KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

pelajaran IPA kelas VII

Comments

Presentation Transcript

KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP: 

KLASIFIKASI MAHLUK HIDUP BY : ARI NURAENI

Slide 2: 

Alam semesta terdiri makhluk hidup Jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam . dari laut , dataran rendah , sampai di pegunungan . Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam , akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup . Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka diadakan Klasifikasi ( penggolongan / pengelompokan ).

Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut TAKSONOMI: 

Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapapun , tergantung Dasar Klasifikasi yang digunakan . Contoh dasar klasifikasi dalam biologi : Berdasarkan kemampuan membuat makanan : a. Organisme Autotrof , organisme yang mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis , contoh : tumbuhan b. Organisme Heterotrof , organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri , contoh : hewan dan manusia Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi ( pengelompokan / penggolongan ) disebut TAKSONOMI

b. Berdasarkan habitatnya tumbuhan dikelompokkan : 1. Tumbuhan Hidrofit, tumbuhan yang hidup di air. contoh : teratai 2. Tumbuhan Higrofit, tumbuhan yang hidup di tanah lembab. contoh : lumut 3. Tumbuhan Xerofit, tumbuhan yang hidup di tanah kering. contoh : kaktus c. Berdasarkan makanannya, hewan digolongkan: 1. Hewan Herbivora, hewan yang memakan tumbuhan, contoh : sapi 2. Hewan Carnivora, hewan yang memakan daging, contoh : harimau 3. Hewan Omnivora, hewan yang memakan tumbuhan dan daging, contoh : tikus : 

b. Berdasarkan habitatnya tumbuhan dikelompokkan : 1. Tumbuhan Hidrofit , tumbuhan yang hidup di air. contoh : teratai 2. Tumbuhan Higrofit , tumbuhan yang hidup di tanah lembab . contoh : lumut 3. Tumbuhan Xerofit , tumbuhan yang hidup di tanah kering . contoh : kaktus c. Berdasarkan makanannya , hewan digolongkan : 1. Hewan Herbivora , hewan yang memakan tumbuhan , contoh : sapi 2. Hewan Carnivora , hewan yang memakan daging , contoh : harimau 3. Hewan Omnivora , hewan yang memakan tumbuhan dan daging , contoh : tikus

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan oleh : 1. Aristoteles, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan 2. Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. : 

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan oleh : 1. Aristoteles , mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan 2. Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae ( tumbuhan ) dan Animalia ( hewan ). Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur , sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson .

Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah : KINGDOM DIVISIO / PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES : 

Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson . Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah : KINGDOM DIVISIO / PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES

- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi - Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak - Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit - Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak - Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah - Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit - Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak - Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit : 

- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi - Semakin tinggi takson , jumlah organisme ( makhluk hidup ) semakin banyak - Semakin tinggi takson , persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit - Semakin tinggi takson , perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak - Dari kingdom menuju spesies , takson semakin rendah - Semakin rendah takson , jumlah organisme ( makhluk hidup ) semakin sedikit - Semakin rendah takson , persamaan antar makhluk hidup semakin banyak - Semakin rendah takson , persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit

Slide 8: 

3. Robert H. Whittaker, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu 1. Kingdom Monera 2. Kingdom Protista 3. Kingdom Fungi 4. Kingdom Plantae 5. Kingdom Animalia

Slide 9: 

Tingkatan takson untuk Kingdom Monera Tingkatan takson untuk Kingdom Plantae adalah Tingkatan takson untuk Kingdom Animalia adalah Tingkatan takson untuk Kingdom Protista adalah Tingkatan takson untuk Kingdom Fungi adalah KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES KINGDOM PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES KINGDOM PHYLLUM CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES KINGDOM DIVISIO CLASSIS ORDO FAMILIA GENUS SPESIES

Ciri-ciri pada sistem 5 kingdom :: 

Ciri-ciri pada sistem 5 kingdom : 1. Kingdom Monera : Prokariot , Autotrof dan Heterotrof , Uniseluler dan Multiseluler 2. Kingdom Protista : Eukariot , Autotrof dan Heterotrof , Uniseluler dan Multiseluler 3. Kingdom Fungi : Eukariot , Heterotrof , Uniseluler dan Multiseluler 4. Kingdom Plantae : Eukariot , Autotrof , Multiseluler 5. Kingdom Animalia : Eukariot , Heterotrof , Multiseluler

1. Kiingdom Monera : 

1. Kiingdom Monera Monera merupakan golongan organisme yang bersifat prokariotik ( inti selnya tidak memiliki selaput inti ). Regnum ini dibagi menjadi dua golongan yaitu : Golongan bakteri ( Schizophyta / Schizomycetes ) Golongan ganggang biru ( Cyanophyta )

2. Regnum Protista: 

2. Regnum Protista Protista merupakan organisme yang bersifat eukariotik ( inti selnya sudah memiliki selaput inti ). Pembentukan regnum ini diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan adanya organise-organisme yagn memiliki ciri tumbuhan ( berklorofil ) sekaligus memiliki ciri hewan ( dapat bergerak ). Yang termasuk dalam regnum ini adalah : 1.Protozoa 2..Ganggang bersel satu

3. Regnum Fungi (Jamur): 

3. Regnum Fungi ( Jamur ) Fungi merupakan organisme uniseluler ( bersel satu ) dan multiseluler ( bersel banyak ) yang tidak berklorofil , fungi multiseluler dapat membentuk benang-benang yang disebut hifa . Seluruh anggota dari regnum ini bersifat heterotrof . Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi yaitu : 1.Oomycotina 2.Zygomycotina 3.Ascomycotina 4.Basidiomycotina 5.Deuteromycotina

4. Regnum Plantae (Tumbuhan Hijau): 

4. Regnum Plantae ( Tumbuhan Hijau ) Meliputi organisme bersel banyak ( multiseluler ) dan sel-selnya mempunyai dinding sel. Hampir seluruh anggota berklorofil sehinga sifatnya autotrof . Yang termasuk dalam Regnum Plantae adalah : 1.Ganggang bersel banyak ( diluar ganggang biru ) 2.Lumut ( Bryophyta ) 3.Paku-pakuan ( Pteridophyta ) 4.Tumbuhan Berbiji ( Spermatophyta )

5. Regnum Animalia (Kerajaan Hewan): 

5. Regnum Animalia ( Kerajaan Hewan ) Meliputi organisme bersel banyak , yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof . Yang termasuk regnum ini adalah filum : 1.Porifera 2. Coelenterata 3. Platyhelminthes 4. Nemathelminthes 5. Annelida 6 .Echinodermata 7 Arthropoda 8 Chordata

Tata Nama Ilmiah :: 

Tata Nama Ilmiah : 1. Menggunakan bahasa ilmiah (Latin) 2. Terdiri dari 2 kata , kata pertama menunjukkan genus, kata kedua menunjukkan spesies 3. Huruf depan kata pertama menggunakan huruf kapital , huruf depan kata kedua menggunakan huruf bukan kapital 4. Penulisan secara manual harus diberi garis bawah , penulisan dengan komputer harus diberi garis bawah atau cetak miring atau cetak tebal

Contoh organisme: 

Contoh organisme Monera Protista Fungi Plantae Animalia - Diplococcus pneumoniae , penyebab penyakit radang paru-paru - Salmonella typhosa , penyebab penyakit typus - Eschericia coli , bakteri pembusuk dalam usus besar - Oscilatoria sp - Spirogyra sp - Fucus sp - Diatomae sp - Gracilaria sp - Amoeba sp - Euglena viridis - Plasmodium malariae - Paramecium sp - Rhizopus sp - Penicilium sp - Auricularia polytricha - Volvariella volvacea - Marchantia polymorpha - Adiantum cuneatum - Gnetum gnemon - Oryza sativa - Arachis hypogea - Planaria sp - Ascaris lumbricoides - Holothuria scabra - Bufo americanus - Chelonia mydas - Macrofus rufus - Felis tigris

Pohon filogenetik : 

Pohon filogenetik Pohon Filogenetik