ADAPTASI MATERNAL

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Adaptasi maternal terjadi agar terdapat suasana lingkungan yang baik bagi kehidupan janin tanpa mengganggu kesehatan maternal.

Comments

By: dsheilla (80 month(s) ago)

dowloadnya gmn caranya dok..

By: oshiin (90 month(s) ago)

gimana cara downloadnya??

Presentation Transcript

ADAPTASI MATERNAL dalam KEHAMILAN : 

ADAPTASI MATERNAL dalam KEHAMILAN Bambang Widjanarko Bagian Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Unika Amajaya Jakarta MATERI KULIAH OBSTETRI GINEKOLOGI 1

Pendahuluan : 

Pendahuluan Perubahan anatomis, fisiologi dan biokimiawi selama kehamilan cukup luas dan dapat bersifat sistemik ataupun lokal.. Adaptasi maternal terjadi agar terdapat suasana lingkungan yang baik bagi kehidupan janin tanpa mengganggu kesehatan maternal.. Sejumlah nilai pemeriksaan laboratorium pada wanita hamil menunjukkan adanya perubahan yang menyolok dan penilaian harus dilakukan dengan hati-hati. Pengetahuan mengenai perubahan fisiologi tubuh ibu akibat kehamilan merupakan hal penting yang harus diketahui untuk dapat memahami proses penyakit yang kadang-kadang terjadi selama kehamilan.

PERUBAHAN HORMONAL : 

PERUBAHAN HORMONAL Sebagian besar perubahan anatomi selama kehamilan disebabkan oleh hormon plasenta. Beberapa kelenjar endokrin maternal mensekresi hormon dengan jumlah yang tidak sama dengan keadaan sebelum terjadi kehamilan.

KELENJAR HIPOFISE : 

KELENJAR HIPOFISE Kehamilan : sekresi FSH dan LH turun sampai ketitik terendah sementara produksi hormon ACTH (adrenocorticotrophic hormon), Hormone Melanosit, Hormon Thyrotropin dan Prolaktin meningkat. Kadar Hormon Prolactin terus meningkat sampai kehamilan 30 minggu dan setelah itu mengalami penurunan sampai kehamilan aterm. ( Hormon Prolactin merupakan penyebab dari turunnya kadar FSH dan LH sejak kehamilan 8 minggu ? ).

KELENJAR ADRENAL : 

KELENJAR ADRENAL Hormon Corticosteroid total mengalami peningkatan secara progresif sampai kehamilan aterm dan keberadaan hormon ini menyebabkan terjadinya striae abdomen, glikosuria dan hipertensi.

KELENJAR THYROID : 

KELENJAR THYROID Pembesaran kelenjar thyroid selama kehamilan kadang-kadang dapat mencapai ukuran 2 x lipat. Pembesaran terutama akibat adanya deposisi koloid akibat rendahnya kadar jodium dalam plasma karena peningkatan ekskresi ginjal selama kehamilan. Estrogen dapat merangsang peningkatan sekresi thyroxin-binding globulin sehingga terjadi peningkatan kadar T3 dan T4. Pemeriksaan laboratorium untuk menentukan fungsi thyroxin harus mempertimbangkan perubahan fisiologis ini.

TRAKTUS GASTROINTESINAL : 

TRAKTUS GASTROINTESINAL Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi antara lain unsur vitamin dan mineral meningkat. Wanita hamil memerlukan tambahan waktu istirahat sehingga sebagian energi yang ada dapat digunakan untuk keperluan nutrisi janin. Sebagian besar wanita hamil menunjukkan adanya peningkatan selera makan, namun sebagian kecil lain justru mengalami penurunan selera makan oleh karena adanya rasa mual dan muntah yang disebabkan oleh adanya hormon hCG.

Rongga Mulut : 

Rongga Mulut Keluhan hipersalivasi yang disebabkan oleh rasa mual sering terjadi pada kehamilan muda. Hipertrofi dan hiperemia pada gusi menyebabkan gusi menjadi lunak dan mudah berdarah, keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya kadar estrogen sistemik (keadaan ini sama dengan yang terjadi pada pengguna kontrasepsi oral dan kasus defisiensi vitamin C)

Motilitas Gastrointestinal : 

Motilitas Gastrointestinal Terjadi relaksasi sfingter esophagus sehingga terjadi regurgitasi isi lambung dan menyebabkan adanya keluhan rasa panas di dada (heatburn). Sekresi asam lambung ↓ dan makanan tinggal lebih lama dalam lambung. Relaksasi otot usus  motilitas usus menurun  absorbsi nutrien berlangsung lebih baik,  justru sering menimbulkan keluhan dispepsia dan konstipasi pada wanita hamil.

GINJAL dan TRAKTUS URINARIUS : 

GINJAL dan TRAKTUS URINARIUS Relaksasi otot polos pelvik renalis dan ureter menyebabkan terjadinya dilatasi  kapasitas pelvik renalis dan ureter ↑ dari 12 ml menjadi 75 ml serta stasis urine. Otot vesika urinaria mengalami relaksasi menambah kemungkinan terjadinya stasis urine. Dengan demikian kemungkinan terjadinya infeksi traktus urinarius selama kehamilan menjadi tinggi. Relaksasi otot sfingter urethrae interna dan tekanan uterus terhadap vesika urinaria menyebabkan adanya keluhan inkontinensia.

GINJAL dan TRAKTUS URINARIUS : 

GINJAL dan TRAKTUS URINARIUS Aliran darah ginjal (RBF) meningkat sampai kehamilan 16 minggu dan setelah itu menetap. Glomerular Filtration Rate-GFR meningkat 60% sampai trimester pertama dan kemudian menetap sampai minggu ke 36 dan kemudian mengalami penurunan. Oleh karena reabsorbsi tubuler tidak berubah, maka “clearance” sejumlah bahan terlarut mengalami peningkatan. Sekitar 300mg protein di eksresi setiap harinya dan ini merupakan keadaan yang normal. Peningkatan GFR serta efek natriuretik progesteron menyebabkan pengeluaran Natrium dari tubuh bertambah.

Table : Changes in kidney function during pregnancy : 

Table : Changes in kidney function during pregnancy Reproduced from Sims EAH, Krantz SE: Serial studies of renal function during pregnancy and the puerperium in normal women. J Clin Invest 958;37-1764

SISTEM KARDIOVASKULAR : 

SISTEM KARDIOVASKULAR Posisi dan ukuran jantung Akibat pembesaran uterus, diafragma terangkat maka jantung akan bergeser kekiri-atas dengan rotasi pada aksis sehingga apex jantung bergeser kelateral. Kapasitas jantung meningkat 70 – 80 ml akibat pembesaran volume dan hipertrofi otot jantung. Ukuran jantung selama kehamilan bertambah besar 12%.

SISTEM KARDIOVASKULAR : 

SISTEM KARDIOVASKULAR Irama dan bising jantung - 1 Perubahan anatomi jantung menyebabkan terjadinya perubahan irama jantung dan hasil pemeriksaan ECG serta adanya bising jantung non-patologis. Perubahan ECG dapat diakibatkan oleh posisi jantung yang berubah (bergeser 15 – 200 kekiri axis elektrik) . Dapat ditemukan adanya perubahan pada gelombang ST, T dan Q. 90% wanita hamil menunjukkan adanya “late systolic murmur” atau “ejection murmur” akibat peningkatan stroke volume da penurunan viskositas darah. Bising jantung ini segera hilang setelah persalinan.

SISTEM KARDIOVASKULAR : 

SISTEM KARDIOVASKULAR Irama dan bising jantung - 2 Pada wanita hamil dapat terdengar bising diastolik yang lembut dan kadang-kadang terdengar bersamaan dengan suara jantung 3. Bising terus menerus dapat terdengar pada tepi kiri sternum yang berasal dari arteri mamaria (thoracalis) interna. Interpretasi bising jantung selama kehamilan harus dilakukan secara hati-hati oleh karena adanya perubahan yang bersifat fisiologis .

Cardiac Output : 

Cardiac Output Selama kehamilan CO meningkat 40%, puncak kenaikan terjadi pada kehamilan 20 – 24 minggu dan terus berlanjut sampai kehamilan aterm. CO sangat sensitif terhadap perubahan posisi tubuh dan semakin bertambahnya usia kehamilan sensitivitas tersebut meningkat oleh karena tekanan uterus yang semakin besar terhadap vena cava inferior yang selanjutnya menyebabkan adanya penurunan venous return. Komponen CO adalah stroke volume dan frekuensi nadi.

Cardiac Output : 

Cardiac Output Selama kehamilan stroke volume meningkat sebesar 25 – 30% dan mencapai puncaknya pada kehamilan 12 – 24 minggu. Frekuensi nadi semakin meningkat dengan semakin tuanya kehamilan, pada saat aterm frekuensi nadi rata-rata meningkat 15 detik per menit.

Tekanan Darah : 

Tekanan Darah Selama kehamilan TD sedikit menurun. Perubahan pada TDD sampai sebesar 5 – 10 mmHg sejak kehamilan 12 – 26 minggu. Pada kehamilan 36 minggu TDD meningkat kembali sampai kekeadaan sebelum kehamilan.

Slide 20: 

Dinamika kardiovaskuler ; prosentase perubahan diatas nilai situasi tidak hamil

Tekanan Darah : 

Tekanan Darah Kompresi pada VCI oleh uterus dan tekanan bagian terendah janin pada vena iliaca communis menyebabkan penurunan TD dan edema ekstrimitas bagian bawah. Venous return akan menjadi normal bila pasien berbaring pada satu sisi. Tekanan vena sentral dapat segera mengalami penurunan sesaat setelah tindakan sectio caesar.

Resistensi perifer : 

Resistensi perifer Resistensi perifer = tekanan arterial sistemik – tekanan vena : cardiac out put. Perubahan tekanan arterial sistemik akibat kehamilan (menurun atau tetap) dan perubahan cardiac output (meningkat) menyebabkan penurunan resistensi perifer sistemik pada wanita hamil sebesar 20%.

Aliran darah : 

Aliran darah Aliran darah ginjal, uterus dan payudara meningkat selama kehamilan sesuai dengan usia kehamilan. Kenaikan aliran darah uterus sampai sebesar 500 ml/menit (bahkan kadang-kadang mencapai 800 ml/menit). Aliran uterus dan plasenta meningkat akibat tahanan perifer yang lebih rendah dibandingkan tahanan perifer sistemik.

Aliran Darah : 

Aliran Darah Aliran darah ginjal meningkat sampai 400 ml/menit diatas nilai sebelum kehamilan. Aliran darah pada payudara meningkat sebesar 200 ml/menit. Aliran darah pada kulit (terutama kulit tangan dan kaki) juga mengalami peningkatan.

Slide 25: 

Distribusi CO selama kehamilan

Akibat persalinan terhadap sistem kardiovaskular : 

Akibat persalinan terhadap sistem kardiovaskular Pada posisi telentang, kontraksi uterus menyebabkan kenaikan CO sebesar 25%, penurunan frekuensi nadi sebesar 15% dan kenaikan stroke volume sebesar 33%. Bila parturien pada posisi miring, parameter hemodinamika berada dalam keadaan stabil dengan perubahan peningkatan CO sebesar 7.6%, penurunan frekuensi nadi sebesar 0.7% dan kenaikan stroke volume sebesar 7.7%. Perbedaan diatas disebabkan oklusi VCI oleh uterus gravid.

SISTEM HEMATOLOGI : 

SISTEM HEMATOLOGI

Volume Darah : 

Volume Darah Perubahan fisiologi penting pada masa kehamilan adalah kenaikan volume darah. Besar kenaikan tergantung pada besar tubuh pasien dan paritas. Kenaikan volume darah dapat hanya mencapai 20% atau bahkan sampai 100% Kenaikan volume darah berlangsung secara progresif sampai aterm dan rata-rata terjadi kenaikan sebesar 45 – 50% pada saat aterm.

Slide 29: 

Perubahan pada volume darah total, volume plasma dan volume sel darah merah selama kehamilan dan pasca persalinan

Sel Darah Merah : 

Sel Darah Merah Kenaikan kadar eritrosit kira-kira 33% atau 450 ml eritrosit. Volume eritrosit terus meningkat dengan atau tanpa suplemen zat besi, tetapi peningkatan akan semakin besar bila diberikan suplemen zat besi. Peningkatan volume plasma lebih cepat dibandingkan eritrosit maka pada trimester ke II, kadar hematokrit terus menurun. Menjelang aterm (dimana kenaikan kadar eritrosit sebanding dengan kenaikan volume plasma) , kadar hematokrit meningkat kembali

Table : Plasma volume, red cell volume, total blood volume and hematocrit in pregnancy : 

Table : Plasma volume, red cell volume, total blood volume and hematocrit in pregnancy

Zat Besi_1 : 

Zat Besi_1 Dengan kenaikan jumlah eritrosit, kebutuhan akan zat besi dalam proses produksi hemoglobin meningkat. Bila suplemen zat besi tidak diberikan, kemungkinan akan terjadi anemia defisiensi zat besi. Kebutuhan zat besi pada paruh kedua kehamilan kira-kira 6 – 7 mg/hari.

Zat Besi_2 : 

Zat Besi_2 Bila suplemen zat besi tidak tersedia, janin akan menggunakan cadangan zat besi maternal, pada ibu yang menderita defisiensi zat besi berat sekalipun. Sehingga anemia pada neonatus jarang terjadi ; akan tetapi defisiensi zat besi berat pada ibu dapat menyebabkan kejadian persalinan prematur, abortus, dan janin mati.

Sel Darah Putih : 

Sel Darah Putih Leukosit total meningkat dari status sebelum kehamilan sebesar 4300 – 4500 / µl menjadi 5000 – 12.000/µl pada trimester ketiga Kenaikan jumlah leukosit terutama dalam bentuk polimorfonuklear.

Trombosit : 

Trombosit Pada kehamilan terjadi thromobocytopoeisis akibat kebutuhan yang meningkat. Kadar Prostacyclin (PGI2) sebuah “platelet aggregation inhibitor” dan Thromboxane (A2) sebuah perangsang aggregasi platelet dan vasokonstriktor meningkat selama kehamilan

Faktor Pembekuan Darah_1 : 

Faktor Pembekuan Darah_1 Kadar beberapa faktor koagulasi penting meningkat selama kehamilan. Terdapat kenaikan dari : Fibrinogen ( faktor I ) Faktor VIII Faktor VII,IX,X dan XII

Faktor Pembekuan Darah_2 : 

Faktor Pembekuan Darah_2 Kadar fibrinogen dari 1.5 – 4.5 g/L (tidak hamil) meningkat dan sampai akhir kehamilan mencapai 4 – 6.5 g/L. Sintesa fibrinogen terus meningkat akibat meningkatnya penggunaan dalam sirkulasi uteroplasenta atau sebagai akibat tingginya kadar estrogen.

Faktor Pembekuan Darah_3 : 

Faktor Pembekuan Darah_3 Selama kehamilan dan persalinan, aktivitas fibrinolitik tertekan akibat perubahan status fibrinolitik oleh plasenta. Peningkatan kadar plasminogen menyebabkan terjadinya keseimbangan antara proses pembekuan dan proses lisis. Sistem koagulasi dan sistem fibrinolisis mengalami perubahan besar selama kehamilan dan diperlukan pengetahuan perubahan fisiologis selama kehamilan yang baik dalam mengatasi masalah perdarahan dan penyakit tromboemboli yang terjadi dalam kehamilan.

SISTEM RESPIRASI : 

SISTEM RESPIRASI

Perubahan anatomis dan fisiologis : 

Perubahan anatomis dan fisiologis Pernafasan wanita hamil bersifat diafragmatik, namun akibat kenaikan diagfragma maka pada kehamilan 30 minggu pola pernafasan menjadi lebih dalam, peningkatan Tidal volume dan peningkatan frekuensi pernafasan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen sebesar 20%.

Volume dan Kapasitas paru : 

Volume dan Kapasitas paru Pada fisiologi pernafasan dikenal 4 “volume” paru dan 4 “kapasitas” paru. “Volume” paru terdiri dari dari : Tidal volume : volume udara yang di inspirasi dan di ekspirasi pada tiap kali pernafasan Inspiratory reserve volume: jumlah maksimum udara yang dapat di inspirasi dalam situasi tidak volume normal Expiratory reserve volume : jumlah maksimum udara yang dapat di ekspirasi dari posisi istirahat ekspirasi-akhir Residual volume: volume udarah yang tersisa dalam paru setelah ekspirasi maksimal

“Kapasitas paru” terdiri dari : : 

“Kapasitas paru” terdiri dari : Kapasitas paru total Kapasitas vital Kapasitas inspirasi Kapasitas residual fungsional

Lung Volumes and Capacities In Pregnancy : 

Lung Volumes and Capacities In Pregnancy

Slide 44: 

Komponen volume paru pada kehamilan lanjut dibandingkan pada keadaan tidak hamil

Efek persalinan pada sistem pulmonal : 

Efek persalinan pada sistem pulmonal Selama persalinan, rasa takut dan cemas serta reaksi emosional lain akan menyebabkan perubahan kedalaman dan frekuensi nafas Parturien sering mengalami dispnea, hiperventilasi dan menyebabkan alkalosis respiratoar yang berakibat lebih lanjut terhadap keseimbangan asam-basa.

Slide 46: 

Komponen kenaikan kebutuhan oksigen selama kehamilan

METABOLISME : 

METABOLISME

METABOLISME : 

METABOLISME Absorbsi makanan yang lebih meningkat, menurunnya tonus otot dan menurunnya aktivitas thyorid menyebabkan metabolisme maternal juga menjadi tenang. Tubuh ibu melakukan adaptasi untuk memberi kesempatan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan ±12.5 kg dimana 9 kg terjadi pada paruh kedua kehamilan.

METABOLISME : 

METABOLISME 6 minggu pasca persalinan, berat badan ibu biasanya 3 kg lebih berat dari berat sebelum kehamilan. 6 bulan pasca persalinan, berat badan ibu biasanya 1 kg lebih berat dari berat sebelum kehamilan.

METABOLISME : 

METABOLISME Pada ibu yang obese ( BMI > 30 ), kenaikan BB selama kehamilan sebaiknya tidak terlalu banyak oleh karena resiko menderita HDK dan bayi makrosomia menjadi lebih besar. Pada pasien seperti ini perlu dilakukan pemeriksaan OGTT untuk menyingkirkan kemungkinan adanya DG dan disarankan agar diet rendah kalori khusus yang tidak merugikan bagi ibu dan pertumbuhan janin. Wanita yang BB nya rendah ( BMI < 19) sebaiknya tidak hamil terlebih dahulu sebelum mencapai berat badan yang cukup ideal. Kehamilan yang dipaksakan dapat menyebabkan lahirnya BBLR.

Unsur kenaikan berat badan selama kehamilan : : 

Unsur kenaikan berat badan selama kehamilan : Hasil konsepsi: janin-plasenta dan cairan amnion Faktor ibu: uterus payudara kenaikan volume darah kenaikan cadangan lemak dan retensi air

Slide 52: 

Komponen kenaikan berat badan maternal selama kehamilan

Fetus-Plasenta dan Cairan Amnion : 

Fetus-Plasenta dan Cairan Amnion Pada paruh pertama kehamilan, kenaikan berat janin sangat pelan dan meningkat dengan cepat pada paruh kedua kehamilan. Kenaikan berat plasenta berbanding terbalik dengan kenaikan berat janin Cairan amnion meningkat dengan cepat sejak kehamilan 10 minggu, pada minggu ke 30 volume cairan amnion sekitar 600 ml dan pada kehamilan 35 minggu menjadi sekitar 1000 ml. Setelah itu, volume cairan amnion terus menurun.

Slide 54: 

Kurve berat badan janin dan plasenta pada berbagai usia kehamilan Weight (kg) Weeks of pregnancy

Faktor maternal : 

Faktor maternal Berat uterus meningkat dengan cepat pada paruh pertama kehamilan akibat hiperplasia miometrium. Pada paruh kedua kehamilan, pertambahan ukuran uterus terjadi melalui regangan serabut miometrium. Berat payudara bertambah akibat timbunan lemak, retensi air bertambah dan pertumbuhan unsur kelenjar mammae.

Table : The elemen weight gain (g) in pregnancy at 40 weeks : 

Table : The elemen weight gain (g) in pregnancy at 40 weeks Fetus 3300 Placenta 600 Uterus 900 Breast (glandular tissue) 400 Blood 1200 Fluid (extracellulair) 2600 Total 11.000

Table : Estimate of extracellular and intracellular water added during pregnancy : 

Table : Estimate of extracellular and intracellular water added during pregnancy

Energi : 

Energi RMR (resting metabolit rate) selama kehamilan 10 – 15% lebih tinggi dibandingkan keadaan tidak hamil. Selama kehamilan diperlukan energi ekstra untuk meningkatkan RMR – pertumbuhan janin, pertumbuhan plasenta, bertambah besarnya ukuran uterus dan payudara serta untuk cadangan lemak sebesar 250 MJ (0.9 MJ perhari yang setara dengan dua potong roti dan 100 ml susu )

Rujukan : 

Rujukan Chesley LC: Plasma and red cell volume during pregnancy. Am J Obstet Gynecol 1972 : 112:440 DeCherney AH. Nathan L : Current Obstetrics and Gynecologic, Diagnosis and Treatment McGraw – Hill Companies , 2003 Gibbs CP: Maternal Physiology. Clin Obstet Gynecol 1981 : 24 Llewelyn-Jones : Obstetrics and Gynecology 7th ed. Mosby, 1999 Metcalfe J , Mc Anulty JH, Ueland K: Cardivascular physiology, Clin Obstet Gynecol 1981;148-764 Peck TM, Arias F: Hematologic changes associated with pregnancy. Clin Obstet Gynecol 1979; 22:785

sekian : 

sekian

authorStream Live Help