ANATOMI ORGAN REPRODUKSI indonesia

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: hironimus (36 month(s) ago)

mw download kok ga bs...bgmn caranya???

By: vinisia (37 month(s) ago)

dok..saya minta ijin download sebagai bahan ajar... terimakasih..

By: pkbjuwangi (38 month(s) ago)

selamat pagi bapak... saya penyuluh KB di salah satu kecamatan di kab. boyolali, mohon ijin untuk download materi bapak. Terima kasih...

By: mujiati (45 month(s) ago)

malam dokter. sy tugas di pkm mohon ijin unt download untuk bahan penyuluhan di sekolah smp dan sma.trimakasih

By: sukmiati (46 month(s) ago)

Dok... saya minta ijin untuk download sbg bahan ajar. Bagaimana caranya??trims

See all

Presentation Transcript

ANATOMI ORGAN REPRODUKSI WANITA : 

ANATOMI ORGAN REPRODUKSI WANITA dr.BAMBANG WIDJANARKO. SpOG Fakultas KEDOKTERAN dan KESEHATAN Universitas Muhammadiyah Jakarta

PERKEMBANGAN GENITALIA EKSTERNA WANITA : 

PERKEMBANGAN GENITALIA EKSTERNA WANITA Sebelum kehamilan minggu ke 7, tampilan genitalia eksterna janin laki dan wanita adalah sama Genitalia eksterna janin laki dan wanita dapat dibedakan pada kehamilan minggu ke 12

ANATOMI GENITALIA EKSTERNA WANITA : 

ANATOMI GENITALIA EKSTERNA WANITA VULVA : struktur yang terlihat dari luar VULVA : Mons veneris Labia majora Labia minora Klitoris Glandula vulvovaginal (BARTHOLINE) Fourchette Perineum

PERINEUM : 

PERINEUM Perineum : batas bawah pelvis Batas superior : m.levator ani Ke anterior perineum terbentang ke simfisis pubis dan tepi bawah os pubis Batas posterior : Tuber ischiadica Ligamentum sacrotuberosum Coccygeus

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA : 

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA Bagian atas vagina, servik, uterus dan tuba falopii terbentuk dari ductus paramesonefrik (müllerian ) Tidak adanya kromosom Y mempengaruhi perkembangan sistem paramesonefrik berupa regresi total sistem mesonefrik. Adanya kromosom Y menyebabkan terbentuknya testis dan dikeluarkannya ‘müllerian inhibiting substance’ sehingga terjadi situasi yang sebaliknya.

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA : 

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA : 

PERKEMBANGAN GENITALIA INTERNA

VAGINA : 

VAGINA Tabung pipih yang terbentang ke arah postero superior dari himen menuju fornix

UTERUS : 

UTERUS Uterus terdiri dari servik dan corpus uteri yang bertemu di isthmus

UTERUS : 

UTERUS

UTERUS : 

UTERUS ISTHMUS : area transisi antara endoservik - endometrium SERVIK : panjang 2 – 3 cm Sekitar OUE, epitel pipih ektoservik berubah menjadi epitel silindris dari kanalis servikalis ( squamocollumnar junction ) ENDOMETRIUM : menutupi bagian dalam uterus dengan tebal bervariasi antara 2 – 10 mm sesuai dengan stadium menstruasi. Terdapat 4 pasang ligamentum penyangga uterus : Lig. Rotundum Lig. Sacrouterina Lig.Latum Lig.Cardinale

TUBA FALOPII : 

TUBA FALOPII Saluran indung telur adalah tabung fibromuskular sepanjang 10 cm yang menghubungkan cavum uteri dengan rongga peritoneum Terdiri dari 4 bagian : Pars interstitisialis Pars Isthmica Pars ampularis Pars infundibularis

TUBA FALOPII dan LIGAMENTUM UTERUS : 

TUBA FALOPII dan LIGAMENTUM UTERUS

OVARIUM : 

OVARIUM

OVARIUM : 

OVARIUM Struktur bulat lonjong agak pipih dengan ukuran 3 x 2 x 2 cm Berada di permukaan posterior ligamentum latum Kearah medial disangga oleh ligamentum ovarii Kearah superior dan lateral disangga oleh ligamentum infundibulopelvicum dan ligamentum ovarii proprium. Pasokan darah berasal dari arteri ovarica yang berasal dari aorta abdominalis Aliran vena ovarium kanan menuju ke VCI dan dari ovarium kiri menuju ke vena renalis kiri

ALIRAN LIMFE : 

ALIRAN LIMFE Aliran limfe utama dari vulva dan vagina bagian bawah adalah ke lnn.inguinofemoralis Aliran limfe dari servik adalah ke lnn parametrium (ligamentum kardinale) ke lnn pelvik ( lnn.hipogastrica – lnn obturatoria – lnn eksternal iliaca ) Aliran limfe dari endometrium melalui ligamentum latum dan ligamentum infundibulopelvicum Aliran limfe ovarium berjalan melalui lligamentum infundibulopelvicum ke lnn paraaorta

DINDING ABDOMEN : 

DINDING ABDOMEN

INSISI ABDOMEN : 

INSISI ABDOMEN Insisi DINDING ABDOMEN : Mc Burney (A) Lower midline (B) Paramedian kiri bawah (C) Pfannenstiel atau Cherney (D) Tranversal, Maylard atau Bardenheuer ( E )

Rujukan Kepustakaan : 

Rujukan Kepustakaan Hoyte L Jakab M , Warfeld SK: Levator ani thickness variation in symptomatic and asymptomatic women using magnetic resonancebased 3-dimensional collor mapping. Am J Obstet Gynecol 191:856, 2004 John W. Kimball. Kimball's Biology Pages, and online textbook^ Sexual Reproduction in Humans. 2006. Krantz KE : Anatomy of The Female Reproductive System in Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment 9th ed McGraw-Hill Co, 2003 Marchetti DL : Gynecologic Anatomy in The Care Of The Gynecologic Obstetric Patient Mosby 1997 Michael H. Ross and Wojciech Pawlina^ Histology, A Text and Atlas by, Lippincott Williams & Wilkins, 5th ed, 2006 Moore KL: Clinical Oriented Anatomy 4th ed Lippincott William & Wilkins, 1999 Netter FH et al: The Ciba Collection of Medical Illustrations. Vol 2: Reproductive System Novartis Medical Education, 1986 Umek WH, Morgan DM et al : Quantitative analysis of uterosacral ligament origin and insertion point by magnetic resonance imaging. Obstet Gynecol 103;447,2004

sekian : 

sekian Send Massage and Comment to : dr.Bambang Widjanarko, SpOG