PRE EKLAMPSIA – EKLAMPSIA

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

10% kehamilan disertai dengan komplikasi HIPERTENSI yang menyebabkan seorang wanita hamil berada dalam kategori RESIKO TINGGI

Comments

Presentation Transcript

PRE EKLAMSIA EKLAMSIA:

PRE EKLAMSIA EKLAMSIA KULIAH KLINIK DEPARTEMEN OBSTETRI GINEKOLOGI FKK UMJ JAKARTA

PowerPoint Presentation:

10% 90% HIPERTENSI KRONIS HIPERTENSI “NEW-ONSET”

PERUBAHAN TEKANAN DARAH FISIOLOGIS SELAMA KEHAMILAN:

PERUBAHAN TEKANAN DARAH FISIOLOGIS SELAMA KEHAMILAN TRIMESTER II : MENURUN (dibandingkan sebelum hamil) Perbedaan TD sistolik – diastolik MELEBAR (“tekanan nadi- pulse pressure ”) o.k : Resistensi vaskular perifer MENURUN . “AV shunting” dalam uterus dan ruang intervilous TRIMESTER III : TD MENINGKAT secara bermakna

HIPERTENSI:

HIPERTENSI TD ≥ 140 / 90 mmHg Kenaikan TD Diastolik lebih mencerminkan resistensi vaskular perifer. MAP – mean arterial pressure trimester 2 nd dan 3 rd digunakan untuk untuk menilai TINGKAT RESIKO MAP = ( 2 x diastolik) + ( sistolik) : 3

MEAN ARTERIAL PRESSURE:

MEAN ARTERIAL PRESSURE During the 2 nd trimester, if the average of all MAPs ≥ 90 , there is a significant increased risk for : Perinatal MORTALITY , Perinatal MORBIDITY and Impaired fetal GROWTH DYNAMICS . During the 3 rd trimester, MAP ≥ 105 indicates an increased risk

HIPERTENSI KRONIS SELAMA KEHAMILAN:

HIPERTENSI KRONIS SELAMA KEHAMILAN Resiko tinggi gangguan SIRKULASI UTEROPLASENTA Resiko tinggi PRE EKLAMSIA – EKLAMSIA ( bila tidak terkendali) : Resiko tinggi CVA – cerebro vascular accident

TOXEMIA in PREGNANCY:

TOXEMIA in PREGNANCY Nama lama dari PREEKLAMSIA – EKLAMSIA EKLAMSIA = PRE EKLAMSIA disertai KEJANG Sindroma klinis yang ditandai dengan : Hipertensi Proteinuria (Retensi Cairan atau edema) (hiperefleksia) Dapat terjadi pada kehamilan aterm atau kehamilan > 22 minggu

ETIOLOGI:

ETIOLOGI ? Namun sering terjadi pada : Primigravida Mola Hidatidosa Kehamilan kembar Hidramnion Primi muda (usia < 17 tahun) atau primi tua (usia > 35 tahun) Diabetes Pregestasional Obesitas Hipertensi kronis – penyakit ginjal dan sindroma fosfolipid Riwayat preeklamsia-eklamsia pada kehamilan terdahulu Riwayat keluarga.

INGAT:

INGAT TD pada kehamilan trimester 2 nd MENURUN dan MENINGKAT kembali pada trimester 3 rd TD selama kehamilan sedikit diatas 140/90 mmHg dapat dianggap NORMAL kecuali bila disertai dengan kelainan lain ; Keadaan diatas disebut HIPERTENSI GESTASIONAL dan tidak membahayakan dibandingkan PREEKLAMSIA

HIPERTENSI GESTASIONAL:

HIPERTENSI GESTASIONAL TD < 160/110 mmHg Proteinuria [ - ] Gejala subjektif [ - ] Pemeriksaan laboratorium : [ normal ]

DIAGNOSIS:

DIAGNOSIS PREEKLAMSIA = HIPERTENSI + PROTEINURIA PROTEINURIA : Protein urine dalam 24 jam [normal] 200 mg Proteinuria = ≥ 300 mg protein [ dipstick test +1 ] Edema : kriteria lama trias - preeklampsia Hiperefleksia (tak semua pasien memperlihatkan gejala ini)

Sebagian besar penderita PE tidak merasakan keluhan Sebagian merasa bahwa kesehatannya baik-baik saja dan terheran-heran tatkala tiba-tiba disuatu saat banyak orang berada disekitarnya setelah dia sadar dari coma pasca kejang. KELUHAN YANG MUNGKIN ADA: :

Sebagian besar penderita PE tidak merasakan keluhan Sebagian merasa bahwa kesehatannya baik-baik saja dan terheran-heran tatkala tiba-tiba disuatu saat banyak orang berada disekitarnya setelah dia sadar dari coma pasca kejang. KELUHAN YANG MUNGKIN ADA : SAKIT KEPALA HEBAT (terutama di daerah frontal, namun kadang-kadang juga di daerah osipital ) tidak hilang dengan analgesik. GANGGUAN VISUS ( kabur dan skotoma ) NYERI ULUHATI ( epigastium kanan atas ) akibat regangan Glisson Capsule hepar

PATOFISIOLOGI:

PATOFISIOLOGI VASOSPASME PERIFER CEDERA EPITEL VASKULAR [ENDOTELIUM] KEBOCORAN CAIRAN KLEDALAM RUANG INTERSTITSIAL

PATOFISIOLOGI (lanj….):

PATOFISIOLOGI ( lanj….) GANGGUAN FUNGSI GINJAL SERUM KREATININE MENINGKAT (>1.0 mg%)

PATOFISIOLOGI (lanj….):

PATOFISIOLOGI ( lanj….) HEMOKONSENTRASI KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT MENURUN

PATOFISIOLOGI (lanj….):

PATOFISIOLOGI ( lanj….) KENAIKAN KADAR BLOOD UREA NITROGEN > 1 mg% KENAIKAN KADAR ASAM URAT >12 mg%

KOMPLIKASI  “multiorgan failure”:

KOMPLIKASI  “multiorgan failure” Persalinan Preterm Solusio Plasenta Partus Presipitatus Kejang Penurunan perfusi uteroplasenta PJT – pertumbuhan janin terhambat Mortalitas Perinatal MENINGKAT Gagal Ginjal (DIC- disseminated intravascular coagulation) dan perdarahan Gagal hepar Edema paru Stroke

PRE-ECLAMPSIA:

PRE-ECLAMPSIA PRE EKLAMSIA & EKLAMSIA [ + KEJANG ] PREEKLAMPSIA : PREEKLAMSIA RINGAN TD > 140 /90 mmHg ; < 160/110 mmHg Proteinuria + 1 [ 300 – 100 mg protein daam 24 jam] (edema) (hiperefleksia) PREEKLAMSIA BERAT TD > 160/110 mmHg Proteinuria Gejala subjektif (nyeri kepala-nyeri uluhati) Pemeriksaan Laboratorium : Oliguria ( produksi urine < 500 ml per 24 jam) Trombositopenia Serum Creatinine meningkat BUN meningkat Kenaikan enym hepar (ALT –AST)

PENATALAKSANAAN:

PENATALAKSANAAN Terminasi Kehamilan Urgensi tergantung pada : Usia kehamilan Keadaan janin Beratnya penyakit pada ibu hamil PE BERAT : terminasi kehamilan segera mengingat bahwa komplikasi dapat muncul setiap saat ( Solusio plasenta, PJT, Gagal hepar, Gagal ginjal, Perdarahan, Koagulopati, Kejang, Kematian )

TERMINASI KEHAMILAN:

TERMINASI KEHAMILAN Sedapat mungkin per Vaginam Bila servik masih belum matang : SEKSIO SESAR Pada kasus PE Ringan dan kehamilan preterm Observasi Maturasi paru Maturasi servik

MAGNESIUM SULFAT:

MAGNESIUM SULFAT Pada dosis yang cukup besar : Anti Kejang Anti Hipertensi Diuretik ringan Pemberian intravena ATAU intramuskular Diberikan sampai 24 jam pasca persalinan

MAGNESIUM SULFAT:

MAGNESIUM SULFAT MgSO4 larutan 40% (10 gram dalam 25 cc larutan) 5 cc diberikan intravena perlahan (dalam waktu 5 menit) 10 cc diberikan di bokong kiri 10 cc diberikan di bokong kanan Ulangi pemberian intramuskular dalam waktu 4 jam pada masing-masing bokong , hanya bila : Produksi Urine > 25 ml per jam (eksresi MgSO4 melalui air seni) Frekuensi pernafasan 16 – 20 kali per menit Reflek patela positif Dengan dosis diatas kadar Magnesium Sulfat dalam darah = 4 – 7 mEq/L Bisa ditambahkan anaestesia 1 ml Lidocain 2%

KOMPLIKASI MgSO4:

KOMPLIKASI MgSO4 Dosis dipertahankan 4 – 7 mEq/L Depresi pernafasan pada dosis 10 mEq/L Henti pernafasan pada dosis > 12 mEq/L Kolap Kardiovaskular pada dosis > 25 mEq/L Antidotum Calcium Gluconas 1 gram i.v perlahan (dalam waaktu 5 menit)

ANTI HIPERTENSI:

ANTI HIPERTENSI Berikan bila TD > 160 / 110 mmHg Labetalol 20 mg i.v (dosis maksimum 300 mg) Nifedipin 30 mg (“ sustained Release ”) 1 dd 1 Hidralazin 5 – 10 mg i.v setiap 15 – 20 menit GOAL : TD 140 / 90 mmHg (TD diastolik jangan sampai < 90 mmHg !!)

“IMPENDING ECLAMPSIA”:

“IMPENDING ECLAMPSIA” Gejala subjektif pada kasus PRE EKLAMPSIA yang menandakan akan terjadi serangan kejang. Nyeri kepala Gangguan Visus Nyeri epigastrium Indikasi utuk segera mengakhiri kehamilan pada PREEKLAMPSIA

EKLAMPSIA:

EKLAMPSIA Kejang pada penderita PE Episode kejang : tonik dan klonik dan diikuti dengan hilangnya kesadaran (coma). Selama kejang : apnea dan diikuti dengan warna kebiruan. Terapi : AKHIRI KEHAMILAN

SINDROMA HELLP:

SINDROMA HELLP Sindroma HELLP : Hemolisis Kenaikan kadar enzym hepar Trombositopenia Dapat berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan

SEKIAN & TERIMAKASIH:

SEKIAN & TERIMAKASIH DR.BAMBANG WIDJANARKO, SPOG DEPARTEMEN OBSTETRI GINEKOLOGI FKK UMJ JAKARTA INDONESIA

authorStream Live Help