Pertemuan 10-modifikasi perilaku

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Pertemuan 10. TEKNIK - TEKNIK KONSELING KELUARGA:

Pertemuan 10. TEKNIK - TEKNIK KONSELING KELUARGA

Slide 2:

Teknik Konseling Keluarga dalam Pendekatan Sistem Pendekatan sistem yang dikemukakan oleh Perez (1979), mengembangkan 1o teknik konseling keluarga , yaitu : Sculpting ( mematung ), yaitu teknik yang mengizinkan anggota-anggota keluarga untuk menyatakan kepada anggota lain, persepsinya tentang berbagai masalah hubungan diantara anggota-anggota keluarga Role playing ( bermain peran ), yaitu teknik dengan memberikan peran tertentu kepada anggota keluarga Silence ( diam ), dimanfaatkan konselor untuk menunggu gejala perilaku yang akan muncul , seperti pikiran baru , respon baru atau ungkapan perasaan baru

Slide 3:

Confrontation ( konfrontasi ), ialah teknik yang digunakan konselor untuk mempertentangkan pendapat-pendapat anggota keluarga yang terungkap dalam wawancara konseling keluarga . Teaching via Questioning , ialah teknik mengajar anggota keluarga dengan cara bertanya . “ bagaimana kalau sekolahmu gagal ?” ; “ apakah kau senang kalau ibumu menderita ?” Listening ( mendengarkan ), teknik ini digunakan agar pembicaraan seorang anggota keluarga didengarkan dengan sabar oleh yang lain. Recapitulating ( mengikhtisarkan ), teknik ini dipakai konselor untuk mengikhtisarkan pembicaraan yang bergalau pada setiap anggota keluarga , sehingga dengan cara itu kemungkinan pembicaraan akan lebih terarah dan fokus .

Slide 4:

Summary ( menyimpulkan ), dalam fase konseling , kemungkinan konselor akan menyimpulkan sementara hasil pembicaraan dengan keluarga itu . Tujuannya agar konseling bisa berlanjut secara progresif Clarification ( menjernihkan ), yaitu usaha konselor untuk memperjelas atau menjernihkan suatu pernyataan anggota keluarga karena terkesan samar-samar . Reflection ( refleksi ), yaitu cara konselor untuk merefleksikan perasaan yang dinyatakan klien , baik yang berbentuk kata-kata atau ekspresi wajahnya . “ Tampaknya anda jengkel dengan perilaku seperti itu ”

Slide 5:

Skill Individual yang Perlu Dikuasai Konselor Jika pelaksanaan konseling keluarga melalui pendekatan sistem tak mungkin dilakukan , maka usaha konselor adalah melakukan pendekatan individual terhadap klien yang mengalami kasus keluarga . Berikut ini adalah beberapa teknik konseling individual; Teknik-teknik yang berhubungan dengan pemahaman diri Keterampilan untuk menyenangkan dan menangisi krisis Keterampilan untuk mengadakan tindakan positif dan perubahan perilaku klien

Slide 6:

Teknik-teknik yang berhubungan dengan pemahaman diri Teknik ini dibagi menjadi 7 kelompok , yaitu : Listening skills ( keterampilan mendengarkan ), terdiri dari ; Attending, yaitu pernyataan dalam bentuk verbal dan non-verbal ketika klien memasuki ruang konseling . Paraphrashing , yaitu respon konselor terhadap pesan utama dalam pernyataan klien . Clarifying, yaitu pengungkapan diri dan memfokuskan diskusi . Perception checking, yaitu menentukan ketepatan pendengaran konselor .

Slide 7:

Leading skills ( keterampilan memimpin ), terdiri dari ; Indirect leading, digunakan diawal pembicaraan dimana konselor secara tak langsung memimpin klien Direct leading, yaitu memberanikan klien dan memperluas diskusi Focusing, yaitu memfokuskan pembicaraan , mengawasi keraguan-raguan , memfokuskan pembicaraan yang menyebar atau bertele-tele atau samar-samar Questioning, berhubungan dengan penilikan atau penyelidikan agar klien membuka diri dengan pernyataan-pernyataan yang baru . Reflecting skills ( keterampilan merefleksi ), terdiri dari ; Reflecting feeling, keterampilan merefleksi perasaan klien Reflecting experience, keterampilan merefleksi pengalaman klien Reflecting content, keterampilan dalam mengulang ide-ide klien dengan bahasa yang lebih segar dan memberikan penekanan .

Slide 8:

Summarizing skills ( keterampilan menyimpulkan ), yaitu keterampilan konselor daalm menarik kesimpulan yang menonjol dari pernyataan klien . Confronting skills ( keterampilan mengkonfrontasi ) Pengenalan perasaan-perasaan dalam diri konselor , konselor sadar akan pengalaman sendiri dihubungkan dengan pengalaman klien Mengkonfrontasikan pengalaman , perasaan dan pemikiran klien yeng bertentangan Pendapat-pendapat yang mereaksi ekspresi klien , konselor mengkonfrontasikan antara pernyataan dengan ekspresi klien , atau dengan gerakan tubuh , pandangan mata . Meningkatkan konfrontasi diri Membuka perasaan-perasaan yang tak jelas (repeating) Memudahkan munculnya perasaan-perasaan yang tenggelam (associating)

Slide 9:

Interpreting skills ( keterampilan menafsirkan ), terdiri ; Pertanyaan penafsiarn ( interpretive questions ) memudahkan munculnya kesadaran klien Fantasi dan metafora (fantasy and metaphor) yaitu mengandaikan , menyimbolkan ide-ide dan perasaan klien . Informing skills ( keterampilan menginformasikan ) Nasehat (advising) yaitu memberi sugesti dan pandangan berdasarkan pengalaman konselor Menginformasikan ( informing) yaitu memberikan informasi yang valid berdasarkan keahlian konselor .

Slide 10:

Keterampilan untuk menyenangkan dan menangani krisis Contacting skills ( keterampilan mengadakan kontak ) Reassuring skills ( keterampilan meneteramkan hati klien ), keterampialn ini merupakan usaha konselor untuk menyakinkan akibat logis perbuatannya . Relaxing skills ( keterampilan untuk memberi relax/ santai ), teknik ini berguna untuk menurunkan ketegangan dengan mengedurkan otot-otot . Crisis intervening skills , teknik ini bertujuan untuk mnegurangi atau meringankan krisis dengan cara mengubah lingkungan klien . Developing action alternatives, teknik untuk mengembangkan alternatif dalam mengatasi krisis Reffering skills ( keterampilan mereferal klien )

Slide 11:

Kondisi krisis yang mungkin dialami manusia dapat dibagi atas tiga (3) kategori ; Kehilangan satu ( faktor luar ), yaitu Perceraian Kehilangan pekerjaan Kehilangan harta Mengalami bencana atau malapetaka Terkena hukuman penjara Keadaan yang sulit dalam diri , yaitu Kehilangan harapan Putus asa Depresi Kelelahan karena suasana perang Usaha- usaha bunuh diri Kecanduan narkotika

Slide 12:

Keadaan transisi , yaitu Pindah pekerjaan Konflik keluarga Sakit-sakitan Pindah tempat tinggal Ketakutan akan keadaan yang akan datang mengancam

Slide 13:

Keterampilan untuk mengadakan tindakan positif dan perubahan perilaku klien Keterampilan ini tampaknya banyak diwarnai oleh aliran behavioral therapy ( terapi perilaku ) Tujuannya agar setelah konsleing maka klien mengalami perubahan perilaku dan mampu melakukan tindakan positif Perubahan perilaku ini adalah masalah teknologi dan bukan masalah sistem etika , metode terapi ini mempunyai karakteristik ; Pendekatan empirik objektif terhadap tujuan-tujuan klien Perubahan terhadap lingkungan klien

Slide 14:

Adapun keterampilan teknik yang termasuk dalam behavioral therapy adalah ; Modeling , yaitu metode belajar dengan cara mengalami atau memperhatikan perilaku orang lain. Adapun prinsip-prinsip umum penggunaan teknik modeling adalah sebagai berikut ; Tentukan dulu model perilaku mana yang menarik klien Tentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai Pilihlah model yang dipercaya dan sesuai dengan usia , jenis kelamin dan budaya bangsa Tentukan cara simulasi dan praktikum modeling itu Buat atau persiapkan dulu format modeling, skrip dan urutan-urutan permainan peran Diskusikan dengan klien tentang reaksi dalam hal perasaan Klien akan melakukan model itu terus-menerus hingga berhasil

Slide 15:

Rewarding skills ( keterampilan memberikan reward atau ganjaran ), keterampilan ini bertujuan untuk memberi penguat (reinforcement) kepada klien yang; Berhasil mengatasi perilakunya yang kurang baik Mengubah perilaku yang tidak diinginkan oleh klien Dapat memelihara perilaku yang baik ( perilaku baru ) Prinsip umum skill ini adalah : Pertama , bahwa reward dan sistem insentif harus dapat mempertahankan derajat perilaku yang tinggi dalam waktu lama Kedua , reward hendaknya sesuai dengan perilaku yang diinginkan Ketiga , reward hendaknya cukup kuat dalam menciptakan perilaku baru penguat atau reward ( hadiah ) dapat diberiakn berupa pujian , semangat , benda , senyuman dan pegangan pada bahu Contracting skills, ( keterampilan mengadakan persetujuan dengan klien ). Kontrak adalah suatu persetujuan (agreement) dengan klien tentang tugas-tugas khusus