penyesuaian makhluk hidup 2

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

annisa dhintianita

Comments

Presentation Transcript

Penyesuaian Diri Makhluk Hidup: 

Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Annisa Dhintianita Santoso 2B 1201145008

Contents: 

Contents 1 2 3 Kompetensi Dasar Indikator Standar Kompetensi

Standar Kompetensi: 

Standar Kompetensi Memahami penyesuaian diri hewandan tumbuhan Standar Kompetensi Memahami ketergantungan makhluk hidup dengan tumbuhan

Kompetensi Dasar: 

Kompetensi Dasar Mengidentfikasi penyesuaian diri hewn dan tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dan tumbuhan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidup Kompetensi Dasar

Indikator : 

Indikator Indikator Memahami ketergantungan makhluk hidup dengan tumbuhan Siswa dapat menerangkan kembali tentang penyesuaian makhluk hidup beserta ciri-cirinya.

A. Penyesuaian Diri Hewan: 

A. Penyesuaian Diri Hewan Penyesuaian Diri Hewan untuk Memperoleh Makanan Penyesuaian Diri Hewan terhadap Habitatnya Penyesuaian Diri Hewan untuk Melindungi Diri

1. Penyesuaian Diri Hewan untuk Memperoleh Makanan: 

1. Penyesuaian Diri Hewan untuk Memperoleh Makanan kabehpedia.blogspot.com Bentuk paruh burung berbeda-beda. Setiap jenis burung hanya memakan jenis makanan tertentu. Beberapa bentuk paruh burung antara lain sebagai berikut : 1. Burung pelatuk memiliki paruh panjang, runcing, dan kokoh untuk mematuk pohon. 2. Burung pemakan ikan seperti burung bangau memiliki bentuk paruh berkantong untuk menciduk ikan dari dalam air. 3. Burung pemakan biji-bijian yang keras memiliki paruh tebal, pendek, dan kuat untuk memecah biji-bijian yang keras. Contohnya burung kakatua. 4. Burung penghisap nektar seperti burung kolibri memiliki bentuk paruh panjang, runcing, dan melengkung. 5. Itik memiliki paruh yang pipih bergerigi untuk memudahkan mencari makan dilumpur. 6. Burung pemakan daging memiliki bentuk paruh runcing, tajam, dan melengkung untuk menvabik-cabik mangsa. Contoh adalah burung elang dan burung hantu. a. Penyesuaian pada Bentuk Paruh Burung smokey-alley.blogspot.com triy.wordpress.com www.flickr.com panoramajepara.blogspot.com natasiasss.blogspot.com

b. Penyesuaian pada Bentuk Gigi: 

sapi adalah hewan herbivora. Bentuk gigi taring hewan herbivora menyerupai gigi seri. Gigi-gigi ini berfungsi memotong rerumputan dan dedaunan. Gigi geraham yang berbentuk lebar dan datar untuk menggiling makanan S erigala hewan karnivora. Serigala memliki bentuk gigi yang sesuai umtuk memakan daging. Serigala memiliki gigi seri yang tidak besar namun tajam untuk memotong makanannya. Dua pasang gigi taring tumbuh memanjang dan berfungsi untuk menggigit dan mencabik. Enam pasang gigi geraham yang tajam berfungsi mencincang dan memotong daging dari tulang. Beruang adalah hewan omnivora. Beruang menangkap mangsa dengan gigi seri dan gigi taringnya yang tajam, kemudian mengunyahnya dengan gigi geraham yang datar. Gigi geraham beruang yang datar juga digunakan untuk memakan buah. Berdasarkan jenis makanannya, hewan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu hewan pemakan tumbuhan (herbivora), hewan pemakan hewan lain (karnivora), dan hewan pemakan segala (omnivora). b. Penyesuaian pada Bentuk Gigi omnivora-bio.blogspot.com

C. Penyesuaian Bentuk Mulut Serangga: 

C. Penyesuaian Bentuk Mulut Serangga 4 tipe mulut serangga Tipe mulut penghisap, contohnya kupu kupu. Tipe mulut penggigit dan pengunyah, contohnya kumbang Tipe mulut penusuk dan pengisap, contohnya nyamuk Tipe mulut penjilat, contohnya lalat www.langitberita.com totalwellness.blogsome.com www.dakwatuna.com sourceflame.blogspot.com

2. Penyesuaian Diri Hewan terhadap Habitatnya: 

2. Penyesuaian Diri Hewan terhadap Habitatnya Unta dapat hidup didaerah padang pasir yang sangat panas dan unta sanggup tidak makan atau minum selama berhari-hari. Mengapa? Karena unta memiliki punuk. Punuk adalah semacam kantong penyimpanan makanan dan minuman yang ada pada tubuh unta. Punuk unta terdiri dari lapisan lemak yang merupakan cadangan makanan. Punuk unta menyimpan air yang dikeluarkan sedikit demi sedikit ke dalam sistem pencernaan. a. Unta sebagai Hewan Padang Pasir www.gaptekupdate.com

b. Penguin yang Hidup di Daerah Beriklim Dingin: 

b. Penguin yang Hidup di Daerah Beriklim Dingin Penguin dapat hidup di daerah es ( beriklim dingin) karena memiliki lapisan lemak di bawah kulit yang tebal dan bulu tebal, sehingga penguin tidak merasa kedinginan. www.therealdavidlevin.com

c. Penyesuaian pada Kaki atau Kuku Burung: 

c. Penyesuaian pada Kaki atau Kuku Burung Bentuk kaki atau kuku burung berbeda-beda. Perbedaan tersebut disesuaikan dengan fungsinya. Kaki burung pemangsa besar dan kuat, kukunya tajam dan melengkung membentuk kiat sehingga memudahkan mencengkeram mangsa. Burung perenang memiliki kaki berselaput di antar jarinya untuk berenang. Sedangkan kaki brung pelatuk kecil, ramping dan ringan serta memiliki kuku seperti kait untuk memudahkan memanjat batang pohon. apaanyac.blogspot.com

d. Penyesuaian Bentuk atau Ukuran Telinga: 

d. Penyesuaian Bentuk atau Ukuran Telinga Telinga gajah selain berfungsi untuk mendengar, juga berfungsi untuk melepaskan kelebihan panas. Semakin besar telinga gajah maka semakin banyak panas yang diepaskan. Oleh karena itu gajah afrika memiliki daun telinga lebih lebar daripada gajah asia karena daerah afrika lebih panas dibandingkan daerah asia. www.rimanews.com

3. Penyesuaian Diri Hewan untuk Melindungi Diri: 

3. Penyesuaian Diri Hewan untuk Melindungi Diri Bunglon dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya (mimikri) agar tidak terlihat jelas oleh musuh. Kadal, tokek, maupun cecak akan memutuskan ekornya (autotomi) ketika merasa terancam sehingga pemangsa akan tertipu dan mengejar ekor yang putus itu. Cumi-cumi dan gurita akan menyemprotkan tinta hitam jika terancam musuh, sehingga musuh tidak dapat melihat dan cumi-cumi segera berenang jauh. wisata.kompasiana.com auliawajuanna.blogspot.com bigonblog.blogspot.com

B. Penyesuaian Tumbuhan: 

B. Penyesuaian Tumbuhan Penyesuaian Diri Tumbuhan terhadap Habitatnya Penyesuaian Diri Tumbuhan untik Melindungi Diri

B. Penyesuaian Diri Tumbuhan: 

B. Penyesuaian Diri Tumbuhan a. Tumbuhan yang Hidup di Air b. Tumbuhan yang Hidup di Gurun (Padang Pasir) c. Tumbuhan yang Hidup di Daerah Salju d. Tumbuhan yang Hidup di Air Asin Tumbuhan air disebut juga tumbuhan hidrofit. Tumbuhan hidrofit tumbuh dengan batang lentur dan ramping. Akarnya kecil-kecil dan daunnya mirip pita sehingga tumbuhan ini tahan dilanda arus yang tiada henti. Contoh tumbuhan hidrofit adalah eceng gondok. Gurun merupakan daerah dengan sedikit air. Karena itu, tumbuhan yang hidup di gurun akan menghemat air dengan berbagai cara. Ada yang memiliki akar-akar halus agar dapat mengambil air dengan cepat pada saat hujan, ada yang menyimpan air dalam daun atau batangnya, dan ada yang memilik daun dengan permukaan sangat sempit bahkan menyerupai duri untuk memperkecil penguapan. Contohnya adalah kaktus Tumbuhan yang hidup di daerah bersalju dapat bertahan hidup dengan tidur selama berbulan-bulan (hibernasi). Pada musim panas, saat daerah bersalju terkena cahaya matahari selama 24 jam, tumbuhan berfotosintesis hampir sepanjang hari. Hasil fotosintesis dikumpulkan untuk persediaan energi di musim dingin. Kemudian, sewaktu jumlah cahaya dan suhu menurun, tumbuhan mulai tertidur. Contohnya adalah lumut. Kebanyakan tumbuhan mudah sekali rusak atau mati akibat air asin, tetap bakau dapat hidup di aiar asin. Air bakau menyaring sebagian besar garam dari air yang diserap. Kelebihan garam dikeluarkan ke permukaan daun dan batang. Akar bakau tumbuh di lumpur yang miskin oksigen. Maka dari itu bakau memiliki akar khusus yang disebut dengan akar napas atau pneumtoforo. 1. Penyesuaian Diri Tunbuhan terhadap Habitatnya

2. Penyesuaian Diri Tumbuhan untuk Melindungi Diri: 

2. Penyesuaian Diri Tumbuhan untuk Melindungi Diri Beberapa cara tumbuhan melindungi diri Menghasilkan Racun Beberapa tumbuhan yang menghasilkan racun adalah: pohon jarak, hemlok, dan kecubung. b. Meniru Keadaan Lingkungan Sekitarnya Tumbuhan batu (lithops) melindungi diri dengan menyerupai bentuk batu sehingga tidak dimakan oleh hewan. c. Megeluarkan Getah Contoh tumbuhan yang mengeluarkan getah adalah: sawo, nangka, jambu mete, karet, dan bunga kamboja . d. Memillki Duri yang Tajam Contoh tumbuhan yang memiliki duri yang tajam adalah: mawar, kaktus, salak, jeruk nipis, dan bougenvil.

PowerPoint Presentation: 

THANK FOR ATTENTION SEE YOU 