ANRI

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS: 

JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS

Slide 2: 

DASAR HUKUM Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan, pasal 6 dan 7; Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS; Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS; Keputusan Presiden Nomor 02 Tahun 2003 Tentang Tunjangan Fungsional Arsiparis sbg pengganti Keppres Nomor 34 Tahun 1995

Slide 3: 

Keputusan Menpan Nomor 09/KEP/M.PAN/2/2002 tentang Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya sebagai penyempurnaan dari Keputusan Menpan Nomor 36 Tahun 1990 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Arsiparis; SKB Ka. ANRI dan Ka. BKN Nomor 03 dan 15 Tahun 2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Arsiparis dan Angka Kreditnya; Keputusan Ka. ANRI Nomor 06 Tahun 2002 tentang Petunjuk Penyesuaian Jabatan Arsiparis Berdasarkan Kep. Menpan Nomor 09/KEP/M.PAN/2/2002

Slide 4: 

Keputusan Ka. BKN Nomor 08 Tahun 2003 tentang Tata Cara Permintaan, Pemberian dan Penghentian Tunjangan Jabatan Fungsional Arsiparis ; Keputusan Menpan Nomor KEP/34/M.PAN/3/2004 Tentang Perubahan Atas Ketentuan Pasal 21 Kep. Menpan Nomor 09/KEP/M.PAN/2/2002; Surat Edaran Ka. ANRI Nomor PK.00/584/2004 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Arsiparis dari PNS berijasah SMU/SMK

Slide 5: 

Keputusan Ka. ANRI Nomor 02 Tahun 2004 tentang Tata Kerja Tim Penilai dan Tata Cara Penilaian Prestasi Kerja Arsiparis Keputusan Ka. ANRI Nomor 04 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Pengangkatan PNS berijasah setingkat SMU / SMK dalam jabatan Arsiparis

Slide 6: 

KEUNTUNGAN TERSELENGGARANYA JABATAN FUNGSIONAL Sebagai alternatif bagi PNS yg tidak mendapatkan kesempatan menduduki jabatan struktural; Untuk mengatasi kenaikan pangkat yg mentok; Adanya kesempatan percepatan kenaikan pangkat; Mendapatkan tunjangan jabatan fungsional; Dibebaskan dari ujian dinas tingkat III; Adanya jaminan jenjang karir yg jelas selama seorang pejabat fungsional mampu bekerja dan dapat mengumpulkan angka kredit yg dipersyaratkan.

PENGERTIAN RUMPUN JABATAN (PP No. 16/1994 ps. 1): 

PENGERTIAN RUMPUN JABATAN (PP No. 16/1994 ps. 1) Himpunan jabatan fungsional yg mempunyai fungsi dan tugas yg berkaitan erat satu sama lain dalam melaksanakan salah satu tugas umum pemerintahan

Slide 8: 

PENGERTIAN JABATAN FUNGSIONAL Kedudukan yg menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasi yg dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Slide 9: 

TUJUAN PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL Peningkatan profesionalisme; Pembinaan karier pegawai; Peningkatan kemampuan tugas umum pemerintahan dan pembangunan.

Slide 10: 

KRITERIA JABATAN FUNGSIONAL KETERAMPILAN Mempunyai teknis, prosedur kerja dan pelatihan teknis dengan sertifikasi; Memiliki etika profesi yg ditetapkan oleh organisasi profesi; Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan tingkat keterampilan; Pelaksanaan tugas bersifat mandiri; Diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.

Slide 11: 

KRITERIA JABATAN FUNGSIONAL KEAHLIAN Mempunyai metodologi, teknik analisis yg didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan; Memiliki etika profesi yg ditetapkan oleh organisasi profesi; Dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan tingkat keahlian; Pelaksanaan tugas bersifat mandiri; Diperlukan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.

Slide 15: 

ARSIPARIS : PNS yg diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yg berwenang untuk melaksanakan kegiatan kearsipan.

Slide 16: 

TUGAS POKOK ARSIPARIS (Psl. 4) Melaksanakan kegiatan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan yang meliputi : Ketatalaksanaan kearsipan; Pembuatan petunjuk kearsipan; Pengolahan arsip; Penyimpanan arsip Konservasi arsip Layanan kearsipan Publikasi kearsipan Pengkajian dan pengembangan kearsipan Pembinaan dan pengawasan kearsipan

Slide 17: 

UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN (Psl. 5) 1. Unsur Pendidikan: Pendidikan sekolah formal dan memperoleh ijasah/gelar; Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kearsipan dan memperoleh STTP 2. Unsur Pengelolaan Arsip: Ketatalaksanaan kearsipan Pembuatan petunjuk kearsipan Pengolahan arsip Penyimpanan arsip Konservasi arsip Layanan kearsipan Publikasi kearsipan

Slide 18: 

3. Unsur Pembinaan Kearsipan: Pengkajian dan pengembangan kearsipan Pembinaan dan pengawasan kearsipan; 4. Unsur Pengembangan Profesi Kearsipan: Membuat karya tulis/karya ilmiah bidang kearsipan; Menemukan teknologi tepat guna bidang kearsipan Membimbing Arsiparis

Slide 19: 

5. Unsur Penunjang Kegiatan Kearsipan: Mengajar/melatih Memberikan bimbingan belajar; Membuat terjemahan/saduran Peran serta dalam kegiatan ilmiah kearsipan Menjadi anggota organisasi profesi kearsipan Menjadi anggota Tim Penilai Arsiparis Memperoleh gelar kesarjanaan Memperoleh penghargaan / tanda jasa

Slide 20: 

PENILAIAN ANGKA KREDIT Kegiatan dari unsur utama sekurang-kurangnya 80%: Pendidikan; Kegiatan pengelolaan arsip; Kegiatan pembinaan kearsipan; Kegiatan pengembangan profesi; Kegiatan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20%

Slide 21: 

Apabila tidak terdapat Arsiparis yg melaksanakan tugas pokok sesuai dg jenjang jabatan yg ditentukan, berdasar penugasan dr pejabat yg berwenang, Arsiparis yg satu tingkat di atas dan atau satu tingkat di bawah jenjang jabatan dapat melakukan kegiatan tsb; Arsiparis yg melaksanakan tugas pokok kearsipan di atas jenjang jabatan, angka kredit yg diperoleh ditetapkan sebesar 80% dr angka kredit yg ditetapkan;

Slide 22: 

Arsiparis yg melaksanakan tugas pokok kearsipan di bawah jenjang jabatan, angka kredit yg diperoleh sama dengan angka yg ditetapkan; Penilaian dan penetapan angka kredit dilakukan 2 kali dalam 1 th, yaitu 3 bulan sebelum periode kenaikan pangkat

Slide 23: 

ASPEK KEPEGAWAIAN 1. Pengangkatan pertama sebagai Arsiparis Tingkat Keterampilan: Berijasah Diploma II/Diploma III bidang kearsipan; Berijasah D II/ D III bidang ilmu lain sesuai kualifikasi yg ditentukan untuk jabatan Arsiparis dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kearsipan dan memperoleh STTP; atau Berijasah SMU/SMK dan sekurang-kurangnya telah 2 th bekerja di bidang kearsipan; Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.I, gol. ruang II/b Setiap unsur penilaian DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dlm 1 th terakhir.

Slide 24: 

2. Pengangkatan pertama sebagai Arsiparis Tingkat Keahlian: Berijasah S1 / Diploma IV bidang kearsipan; Berijasah S1/ D IV bidang ilmu lain setelah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kearsipan yg dipersyaratkan dan memperoleh STTPL; Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, gol. ruang III/a Setiap unsur penilaian DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dlm 1 th terakhir.

Slide 25: 

3. Di samping pasal tsb, untuk dpt diangkat dlm Jabatan Arsiparis, seorang PNS harus : Memenuhi angka kredit komulatif minimal yg ditentukan sesuai Lampiran III dan IV Kep. Menpan No. 09/KEP/M.PAN/2/2002; Didasarkan pada formasi jabatan yg telah ditetapkan berdasar peraturan per-UU-an yg berlaku.

Slide 26: 

4. PERPINDAHAN JABATAN: Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 dan 22; Memiliki pengalaman di bidang kearsipan sekurang-kurangnya 3 th Usia setinggi-tingginya 5 th sebelum mencapai batas usia pensiun; Setiap unsur penilaian DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dlm 1 th terakhir.

Slide 27: 

5. PEMBEBASAN SEMENTARA: Dlm jangka waktu 5 th sejak diangkat dlm pangkat terakhir tdk dpt mengumpulkan angka kredit yg ditentukan untuk kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi; Dalam jangka waktu 1 th sejak diangkat dlm pangkat/jabatan terakhir tdk dpt mengumpulkan angka kredit sebesar 10 a.k bagi Arsiparis Penyelia, pangkat Penata Tk.I Gol. Ruang III/d dan 25 a.k bagi Arsiparis Utama, pangkat Pembina Utama Gol. Ruang IV/e

Slide 28: 

Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Arsiparis; Tugas belajar lebih dari 6 bl terus menerus Dijatuhi hukuman disiplin pegawai berupa hukuman penurunan pangkat; Cuti di luar tanggungan negara

Slide 29: 

6. PENGANGKATAN KEMBALI: Arsiparis yg telah selesai menjalani pembebasan sementara dpt diangkat kembali pada jabatan semula dg menggunakan angka kredit terakhir yg dimiliki dan dpt ditambah dari angka kredit yg diperoleh selama tdk menduduki jabatan Arsiparis setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit oleh pejabat yg berwenang.

Slide 30: 

7. PEMBERHENTIAN DARI JABATAN: Dalam jangka waktu 1 th sejak diangkat dlm pangkat/jabatan terakhir tdk dpt mengumpulkan angka kredit sebesar 10 a.k bagi Arsiparis Penyelia, pangkat Penata Tk.I Gol. Ruang III/d dan 25 a.k bagi Arsiparis Utama, pangkat Pembina Utama Gol. Ruang IV/e Dijatuhi hukuman disiplin PNS dg tingkat hukuman disiplin berat

Slide 31: 

8. PERPINDAHAN JABATAN: Untuk kepentingan dinas dan atau menambah pengetahuan, pengalaman dan pengembangan karir, Arsiparis dpt dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yg ditentukan.

Slide 32: 

9. PERPINDAHAN JALUR TINGKAT KETERAMPILAN KE TINGKAT KEAHLIAN: Arsiparis tingkat keterampilan yg memperoleh ijasah S1 atau D IV dpt diangkat menjadi Arsiparis tingkat keahlian apabila sekurang-kurangnya telah menduduki pangkat Penata Muda Gol. Ruang III/a serta memperoleh sertifikat diklat kearsipan tingkat keahlian.

JAM KERJA EFEKTIF P.N.S. KEPPRES N0. 58 TAHUN 1964 DAN NOMOR 24 TAHUN 1972: 

JAM KERJA EFEKTIF P.N.S. KEPPRES N0. 58 TAHUN 1964 DAN NOMOR 24 TAHUN 1972 RINCIAN : 1 TAHUN = 365/366 HARI 1 TAHUN = 52 MINGGU HARI LIBUR/TAHUN = 14 HARI CUTI TAHUNAN = 12 HARI LAIN-LAIN/TAHUN = 7 HARI _________ 85 HARI ================ P.N.S. SELAMA 1 TAHUN BEKERJA 280 HARI JAM KERJA 1 MINGGU = 37,5 JAM 1 HARI = 6,5 JAM KENYATAAN : waktu istirahat, sholat dll = 2 jam jam kerja efektif/hari = 4,5 jam JAM KERJA EFEKTIF/TAHUN = 1250 JAM

RUMUS PENCARIAN UNTUK PENETAPAN ANGKA KREDIT : JAK AK = ------ BK AK = ANGKA KREDIT UNTUK SETIAP KEGIATAN JAK = JUMLAH ANGKA KREDIT YANG HARUS DICAPAI BK = BEBAN KERJA YANG DIINGINKAN (misalnya = 4 tahun) : 

RUMUS PENCARIAN UNTUK PENETAPAN ANGKA KREDIT : JAK AK = ------ BK AK = ANGKA KREDIT UNTUK SETIAP KEGIATAN JAK = JUMLAH ANGKA KREDIT YANG HARUS DICAPAI BK = BEBAN KERJA YANG DIINGINKAN (misalnya = 4 tahun)

GOL. II/b-d. 20 AK = ------------ = 0,004 1250 X 4 GOL. III/a-b 50 AK = ------------- = 0,010 1250 X 4 GOL. III/c-d. 100 AK = ------------- = 0,020 1250 X 4 GOL. IV/a-e 150 AK = -------------- = 0,030 1250 X 4 : 

GOL. II/b-d. 20 AK = ------------ = 0,004 1250 X 4 GOL. III/a-b 50 AK = ------------- = 0,010 1250 X 4 GOL. III/c-d. 100 AK = ------------- = 0,020 1250 X 4 GOL. IV/a-e 150 AK = -------------- = 0,030 1250 X 4

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN FORMASI ARSIPARIS : 1. MENGETAHUI JUMLAH JAM KERJA EFEKTIF PERTAHUN 2. MENGHITUNG BEBAN KERJA/SATUAN BEBAN KERJA TERENDAH DALAM SATU TAHUN 3. MENCARI STANDAR WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN DALAM PEDOMAN 4. MENYUSUN FORMASI BERDASARKAN RUMUS PENYUSUNAN FORMASI : 

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN FORMASI ARSIPARIS : 1. MENGETAHUI JUMLAH JAM KERJA EFEKTIF PERTAHUN 2. MENGHITUNG BEBAN KERJA/SATUAN BEBAN KERJA TERENDAH DALAM SATU TAHUN 3. MENCARI STANDAR WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN DALAM PEDOMAN 4. MENYUSUN FORMASI BERDASARKAN RUMUS PENYUSUNAN FORMASI