pertumbuhan dan perkembangan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

power point ini sebagai tugas biologi ict di prodi biologi uhamka.

Comments

By: aozoralita (36 month(s) ago)

baguuuusss.....

Presentation Transcript

Pertumbuhan dan Perkembangan:

Pertumbuhan dan Perkembangan Nama : Aozoralita Gita Herawati Nim : 1001145014 Prodi/smester/kelas: biologi 2 A Email : aozoralita@yahoo.co.id

Standar kompetensi dan kompetensi dasar:

Standar kompetensi dan kompetensi dasar SK : 1. Melakukan Percobaan Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan KD : 1.3 Mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan

Indikator dan tujuan pembelajaran:

Indikator dan tujuan pembelajaran Indikator : Membedakan pengertian pertumbuhan dan perkembangan Menjelaskan pertumbuhan primer pada tanaman. Menjelaskan faktor-faktor eksternal (suhu, cahaya) yang mempengaruhi pertumbuhan primer pada tanaman Mengaitkan pengaruh faktor internal (hormon, gen) dengan faktor eksternal hasil percobaan Melakukan seminar/presentasi hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat mengkomunikasikan hasil penelitian secara tertulis dan lisan .

A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan:

A. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Pada umumnya , kecepatan pertumbuhan , baik pada tumbuhan ataupun hewan dipengaruhi oleh faktor gen, hormon , nutrisi , dan lingkungan . Faktor-faktor tersebut mengatur kapan dan bagaimana tumbuhan menggunakan energi dan zat makanannya untuk tumbuh ; menentukan kapan biji mulai berkecambah ; seberapa cepat tumbuhan tumbuh ; mempengaruhi diferensiasi sel tanaman menjadi akar , batang , daun , dan bunga .

Slide 8:

Biji mengandung embrio dan cadangan makanan . Cadangan makanan merupakan jaringan lain yang mengelilingi embrio . Jaringan tersebut dinamakan endosperma . Keseluruhan biji dilindungi oleh selapis kulit yang disebut testa .

Perkecambahan pada Tumbuhan:

Perkecambahan pada Tumbuhan Perkecambahan adalah keluarnya radikula menembus biji. Proses perkecambahan (germinasi) dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan keadaan biji. Faktor lingkungan, yaitu ketersediaan air yang cukup, suhu yang sesuai, dan ketersediaan oksigen. Keadaan biji juga mempengaruhi perkecambahan. Dormansi merupakan masa ketika biji tidak aktif untuk tumbuh. Dormansi berlangsung ketika kondisi lingkungan kurang mendukung untuk perkecambahan.

Slide 10:

Perkecambahan diawali dengan masuknya air ke dalam biji secara imbibisi. Air masuk ke dalam biji melalui mikrofil dan testa. Pada umumnya, tumbuhan berkecambah saat gelap. Akan tetapi ada tumbuhan yang membutuhkan sedikit cahaya atau pada keadaan yang terang. Proses perkecambahan memerlukan temperatur optimum. Oksigen juga diperlukan pada proses perkecambahan biji untuk respirasi.

Slide 11:

Zigot sebagai hasil pembuahan akan membelah menghasilkan embrio. Selanjutnya, embrio akan berkecambah menghasilkan individu muda. Dalam perkecambahan tersebut sel-sel embrio membelah. Proses ini menghasilkan banyak sel dengan bentuk, letak dan fungsi, struktur, serta susunan biokimia yang berbeda, disebut diferensiasi .

Perkecambahan epigeal pada biji kacang hijau:

Perkecambahan epigeal pada biji kacang hijau

Perkecambahan hipogeal pada biji kacang kapri:

Perkecambahan hipogeal pada biji kacang kapri

Slide 14:

Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua , yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder . Pertumbuhan primer terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem sedangkan pertumbuhan sekunder merupakan hasil aktivitas jaringan meristem sekunder .

1. Pertumbuhan Primer:

1. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan primer terjadi pada embrio, ujung akar, dan ujung batang. Kumpulan sel yang membentuk embrio disebut jaringan embrional atau jaringan meristem .zat makanan yang diperlukan embrio diperoleh dari cadangan makanan dalam biji yang berupa keping atau kotiledon .

Dikotil dan monokotil:

Dikotil dan monokotil

Slide 17:

Setiap embrio memiliki tiga bagian penting yang dapat dilihat jelas ketika biji mulai berkecambah. Ketiga bagian embrio tersebut adalah a. Tunas embrionik, yaitu calon batang dan daun yang nantinya dapat tumbuh dan berkembang menghasilkan bunga dan buah b. Akar embrionik, yaitu bakal akar di mana awal pertumbuhan organ pertama yang terbentuk adalah radikula. Radikula merupakan akar primer yang berasal dari akar embrionik c. Kotiledon, atau keping cadangan makanan yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga terbentuk daun.

2. Pertumbuhan Sekunder:

2. Pertumbuhan Sekunder Pertumbuhan sekunder berlangsung pada tanaman menahun, yaitu tanaman berkayu yang merupakan tumbuhan dikotil. Selain terdapatnya jaringan meristem primer di ujung batang dan ujung akar, tanaman dikotil juga memiliki jaringan meristem sekunder berupa kambium.

Slide 19:

Meristem sekunder dibagi menjadi dua jenis, yaitu: 1. Kambium vaskuler, yang berperan pada pertumbuhan jaringan pengangkut atau vaskuler (xilem dan floem). 2. Kambium gabus atau felogen, yang berperan menggantikan epidermis yang rusak karena tumbuhan bertambah besar.

Pertumbuhan primer dan sekunder pada batang:

Pertumbuhan primer dan sekunder pada batang

Slide 21:

Kambium sangat aktif membelah. Pembelahan ke arah dalam membentuk xilem dan ke arah luar membentuk floem. Proses pembelahan kambium akan berlangsung lebih aktif pada musim penghujan dan berkurang pada saat musim kemarau. Aktivitas pembelahan kambium lebih cepat daripada pembentukan kulit batang, yang terdiri atas epidermis dan kerteks sebelah luar, menjadi pecah-pecah dan rusak.

B. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan:

B. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang ada di luar tubuh tumbuhan, seperti nutrisi, cahaya, suhu, kelembapan, atau lainnya yang dapat mempengaruhi secara langsung ataupun tidak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan.

a. Nutrisi:

a. Nutrisi Nutrisi merupakan bahan baku utama bagi organisme untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya . Pertambahan massa yang terjadi dan energi yang dipakai dalam pertumbuhan , semuanya berasal dari nutrisi , air, serta gas CO 2 melalui proses fotosintesis dan metabolisme . Secara umum , unsur atau elemen nutrisi tumbuhan dapat dipisahkan ke dalam dua golongan , yaitu makronutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak dan mikronutrien yang hanya dibutuhkan sedikit .

b. Cahaya:

b. Cahaya Cahaya merupakan faktor utama sebagai sumber energi dalam fotosintesis, untuk memproduksi tepung (karbohidrat). Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekurangan cahaya pada saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi , di mana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat tetapi lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis, dan berwarna pucat tidak hijau. Berbeda dengan perkecambahan yang berlangsung di terang akan tumbuh lebih lambat, tetapi daunnya tampak lebih lebar, tebal, hijau tampak segar dan batang kecambah yang tampak lebih kukuh. Selain itu, cahaya akan mempengaruhi arah pertumbuhan dari kecambah, fenomena ini disebut fototropisme.

Pengaruh cahaya terhadap arah perkecambahan:

Pengaruh cahaya terhadap arah perkecambahan

Slide 26:

Penelitian yang dilakukan oleh Hendricks dan Borthwick pada tahun 1954 menunjukkan bahwa cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660 nm. Percobaan dengan menggunakan spektrum inframerah dengan panjang gelombang 730 nm memberikan pengaruh yang berlawanan . Substansi yang merespon terhadap spektrum cahaya adalah fitokrom suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorbsi cahaya . Selain intensitas dan panjang gelombang , durasi ( lamanya pencahayaan ) juga berpengaruh terhadap pertumbuhan , terutama pada masa perbungaan .

c. Suhu:

c. Suhu Suhu mempunyai kaitan yang erat dengan kerja enzim, terutama untuk memproduksi cadangan makanan. Setiap enzim mempunyai suhu optimum (suhu di mana enzim bekerja maksimal) dalam melakukan aktifitasnya. Di atas atau di bawah suhu optimum, kerja enzim akan mengalami penurunan. Jika suhu terlalu rendah atau terlalu atau terlalu tinggi enzim tidak dapat aktif, sehingga proses metabolism berjalan lambat atau berhenti sama sekali.

Format Observasi Aktivitas Siswa:

Format Observasi Aktivitas Siswa No. Nama Siswa Aktivitas Siswa dalam Belajar Aktivitas Verbal Aktivitas Mental Aktivitas Emosi Jumlah Skor 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. 2. 3. Jumlah Persentase

Keterangan : :

Keterangan : 1. Jika tidak dilakukan oleh siswa maka mendapat skor 1 2. Jika dilakukan oleh siswa maka mendapat skor 2 Aktivitas Verbal Aktivitas Mental Aktivitas Emosi 1. Bertanya 1. Menanggapi 1. Berani