KEHAMILAN KEMBAR

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

KEHAMILAN KEMBAR:

KEHAMILAN KEMBAR dr.Bambang Widjanarko, SpOG Staf Pengajar di Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ Jakarta - Indonesia

PowerPoint Presentation:

Kehamilan kembar terjadi bila 2 atau lebih ovum mengalami pembuahan ( dizygotic ) atau bila Satu ovum yang sudah dibuahi mengalami pembelahan TERLALU DINI sehingga membentuk 2 embrio yang identik ( monozygotic )  identical twin.

DUGAAN KEHAMILAN KEMBAR ::

DUGAAN KEHAMILAN KEMBAR : SUBJEKTIF : Gerak janin terasa banyak Hiperemesis gravidarum PALPASI : Besar uterus tidak sesuai dengan usia kehamilan Teraba bagian kecil yang lebih banyak AUSKULTASI : terdapat detak jantung janin di dua lokasi berbeda dengan perbedaan frekuensi > 10 dpm ULTRASONOGRAFI

DIAGNOSIS KEHAMILAN KEMBAR:

DIAGNOSIS KEHAMILAN KEMBAR Pemeriksaan USG pada kehamilan dini. Ukuran uterus > dari perkiraan usia kehamilan Teraba bagian kecil janin yang lebih banyak. Terdengar dua detak jantung janin di tempat yang berbeda dengan perbedaan frekuensi lebih dari 10 dpm.

KEMBAR MONOZYGOTIK :

KEMBAR MONOZYGOTIK Identical Twin Satu ovum dibuahi – pemisahan dini Angka Kejadian : 2.3 – 4 per 1000 kehamilan 30 % dari semua jenis kehamilan kembar.

KEMBAR DIZYGOTIC :

KEMBAR DIZYGOTIC (fraternal twin ) Kehamilan dimana terdapat 2 buah ovum yang mengalami pembuahan secara terpisah, 70 % dari semua jenis kehamilan kembar.

Faktor resiko:

Faktor resiko Stimulasi ovarium dengan clomiphen citrate . Teknologi reproduksi ( fertilisasi invitro) Riwayat kehamilan kembar sebelumnya Riwayat kehamilan kembar dalam keluarga Usia ibu yang “tua”

KOMPLIKASI KEHAMILAN KEMBAR:

KOMPLIKASI KEHAMILAN KEMBAR KOMPLIKASI IBU: Anemia gravidarum Hiperemesis Gravidarum Abortus Hidramnion Hipertensi Persalinan preterm Atonia pasca persalinan Perdarahan pasca persalinan Preklampsia-eklampsia

KOMPLIKASI KEHAMILAN KEMBAR:

KOMPLIKASI KEHAMILAN KEMBAR komplikasi anak: Kelainan letak Plasenta previa Solusio plasenta KPD - ketuban pecah dini Prematuritas Prolapsus talipusat PJT – pertumbuhan janin terhambat Anomali kongenital Morbiditas dan motalitas perinatal ↑

Diagram Tipe Utama Jenis Plasenta yang ditemukan pada KEMBAR MONOZYGOTIK:

Diagram Tipe Utama Jenis Plasenta yang ditemukan pada KEMBAR MONOZYGOTIK

KEMBAR DIZYGOTIC :

KEMBAR DIZYGOTIC Non-identical ; = Fraternal Twin Terdapat 2 korion dan 2 amnion ; Kelamin dapat berbeda

KEMBAR MONOZYGOTIC:

KEMBAR MONOZYGOTIC = Kembar Identik ; = Maternal Twin Monokorionik – Monoamniotik Monokorionik - Diamniotik (kurang dari 1/3) KORION TERPISAH Kedua janin berada dalam dua ruang yang terpisah.

KEMBAR MONOZYGOTIC:

KEMBAR MONOZYGOTIC

SINDROMA “TWIN TO TWIN TRANFUSION”:

SINDROMA “TWIN TO TWIN TRANFUSION ” Hanya pada kehamilan kembar identik –– diamniotik monokorionik Pada kehamilan jenis ini, terdapat satu plasenta dengan pembuluh darah yang saling berhubungan antara kedua janin. 15 – 20% kehamilan diamniotik monokorionik, status pembuluh darah saling berhubungan dalam kondisi yang tidak seimbang  TTTS – twin to twin transfusion syndrome.

SINDROMA “TWIN TO TWIN TRANFUSION” (lanj….):

SINDROMA “TWIN TO TWIN TRANFUSION ” ( lanj…. ) TTTS bukan masalah genetik. Janin yang lebih kecil (donor) tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sementara pada janin yang lebih besar (resipien ) mendapatkan aliran darah yang melimpah . Janin resipien memproduksi air seni lebih banyak sehingga pada USG kandung kemih janin resipien terlihat lebih besar dan jumlah cairan amnion menjadi lebih banyak ( hidramnion ) dibandingkan janin donor.

DIAGNOSIS TTTS:

DIAGNOSIS TTTS Kehamilan kembar , satu plasenta. Jenis kelamin sama. Dua kantung amnion terpisah ; kantung janin donor lebih kecil dibandingkan kantung amnion janin resipien. Doppler : UMBILICAL FLOW

KOMPLIKASI ttts:

KOMPLIKASI ttts KOMPLIKASI IBU: Hidramnion . KOMPLIKASI JANIN DONOR : Hipovolemia. Hipotensi. Anemia. PJT – pertumbuhan janin terhambat

Sindroma Twin To Twin Tranfusion:

Sindroma Twin To Twin Tranfusion

KOMPLIKASI JANIN RESIPIEN:

KOMPLIKASI JANIN RESIPIEN Hipervolemia. Hidramnion. Hiperviskositas. Trombosis. Hipertensi. Kardiomegali. Polisitemia. Edema. Gagal jantung kongestif.

Penatalaksanaan Kehamilan::

Penatalaksanaan Kehamilan : Observasi ketat perkembangan kesehatan ibu dan anak. Frekuensi kunjungan antenatal yang LEBIH SERING untuk mencari komplikasi kehamilan seperti : Anemia Plasenta previa Prematuritas Preeklampsia - eklampsia Ibu mendapatkan WAKTU ISTIRAHAT yang lebih banyak.

Penatalaksanaan persalinan:

Penatalaksanaan persalinan Setelah ANAK PERTAMA lahir Pastikan PRESENTASI ANAK II dan usahakan agar berada pada letak memanjang. Anak II harus lahir dalam waktu 30 menit kemudian. Bila dalam 5 menit tidak terdapat kontraksi uterus yang baik dapat diberikan oksitosin infus untuk memperbaiki kwalitas kontraksi uterus. Versi ekstraksi pada anak II hanya dibenarkan bila janin kecil dapat dapat lahir pervaginam. Melahirkan PLASENTA Setelah kedua anak lahir, berikan oksitosin 5 – 10 U i.m. Bila dilakukan VERSI EKSTRAKSI , berikan antibiotika profilaksis. Terdapat RESIKO PERDARAHAN per vaginam akibat atonia uterus . Bila perlu lakukan PLASENTA MANUIL pasca tindakan versi ekstraksi yang diolanjutkan dengan eksplorasi cavum uteri.

KALA II MEMANJANG PADA ANAK II:

KALA II MEMANJANG PADA ANAK II Anak kedua belum lahir setelah 30 menit kelahiran anak pertama.

Indikasi SEKSIO SESAR pada KEHAMILAN KEMBAR:

Indikasi SEKSIO SESAR pada KEHAMILAN KEMBAR Anak pertama letak lintang atau letak sungsang Gawat janin Indikasi obstetri

Sekian Dan TerimaKasih:

Sekian Dan TerimaKasih dr.Bambang Widjanarko, SpOG Staf Pengajar di Departemen Obstetri Ginekologi FKK UMJ Jakarta - Indonesia

authorStream Live Help