SUKUK RITEL

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

Sukuk Negara Ritel

Comments

Presentation Transcript

SUKUK RITEL:

SUKUK RITEL BY DRS.MOH.YA’KUB, M.MPd

Pengertian :

Pengertian Surat Berharga Syariah Negara Ritel ( Sukuk Ritel ) adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset Surat Berharga Syariah Negara, yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual , dengan volume minimum yang telah ditentukan .

Dasar Hukum:

Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2008 tentang Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2008 tentang Pendirian Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara Indonesia. 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218 Tahun 2008 tentang Penerbitan dan Penjualan Surat Berharga Syariah Negara Ritel di Pasar Perdana Dalam Negeri . 5. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Dasar Hukum :

Dasar Hukum 6. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara. 7. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back. 8. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back.

Tujuan Penerbitan SUKUK RITEL :

Tujuan Penerbitan SUKUK RITEL Sukuk Ritel diterbitkan dengan tujuan membiayai anggaran negara , diversifikasi sumber pembiayaan , memperluas basis investor, mengelola portofolio pembiayaan negara , dan menjamin tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara.

Manfaat atau Keuntungan Investasi pada SUKUK RITEL :

Manfaat atau Keuntungan Investasi pada SUKUK RITEL 1. Investasi yang aman, karena pembayaran imbalan dan nilai nominalnya dijamin oleh Undang-Undang . 2. Bagi Investor syariah , investasi ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah , sehingga selain aman juga menentramkan . 3. Investor memperoleh imbalan yang lebih tinggi dari tingkat imbalan yang diberikan oleh perbankan . Imbalan bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulans ampai dengan jatuh tempo. 4. Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan .

Manfaat atau Keuntungan Investasi pada SUKUK RITEL :

Manfaat atau Keuntungan Investasi pada SUKUK RITEL 5.Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar , sehingga investor berpotensi mendapatkan capital gain di pasar sekunder . 6. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional . 7. Pembayaran imbalan dan nilai nominal dilakukan secara tepat waktu dan online ke dalam rekening tabungan investor.

Risiko Investasi pada SUKUK RITEL :

Risiko Investasi pada SUKUK RITEL Investasi Sukuk Ritel pada prinsipnya merupakan investasi yang bebas dari risiko gagal bayar ( yaitu kegagalan Pemerintah untuk membayar imbalan dan nilai nominal kepada investor). Sedangkan pada transaksi di pasar sekunder dimungkinkan adanya risiko pasar berupa capital loss akibat harga jual Sukuk Ritel yang lebih rendah dibandingkan harga belinya . Risiko capital loss ini dapat dihindari dengan cara tidak menjual Sukuk Ritel sampai dengan jatuh tempo.

Persyaratan Investasi pada SUKUK RITEL :

Persyaratan Investasi pada SUKUK RITEL 1. Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)/ Surat Izin Mengemudi (SIM). 2. Investasi minimum Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan kelipatan Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah). 3. Mempunyai rekening tabungan di salah satu bank umum (bank umum syariah /bank umum konvensional ) dan rekening surat berharga di salah satu subregistry .

Prosedur Investasi pada SUKUK RITEL :

Prosedur Investasi pada SUKUK RITEL 1. Investasi di Pasar Perdana • Membuka rekening tabungan di salah satu bank umum (bank umum syariah /bank umum konvensional ) dan rekening surat berharga di salah satu sub-registry. • Mengisi formulir pemesanan dari Agen Penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah dengan melampirkan fotokopi KTP/SIM. • Menyetor dana tunai ke rekening khusus Agen Penjual dan menyampaikan bukti setor dana kepada Agen Penjual sesuai dengan jumlah pemesanan .

1. Investasi di Pasar Perdana:

1. Investasi di Pasar Perdana • Memperoleh hasil penjatahan Pemerintah dari Agen Penjual sesuai dengan ketentuan yang berlaku . • Menerima bukti kepemilikan Sukuk Ritel dari Agen Penjual . • Menerima pengembalian sisa dana dalam hal jumlah pemesanan tidak seluruhnya dimenangkan .

2. Investasi di Pasar Sekunder :

2. Investasi di Pasar Sekunder • Pembelian SUKUK RITEL yang dilakukan dengan mekanisme bursa harus melalui Perusahaan Efek . • Pembelian SUKUK RITEL yang dilakukan dengan mekanisme non-bursa ( over the counter) dapat melalui Perusahaan Efek , Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional .

Mekanisme Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal :

Mekanisme Pembayaran Imbalan dan Nilai Nominal Pemerintah melalui Bank Indonesia mentransfer dana tunai sebesar jumlah pembayaran imbalan dan / atau nilai nominal Sukuk Ritel ke sub- registry. Selanjutnya sub-registry mentransfer dana tunai ke rekening tabungan investor pada tanggal jatuh tempo pembayaran imbalan dan / atau nilai nominal Sukuk Ritel . Pihak yang tercatat sebagai pemegang Sukuk Ritel pada sub-registry dalam 2 ( dua ) hari kerja sebelum tanggal pembayaran imbalan dan atau nilai nominal Sukuk Ritel berhak atas imbalan dan / atau nilai nominal Sukuk Ritel .

Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi SUKUK RITEL :

Ilustrasi Perhitungan Hasil Investasi SUKUK RITEL 1. Harga Par Investor A membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,00 dengan nilai indikatif imbalan 12% dan tidak dijual sampai jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah : • Imbalan = 12 % x Rp 10.000.000,00 x 1/12 = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan jatuh tempo • Nilai Nominal pada saat jatuh tempo = Rp 10.000.000,00 • Total yang diperoleh pada saat jatuh tempo = Imbalan + Nilai Nominal = Rp 10.100.000,00

2. Harga Premium :

2. Harga Premium Investor B membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp 10.000.000,00 dengan kupon 12% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 105%, maka hasil yang diperoleh adalah : • Imbalan = 12 % x Rp10.000.000,00 x 1/12 = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan saat dijual • Capital Gain = Rp 10.000.000,00 x (105-100)% = Rp 500.000,00 • Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 10.500.000,00 yang berasal dari Nilai Nominal SUKUK RITEL sebesar = Rp 10.000.000,00 + Capital Gain. • Total yang diperoleh pada saat dijual = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual = Rp 10.600.000,00

3. Harga Discount :

3. Harga Discount Investor C membeli Sukuk Ritel di Pasar Perdana sebesar Rp10.000.000,- dengan kupon 12% dan dijual di Pasar Sekunder dengan harga 95%, maka hasil yang diperoleh adalah : • Imbalan = 12 % x Rp 10.000.000,00 x 1/12 = Rp 100.000,00 setiap bulan sampai dengan saat dijual • Capital Loss = Rp 10.000.000,00 x (95%-100%) = - Rp 500.000,00 • Nilai Nominal yang diterima saat dijual Rp 9.500.000,00 yang berasal dari Nilai Nominal Sukuk Ritel sebesar = Rp 10.000.000,00 + Capital Loss. • Total yang diperoleh pada saat dijual = Imbalan + Nilai Nominal pada saat dijual = Rp 9.600.000,00

Penatausahaan :

Penatausahaan 1. Pencatatan kepemilikan dilakukan secara elektronik ( scripless ). Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2008, kegiatan penatausahaan yang mencakup antara lain kegiatan pencatatan kepemilikan , kliring dan setelmen, serta agen pembayar imbalan dan nilai nominal Sukuk Ritel dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI). Selanjutnya BI telah menunjuk 12 sub-registry untuk membantu pelaksanaan penatausahaan tersebut .

Penatausahaan :

Penatausahaan 2. Daftar sub-registry yang telah ditunjuk oleh BI adalah Bank Central Asia, Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia 1946, Bank CIMB Niaga , Bank Rakyat Indonesia, Citibank NA, Deutsche Bank, HSBC,Standard Chartered Bank, Bank Permata , Kustodian Sentral Efek Indonesia(KSEI). 3. Biaya atas Kegiatan Penatausahaan yang dibebankan pada investor tergantung pada kebijakan masing-masing sub-registry. Sebagai contoh , biaya penyimpanan (safe keeping fee) pada “Sub-Registry X” adalah sebesar 0,005% per tahun dari jumlah nilai nominal investasi Sukuk Ritel yang dibayar setiap bulan .

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL :

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL Obligor : Pemerintah Republik Indonesia Penerbit : Perusahaan Penerbit SBSN Akad : Ijarah Sale and Lease Back Harga per Unit : At Par (100%) Nominal per unit : Rp 1.000.000,00 Tenor : 3 tahun

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL :

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL Satuan Pembelian : Rp 5.000.000,00 dan kelipatannya , dan ada jumlah maksimum pembelian . Perdagangan : Dapat diperdagangkan pada bursa dimana Sukuk Ritel ini didaftarkan Imbalan : Fixed coupon, ditentukan di awal akad (predetermined), dan dibayarkan secara periodik setiap bulan . Nominal Pelunasan : • At Par (100%),

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL :

POKOK-POKOK KETENTUAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA RITEL Kustodian : Anggota sub-registry (Bank Central Asia, Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia 1946, Bank CIMB Niaga , Bank Rakyat Indonesia, Citibank NA, Deutsche Bank, HSBC, Standard Chartered Bank, Bank Permata , Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Agen Penjual : Bank Umum (bank umum syariah /bank umum konvensional ) dan Perusahaan Efek yang ditunjuk Pemerintah Buyback : Pemerintah dapat membeli kembali Sukuk Ritel sebelum jatuh tempo pada harga pasar Target Investor : Individu ( perseorangan

THANKS YOU:

THANKS YOU

authorStream Live Help