7 Terminasi kehamilan blog

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: ohpsarmut (41 month(s) ago)

ijin download dok

By: ody_wijaya (75 month(s) ago)

Mohon izin download, Dokter...

By: mirza81 (76 month(s) ago)

dok,mohon izin download boleh ga?

By: mirza81 (76 month(s) ago)

dok,mohon izin download boleh ga?

By: mirza81 (76 month(s) ago)

trims dok,...

See all

Presentation Transcript

TERMINASIKEHAMILAN : 

1 TERMINASIKEHAMILAN Revisi : Januari 2009 Bambang Widjanarko Bagian Obstetri Ginekologi Fak.Kedokteran & Kesehatan UMJ Jakarta MATERI KULIAH OBSTETRI GINEKOLOGI II :

Usaha untuk menghentikan kehamilan sebelum minggu ke 20 :? abortus provokatus : 

2 Usaha untuk menghentikan kehamilan sebelum minggu ke 20 :? abortus provokatus Abortus provokatus : Abortus provokatus terapeutikalis Abortus provokatus kriminalis

Slide 3: 

3 Pada paruh kedua kehamilan, penghentian kehamilan umumnya dilakukan untuk : Menyelamatkan janin dari kehidupan intrauterin yang tidak menguntungkan. Menyelamatkan jiwa ibu Pada trimester III, penghentian kehamilan : Bila dijumpai adanya gross anomali Pada kehamilan posterm, pengakhiran kehamilan dilakukan agar janin terhindar dari kehidupan intrauterine yang tidak menguntungkan

Pengosongan uteruspada kehamilan < 20 minggu : 

4 Pengosongan uteruspada kehamilan < 20 minggu Menghentikan perdarahan pada abortus Intra Uterine Fetal Death Kelainan kongenital luas dan berat Mola Hidatidosa Kelainan medik pada ibu Psikososial …. ? Kegagalan kontrasepsi …?

Persiapan sebelum tindakan : : 

5 Persiapan sebelum tindakan : Anamnesa – pemeriksaan & penentuan indikasi Penjelasan mengenai prosedur pelaksanaan tindakan – manfaat dan komplikasi yang mungkin terjadi Kontrasepsi yang akan digunakan setelah tindakan Persetujuan tertulis suami dan istri (informed consent)

Cara pengosongan uterus : : 

6 Cara pengosongan uterus : MVA (manual vacuum aspiration) Dilatasi dan kuretase Suction curettage pada mola hidatidosa Misoprostole Histerotomi

Dilatasi & Kuretase : 

7 Dilatasi & Kuretase Tehnik Dilatasi : [ bila belum ada dilatasi ] Dilatasi dengan batang laminaria. Dilatasi dengan dilatator hegar

Dilatasi servik dengan LAMINARIA : 

8 Dilatasi servik dengan LAMINARIA Dilakukan pada keadaan dimana servik masih belum membuka Pemasangan laminaria dalam kanalis servikalis 12 – 18 jam kemudian kalau perlu dilanjutkan dengan infus oksitosin sebelum kuretase

Tehnik Dilatasi & Kuretase : 

9 Tehnik Dilatasi & Kuretase Pasien pada posisi Lithotomi Bersihkan vulva dengan cairan antiseptik [kosongkan VU] dan lakukan PD ulang untuk menentukan posisi – besar dan arah uterus dan keadaan adneksa Berikan Pethidine im / iv Lakukan blok paraservikal Pasang spekulum dan jepit bibir depan portio dengan tenakulum

Tentukan arah dan kedalam uterus dengan menggunakan sonde : 

10 Tentukan arah dan kedalam uterus dengan menggunakan sonde Sonde digunakan untuk menentukan arah dan dalamnya uterus Pemasukan sonde dilakukan dengan hati - hati agar tidak terjadi perforasi

Perforasi akibat sonde : 

11 Perforasi akibat sonde

Bila dilatasi masih kecil, dilakukan dilatasi agar kuretase dapat dilakukan dengan mudah : 

12 Bila dilatasi masih kecil, dilakukan dilatasi agar kuretase dapat dilakukan dengan mudah Dilatator hegar dijepit antara ibu jari dengan jari telunjuk dan dimasukkan kedalam kanalis servikalis sesuai arah sumbu janin Perhatikan letak jari tangan ke 3 – 4 dan 5 di perineum untuk mengendalikan insersi busi agar tak terjadi perforasi

Kuretase : 

13 Kuretase Sisa kehamilan yang terlalu besar dapat diambil terlebih dahulu dengan abortus tang sebelum evakuasi dengan sendok tajam

Slide 14: 

14 Kuretase dilakukan secara teratur searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam Tanda cavum uteri yang bersih : darah yang keluar berbuih

Perforasi akibat kuretase : 

Perforasi akibat kuretase

INDUKSI PERSALINAN : 

16 INDUKSI PERSALINAN Terminasi kehamilan kadang-kadang diperlukan pada kehamilan preterm – aterm – posterm dalam situasi : Ancaman kehidupan janin intrauterine Kesehatan atau nyawa ibu dalam keadaan bahaya bila kehamilan diteruskan Metode yang dipilih tergantung pada : Usia kehamilan Segera atau tidak harus segera ( elektif / semi elektif ) Maturitas servik Derajat penurunan bagian terendah janin

Metode Induksi Persalinan : 

17 Metode Induksi Persalinan Medisinal Infuse oksitosin ( Oksitosin Drip ) Prostaglandine Manipulatif Amniotomi “Stripping of the membrane” Rangsangan puting susu

Kontra – indikasi : 

18 Kontra – indikasi Kelainan letak Insufisiensi plasenta Disproporsi sepalo-pelvik Cacat uterus Grande multipara Gemelli Regangan uterus berlebihan Plasenta previa

Oksitosin Drip : 

19 Oksitosin Drip Induksi Persalinan Akselerasi Persalinan

Komplikasi : 

20 Komplikasi Tetania uteri Ruptura uteri iminen Gawat janin Hiperbilirubinemia janin

INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN : 

21 INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN Induksi persalinan dan akselerasi persalinan dilakukan dengan cara yang sama tapi dengan tujuan yang berbeda Induksi Persalinan (induction of labour): merangsang uterus untuk mengawali proses persalinan Akselerasi Persalinan (augmented of labour) : merangsang uterus pada proses persalinan untuk meningkatkan frekuensi – durasi dan kekuatan kontraksi uterus [HIS]

INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN : 

22 Pola persalinan yang BAIK adalah bila terdapat 3 HIS dalam 10 menit dengan masing-masing HIS berlangsung sekitar 40 detik Bila selaput ketuban masih utuh, sebelum melakukan IP atau AP terlebih dahulu dilakukan Pemecahan Selaput Ketuban (ARM ~ Artificial Rupture of Membranes) INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN

INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN : 

23 Pecahnya selaput ketuban (spontan atau artifisial ) akan mengawali rangkaian proses berikut: Cairan amnion mengalir keluar Volume uterus menurun; Produksi prostaglandine, sehingga merangsang proses persalinan; HIS mulai terjadi (bila pasien belum inpartu); menjadi semakin kuat ( bila sudah inpartu) INDUKSI & AKSELERASI PERSALINAN

PEMECAHANSELAPUT AMNION : 

24 PEMECAHANSELAPUT AMNION Perhatikan indikasi NOTE : Pada daerah dengan prevalensi HIV tinggi, pertahankan selaput ketuban selama mungkin untuk mengurangi resiko penularan HIV perinatal Dengar dan catat DJJ Baringkan pasien dengan tungkai fleksi dan kedua tungkai saling menjauh dan kedua lutut terbuka Gunakan sarung tangan steril, lakukan VT dengan tangan kanan untuk menilai konsistensi – posisi – dilatasi dan pendataran servik

PEMECAHANSELAPUT AMNION : 

25 Masukkan “amniotic hook” kedalam vagina Tuntun “amniotic hook” kearah selaput ketuban dengan menyusuri jari-jari dalam vagina Dorong selaput ketuban dengan jari-jari dalam vagina dan pecahkan selaput ketuban dengan ujung instrumen Biarkan cairan amnion mengalir perlahan sekitar jari Perhatikan warna cairan [ jernih – hijau – kemerahan ] Bila hijau – kental : Gawat janin ? PEMECAHANSELAPUT AMNION

PEMECAHANSELAPUT AMNION : 

26 Setelah pemecahan ketuban, dengarkan DJJ selama dan setelah HIS Bila DJJ < 100 atau > 180 dpm : GAWAT JANIN ? Bila persalinan diperkirakan TIDAK TERJADI DALAM 18 JAM berikan AB profilaksis untuk mengurangi kemungkinan infeksi GBS pada neonatus: Penicillin G 2 juta units IV; atau Ampicillin 2 g IV, tiap 6 jam sampai persalinan; Bila tidak ditemukan gejala infeksi pasca persalinan, hentikan pemberian AB PEMECAHANSELAPUT AMNION

PEMECAHANSELAPUT AMNION : 

27 Bila setelah 1 jam tidak nampak tanda-tanda kemajuan persalinan MULAILAH PEMBERIAN OKSITOSIN INFUS Bila indikasi induksi persalinan adalah PENYAKIT MATERNAL IBU YANG BERAT ( sepsis atau eklampsia) mulailah melakukan infuse oksitosin segera setelah amniotomi PEMECAHANSELAPUT AMNION

Komplikasi amniotomi : 

28 Komplikasi amniotomi Infeksi Prolapsus funikuli Gawat janin Solusio plasenta

INDUKSI PERSALINAN : 

29 INDUKSI PERSALINAN PENILAIAN SERVIK Keberhasilan IP tergantung pada KONDISI SERVIK PADA AWAL IP. Untuk menilai kondisi servik, pemeriksaan servik dilakukan dan skoring dibuat berdasarkan kriteria pada tabel 1 Bila servik MATANG ( CS ? 6 ), kemungkinan IP cukup dilakukan dengan oksitosin saja Bila servik BELUM MATANG (CS = 5) , lakukan pematangan servik dengan prostaglandin atau kateter folley sebelum IP

Slide 30: 

30 TABLE 1      Assessment of cervix for induction of labour [ CERVICAL SCORING]

OKSITOSIN : 

31 OKSITOSIN Penggunaan oskitosin harus hati-hati Hiperstimulasi dapat menyebabkan GAWAT JANIN dan RUPTURA UTERI Multipara memiliki resiko tinggi terjadinya RUPTURA UTERI OBSERVASI KETAT PADA PASIEN DENGAN INFUSE OKSITOSIN

OKSITOSIN : 

32 OKSITOSIN Efektivitas oksitosin pada setiap wanita TIDAK SAMA Pemberian dengan melarutkan dalam D5 atau NS Tingkatkan jumlah tetesan secara bertahap sampai tercapai pola His Persalinan yang baik Harus terdapat fase relaksasi uterus setelah His SETELAH INFUS OKSITOSIN MENCAPAI POLA PERSALINAN YANG BAIK, PERTAHANKAN JUMLAH TETESAN SAMPAI PERSALINAN

OKSITOSIN : 

33 Monitor TD – Nadi dan kontraksi uterus serta DJJ Nilai ulang indikasi pemberian PASTIKAN INDIKASI IP OLEH KARENA KEGAGALAN IP AKAN DIIKUTI DENGAN SC Pasien miring kiri Catat data-data berikut dalam partograf tiap 30 menit: Kecepatan tetesan oksitosin Note: Perubahan posisi lengan akan merubah jumlah tetesan Durasi dan frekuensi HIS DJJ, dengar tiap 30 menit segera setelah HIS ; bila DJJ < 100 dpm hentikan oksitosin OKSITOSIN

OKSITOSIN : 

34 OKSITOSIN PASIEN DENGAN INFUS OKSITOSIN TIDAK BOLEH DIBIARKAN SENDIRI Infus oksitosin 2.5 U dalam 500 ml Dextrose ( atau normal Saline ) 10 tetes per menit ? Sekitar 2.5 mIU per menit Naikkan tetesan 10 tetes/m tiap 30 menit sampai His adekwat Pertahankan jumlah tetesan tersebut sampai persalinan selesai

OKSITOSIN : 

35 OKSITOSIN Hentikan infus dan berikan tokolitik , bila : Terjadi hiperstimulasi [ HIS > 60 DETIK ] , Jumlah HIS tiap 10 menit > 4 kali TOKOLITIK : Terbutaline 250 mcg IV perlahan-lahan selama 5 menit ; ATAU Salbutamol 10 mg dalam 1 L cairan IV (normal saline atau Ringer’s lactate) tetes per menit.

OKSITOSIN : 

36 OKSITOSIN Bila dengan jumlah tetesan 60 tetes per menit, HIS masih belum baik : Tingkatkan dosis dengan 5 U dalam D5 (atau NS ) 30 tetes per menit ? 15 mIU / menit Naikkan jumlah tetesan 10 tetes/menit setiap 30 menit sampai HIS adekwat dengan jumlah tetesan maksimum 60 tetes / menit

Slide 37: 

TABLE 2 Oxytocin infusion rates for induction of labour (Note 1 mL~20 drops)

BILA PERSALINAN YANG BAIK MASIH BELUM BERLANGSUNG DENGAN DOSIS OKSITOSIN 5 UNIT : : 

38 BILA PERSALINAN YANG BAIK MASIH BELUM BERLANGSUNG DENGAN DOSIS OKSITOSIN 5 UNIT : Pada MULTIPARA atau RIWAYAT SC , IP dinyatakan GAGAL dan kehamilan diakhiri dengan Sectio Caesar ; Pada PRIMIGRAVIDA , berikan infus oksitosin dengan dosis lebih tinggi ( “rapid escalation” ) seperti terlihat pada tabel 3 : Infus oksitosin 10 U dalam 500 ml D5 (atau NS ) 30 tetes per menit Tingkatkan jumlah tetesan 10 tetes per menit sampai His adekwat

Slide 39: 

TABLE 3 Rapid escalation for primigravida: Oxytocin infusion rates for induction of labour (Note 1 mL~20 drops)

OKSITOSIN : 

40 OKSITOSIN Bila belum terjadi HIS yang baik pada 60 tetes per menit ( 60 mIU/menit), akhiri kehamilan dengan SC Jangan gunakan oksitosin 10 U dalam 500 ml cairan ( 20 mIU/ml) pada: Multigravida Riwayat SC

MISOPROSTOL : 

41 MISOPROSTOL Penggunaan misoprostol untuk pematangan servik hanya dilakukan pada kondisi khusus : PEB atau EKLAMPSIA dimana Servik belum matang dan Operasi SC belum dapat dilakukan atau Bayi sangat prematur ( non-viable); IUFD dan persalinan tidak segera berlangsung dalam waktu 4 minggu dan jumlah trombosit menurun

MISOPROSTOL : 

42 MISOPROSTOL Letakkan misoprostol 25 mcg ( 1/8 tablet) pada fornix posterior. Bila perlu, ulang 6 jam kemudian; Bila setelah 2 X pemberian tidak ada respon, tingkatkan dosis menjadi 50 mcg tiap 6 jam Jangan gunakan > 50 mcg pada setiap kali pemberian dan jangan > 4 X pemberian (200mcg) Jangan gunakan oksitosin dalam waktu 8 jam pemberian misoprostol Amati HIS dan DJJ

Slide 43: 

43 Jangan gunakan skema pemberian “rapid escalation” Untuk tindakan akselerasi persalinan Nilai ulang indikasi tindakan Infus oksitosin dilakukan dengan cara yang sama dengan IP AKSELERASI PERSALINAN DENGAN MENGGUNAKAN OKSITOSIN

Indikasi menyelesaikan persalinan : 

44 Indikasi menyelesaikan persalinan Indikasi IBU Indikasi ANAK Indikasi PROFILAKSIS

Indikasi IBU : 

45 Indikasi IBU Dalam keadaan ini keadaan umum ibu kurang baik sehingga kehamilan atau persalinan yang terlalu lama akan membahayakan jiwa ibu : Eklampsia Penyakit jantung Ibu yang exhausted

Indikasi ANAK : 

46 Indikasi ANAK Dalam keadaan ini kehidupan intrauterine sudah kurang baik dan bila dibiarkan berlanjut akan membahayakan kehidupan anak Pertumbuhan janin terhambat - IUGR Gawat janin Mati

Indikasi PROFILAKSIS : 

47 Indikasi PROFILAKSIS Dalam keadaan ini keadaan umum ibu dan atau anak masih baik ; namun dapat diperkirakan akan segera memburuk bila proses kehamilan atau persalinan dibiarkan berlanjut : Panggul sempit Partus lama Partus kasep ( “neglected labor”) Partus lama yang disertai komplikasi Ibu dan atau anak akibat lamanya proses persalinan

Cara menyelesaikan persalinan : 

48 Cara menyelesaikan persalinan Keadaan anak…? Tahapan proses persalinan…..? Keadaan panggul…..? Pervaginam : Ekstraksi cunam – vakum – ekstraksi – versi ekstraksi. Embriotomi Per abdominal : Sectio Caesar

Problematik Obstetri : 

49 INDIKASI MENYELESAIKAN KEHAMILAN atau PERSALINAN CARA MENYELESAIKAN KEHAMILAN atau PERSALINAN Syarat Memenuhi ? dan Ada Kontra Indikasi ? Problematik Obstetri

Dalil Obstetri : 

50 Dalil Obstetri Primum non nocere : Jangan menyebabkan atau menambah kerusakan yang sudah ada Non vi sed arte : Bukan dengan kekuatan ; tetapi dengan ketrampilan

Slide 51: 

51 Sekian Bambang Widjanarko Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran & Kesehatan UMJ Jakarta-Indonesia

authorStream Live Help