komunikasi theologia praktis

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Pengertian mendasar tentang makna berjemaat dalam kaitan untuk mewujudkan hidup yang komunikastif

Comments

Presentation Transcript

KOMUNIKASI THEOLOGIA SERI CERAMAH BAGI WARGA JEMAAT:

KOMUNIKASI THEOLOGIA SERI CERAMAH BAGI WARGA JEMAAT Pengertian tentang Makna Hidup Bergereja yang Komunikatif dalam Nuansa Damai Sejahtera Cahyana Endra Purnama

Komunikasi itu Kekal, Kudus, Mulia, Penuh Kasih, Berkuasa, Nyata dan Indah:

Komunikasi itu Kekal, Kudus, Mulia, Penuh Kasih, Berkuasa, Nyata dan Indah Komunikasi dalam pandangan theologia Kristen diyakini sudah ada sejak dalam kekekalan, hadir bersama dengan TUHAN dan mendahului waktu penciptaan, memiliki sifat-sifat seperti keberadaan TUHAN sendiri, namun semua itu hanya menjadi sarana bagi perwujudan kehendak-Nya Komunikasi yang keberadaannya telah berlangsung sejak dalam kekekalan memang diciptakan agar mamnusia dapat dengan seutuhnya mengerti kehendakNya yang kudus dan mulia, serta kemudian dapat melakukan kehendak-Nya selama hidup di dunia dengan tugas khusus dalam mengelola alam, yaitu untuk dapat mewujudkan arti damai-sejahtera di bawah naungan kuasa penebusan Tuhan Yesus Segala bentuk cara dasar berkomunikasi telah Tuhan ciptakan agar manusia dapat mengerti makna hidup yang senantiasa terhubung dengan Kristus dan mengembangkan arti damai sejahtera yang sejati (fully get connected with all of well attachment of power and systemic spiritual means) dalam aneka rupa pelayanan dan keberadaannya

KOMUNIKASI DAN MAKNA KEMANUSIAAN SEJATI YANG UTUH, KUDUS DAN MULIA:

KOMUNIKASI DAN MAKNA KEMANUSIAAN SEJATI YANG UTUH, KUDUS DAN MULIA Ketika TUHAN menciptakan manusia yang pertama maka makna kemanusiaan sejati telah dimiliki untuk menikmati arti hidup bergaul dengan-Nya dalam nuansa hidup kekal. Komunikasi pada masa hidup di Taman Eden rupanya telah menjadi rusak ketika manusia jatuh dalam dosa, se-hingga telah kehilangan kemuliaan-Nya. Nuansa komu-nikasi dengan TUHAN menjadi rusak, bahkan bagi sesama manusia juga telah dipakai secara salah, hingga manusia harus keluar dari nuansa komunikasi di Eden. Nuansa komunikasi yang seutuhnya bagi manusia mulai dapat dinikmati lagi ketika TUHAN berkenan hadir dalam segala kepapaan manusia, bahkan mati disalib dan bangkit serta kembali ke Surga dengan penuh kemuliaan Setiap manusia dapat dipulihkan & menikmati lagi arti kemanusiaannya jika bersedia mengakui pola komunikasi pemulihan Yesus di Golgota

CIRI & ARTI KEMANUSIAAN SEUTUHNYA SEBAGAI JATI DIRI YANG ABADI:

CIRI & ARTI KEMANUSIAAN SEUTUHNYA SEBAGAI JATI DIRI YANG ABADI Ciptaan Baru adalah tanda yang pertama dan merupakan harga diri yang hanya diberikan TUHAN kepada manusia yang bersedia untuk mengakui wujud penebusan dosa di dalam salib, yang merupakan pola komunikasi pemulihan hubungan di antara TUHAN dengan manusia Identitas diri sebagai Warga Kerajaan Surga yang hanya diberika kepada setiap orang yang mau mengakui pola penebusan Tuhan Yesus, hal ini merupakan tanda kedua Disiplin diri sebagai murid-murid Tuhan Yesus yang rendah hati, suka menolong, menjaga kekudusan hidup, serta senantiasa bersuka-cita dalam memuliakanNya itu merupakan tanda ketiga dalam kedudukan sebagai orang yang memperoleh arti hidup baru Penyangkalan diri menjadi ciri keempat sebagai warga kerajaan surga, karena keberadaan dirinya hanya dapat terwujud oleh karena penyertaan & berkatNya saja Jatidiri Sejati

JATI DIRI YANG SEJATI DIBERIKAN AGAR TIAP INSAN PENERIMANYA DAPAT MENYADARI ATAS PERANNYA SEBAGAI KAWAN SEKERJA TUHAN DI DUNIIA - ENTAH KAPAN, ATAUPUN SUKU & TEMPATNYA :

JATI DIRI YANG SEJATI DIBERIKAN AGAR TIAP INSAN PENERIMANYA DAPAT MENYADARI ATAS PERANNYA SEBAGAI KAWAN SEKERJA TUHAN DI DUNIIA - ENTAH KAPAN, ATAUPUN SUKU & TEMPATNYA Berpegang teguh pada Firman Sejati, yaitu Yesus Kristus dalam wujud eksistensialNya sebagai TUHAN, sebagai Anak Manusia –yaitu manusia sepenuhnya, serta sebagai wacana (Logos) dalam hidup berfilsafat dan praksis kemanusiaan di sepanjang segala abad dan tempat Meyakini tentang kepastian hidup sejati yang bersifat kekal, yaitu sebagai hasil dari karya penyelamatan Tuhan Yesus Senantiasa bersandar pada kuasa dan penyertaan Roh Kudus Memiliki pola hidup yang penuh dengan ucapan syukur, pujian dan pengharapan kepada-Nya yang selalu terwujud dalam ungkapan doa Terus berupaya menjaga integritas pribadi yang menerapkan prinsip hermeneutika secara penuh di dalam menghadapi aneka masalah Bersikap waspada dalam menghadapi tantangan hidup rohani, baik bagi dirinya sendiri maupun di tengah hidup berbangsa dan bernegara Selalu siap sedia untuk menolong sesama, terutama sesama warga gereja, dengan sikap yang sabar, lembut, sederhana, & rendah hati

Pola Pendekatan Pelayanan yang Komunikatif:

Pola Pendekatan Pelayanan yang Komunikatif Berupaya supaya sepenuhnya dapat mengerti tentang keberadaan orang lain yang sedang berkomunikasi dengan dirinya, dalam perjumpaan yang tidak resmi maupun di tengah acara dan pertemuan resmi Dapat mengolah pesan rohani yang tepat bagi kebutuhan orang yang sedang dilayani atau yang sedang bermasalah Senantiasa mengusahakan bentuk pelayanan yang penuh kasih, bersungguh-sungguh, penuh perhatian dan setia Setiap bentuk pelayanan merupakan suatu kepercayaan yang Tuhan berikan bagi hamba-Nya, sehingga harus dapat dipertanggung-jawabkan secara penuh dan utuh Tidak menghakimi atau bahkan balik menyerang orang lain Peka terhadap bentuk kebutuhan yang tidak terucapkan Dapat mengembangkan rasa empati (bela-rasa) yang baik Ciri Profesionalitas

DIAGRAM TENTANG MAKNA JATI DIRI & TUGASNYA:

DIAGRAM TENTANG MAKNA JATI DIRI & TUGASNYA Pemulihan & penyertaan TUHAN yang penuh kuasa Memiiki Jati-diri yang sejati: Harga diri Identitas diri Disiplin diri Penyangkalan diri Kawan Sekerja Tuhan Menghadirkan nuansa damai sejahtera yang penuh kasih dan berdimensi kekal namun tetap relevan & kontekstual

PERWUJUDAN JATI-DIRI DALAM KEUTUHAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT & DUNIA:

PERWUJUDAN JATI-DIRI DALAM KEUTUHAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT & DUNIA Salib Kristus yang memngutuhkan & mengukuhkan jati-diri Harga diri Identitas diri Penyangkalan diri Disiplin diri Meja pelayanan kehidupan yang aktual & kontekstual sejak dari kebutuhan rumahi-tangga sendiri sampai pada kebutuhan masyarakat sekitar, bagi bangsa dan negara, bahkan bagi keperluan hidup sedunia