . Memang sangat sulit untuk mencetuskan sebuah gagasan baru , atau menceritakan sebuah pengalaman baru dalam sejarah umat manusia . Banyak gagasan dan pengalaman sudah kita kenal , tetapi lebih penting dari itu adalah bahwa kita dapat meneliti kembali semua persoalan itu , untuk menyajikannya dalam sebuah penglihatan baru . Penglihatan baru yang dijadikan landasan penyajian tersebut adalah sikap hidup atau pandangan hidup yang menjiwai pikiran dan kegiatan manusia sehari-hari .

Pendekatan:

Pendekatan Pengamanan terhadap keaslian dapat dilakukan dengan mempergunakan suatu pendekatan ( approarch ) yang tidak terduga-duga terhadap sebuah topik , dengan menggunakan metode yang sama sekali tidak mengharapkan . Ada pendekatan sosiologis , psikologis , pedagogis , historis , komparatif , dsb . Suatu masalah dapat digarap secara deskriptif , naratif , dsb . Sebuah pendekatan yang bersifat naratif terhadap sebuah gagasan yang ekspositoris misalnya dapat menimbulkan interese terhadap hal-hal yang biasanya membosankan . Misalnya : pengarang menceritakan hal-hal yang khusus , menciptakan watak dan situasi , kemudian menerapkannya pada hal-hal yang umum yang lebih bersifat ekspositoris . Suatu cara yang lebih kompleks untuk menjamin originalitas dalam pendekatan adalah mempergunakan analogi , akan bisa menulis tema yang original dan menarik .

Kalimat:

Kalimat Pengarang harus menghindari frasa-frasa yang membosankan dan gaya bahasa yang terlalu lazim . Menyusun kalimat dengan kata-kata sendiri adalah jauh lebih baik . Pilihan kata-kata yang tepat , konkret dan khas akan jauh lebih menarik dari pada kata-kata yang hebat dan megah tetapi membingungkan . Demikian pula bila harus menggunakan ungkapan-ungkapan atau perbandingan-perbandingan . Keaslian kalimat tidak berarti seorang dilarang mengutip kalimat-kalimat dari pengarang-pengarang lainnya . Bila seorang pengarang harus mengutip kalimat dari pengarang lain ia harus menjelaskannya secara tegas bahwa kalimat itu dikutipnya dari pengarang lain. Tetapi janganlah seluruh karangan hanya terdiri dari kutipan-kutipan . Jalan pikiran , teknik analisa harus betul-betul merupakan hasil pemikiran dan analisa pengarangnya , sedangkan kutipan hanya berfungsi sebagai bahan pembanding , sebagai ilustrasi untuk sesuatu hal yang telah dibuktikan kebenarannya .

Judul yang Cocok:

Judul yang Cocok Judul atau kepala karangan dapat dibuat sebelum maupun sesudah mengarang . Judul yang dibuat sebelum mengarang biasanya dapat mengarahkan uraian . Akan tetapi , judul yang telah disiapkan tersebut harus bersifat terbuka . Apabila judul digarap setelah karangan dibuat , umumnya lebih serasi dengan isi karangan .

Syarat Judul yang Baik:

Syarat Judul yang Baik Judul harus relevan dengan isi : artinya judul harus mempunyai pertalian dengan tema dan bagian-bagian inti uraian . Judul harus provokatif ( memikat perhatian ) : artinya rumusan judul harus dapat menimbulkan keingintahuan dan minat pembaca terhadap isi buku atau karangan tersebut . Judul yang memikat perhatian pembaca umumnya yang kontroversial , sensitif , dan menyentuh kepentingan asasi orang banyak . Judul harus singkat : artinya judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang , tetapi harus berbentuk kata atau rangkain kata yang singkat . Bila tidak dapat dihindari judul yang panjang , maka pengarang dapat menciptakan judul utama yang singkat , tetapi judul tambahan yang panjang .

Judul dapat Diangkat dari ::

Judul dapat Diangkat dari : Nama tokoh utama dalam sebuah karangan naratif , misal : Siti Nurbaya , Karmila , Sukreni Gadis Bali . Simpulan uraian , baik yang bernada pelambangan maupun yang lugas , misal : Cintaku di Kampus Biru , Harimau Harimau , Korelasi antara Kenakalan Remaja dengan Meningkatnya Perceraian , Azab dan Sengsara . Pertanyaan atas inti masalah , misal : Adakah Korelasi antara Tindak Kejahatan Remaja dengan Tayangan Film Keras ? Bagaimana Mengatasi Stres ? Kasus Marsinah , Siapakah Bertanggung Jawab ? Ungkapan maksud penulis , biasanya judul-judul penelitian menggunakan cara ini , misal : Karakteristik Verba dalam Kalimat Imperatif Bahasa Indonesia , Peranan Sekretaris dalam Memajukan Perusahaan , Mengembangkan Usaha Retail dengan Sistem Bagi Hasil .