KLASIFIKASI IKLIM

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

Untuk yang tidak bisa download langsung bisa ikuti link dibawah ini, http://www.4shared.com/office/5AKIkj6-/KLASIFIKASI_IKLIM.html saya mohon maaf atas keterlambatan respon.

Comments

Presentation Transcript

KLASIFIKASI IKLIM : 

KLASIFIKASI IKLIM

SCHMIDT - FERGUSON : 

SCHMIDT - FERGUSON Dasar klasifikasi adalah rasio Q yaitu dengan rumus : Rata-rata jumlah bulan kering Q = -------------------------------------- X 100 % Rata-rata jumlah bulan basah Dimana : Bulan kering adalah bulan yang menerima curah hujan kurang dari 60 mm Bulan basah adalah bulan yang menerima curah hujan lebih dari 100 mm Bulan lembab adalah bulan yang menerima curah hujan 60-100 mm.

Slide 3: 

Berdasarkan rasio Q maka ada 8 golongan iklim berdasarkan tipe curah hujannya yaitu : Iklim A (sangat basah) Q = 0 - ≤14,3 % Iklim B (basah) Q = > 14,3 - ≤33,3 % Iklim C (agak basah) Q = > 33,3 - ≤ 60 % Iklim D (sedang) Q = > 60 - ≤ 100 % Iklim E (agak kering) Q = > 100 - ≤ 167 % Iklim F (kering) Q = > 167 - ≤ 300 % Iklim G (sangat kering) Q = > 300 - ≤ 700% Iklim H (luar biasa kering) Q = > 700 %

Contoh Latihan : 

Contoh Latihan Data curah hujan di Pontianak 10 tahun terakhir sebagai berikut : Jumlah bulan basah 107 Jumlah bulan kering 6 Jumlah bulan lembab 7 Maka rata-rata bulan basah = 107:10 = 10,7 dan rata-rata bulan kering = 6:10 = 0,6 Jadi Q = (0,6/10,7) x 100% = 5,61 % dengan demikian Pontianak beriklim A (sangat basah)

Slide 5: 

Penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson dapat ditentukan dengan diagram sebagai berikut : (gambarkan dengan segitiga siku-siku sama kaki) Q (%) H G F E D C B A 33,3 14,3 Jumlah rata-rata bulan basah 12 12 0 Jumlah rata-rata bulan kering 60 100 167 300 700 0,6 10,7 Pontianak

Wladimir Koppen : 

Wladimir Koppen Dasar klasifikasi : suhu dan curah hujan bulanan dan tahunan vegetasi juga dianggap sebagai instrumen klimatologi untuk menentukan batas-batas iklim. Menurut Koppen ada 6 golongan iklim dan 12 tipe iklim pokok

1. Iklim A : 

1. Iklim A Iklim A (iklim hujan tropik/tropical rainy climate) suhu bulan terdingin >64,4º F (18º C) Ada 3 iklim A, yaitu : 1. Af (iklim hutan hujan tropik), dimana curah hujan bulan terkering > 2,4 inci (60 mm). 2. Am (iklim hutan hujan musim), dimana curah hujan bulan terkering < 2,4 inci (60 mm) tetapi > 3,94 - r/25 3. Aw (iklim tropik basah dan kering), dimana curah hujan bulan terkering < 3,94 - r/25 Keterangan : r = curah hujan tahunan (inci)

Diagram iklim A : 

Diagram iklim A Af 2,4 Aw Am Jumlah curah hujan tahunan (inci) 40 100 Curah hujan terkering (inci)

2. Iklim B : 

2. Iklim B Iklim B (iklim kering/dry climate), syaratnya : Curah hujan < penguapan Jika curah hujan terbagi merata, curah hujan tahunan (r) yg diterima < 0,44 t - 8,5 Jika curah hujan maksimum pd musim panas, curah hujan tahunan (r) < 0,44 t - 3 Jika curah hujan maksimum pd musim dingin, curah hujan tahunan (r) < 0,44 t - 14 Iklim B dibagi 2 golongan yaitu : Iklim BS (iklim stepa) Iklim BW (iklim gurun)

Slide 10: 

Iklim BS (iklim stepa), batasnya : Jika curah hujan terbagi merata, curah hujan tahunan (r) yg diterima < 0,44 t - 8,5 tetapi > (0,44 t - 8,5)/2 Jika curah hujan maksimum pd musim panas, curah hujan tahunan (r) < 0,44 t – 3 tetapi > (0,44 t – 3)/2 Jika curah hujan maksimum pd musim dingin, curah hujan tahunan (r) < 0,44 t – 14 tetapi > (0,44 t – 14)/2

Slide 11: 

Iklim BW (iklim gurun), batasnya : Jika curah hujan terbagi merata, curah hujan tahunan (r) yg diterima < (0,44 t - 8,5)/2 Jika curah hujan maksimum pd musim panas, curah hujan tahunan (r) < (0,44 t – 3)/2 Jika curah hujan maksimum pd musim dingin, curah hujan tahunan (r) < (0,44 t – 14)/2

Slide 12: 

Keterangan : Curah hujan maksimum pd musim panas adalah apbl curah hujan bulan musim panas terbasah paling sedikit 10 kali drpd curah hujan bulan musim dingin terkering. Curah hujan maksimum pd musim dingin adalah apbl curah hujan bulan musim dingin terbasah paling sedikit 3 kali drpd curah hujan bulan musim panas terkering. t = suhu rata-rata tahunan dalam ..º F r = curah hujan tahunan dalam inci

3. Iklim C : 

3. Iklim C Iklim C (iklim mesotermal/warm temperate climate) Suhu bulan terpanas > 64,4ºF (18ºC) dan suhu bulan terdingin 32º - 64,4ºF (0º-18ºC) Iklim C dibagi dalam 3 tipe, yaitu : Iklim Cf, tidak mempunyai musim kering, curah hujan bulan terkering > 1,2 inci Iklim Cs, mempunyai musim panas yang kering,curah hujan bulan musim panas terkering < 1,2 inci Iklim Cw, mempunyai musim dingin yang kering, curah hujan bulan musim dingin terkering < 1,2 inci

4. Iklim D : 

4. Iklim D Iklim D (iklim mikrotermal/snow/boreal forest climate) Suhu bulan terpanas > 50º F (10ºC) dan suhu bulan terdingin < 32º F (0ºC) Iklim D terbagi dalam 2 tipe, yaitu : Iklim Df, lembab tanpa musim kering dan curah hujan bulan terkering > 1,2 inci Iklim Dw, lembab dengan musim dingin yang kering, curah hujan bulan terkering pd musim dingin < 1,2 inci

5. Iklim E : 

5. Iklim E Iklim E (iklim kutub/polar climate) Suhu bulan terpanas < 50º F (< 10º C) Iklim E digolongkan menjadi 2 tipe, yaitu : Iklim ET, iklim tundra, suhu bulan terpanas antara 32º - 50º F (0º - 10ºC) Iklim EF, iklim salju abadi, suhu rata-rata setiap bulan < 32º F (0ºC)

6. Iklim H : 

6. Iklim H Iklim H (iklim pegunungan/highland climate) Suhu bulan terpanas di bawah 50º F (10ºC) dilihat dari letaknya yang mempunyai ketinggian > 5.000 feet

Data curah hujan (mm) dan suhu ( 0 C) lima tahun terakhir di kota Mataram adalah sebagai berikut : : 

Data curah hujan (mm) dan suhu ( 0 C) lima tahun terakhir di kota Mataram adalah sebagai berikut : Langkah-langkah : Rata-rata suhu bulanan = ....... 0 C Rata-rata curah hujan tahunan = ....... mm Rata-rata curah hujan bulan terkering = .....mm Suhu terendah = 26 0 C pada bulan Januari Suhu tertinggi = 27,2 0 C pada bulan Mei Maka daerah tersebut termasuk iklim Aw Gambarkan pada diagram iklim A menurut Koppen.

THORNTHWAITE : 

THORNTHWAITE Dasar klasifikasi : - Efektifitas presipitasi - Efisiensi thermal - Penyebaran curah hujan musiman. Efektifitas presipitasi ditentukan oleh perbandingan antara presipitasi bulanan dengan evaporasi bulanan rasio P/E dengan rumus : P/E = 115 ( P )10/9 T – 10 Rasio P/E selama setahun dsb indeks P/E Berdasarkan besarnya indeks P/E ditentukan golongan kelembaban suatu daerah dengan ketentuan sbb :

Tabel Golongan Kelembaban : 

Tabel Golongan Kelembaban

Slide 20: 

Efisiensi thermal dinyatakan dengan rasio T/E, yg ditentukan dengan menggunakan rumus : T/E = T – 32 4 Jumlah rasio T/E selama setahun dsb indeks T/E Dengan melihat besarnya indeks T/E dibedakan atas 6 golongan suhu (temperature province), sbb :

Tabel Golongan Suhu : 

Tabel Golongan Suhu

Slide 22: 

Penyebaran curah hujan musiman dibedakan atas 4 golongan, yaitu : r = curah hujan banyak dalam setiap musim s = defisit curah hujan pd musim panas w= defisit curah hujan pd musim dingin d = defisit curah hujan pd setiap musim Tipe iklim ditentukan atas penggolongan dari 3 hal tersebut di atas (indeks P/E, indeks T/E dan penyebaran curah hujan musiman). Dari ketentuan tsb ada 31 tipe iklim yaitu : AA’r BC’s CC’r DC’d AB’r CA’r CC’s EA’d AC’r CA’w CC’d ES’d BA’r CA’d DA’w EC’d BA’w CB’r DA’d D’ BB’r CB’w DB’w E’ BB’w CB’s DB’r F’ BB’s CB’d DB’d Keterangan : Suhu ( º F ) dan curah hujan (inch)

Data curah hujan (inch) dan suhu (º F) kota Jakarta pada tahun 2005, adalah sbb : : 

Data curah hujan (inch) dan suhu (º F) kota Jakarta pada tahun 2005, adalah sbb : Tentukan tipe iklim daerah Jakarta menurut klasifikasi Thornthwaite ? Langkah-langkah perhitungan : Hitung indeks P/E - termasuk golongan mana…misal: B Hitung indeks T/E - termasuk golongan mana…misal : A’ Tentukan penyebaran curah hujan musiman…misal : r Jadi jakarta mempunyai tipe iklim BA’r

MILLER : 

MILLER Dasar klasifikasi : - Zone suhu. - Penyebaran curah hujan musiman. Zone suhu ditentukan dengan menggunakan 4 isotherm, yaitu : - isotherm tahunan 70º F - isotherm bulan terdingin 43º F - isotherm selama 6 bulan atau lebih bersuhu < 43º F - isotherm bulan terpanas 50º F

Dengan ke 4 zone suhu tsb, Miller membagi iklim di dunia menjadi 5 golongan, yaitu : : 

Dengan ke 4 zone suhu tsb, Miller membagi iklim di dunia menjadi 5 golongan, yaitu : Iklim A = hot climate suhu rata-rata tahunan > 70º F Iklim B = warm climate/sub tropical climate suhu rata-rata tahunan < 70º F dan suhu bulan terdingin > 43º F Iklim C = cool temperate climate terdapat musim dingin yang nyata, pd musim dingin selama 1- 5 bulan suhunya < 43º F ttp suhu bln terpanas > 50º F Iklim D = cold climate mempunyai musim dingin yg panjang, yaitu lebih dari 6 bulan suhunya < 43º F Iklim E = artic climate tidak mempunyai musim panas, karena suhu bulan terpanas < 50º F Selain 5 golongan iklim tsb, Miller menambah 2 golongan lagi : Iklim F = desert climate curah hujan tahunan (inch) < 10 inch atau < suhu tahunan (º F) /5 Iklim G = mountain climate

Miller membagi tipe iklim berdasarkan peta penyebaran curah hujan musiman di atas peta zone suhu, dalam 7 golongan iklim dan 17 tipe iklim, yaitu : : 

Miller membagi tipe iklim berdasarkan peta penyebaran curah hujan musiman di atas peta zone suhu, dalam 7 golongan iklim dan 17 tipe iklim, yaitu : Iklim A 1. Iklim A1 = iklim equatorial dengan curah hujan maksimum 2 kali. 2. Iklim A1m = iklim equatorial dg variasi musiman 3. Iklim A2 = iklim laut tropik tanpa ms. kering yg nyata 4. Iklim A2m = iklim laut tropik dg variasi musiman 5. Iklim A3 = iklim kontinental tropik dg curah hujan pd ms. panas 6. Iklim A3m = iklim kontinental tropik dg variasi musiman.

Slide 27: 

Iklim B 7. Iklim B1 = iklim mediteran, curah hujan maksimum pd ms.dingin dan ms.panas kering 8. Iklim B2 = iklim eastern margin sub tropik, curah hujan merata atau maksimum pd ms. panas. 9. Iklim B2m = iklim eastern margin sub tropik dengan variasi musiman.

Slide 28: 

Iklim C 10. Iklim C1 = iklim laut sejuk, curah hujan turun sepanjang tahun terutama pd ms. dingin 11. Iklim C2 = iklim kontinental sejuk, curah hujan lebih sedikit drpd C1 dan maksimum pd ms. panas. 12. Iklim C2m = iklim kontinental sejuk dengan variasi musiman dan terdpt pengaruh iklim musim.

Slide 29: 

Iklim C 10. Iklim C1 = iklim laut sejuk, curah hujan turun sepanjang tahun terutama pd ms. dingin 11. Iklim C2 = iklim kontinental sejuk, curah hujan lebih sedikit drpd C1 dan maksimum pd ms. panas. 12. Iklim C2m = iklim kontinental sejuk dengan variasi musiman dan terdpt pengaruh iklim musim.

Slide 30: 

Iklim D 13. Iklim D1 = iklim laut dingin, curah hujan turun sepanjang tahun dan maksimum pd ms. Dingin atau crah hujan merata. 14. Iklim D2 = iklim kontinental dingin, curah hujan maksimum pd ms. panas. 15. Iklim D2m = iklim kontinental dingin dengan variasi musiman dan maksimum pd ms. panas

Slide 31: 

Iklim E Iklim F 16. Iklim F1 = iklim gurun panas, tanpa ms.dingin suhu bln terdingin > 430F 17. Iklim F2 = iklim gurun lintang tengah, suhu bln terdingin < 430F Iklim G

Mohr : 

Mohr Klasifikasi berdasarkan unsur curah hujan saja dengan membedakan tiga tingkat kebasahan seperti Schmidt-Ferguson, yaitu : 1. Bulan basah : >100 mm 2. Bulan lembab : 60 – 100 mm 3. Bulan kering : < 60 mm

Klasifikasi iklim menurut Mohr : 

Klasifikasi iklim menurut Mohr Ada 5 golongan iklim : I. Daerah basah ; tidak ada bulan kering. IA = 12 bulan basah & 0 bulan kering. IB = 7 - 11 bulan basah & 0 bulan kering. II. Daerah agak basah ; 1-2 bulan kering. III. Daerah agak kering ; 3-4 bulan kering. IV. Daerah kering ; 5-6 bulan kering. V. Daerah sangat kering ; > 6 bulan kering.

Slide 34: 

Terima kasih ........ semoga berhasil

authorStream Live Help