Perjalanan haji Rasulullah saw

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: shofiyyah_wardah (43 month(s) ago)

sent it to my email...

Presentation Transcript

Slide 1: 

NAPAK TILAS PERJALANANHAJI RASULULLAH SAW BIMBINGAN MANASIK HAJI DARUL FATAH JL.KOPI 23A BANDAR LAMPUNG,LAMPUNG, INDONESIA

Isi Materi : 

Isi Materi Manasik Haji di Al Qur’an Perjalanan Haji Rasulullah saw

Mengapa Penting??? : 

Mengapa Penting??? Mengapa Penting ??? Rasulullah saw hanya berhaji satu kali sajahanya satu pedoman (2) Perintah menyempurnakan haji dan umroh (QS 2:196) (3) Perintah harus mengambil manasik dari Rasulullah saw (HR Muslim dll) (4) Setiap tahapan menimbulkan interpretasi Muncul masalah fiqih: Apakah termasuk rukun, wajib, sunnah haji??Contoh : Mabit di Mina pada 8 Dzul. HARUS PUNYA ILMU

Buku Acuan : 

Buku Acuan Haji Nabi saw- Syaikh Nashiruddin Al Albani Fiqih Sunnah 5 : Sayyid Sabiq Haji Umroh dan Ziarah Menurut Kitab dan Sunnah: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

MANASIK HAJI DI AL QUR’AN : 

MANASIK HAJI DI AL QUR’AN

Pokok-Pokok Manasik Haji dalam Al Qur’an:NIAT IKHLAS DAN SEMPURNA : 

Pokok-Pokok Manasik Haji dalam Al Qur’an:NIAT IKHLAS DAN SEMPURNA      Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah (QS 2: 196)

Hukum Terhalang : 

Hukum Terhalang فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya (QS2:196)

Jika melanggar larangan ihrom,wajib membayar dam : 

Jika melanggar larangan ihrom,wajib membayar dam فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban.

QS 2: 197 Waktu Haji & Larangan : 

QS 2: 197 Waktu Haji & Larangan (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan jidal dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.

Haji tammatu’, wajib menyembelih hadyu : 

Haji tammatu’, wajib menyembelih hadyu فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat.

Larangan ketika ihrom : 

Larangan ketika ihrom الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats , berbuat fasik (maksiat) dan berbantah-bantahan (jidal) di dalam masa mengerjakan haji. Rafats artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan berahi yang tidak senonoh atau bersetubuh.

QS 2: 198-199 Boleh berdagang, selalu berdzikir, Arofah,Masy’aril haram : 

QS 2: 198-199 Boleh berdagang, selalu berdzikir, Arofah,Masy’aril haram Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. 199-Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS 2: 200-202 Doa : 

QS 2: 200-202 Doa 200-Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 201-Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". 202: Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya

QS 2: 203 Nafar awal & Nafar tsani : 

QS 2: 203 Nafar awal & Nafar tsani Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. *) Dan barang siapa yang ingin menangguhkan keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa**) Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. *)nafar awal; **)nafar tsani

Apa yang terkandung ?? : 

Apa yang terkandung ?? Perintah menyempurnakan pelaksanaan ibadah haji dan umroh Hukum: bulan haji, terhalang, sakit, aman, hadyu, dam, larangan selama ihrom,boleh berdagang, nafar awal/tsani, Doa mustajab, dzikir, istighfar

Haji Rasulullah saw : 

Haji Rasulullah saw Rasulullah sekali berhaji  10 H Rasulullah berkhutbah: miqot penduduk -Madinah Dzulhulaifah; -Iraq Dzatu Irq -Najed  Qarn -Yaman Yalamlam -penduduk jalur lain Juhfah Berangkat H-5 akhir Dzulqo’dah sampai di Mekkah 5 Dzulhijah Keywords: haji 1 kali, miqot (mulai berihrom) , perjalanan 10 hari, ihrom (niat haji)

Slide 17: 

Peta Miqot -Dhul-Hulaifa 156 mil ; 5.6 mil, Barat Madina. -Al-Juhfa 113 mil -Mount Yalamlam (67.5 mil -Qarn El Manazil 31 mil -Zat Irq 50 mil 10 hari

Di miqot : Dzulhulaifah, Madinah : 

Di miqot : Dzulhulaifah, Madinah Asma ra melahirkan mandi + berihrom Dari Madinah sudah berpakaian ihrom Sholat di masjid (belum talbiyah/niat) Naik unta sampai tegak, kemudian talbiyah: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ. Aku memenuhi panggilanMu, ya Allah aku memenuhi panggilanMu. Aku memenuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu, aku memenuhi panggilanMu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milikMu, begitu juga kerajaan, tiada sekutu bagiMu

Sampai di Mekah : 

Sampai di Mekkah 5 Dzulhijah pagi hari Aisyah ra mendapat “haid”, tidak umroh Masuk masjid, kemudian Rasulullah mengusap-usap Hajar Aswad Thowaf (qudum): berjalan cepat sebanyak 3 putaran dan berjalan biasa 4 putaran dengan idhthiba’ Membaca takbir di sisi Hajar Aswad; memberi isyarat sambil bertakbir Sampai di Mekah

Slide 20: 

Maqom Ibrahim Hajar Aswad idhthiba’

Slide 21: 

Hajar Aswad Maqom Ibrahim Pintu Ka’bah Multazam Rukun Yamani

Sholat ba’da thowaf : 

Sholat ba’da thowaf Ke maqom Ibrahim ,dan membaca وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى Dan jadikanlah maqom Ibrahim sebagai tempatsholat (QS 2: 125) Sholat 2 rakaat di belakang maqom Ibrahim Membaca Al Kafirun (rakaat 1) dan Al Ikhlas (rakaat 2)

Zam-zam : 

Zam-zam Ke tempat air zam-zam Menghadap Ka’bah, berdoa, minum sambil berdiri Mengguyurkan air ke kepala

Sa’i : 

Sa’i Menuju Shofa, membaca : إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللهِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ" INNAS SHOFA WAL MARWATA MIN SYA’AA IRILLAH ( ABDAU BIMAA BADA ALLAHU BIHI);

Wukuf di Bukit Shofa ( Marwa) : 

Wukuf di Bukit Shofa ( Marwa) ((لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ)) (LAA ILAHA ILLALLAH, WAHDAHU LAA SYARIKALAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU, WA HUWA ALA KULI SYAIING QODIR: (LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAH, ANJAZA WA’DAH, NA SHORO ABDAH, WA HAZAMAL AHZABA WAHDAH) (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan yang ber-hak disembah selain Allah Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, mem-bela hambaNya (Muhammad) dan menga-lahkan golongan musuh sendirian.) - Berdoa; membacanya tiga kali.

Sa’i : 

Sa’i Berjalan antara Shofa dan Marwa 7 X Sampai di Shofa dan Marwa wukuf sejenak

Perubahan haji Qiron Tammattu’ : 

Perubahan haji Qiron Tammattu’ Selesai thowaf (sa’i) Rasulullah saw bersabda: -yang tidak membawa hadyu tahallul (haji tamattu’) -yang membawa hadyu tetap ihrom sampai haji selesai (HAJI QIRON)

8 – Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) : 

8 – Dzulhijjah (Hari Tarwiyah) Ihrom (yang tammattu’) dari tempat masing-masing Aisyah ra menangis karena belum tahallul dan thowaf (karena haid) tetap melakukan haji kecuali thowaf dan sholat Ke Mina, sholat dhuhur, asar, isya, di qoshor; magrib dan subuh

9- Dzulhijjah (Hari Arofah) : 

9- Dzulhijjah (Hari Arofah) Bertolak dari Mina setelah terbit matahari Singgah di Namiroh Setelah matahari tergelincir, menuju lembah Arofah dan khutbah Azan dan sholat dhuhur dan asar dijama’ qoshor diselingi iqomat dua kali di antara sholat Wukuf di Arofah dan semua Arofah adalah tempat wukuf Nabi saw bersabda: Doa yang terbaik adalah di hari Arafah, dan sebaik-baiknya apa yang aku dan para nabi baca, adalah: لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu) Sampai matahari tenggelam, dan beranjak ke Muzdalifah

Di Muzdalifah- 10 Dzulhijjah : 

Di Muzdalifah- 10 Dzulhijjah Menjama’ sholat maghrib dan Isya, satu adzan, dua iqomat di antara sholat Berbaring sampai fajar Wanita dan orang lemah boleh terus ke Mina setelah tengah malam Sholat subuh saat fajar Wukuf di Masyaril Harom, berdoa,beranjak ke Mina

10- Dzulhijjah (Hari Nahr) : 

10- Dzulhijjah (Hari Nahr) Berhenti bertalbiyah, Melempar jumroh aqoba waktu dhuha Bertakbir setiap melempar , satu per satu (7x) Catatan: -Melempar , menunggu matahari terbit -diperbolehkan setelah tergelincirnya matahari (dhuhur) sampai malam hari (HR Bukhori)

Melempar pada Hari Tasyriq (11,12,13) : 

Melempar pada Hari Tasyriq (11,12,13) Sahabat meriwayatkan bahwa Melempar pada Hari Tasyriq : bila matahari sudah tergelincir

10- Dzulhijjah : 

10- Dzulhijjah Bersabda: Hendaklah kalain mempelajari manasik haji kalian dariku karena aku tidak tahu apakah aku akan kembali berhaji setelah hajiku ini atau tidak (HR M,B,N,Hq,Hm,S) Rasulullah saw menyembelih 60 unta Para sahabat menyembelih 1 unta untuk 7 orang; sapi juga diperbolehkan Rasulullah saw kemudian bercukur

Manasik dibolak-balik(10 Dzulhijjah) : 

Manasik dibolak-balik(10 Dzulhijjah) Melempar jumroh Mencukur rambut Menyembelih Tawaf Ifadhoh

Tawaf Ifadhoh : 

Rasulullah saw melakukan Tawaf Ifadhoh Tidak bersa’I Tawaf Ifadhoh

Slide 36: 

Tanggal & Peta Perjalanan Haji Rasulullah saw 8,10,11,12,13 9 10 10

Lanjutkan kisah Aisyah ra : 

Lanjutkan kisah Aisyah ra Aisyah mengalami haid, maka semua manasik dilakukan kecuali tawaf Setelah suci, thowaf (ifadhoh) dan sa’I (Ingat ketika masuk Mekkah, Aisyah belum melakukan umroh) Aisyah ra diantar sdrnya umroh dari Tan’im karena belum umroh (Haji Ifrad??)

Tawaf : 

Tawaf Rasulullah tawaf dengan menunggangi untanya Memberi isyarat ke arah Ka’bah dengan tongkatnya Kaum muslimin mengerumini, dan bertanya

Thowaf wada’ : 

Thowaf wada’ Janganlah salah seorang darimu berangkat sebelum ia melakukan pertemuan terakhir dengan Baitulloh (HR Muslim dan Abu Daud) Diberi keringanan bagi wanita buat untuk tidak tawaf jika dia dalam keadaan haid (HR Bukhari & Muslim) Rasulullah saw menambatkan untanya, kemudian tawaf, dan langsung pergi meninggalkan Mekkah

Slide 40: 

Tamattu’ Qiran Ifrod Umroh Haji + Hadyu Umroh+haji Membawa hadyu Haji Tahallul Tetap ihrom Tanpa hadyu Rasulullah saw- haji Qiran Haji tammatu lebih utama (Hadits) Indonesia Aisyah  Haji Ifrod Menyembelih hadyu sebagai “dam syukur” bukan dam penutup kesalahan Umroh Ihrom,Tawaf, Sa’i, Bercukur  Tahallul (berpakaian biasa, tidak ada larangan) Haji & Umroh

Rukun, Wajib, Sunnat : 

Rukun, Wajib, Sunnat -Rukun : tidak syah jika meninggalkan (Ihrom (niat), wukuf di Arofah, Tawaf Ifadloh, sa’i) -Wajib :jika meninggalkan, wajib membayar dam (Ihrom dari miqot,mabit di Mina dan Muzdalifah, lempar jumroh, mencukur, tawaf wada’ bagi wanita tidak haid) - Wajib/Sunnat ??: Mabit di Mina 8 Dzulhijjah