perbedaan mushaf madinah dam mushaf indonesia

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

perbedaan antara mushaf madinah dan Indonesia (Tanda baca atau waqaf) : 

perbedaan antara mushaf madinah dan Indonesia (Tanda baca atau waqaf) Disusun oleh : Ananda anggun ayuningtyas Afifah nurmala Aozora lita herawati Fristy amala

Perbedaan Mushaf madinah dengan Mushaf Indonesia : 

Perbedaan Mushaf madinah dengan Mushaf Indonesia Mushaf Madinah adalah mushaf keluaran(cetakan) Madinah yang telah dikoreksi dan disahkan oleh pentashih mushaf dinegara tersebut Mushaf cetakan Indonesia adalah mushaf yang lulus dari koreksian para pentashih mushaf Al-Quran. Dari segi peletakan tanda baca, mushaf Indonesia sama dengan mushaf Madinah. ada sedikit perbedaan dari segi symbol, seperti tanda ayat sajadah, pembatas hizb, dan sebagainya

Slide 3: 

Perbedaan Mushaf madinah dengan Mushaf Indonesia

Slide 4: 

Penulisan harakat ini bagi sebagian orang mungkin akan dibaca shalawaat. Di mushaf Indonesia, fathah tegak ditulis di huruf lam, sedangkan wawu tidak ada tanda bacanya. Sehingga orang langsung membaca shalaat Perhatikanlah mushaf Indonesia. Huruf sin bertemu dengan mim dalam hal ini dibaca idgham bighunnah. Namun, di mushaf Madinah tidak diberi tanda baca tasydid. Di mushaf Indonesia pada huruf mim diberi tanda baca tasydid. Contoh

Waqaf : 

Waqaf Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan

ﻡّ ﺂﺗ (taamm) - waqaf sempurna - : 

Terdapat empat jenis waqaf yaitu ﻡّ ﺂﺗ (taamm) - waqaf sempurna - yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna ﻛﺎﻒ (kaaf) - waqaf memadai - Menyangkut inti persoalan dan segala sesuatu yang bersangkutan dengan persoalan tersebut ﺣﺴﻦ (Hasan) - waqaf baik - yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa memengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya. 4. ﺢﻴﺒﻗ (Qabiih) - waqaf buruk- memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat

Tanda-tanda waqaf : 

Tanda-tanda waqaf Mim (م)       Jim (ج)  Sala (صلى) Qala ( قلى) Saktah  (ستة\س) La (لا) Tanda mim ( ﻤ ) Tanda tho ( ﻁ ) Tanda jim ( ﺝ) Tanda zha ( ﻇ ) Tanda sod ( ﺹ ) Tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ). Tanda qaf ( ﻕ ) Tanda sod-lam ( ﺼﻞ ) Tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) Tanda sin ( س ) atau Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) Tanda Laa ( ﻻ ) Tanda kaf ( ﻙ ) Tanda bertitik tiga ( ... ...)

Slide 8: 

Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti. tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti. tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti; tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti tanda sad-lam-ya' (ﮯ ﻠﺻ) , meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik tanda qaf ( ﻕ ), lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan

Slide 9: 

tanda sad-lam (ﻞﺼ ) ,lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan. tanda Qif (ﻒﻴﻗ ) bermaksud berhenti! tanda sin ( س ) atau tanda Saktah (ﻪﺘﮑﺳ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. tanda Waqfah (ﻪﻔﻗﻭ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah (ﻪﺘﮑﺳ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas; tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud "Jangan berhenti!". tanda kaf ( ﻙ ), makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta'anuq (Terikat). cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

Slide 10: 

Tanda Mad/ Ghoiru Mad. Mad Badal dituliskan dengan menggunakan Hamzah + Alif ( ءا) sebagai pengganti alif dengan tanda Fatkhah panjang (اٰ ). Seperti:ءَادَمَ = اٰدَمَ - ءَامَنُواْ = اٰمَنُوْا - ءَازَرَ = اٰزَرَ Begitu juga bila Wawu kecil atau Ya’ kecil itu jatuh setelah Ha’ Dhomir, maka Ha’ nya dibaca panjang sebagai Mad Shilah. Seperti:لَهُ و = لَه’ بِهِﮮ = بِهٖ Bila ada Wawu diatasnya ada Alif berdiri dan sebelumnya ada huruf berharakat Fatkhah, maka Wawunya dianggap tidak ada dan dianggap sebagai Alif (Mad). Seperti:ٱلصَّلَوٰةَ = الصَّلَاةَ - ٱلزَّكَوٰة = الزَّكَاَةَ - ٱلحَيَوٰةَ = الحَيَاةَ -ٱلرِّبَوٰ = الرِّبَا Huruf Ya’ ( ى ) tak bertitik bila diatasnya ada tanda alif kecil, maka Ya’ nya dianggap tidak ada dan dibaca sebagai Alif (Mad). Seperti:هَدىَٰنِ = هَدَانِ - التَّوْرَىٰةَ = التَّوْرَاةَ - أَرَىٰكَ = اَرَاكَ

Slide 11: 

Tanda Mad/ Ghoiru Mad. Bila ada huruf Ya’ ( ى ) tak bertitik dan tak berharokat di akhir kalimat, maka berarti ia adalah Ya’ sukun sebagai tanda Mad. Seperti:ٱلَّذِى = الَّذِيْ - يُوحِى = يُوْحِيْ - رَبِّى = رَبِّيْ Namun bila dibawah Ya’ ada Hamzah, maka Hamzah dibaca pendek, Ya’ bukan tanda Mad!... Seperti pada QS 10/15 dan QS 51/42:تِلْقَآئِ نَفْسِى = تِلْقَآءِ نَفْسِيْ ( 10\15)وَرَآئِ حِجَابٍ = وَرَءِ حِجَابٍ ( 42\51) Tanda bulat kecil ( ° ) diatas sebuah huruf, berarti huruf tersebut dianggap tidak ada dan tidak usah dibaca. Awas hati- hati kabalikan dalam Qur’an Indonesia yang kadang dipakai sebagai tanda sukun. Seperti:أُوْلٰئِكَ - أُوْلِى أَجْنِحَةٍ - أُوْلُوأ الْعِلْمِ - وَأُٔوْلٰتُ ٱلأَحْمَالِ -يَتْلُواْ صُحُفاً - مِن نَّبَإِىْ الْمُرْسَلِيْنَ - ءامنواْ - بَنَيْناَ بأييْد

Slide 12: 

Tanda bulat panjang kecil (°) diatas Alif menunjukkan bahwa pada saat washol dibaca pendek – saat waqof dibaca panjang. Seperti :أناْ - لكنا ْ - الظنونا ْ - السبيلا ْ - الرسولاْ-قَوَارِيْرَاْ (الإنسان ١٥) Pada contoh dibawah ini Wawu dibaca pendek, bila terpaksa Waqof, Wawu disukun menjadi Mad Aridh Lissukun:لِتَتْلُوَاْ - لِيَرْبُوَاْ - لِيَبْلُوَاْ - وَنَبْلُوَاْ - لَنْ نَدْعُوَاْ Hamzah diatas Wawu + Alif bertanda bulat kecil, maka Wawu dan Alifnya tidak dibaca, seperti:ٱلعُلَمَاؤُاْ = العُلَمَاءُ - أَنبَاؤُاْ = اَنْبَاءُ - ٱلضُّعَفَاؤُاْ = الضُّعَفَاءُشُرَكَآؤُاْ = شُرَكَاءُ - يَتَفَيَّؤُاْ = يَتَفَيَّأُ - يُنَشَّؤُاْ = يُنَشَّأُ Tanda Mad/ Ghoiru Mad.

Slide 13: 

Idghom Kamil/ Naqis. Huruf tak berharakat apapun disusul dengan huruf bertasydid menunjukkan bahwa huruf yang pertama “lebur” secara sempurna (Idghom Kamil), seperti:أُجِيْبَت دَّعْوَتُكُمَا - يَلْهَث ذّالِكَ - وَقَالَت طَّائِفَةٌ - وَمَن يَّكْرَههُّن Huruf tak berharakat apapun disusul dengan huruf tak bertasydid menunjukkan bahwa huruf yang pertama: “Lebur” secara tidak sempurna (Idghom Naqis) kedalam huruf berikutnya. Seperti:فَرَّطتُمْ - اركب معنا - بَسَطتَ - أَلَمْ نَخْلُقكُمْ - مَن يَقُولُ - مِن وَالٍ ”Samar” atau Ikhfa’ bila huruf yang tak berharokat itu adalah huruf NUN tatkala bertemu dengan huruf lima belas, atau huruf MIM ketika ketemu BA’. Lihat keterangan tentang Ikhfa’, baik Ikhfa’ Haqiqy atau Ikhfa’ Syafawi, seperti:مِن تَحْتِهَا - مِن ثَمَرَةٍ - إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ

Slide 14: 

Idghom Kamil/ Naqis. Meletakkan tanda potongan kepala huruf kha'tanpa titik diatas huruf Nun (dalam makalah ini ditulis pakai bulatan kecil kerana kesulitan teknis) - menunjukkan bahwa huruf Nun tersebut harus dibaca Idhar (jelas.مِن خَيْرٍ - وَيَنؤَ ن عَنْهُ - مَنْ ءَامَنَقَدْ سَمِعَ - أَوَعَظْتَ – وَخُضْتُمْ

Slide 15: 

TANDA- TANDA KHUSUS Bila ada tanda huruf Nun kecil, berarti harus dibaca disana ada Nun Sukun. Satu- satunya pada Qur'an Surat 21/88, Seperti:Lihat tulisan aslinya dalam Mushaf Madinah tanpa huruf Nun yang kedua. = نُنْجِيْ Bila ada Ya’ kecil diatas Ya’, berarti sesungguhnya ada dobel Ya’ (Ya’ ganda), seperti pada QS 3/20 - QS 5/111 - QS 7/196:- وَالْأُمِّيِّيْن - الحَوَارِيِّيْنَ - - وَلِيِّيَ

Slide 16: 

TANDA- TANDA KHUSUS Huruf Shod bertanda Sin diatasnya, maka huruf tersebut harus dibaca Sin. Seperti pada Surat 2/245تُرْجَعُوْنَ وَاِلَيْهِ وَيَبْصُطُ يَقْبِضُ والله dan Qur'an Surat 7/69:بَصْطَةً الْخَلْقِ فِى وَزَادَكُمْ Huruf Shod bertanda Sin dibawahnya, berarti huruf Shod tersebut boleh dibaca Sin boleh dibaca Shod, tapi dibaca Sin lebih baik. Huruf Shod tak bertanda apapun tetap harus dibaca Shod

Slide 17: 

Hamzah Washol Semua “Al” harus dibaca fatkhah hamzahnya, baik Al Qomariyah atau Al Syamsyiyah. ٱلَّذِى - ٱلْحَمْدُ لِلهِ - ٱلصَّلَوٰةُ - ٱلزَّكَوٰةَ - ٱلشَّمْسُ – ٱلْقَمَرُ Tidak ada tanda Nun kecil berharokat kasroh (Nun Iwadl) pada Mushaf Madinah, beda dengan Mushaf Indonesia. Hati- hati, sering keliru baca.Agar tidak salah, ingat ketentuan berikut:“Apabila ada Tanwin bertemu dengan Hamzah Washol, maka tanwinnya diganti dengan Nun Iwadl. Bila harokat asalnya Fatkhatain atau Fatkhah panjang, maka harus dibaca pendek. Bila terpaksa waqof dibaca panjang satu alif “.Contoh: عُزَيْرٌ ٱبْنُ الله = عُزَيْرُنِ ابْنُ اللهِ (التوبة 30)جَزَاءً ٱلحُسْنٰى = جَزَاءَن الْحُسْنَىٰ (الكهف 88)

Slide 18: 

Hamzah Washol Hamzah Washol tidak diberikan harokat sebagaimana pada Mushaf Indonesia, maka perhatikan ketentuan berikut: Bila setelah huruf mati berharokat dhommah, maka Hamzah Washol dibaca dhommah. Contoh: ٱنظُرْ = أُنْظُرْ (النساء : 50 ) - ٱقْتُلُوا يُوسُفَ = أُقْتُلُوْا ..( 9 : يوسف )ٱدْخُلُوهَا = أُدْخُلُوْهَا (الحجر : 46 )   Bila setelah huruf mati berharokat kasroh, maka Hamzah Washol dibaca kasroh. Contoh:ٱرْجِعُوأ = إِرْجِعُوْا (يوسف 71) – ٱنفِرُوأ = إِنْفِرُوْا (التوبة 41)اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُوْلُ ( ص 18)   Bila setelah huruf mati berharokat fatkhah, maka Hamzah Washol dibaca kasroh .Contoh:ٱعْلَمُوأ = إِعْلَمُوْا (المائدة 98) –

TERIMAKASIH : 

TERIMAKASIH Hormat kami : Anada anggun ayuningtyas Afifah nurmala Aozora lita herawati Fristy amala