pengantar-makro-1

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

makro

Comments

Presentation Transcript

PENGANTAR EKONOMI MAKRO:

PENGANTAR EKONOMI MAKRO AUDITYO PRAMUDYA MULYO 041013267 S1-AKUNTANSI

Definisi Ilmu Ekonomi:

Definisi Ilmu Ekonomi Definisi Ilmu Ekonomi : Economics is the study of how societies use scarce resource to produce valuable commodities and distribute them among different people. (Samuelson, Nordhaus, 1995 : 4) Ilmu Ekonomi : ~ Ilmu Ekonomi Mikro ~ Ilmu Ekonomi Makro

Definisi:

Definisi Microeconomics is a branch of economics which is concerned with the behavior of individual entities such as market, firms, and household. (Samuelson & Nordhaus, 1995 : 5) Macroeconomics is a branch of economics which is concerned with the overall performance of the economy. (Samuelson & Nordhaus, 1995 : 5)

Masalah- masalah dalam ekonomi makro :

Masalah- masalah dalam ekonomi makro Penyediaan lapangan kerja & Output nasional Pertumbuhan Ekonomi Stabilitas Harga

Diagram Alir Melingkar 2 Sektor :

Diagram Alir Melingkar 2 Sektor FAKTOR PRODUKSI PENDAPATAN (Y) PERUSAHAAN RUMAH TANGGA BARANG & JASA KONSUMSI (C )

Diagram Alir Melingkar 2 Sektor dengan Tabungan & Investasi :

Diagram Alir Melingkar 2 Sektor dengan Tabungan & Investasi FAKTOR PRODUKSI PENDAPATAN (Y) PERUSAHAAN RUMAH TANGGA BARANG & JASA KONSUMSI (C ) INVESTASI (I) LEMBAGA KEUANGAN TABUNGAN (S)

Aliran perdagangan Internasional antar negara:

Aliran perdagangan Internasional antar negara

Sejarah Perkembangan Ekonomi makro:

Sejarah Perkembangan Ekonomi makro Sebelum 1930 –an , Adam Smith ~mikro ~ekulibrium ~no intervensi Sesudah 1936 : J.M. Keynes dengan buku The General Theory of Employment, Interest, and Money

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI MAKRO DAN MIKRO:

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM EKONOMI MAKRO DAN MIKRO

TEORI MAKROEKONOMI:

TEORI MAKROEKONOMI Teori makroekonomi menganalisis masalah tentang keseluruhan kegiatan perekonomian. Aspek pertama yang dibahas dalam teori makrokonomi adalah mengenai penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara. Analisis ini menerangkan tentang sampai dimana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa. Dalam makroekonomi juga merinci tentang analisis mengenai pengeluaran agregat kepada 4 komponen yaitu : Pengeluaran rumah tangga ( konsumsi rumah tangga ) Pengeluaran pemerintah Pengeluaran perusahaan ( investasi ) Ekspor dan impor

Teori makroekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut : :

Teori makroekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut : masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya Peranan uang dalam penentuan kgiatan ekonomi Masalah pengangguran dan inflasi Pada umumnya pengeluaran agregat yang yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan seperti ini akan menimbulkan pengangguran . Ada kalanya permintaan agregat yang melebihi kemampuan perekonomian untuk memperoduksi barang dan jasa akan menyebabkan nkeaikan harga atau inflasi. Peranan kebijakan pemerintah Langkah – langkah pemerintah intuk mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu: Kebijakan Fiskal Kebijakan Moneter

KEBIJAKAN FISKAL:

KEBIJAKAN FISKAL Yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah / mengarahkan perekonomian ke kondisi yangb lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah peneriamaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan Fiskal mempunyai kebijakan yang sama dengan Kebijakan Moneter. Perbedaannya terletak pada isntrument kebijakannya. Jika dalam Kebijakan Moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar, maka dalam Kebijakan Fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan ( T ) dan pengeluaran ( G ).

PAJAK:

PAJAK Secara hukum Pajak didefinisikan sebagai iuran wajib kepada pemerintah yang bersifat memaksa dan legal ( berdasarkan undang-undang ), sehingga pemerintah mempunyai kekuatan hukum ( misalnya denda atau kurungan penjara ) untuk menindak wajib pajak yang tidak memenuhi kewajiban. Secara Ekonomi Pajak didefinisikan sebagai pemindahan sumber daya yang ada di sektor rumah tangga dan perusahaan ( dunia usaha ) ke sektor pemerintah melalui mekanisme pemungutan tanpa memberi balas jasa langsung. Besarnya pajak yang diterima pemerintah dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, sebaliknya pajak dapat mempengaruhi pola laku produksi atau konsumsi.

KLASIFIKASI PAJAK:

KLASIFIKASI PAJAK A. Pajak Objektif Adalah pajak yang dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para wajib pajak. Misalnya pajak pertambahan nilai ( PPN ) B. Pajak Subjektif Adalah pajak yang dipungut dengan melihat kemampuan wajib pajak. Biasanya bila kemampuan wajib pajak makin besar, beban pajaknya makin besar.

PowerPoint Presentation:

c. Pajak Langsung Adalah pajak yang beban pajaknya tidak dapat digeser kepada wajib pajak yang lain. Misalnya pajak penghasilan ( PPh ) serta pajak bumi dan bangunan ( PBB ) D. Pajak Tidak Langsung Adalah pajak yang beban pajaknya dapat digeser kepada wajib pajak yang lain Misalnya : pajak penjualan ( PPn atau PPnBM )

TARIF PAJAK:

TARIF PAJAK Tarif pajak di bagi menjadi 2 yaitu : a. Pajak Nomianal Adalah pajak yang pengenaannya berdasarkan sejumlah nilai nominal tertentu. Misalnya bila pengenaan pajak pendapatan sebesar 50, maka cukup ditulis T=50 b. Pajak Persentase Adalah pajak yang ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari dasar pengenaan pajak. Pajak persentase dapat dibedakan menjadi : Pajak Proporsional, tarif presentasenya tetap. Pajak Progresif, tarifnya makin tinggi bila dasar pengenaan pajaknya makin tinggi. Pajak Regresif, tarif pajak makin rendah pada saat penghasilan meningkat.

POLITIK ANGGARAN:

POLITIK ANGGARAN Politik anggaran dibagi menjadi : a. Anggaran Defisit ( Deicit Budget ) Adalah anggaran yang direncanakan untuk defisit, sebab pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dari penerimaan pemerintah ( T<G atau G<T ) b. Anggaran Surplus ( Surplus Budget ) Adalah anggaran pemerintah bila penerimaan lebih besar dari pengeluaran ( T>G atau G>T ). Politik anggaran surplus dilakukan bila perekonomian sedang dalam tahap memanas. Melalui anggaran ini pemerintah mengerem pengeluarannya untuk menurunkan tekanan pemerintah atau mengurangi daya beli dengan menaikkan pajak. c. Anggaran Berimbang ( Balance Budget ) Adalah anggaran yang apabila pengeluaran sama dengan penerimaan (G=T atau T=G )

Kebijakan moneter:

Kebijakan moneter Kebijakan Moneter (istilah lainnya kebijakan uang ketat ) adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan ( lebih baik ) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER:

INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER Ada 3 instrumen kebijakan instrumen yang digunakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar yaitu : 1. Operasi pasar terbuka ( open market operation ) Yaitu kebijakan pemerintah mengendalikan jumlah uang yang bredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah. Di Indonesia operasi pasar terbuka dilakukan dengan menjual atau membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). 2. Fasilitas Diskonto ( Discount Rate ) Salah satu fasilitasnya yaitu adanya tingkat bunga diskonto yang maksudnya adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umun yang meminjam ke bank sentral. Jika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar, maka pemerintah melakukan suatu cara yaitu menurunkan tingkat bunga penjaman ( tingkat diskonto ). Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar, sehingga jumlah uang yang beredar bertambah dan sebaliknya

PowerPoint Presentation:

3. Rasio Cadangan Wajib ( Reserve Requirement Ratio ) Penetapan ratio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang yang beredar. Jka rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibandingkan sebelumnya. 4. Imbaunan Moral ( Moral Persuasion ) Dengan imbauan moral, otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang yang beredar.

Kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi: analisis is-lm:

Kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi: analisis is-lm Dalam perekonomian pasar, kenaikan tingkat bunga mengidentifikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi. Akibatnya dapat dilihat dari 2 sisi yaitu : Sisi Output Kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi menjadi kecil. Sisi Biaya Kenaikan tingkat bunga akan menaikkan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal

Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja:

Teori Ekonomi Keynes: Pasar Uang dan Pasar Tenaga Kerja

Pasar Uang (Keynes):

Halaman 23 Pasar Uang (Keynes) Pasar Uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang (M D ) dengan penawaran uang (M S ). M D adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya. M S adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar. Sumber permintaan uang, 3 macam kebutuhan akan uang: Kebutuhan transaksi , Kebutuhan berjaga-jaga, Kebutuhan berspekulasi ,

Pasar Uang (Keynes) Lanjutan …:

Halaman 24 Pasar Uang (Keynes) Lanjutan … Permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh: Volume output yang ditransaksikan (yaitu GDP riil), dan Tingkat harga umum. Keynes tidak berbeda dengan Klasik. Permintaan uang untuk berjaga-jaga relatif kecil dan dalam analisis bisa diabaikan. Permintaan untuk spekulasi (yang membedakan teori keynes dengan teori kuantitas) adalah permintaan akan uang tunai untuk tujuan memperoleh keuntungan. Caranya adalah dengan “berspekulasi” dalam pasar obligasi (surat berharga). Apabila harga obligasi diharapkan untuk naik untuk naik di masa mendatang, maka orang akan membeli obligasi dengan uang tunainya hari ini. Ini berarti uang tunai yang saat ini untuk berspekulasi akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga obligasi diharapkan turun, maka permintaannya akan uang tunai saat ini akan bertambah (obligasi dijual). M D = k.P.Q K = i.P atau P = K/i

Pasar Uang (Keynes) Lanjutan …:

Halaman 25 Pasar Uang (Keynes) Lanjutan … Hubungan antara harga obligasi dan tingkat bunga yang berlaku adalah berkebalikan. Harga obligasi naik sama saja artinya dengan tingkat bunga turun. Sebaliknya, harga obligasi turun berarti tingkat bunga naik. Bila harga obligasi diharapkan naik, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dianggap terlalu rendah. Bila harga obligasi diharapkan turun, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dirasa terlalu tinggi. Keynes mengatakan bahwa permintaan akan uang untuk spekulasi saat ini tinggi apabila tingkat bunga saat ini (dirasa) rendah dan permintaan untuk spekulasi saat ini rendah apabila tingkat bunga untuk spekulasi mempunyai hubungan yang berkebalikan dengan tingkat bunga (saat ini). Ini adalah inti teori moneter Keynes.

Pasar Uang (Keynes) Lanjutan …:

Halaman 26 Pasar Uang (Keynes) Lanjutan … Permintaan masyarakat total akan uang M D akan uang tunai adalah permintaannya untuk transaksi ditambah permintaannya untuk spekulasi. Permintaan uang untuk berjaga-jaga diabaikan Permintaan total ini disebut “Liquidity Preference”. Di Pasar Uang, Liquidity Preference bertemu dengan penawaran akan uang dan menentukan “harga” dari penggunaan uang, yaitu Tingkat Bunga i i 0 i 1 0 M S M’ S M M D = (Q,r) MD = P [k.Q + Ls.i]

Pasar Uang (Keynes) Lanjutan …:

Halaman 27 Pasar Uang (Keynes) Lanjutan … Tingkat bunga merupakan penghubung utama antara pasar uang dengan pasar barang, sebab tingkat bunga menentukan berapa pengeluaran investasi yang direncanakan oleh investor dan selanjutnya pengeluaran investasi ini menentukan tingkat permintaan agregat. Penghubung lain antara kedua pasar ini adalah tingkat harga (P) dan output (Q), karena variabel ini mempengaruhi Liquidity Preference (M D ). Jadi hubungan antara kedua pasar tersebut adalah timbal balik. Pasar Barang Pasar Uang Tingkat Bunga (i) Harga & Kuantitas output (P,Q)

Pasar Tenaga Kerja (Keynes):

Halaman 28 Pasar Tenaga Kerja (Keynes) Pasar Tenaga Kerja mengikuti pasar barang apabila output (Q) naik maka jumlah orang yang mendapat pekerjaan atau tingkat employment (N) juga naik. Sebaliknya, N turun apabila Q turun. Keynes menekankan bahwa proses makro adalah proses menuju keseimbangan umum (general ekuilibrium). Apabila terjadi suatu perubahan (misalnya, I atau G atau MS berubah), maka akan mempunyai pengaruh berantai terhadap semua pasar. Perekonomian akan menyesuaikan diri (terhadap perubahan ini) sehingga tercapai posisi keseimbangan umum yang baru. Posisi keseimbangan umum diartikan sebagai posisi semua pasar ada dalam posisi keseimbangannya secara bersama-sama (simultan). Suatu perekonomian akan selalu bergerak menuju posisi keseimbangan umumnya. 0 P Q S 0 S 1 Z 0 Z 1 E G F Q 1 Q F

Proses Teori Makro Keynes :

Halaman 29 Proses Teori Makro Keynes Saling keterkaitan dan mempengaruhi diantara macam-macam pasar untuk menuju keseimbangan umum (general ekuilibrium). Z Q Y Q = Produksi (GDP) Y = Pendapatan Z = Pengeluaran/permintaan agregat

Pendekatan IS-LM:

Halaman 30 Pendekatan IS-LM Analisis keseimbangan umum pada pasar barang dan pasar uang, pada teori makro Keynes, Oleh John Hicks (1937). Keseimbangan Pasar Barang (Model IS), variabel-variabel ekonomi terdiri; Y, C, I, G, X, M, i, Tx, Tr. Keseimbangan Pasar Uang )Model LM), terdiri variabel-variabel ekonomi; Lt, Lj, Ls, i, Liquidity, M (JUB), Uang Kartal, Giral dan Uang Quasi.

Kurva IS:

Halaman 31 Kurva IS Kurva IS berslope negatif, sebab pada tingkat bunga (i) tinggi maka investasi (I) rendah sehingga permintaan agregat (Z) rendah maka P dan Q juga rendah. Atau sebaliknya. IS i 0 Q atau Y i 1 i 2 i n Q 1 Q 2 Q n

Kurva LM:

Halaman 32 Kurva LM Kurva LM berslope positif, melalui mekanisme “pasar uang” diketahui adanya hubungan searah antara output produksi (Q) dengan tingkat bunga (i). 0 Q atau Y i 1 i 2 i n Q n Q 2 Q 1 i LM

Keseimbangan umum IS - LM:

Halaman 33 Keseimbangan umum IS - LM Merupakan titik pertemuan IS dan LM yang menggambarkan keseimbangan pasar barang dan pasar uang secara bersama-sama (simultan). IS i 0 Q atau Y i e Q e E LM

PowerPoint Presentation:

SELESAI

authorStream Live Help