DISTOSIA AKIBAT GANGGUAN JANIN

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: Rara_chara (31 month(s) ago)

maaf sebelumnya dok.. boleh gak saya minta kirimin materi ini,, buat menambah pengetahuan saya,, tentang distosia mksih (rhinie_93@yahoo.co.id)

By: noviaguntur (34 month(s) ago)

Dokter bisa minta kirim ppt nya ke email saya, noviaguntur@gmail.com, terimakasih sebelumnya

By: ka_iya (34 month(s) ago)

Dokter bisa minta kirim ppt nya ke email saya..ka_iya @yahoo.com, terimakasih sebelumnya..

By: ka_iya (34 month(s) ago)

Dokter bisa minta kirim ppt nya ke email saya..ka_iya @yahoo.com, terimakasih sebelumnya..

By: ka_iya (34 month(s) ago)

Dokter bisa minta kirim ppt nya ke email saya..ka_iya @yahoo.com, terimakasih sebelumnya..

See all

Presentation Transcript

DISTOSIA AKIBAT GANGGUAN pada JANIN : 

DISTOSIA AKIBAT GANGGUAN pada JANIN dr. Bambang Widjanarko SpOG Bag. Ilmu Kebidanan & Peny.Kandungan Fakultas KEDOKTERAN & KESEHATAN Universitas Muhammadiyah Jakarta LECTURE HANDOUT

UKURAN JANIN PADA DISPROPORSI FETOPELVIK : 

UKURAN JANIN PADA DISPROPORSI FETOPELVIK Pada edisi awal dari Williams Obstetrics , yang dimaksud dengan berat badan berlebihan pada janin adalah bila berat badan mencapai 5000 gram. Pada edisi ke 7 sampai ke 13 kriteria berat badan janin berlebih adalah 4500 gram. Parkland Hospital : 2/3 neonatus yang dilahirkan perabdominal (SC) pasca persalinan ekstraksi forsep yang gagal memiliki berat badan 3700 gram.

UKURAN JANIN PADA DISPROPORSI FETOPELVIK : 

UKURAN JANIN PADA DISPROPORSI FETOPELVIK Disproporsi fetopelvik bukan hanya disebabkan oleh berat badan janin yang besar, Kelainan letak : posisio oksipitalis posterior, presentasi muka , presentasi dahi juga dapat menyebabkan hambatan persalinan.

Penilaian Ukuran Kepala Janin : 

Penilaian Ukuran Kepala Janin Upaya untuk meramalkan adanya FPD secara klinis dan radiologis atas dasar ukuran kepala janin tidak memberi hasil memuaskan. Thorp dkk (1993) : melakukan evaluasi terhadap maneuver Mueller- Hillis dan menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara distosia dengan kegagalan desensus kepala janin.

Slide 5: 

Muller-Kerr “Head Fitting” test ? Menentukan hubungan antara ukuran kepala janin dengan panggul ibu

Penilaian Ukuran Kepala Janin : 

Penilaian Ukuran Kepala Janin Ferguson dkk ( 1998) menyatakan bahwa sensitivitas dalam meramalkan adanya CPD dengan menggunakan index fetopelvic ( Thurnau dkk 1991) sangat kurang. Sampai saat ini tidak ada metode terbaik untuk meramalkan secara akurat adanya FPD berdasarkan ukuran kepala janin.

Kelainan Defleksi : 

Kelainan Defleksi Kelainan Sikap Janin – DEFLEKSI : Letak PUNCAK Letak DAHI Letak MUKA

KELAINAN DEFLEKSI : 

KELAINAN DEFLEKSI Pada presentasi muka terjadi hiperekstensi kepala sehingga oksiput menempel pada punggung janin sehingga yang merupakan bagian terendah janin adalah dagu. Presentasi muka dapat terjadi dengan mento anterior atau mento posterior dalam kaitannya dengan simfisis pubis.

PRESENTASI MUKA-MENTO POSTERIOR : 

PRESENTASI MUKA-MENTO POSTERIOR Pada janin aterm dengan presentasi muka mento-posterior, proses persalinan p.v terhalang akibat bregma (dahi) tertahan oleh bagian belakang simfisis pubis. Dalam keadaan ini, fleksi kepala terhalang dan kepala janin tidak dapat menyesuaikan diri dengan jalan lahir – tidak dapat lahir p.v

Slide 10: 

PRESENTASI MUKA-MENTOPOSTERIOR

PRESENTASI MUKA : 

PRESENTASI MUKA Bila dagu berada di anterior, persalinan kepala dapat berlangsung pervaginam melalui gerakan fleksi kepala. Pada sejumlah kasus presentasi muka dagu posterior, dagu akan berputar spontan ke anterior pada persalinan lanjut. Pada tahun 1995 sampai 1999 , angka kejadian presentasi muka di Parkland Hospital sekitar 1 : 2000 persalinan.

Diagnosis: : 

Diagnosis: Diagnosa presentasi muka ditegakkan melalui pemeriksaan VT dengan meraba adanya mulut – hidung – tulang rahang atas dan “orbital ridges”. Kadang perlu dibedakan dengan presentasi bokong dimana dapat teraba adanya anus dan tuber-ischiadica yang sering keliru dengan mulut dan tulang rahang atas. Pemeriksaan radiologis dapat menampakkan gambaran hiperekstensi kepala yang jelas dan tulang muka diatas pintu atas panggul.

Slide 13: 

Pemeriksaan Radiologis pada presentasi muka Terlihat adanya hiperekstensi kepala dan spine

Mekanisme persalinan pada presentasi muka : : 

Mekanisme persalinan pada presentasi muka : Presentasi muka jarang terjadi bila kepala masih diatas PAP. Umumnya diawali dengan presentasi dahi yang kemudian pada proses desensus berubah menjadi presentasi muka . Mekanisme persalinan terdiri dari desensus – putar paksi dalam – fleksi – ekstensi dan putar paksi luar.

Etiologi : : 

Etiologi : Tumor leher janin Lilitan talipusat Janin anensepalus Kesempitan panggul dengan janin yang besar Grande multipara dengan perut gantung (pendulous abdomen)

Slide 16: 

Mekanisme persalinan pada presentasi muka mentoposterior. Terjadi putar paksi dalam sehingga dagu berputar keanterior dan lahir pervaginam

Penatalaksanaan: : 

Penatalaksanaan: Bila ukuran panggul normal dan kemajuan proses persalinan berlangsung normal, persalinan pervaginam pada presentasi muka dapat berlangsung secara wajar. Presentasi muka sering terjadi pada panggul sempit, maka terminasi kehamilan dengan SC sering terpaksa harus dilakukan.

Penatalaksanaan: : 

Penatalaksanaan: Usaha untuk merubah presentasi muka menjadi presentasi belakang kepala , pemutaran posisi dagu posterior menjadi dagu anterior secara manual atau dengan cunam, serta dengan versi ekstraksi tidak boleh dikerjakan.

PRESENTASI DAHI : 

PRESENTASI DAHI Presentasi yang sangat jarang. Diagnosa ditegakkan bila VT teraba orbital ridge dan ubun-ubun besar. Kepala berada diantara posisi fleksi sempurna dengan ekstensi sempurna. Kecuali pada kepala yang kecil atau panggul yang sangat luas, engagemen kepala yang diikuti dengan persalinam pervaginam tak mungkin terjadi.

Slide 20: 

kepala berada diantara posisi fleksi sempurna dengan ekstensi sempurna.

Diagnosis : 

Diagnosis Presentasi dapat dikenali melalui pemeriksaan palpasi abdomen dimana dagu dan oksiput dapat diraba dengan mudah. Diagnosa dipastikan dengan VT dan teraba sutura frontalis – ubun-ubun besar – orbital ridges – mata atau pangkal hidung. Kadang-kadang dagu juga dapat diraba melalui pemeriksaan VT.

Etiologi : 

Etiologi Etiologi sama dengan penyebab presentasi muka. Presentasi dahi sering merupakan keadaan “temporer” dan dalam perjalanan persalinan selanjutnya dapat spontan berubah menjadi presentasi muka atau presentasi belakang kepala.

Mekanisme persalinan : 

Mekanisme persalinan Pada janin kecil atau panggul luas persalinan pervaginam biasanya berlangsung dengan mudah. Pada janin aterm dengan ukuran normal, persalinan pervaginam sulit berlangsung oleh karena engagemen tidak dapat terjadi sampai adanya molase hebat yang memperpendek diamater occipitomentalis atau sampai terjadinya fleksi sempurna atau ekstensi menjadi presentasi muka.

Mekanisme persalinan : 

Mekanisme persalinan Persalinan pervaginam pada presentasi dahi yang persisten dapat berlangsung bila terdapat molase berlebihan sehingga bentuk kepala berubah. Molase berlebihan akan menyebabkan caput didaerah dahi sehingga palpasi dahi menjadi sulit. Pada presentasi dahi yang transien, progonosis tergantung pada presentasi akhir.

Mekanisme persalinan : 

Mekanisme persalinan Bila tetap pada presentasi dahi, prognosis persalinan pervaginam sangat buruk kecuali bila janin kecil atau jalan lahir sangat luas. Prinsip penatalaksanaan sama dengan pada presentasi muka

LETAK LINTANG : 

LETAK LINTANG Sumbu panjang janin tegak lurus dengan sumbu panjang tubuh ibu. Kadang-kadang sudut yang ada tidak tegak lurus sehingga terjadi letak oblique yang sering bersifat sementara oleh karena akan berubah menjadi presentasi kepala atau presentasi bokong (“unstable lie”)

LETAK LINTANG : 

LETAK LINTANG Pada letak lintang, bahu biasanya berada diatas PAP dengan bokong dan kepala berada pada fossa iliaca Deskripsi letak lintang : akromial kiri atau kanan dan dorso-anterior atau dorso-posterior Angka kejadian 1 : 300 persalinan tunggal (0.3%)

Diagnosis : 

Diagnosis Diagnosa biasanya mudah dan kadang-kadang hanya melalui INSPEKSI dimana abdomen terlihat melebar dengan fundus uteri sedikit diatas umbilikus. Tidak ada kutub janin yang teraba dibagian fundus dan kepala teraba di fossa iliaca. Pada DORSO POSTERIOR , teraba bagian kecil pada palpasi dinding abdomen.

Diagnosis : 

Diagnosis VT pada persalinan dini dapat meraba tulang rusuk, bila pembukaan servik sudah bertambah maka teraba skapula dan klavikula. Arah penutupan aksila menunjukkan arah bahu dan lokasi kepala. Pada persalinan lanjut, bahu terperangkap dalam jalan lahir dan seringkali disertai prolapsus lengan dan keadaan ini disebut letak lintang kasep - neglected transverse lie.

Etiologi : 

Etiologi Grandemultipara akibat dinding abdomen yang kendor Janin Preterm Plasenta previa Kelainan anatomis uterus Hidramnion Panggul sempit

Mekanisme persalinan : 

Mekanisme persalinan Persalinan spontan pervaginam pada janin aterm normal dengan presentasi lintang tidak mungkin berlangsung. Setelah selaput ketuban pecah, lengan janin memasuki panggul dan menyebabkan prolapsus lengan. Kontraksi uterus selanjutnya akan menyebabkan bahu masuk kedalam SBR dan menyebabkan regangan SBR berlebihan yang dapat berakhir dengan ruptura uterus (“neglected transverse lie”)

Slide 34: 

Letak lintang kasep (“neglected transverse lie”) Terdapat lingkaran muskular (pathological retraction ring-Bandl” ) diatas SBR yang sudah sangat menipis. Tekanan His disebarkan secara sentripetal pada dan diatas lingkaran retraksi patologis sehingga regangan terus bertambah dan menyebabkan robekan pada SBR.

Penatalaksanaan : 

Penatalaksanaan Presentasi lintang pada awal persalinan adalah indikasi untuk melakukan SC. Pada minggu ke 39 sebelum persalinan atau pada awal persalinan, bila selaput ketuban masih utuh dapat dilakukan tindakan versi luar pada presentasi lintang tanpa disertai komplikasi lain . Pada saat melakukan SC, akibat terperangkapnya tubuh janin dalam SBR maka insisi uterus lebih baik dilakukan secara vertikal.

PRESENTASI RANGKAP : 

PRESENTASI RANGKAP Prolapsus lengan disamping bagian terendah janin. Angka kejadian 1 : 700 persalinan Keadaan ini disebabkan oleh hambatan penutupan PAP oleh kepala janin secara sempurna antara lain seperti yang terjadi pada persalinan preterm.

Slide 37: 

Presentasi rangkap. Tangan kiri berada didepan bagian terendah janin dan biasanya desensus kepala dapat berlangsung normal

Prognosis dan Penatalaksanaan : 

Prognosis dan Penatalaksanaan Angka kematian perinatal meningkat sebagai konsekuensi dari persalinan preterm, prolapsus talipusat dan prosedur obstetrik yang traumatik. Pada sebagian besar kasus, penatalaksanaan kasus adalah ekspektatif oleh karena jarang mengganggu jalannya persalinan dan umumnya tangan janin secara reflektoar akan ditarik sehingga tidak lagi mengganggu jalannya persalinan.

Prognosis dan Penatalaksanaan : 

Prognosis dan Penatalaksanaan Tindakan yang bisa dikerjakan adalah dengan mereposisi tangan dan menurunkan kepala kedalam jalan lahir secara bersamaan. Tebes dkk (1999) melaporkan adanya janin yang mengalami nekrosis iskemik pada tangan yang selanjutnya sampai memerlukan amputasi.

POSISIO OKSIPITALIS POSTERIOR : 

POSISIO OKSIPITALIS POSTERIOR Pada 10% kehamilan, terjadi abnormalitas dimana kepala masuk PAP dengan oksiput berada pada segmen posterior panggul. Sebagian besar keadaan ini terjadi pada arsitektur panggul yang normal, sebagian kecil terjadi pada bentuk android.

POSISIO OKSIPITALIS POSTERIOR : 

POSISIO OKSIPITALIS POSTERIOR Diagnosa ditegakkan melalui palpasi abdomen dimana punggung janin teraba disatu sisi pinggang ibu dan dilokasi tersebut DJJ terdengar paling keras. Pada persalinan, pemeriksaan VT dapat memberi informasi yang lebih banyak dengan terabanya occiput dan ubun-ubun besar .

Slide 42: 

Posisio Occipitalis Posterior Pemeriksaan abdomen ? Ubun-ubun kecil kiri belakang

Slide 43: 

Kemungkinan arah Putar Paksi Dalam ( PPD) pada posisio oksipitalis posterior

Slide 44: 

Rotasi panjang kearah anterior (u2k ? simfisis)

Slide 45: 

Rotasi pendek kearah posterior (u2k ? sacrum)

Persalinan pervaginam : 

Persalinan pervaginam PERSALINAN SPONTAN PERVAGINAM. EKSTRAKSI CUNAM dengan occiput posterior. ROTASI MANUAL menjadikan occiput anterior dan diikuti dengan persalinan spontan atau dengan ekstraksi cunam. Rotasi dengan cunam kearah occiput anterior dan kemudian dilahirkan.

Prognosis : 

Prognosis Fitzpatrick dkk (2001) , Ponkey dkk (2003) : membandingkan prognosis antara 246 pasien POPPersisten dengan presentasi occiput anterior (POA) dan tercatat adanya komplikasi persalinan yang lebih tinggi pada POPP dibandingkan pada POA. Hanya 40% kasus POPP yang dapat mengalami persalinan spontan pervaginam. 12% kasus POPP berakhir dengan SC atas indikasi distosia.

DISTOSIA BAHU : 

DISTOSIA BAHU Angka kejadian distosia bahu tergantung pada kriteria diagnosa yang digunakan. Salah satu kriteria diagnosa distosia bahu adalah bila dalam persalinan pervaginam untuk melahirkan bahu dilakukan maneuver khusus seperti traksi curam bawah dan episiotomi luas.

Komplikasi Distosia Bahu : 

Komplikasi Distosia Bahu Komplikasi Maternal Perdarahan pasca persalinan Fistula Rectovaginal Simfisiolisis atau diathesis, dengan atau tanpa “transient femoral neuropathy” Robekan perineum derajat III atau IV Rupture Uteri Komplikasi Fetal Brachial plexus palsy Fraktura klavikula Kematian janin Hipoksia janin , dengan atau tanpa kerusakan neurololgis permanen Fraktura humerus

Prediksi dan pencegahan Distosia Bahu : 

Prediksi dan pencegahan Distosia Bahu Meskipun terdapat sejumlah faktor resiko yang sudah diketahui, prediksi secara individual sebelum distosia bahu terjadi adalah suatu hal yang tidak mungkin.

Faktor Resiko Distosia Bahu : 

Faktor Resiko Distosia Bahu Maternal Kelainan anatomi panggul Diabetes Gestational Kehamilan postmatur Riwayat distosia bahu Tubuh ibu pendek Fetal Dugaan macrosomia Masalah persalinan Assisted vaginal delivery (forceps atau vacum) “Protracted active phase” pada kala I persalinan “Protracted” pada kala II persalinan

Rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologist (2002) untuk penatalaksanaan pasien dengan riwayat distosia bahu pada persalinan yang lalu: : 

Rekomendasi dari American College of Obstetricians and Gynecologist (2002) untuk penatalaksanaan pasien dengan riwayat distosia bahu pada persalinan yang lalu: Perlu dilakukan evaluasi cermat terhadap perkiraan berat janin, usia kehamilan, intoleransi glukosa maternal dan tingkatan cedera janin pada kehamilan sebelumnya. Keuntungan dan kerugian untuk dilakukannya tindakan SC harus dibahas secara baik dengan pasien dan keluarganya.

American College Of Obstetricians and Gynecologist (2002) : 

American College Of Obstetricians and Gynecologist (2002) Sebagian besar kasus distosia bahu tidak dapat diramalkan atau dicegah. Tindakan SC yang dilakukan pada semua pasien yang diduga mengandung janin makrosomia adalah sikap yang berlebihan, kecuali bila sudah diduga adanya kehamilan yang melebihi 5000 gram atau dugaan berat badan janin yang dikandung oleh penderita diabetes lebih dari 4500 gram.

PENATALAKSANAAN : 

PENATALAKSANAAN Kesigapan penolong persalinan dalam mengatasi distosia bahu sangat diperlukan. Pertama kali yang harus dilakukan bila terjadi distosia bahu adalah melakukan traksi curam bawah sambil meminta ibu untuk meneran. Lakukan episiotomi. Setelah membersihkan mulut dan hidung anak, lakukan usaha untuk membebaskan bahu anterior dari simfsis pubis dengan berbagai maneuver

Tekanan ringan pada suprapubic : 

Tekanan ringan pada suprapubic

Maneuver Mc Robert : 

Maneuver Mc Robert

Maneuver Woods : 

Maneuver Woods Tangan kanan penolong dibelakang bahu piosterior janin. Bahu kemudian diputar 180 derajat sehingga bahu anterior terbebas dari tepi bawah simfisis pubis

Melahirkan bahu belakang : 

Melahirkan bahu belakang

Maneuver Rubin : 

Maneuver Rubin Diameter bahu terlihat antara kedua tanda panah Bahu anak yang paling mudah dijangkau didorong kearah dada anak sehingga diameter bahu mengecil dan membebaskan bahu anterior yang terjepit

DISTOSIA AKIBAT HIDROSEPALUS : 

DISTOSIA AKIBAT HIDROSEPALUS

DISTOSIA AKIBAT PEMBESARAN ABDOMEN : 

DISTOSIA AKIBAT PEMBESARAN ABDOMEN Pembesaran abdomen janin dapat menyebabkan distosia Pembesaran abdomen janin dapat terjadi oleh karena : Vesika urinaria yang penuh. Pembesaran ginjal atau hepar. Asites Diagnosa pembesaran abdomen janin jarang ditegakkan sampai terjadinya distosia. Bila diagnosa dapat ditegakkan sebelum persalinan, keputusan melakukan SC harus dipertimbangkan. Prognosa pada umumnya sangat buruk.

EFEK FETO MATERNAL DARI DISTOSIA : 

EFEK FETO MATERNAL DARI DISTOSIA EFEK MATERNAL Infeksi intrapartum. Ruptura uteri. Lingkaran retraksi patologis ( BANDL). Fistula jalan lahir. Cedera dasar panggul. Cedera saraf ekstrimitas inferior pasca persalinan.

EFEK FETO MATERNAL DARI DISTOSIA : 

EFEK FETO MATERNAL DARI DISTOSIA EFEK JANIN Caput succadeneum. Molase kepala berlebihan. Fraktura tulang kepala spontan.

Slide 67: 

sekian Jakarta , April 2009 dr. Bambang Widjanarko, SpOG Bag. Ilmu Kebidanan & Peny.Kandungan Fak.Kedokteran & Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta