sosio

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

my inspirations

Comments

Presentation Transcript

NILAI DAN NORMA SOSIAL:

NILAI DAN NORMA SOSIAL NAMA KELOMPOK: - Afifah Kusuma Mahardhika (X5-03) - Firman Nur Ilham (X5-16) - Omita Tri Wisiyah (X5-24) - Savira Kurniati (X5-32) - Soraya Husnul Pradita (X5-34) - Vonny Nurul Khasanah (X5-36)

PETA KONSEP:

PETA KONSEP NILAI DAN NORMA NILAI SOSIAL NORMA SOSIAL

NILAI SOSIAL:

NILAI SOSIAL Suatu ukuran, patokan, anggapan, keyakinan yang dianut oleh sebagian besar warga masyarakat. Menurut pendapat ahli : 1. A. W. Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek 2. Kimball Young Nilai sosial adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting 3. C. Kluckhon Nilai sosial adalah ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengatasi kemauan pada saat dan situasi tertentu 4. Woods Nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari

JENIS-JENIS NILAI SOSIAL:

Pendapat Notonegoro, nilai sosial dibagi menjadi 3 jenis : 1. Nilai Vital, merupakan berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas. 2. Nilai Kerohanian, adalah berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia.Nilai kerohanian menckup: ~ Nilai Moral, nilai yang bersumber pada unsur kehendak (karsa) ~ Nilai Keagamaan, nilai yang bersumber pada wahyu Tuhan ~ Nilai Kebenaran, nilai yang bersumber pada akal manusia (cipta) ~ Nilai Keindahan, nilai yang bersumber pada unsur perasaan (estetika) 3. Nilai Material, adalah berbagai konsepsi mengenai segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia. JENIS-JENIS NILAI SOSIAL

CIRI – CIRI NILAI SOSIAL:

CIRI – CIRI NILAI SOSIAL Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masy ara kat. Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir). Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar) Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia. Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain. Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat. Cenderung berkaitan satu sama lain.

KLASIFIKASI NILAI SOSIAL:

KLASIFIKASI NILAI SOSIAL Berdasarkan ciri-cirinya, nilai sosial dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai dominan dan nilai mendarah daging ( internalized value ). 1. Nilai dominan Nilai dominan adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Ukuran dominan tidaknya suatu nilai didasarkan pada hal-hal berikut. Banyak orang yang menganut nilai tersebut. Contoh, sebagian besar anggota masyarakat menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik di segala bidang, seperti politik, ekonomi, hukum dan so sial . Berapa lama nilai tersebut telah dianut oleh anggota masyarakat. Tinggi rendahnya usaha orang untuk dapat melaksanakan nilai tersebut. Contoh, orang Indonesia pada umumnya berusaha pulang kampung (mudik) di hari-hari besar keagamaan, seperti Lebaran atau Natal.

Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri. 2. Nilai mendarah daging (internalized value) Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guu yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut. Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat. :

Prestise atau kebanggaan bagi orang yang melaksanakan nilai tersebut. Contoh, memiliki mobil dengan merek terkenal dapat memberikan kebanggaan atau prestise tersendiri. 2. Nilai mendarah daging ( internalized value ) Nilai mendarah daging adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berpikir atau pertimbangan lagi (bawah sadar). Biasanya nilai ini telah tersosialisasi sejak seseorang masih kecil. Umumnya bila nilai ini tidak dilakukan, ia akan merasa malu, bahkan merasa sangat bersalah. Contoh, seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Demikian pula, guu yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal dalam mendidik anak tersebut. Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Nilai mencerminkan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat.

PERAN NILAI SOSIAL:

PERAN NILAI SOSIAL 1) Alat untuk menentukan harga sosial, kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi sosial, misalnya kelompok ekonomi kaya, kelompok masyarakat menengah dan kelompok masyarakat kelas rendah. 2) Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. 3) Memotivasi dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan dirinya dalam perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh peran-perannya dalam mencapai tujuan. 4) Alat solidaritas atau mendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri. 5) Pengawas, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.

KERANGKA NILAI SOSIAL:

KERANGKA NILAI SOSIAL Antara masyarakat yang satu dengan yang lain dimungkinkan memiliki nilai yang sama atau pun berbeda. Cobalah ingat pepatah lama dalam Bahasa Indonesia:  “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”, atau pepatah dalam bahasa Jawa:  “ desa mawa cara, negara mawa tata ”. Pepatah-pepatah ini menunjukkan kepada kita tentang adanya perbedaan nilai di antara masyarakat atau kelompok yang satu dengan yang lainnya. Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh sekelompok orang atau suatu masyarakat tidaklah mudah, karena nilai merupakan konsep asbtrak yang hidup di alam pikiran para warga masyarakat atau kelompok. Namun lima kerangka nilai dari Cluckhohn yang di Indonesia banyak dipublikasikan oleh antropolog Koentjaraningrat berikut ini dapat dijadikan acuan untuk mengenali nilai macam apa yang dianut oleh suatu kelompok atau masyarakat. Lima kerangka nilai yang dimaksud adalah: Tanggapan mengenai hakekat hidup (MH), variasinya: ada individu, kelompok atau masyarakat yang memiliki pandangan bahwa “hidup itu baik” atau “hidup itu buruk”,

PowerPoint Presentation:

Tanggapan mengenai hakikat karya (MK), variasinya: ada orang yang menganggap karya itu sebagai status, tetapi ada juga yang menganggap karya itu sebagai fungsi, Tanggapan mengenai hakikat waktu(MW), variasinya: ada kelompok yang berorientasi ke masa lalu, sekarang atau masa depan, Tanggapan mengenai hakikat alam (MA), Variainya:  masyarakat Industri memiliki pandangan bahwa manusia itu berada di atas alam, sedangkan masyarakat agraris memiliki pandangan bahwa manusia merupakan bagian dari alam.  Dengan pandangannya terhadap alam tersebut, masyarakat industri memiliki pandangan bahwa manusia harus menguasai alam untuk kepentingan hidupnya, sedangkan masyarakat agraris berupaya untuk selalu menyerasikan kehidupannya dengan alam, Tanggapan mengenai hakikat manusia (MM), variasi: masyarakat tradisional  atau feodal  memandang orang lain secara vertikal, sehingga dalam masyarakat tradisional terdapat perbedaan  harga diri (prestige) yang tajam antara para pemimpin (bangsawan) dengan rakyat jelata.  Sedangkan masyarakat industrial memandang  manusia  yang satu dengan yang lain secara horizontal (sejajar).

FUNGSI NILAI SOSIAL:

FUNGSI NILAI SOSIAL Secara umum nilai social mempunyai fungsi sebagai berikut : 1)  Nilai berfungsi sebagai petunjuk arah dan pemersatu. Cara berpikir dan bertindak anggota masyarakat umumnya diarahkan oleh nilai – nilai sosial yang berlaku. Pendatang baru pun secara moral diwajibkan mempelajari aturan – aturan sosial budaya masyarakat yang didatangi, mana yang dijunjung tinggi dan mana yang tercela. Dengan demikian, dia dapat menyesuaikan diri dengan norma, pola pikir, dan tingkah laku yang diinginkan, serta menjauhi hal – hal yang tidak diinginkan masyarakat. 2)      Nilai berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelompok tertentu atau masyarakat. Dengan kata lain, nilai sosial menciptakan dan meningkatkan solidaritas antarmanusia. Contohnya nilai ekonomi mendorong manusia mendirikan perusahaan – perusahaan yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.

3)      Nilai berfungsi sebagai benteng perlindungan. Daya perlindungannya begitu besar, sehingga para penganutnya bersedia berjuang mati – matian untuk mempertahankan nilai – nilai itu. Nilai – nilai Pancasila seperti sopan santun, kerja sama, ketuhanan, saling menghormati dan menghargai merupakan benteng perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia dari pengaruh budaya asing yang merugikan. 4)      Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator. Nilai juga berfungsi sebagai alat pendorong dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Karena ada nilai sosial yang luhur, muncullah harapan baik dalam diri manusia. Berkat adanya nilai – nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai cita – cita manusia yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab itulah manusia menjadi manusia yang sungguh – sungguh beradab. Menurut Kluckhohn, semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah pokok berikut ini. 1) Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Misalnya, ada yang memahami bahwa hidup itu buruk, hidup itu baik, dan hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu baik. :

3)      Nilai berfungsi sebagai benteng perlindungan. Daya perlindungannya begitu besar, sehingga para penganutnya bersedia berjuang mati – matian untuk mempertahankan nilai – nilai itu. Nilai – nilai Pancasila seperti sopan santun, kerja sama, ketuhanan, saling menghormati dan menghargai merupakan benteng perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia dari pengaruh budaya asing yang merugikan. 4)      Nilai berfungsi sebagai alat pendorong atau motivator. Nilai juga berfungsi sebagai alat pendorong dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Karena ada nilai sosial yang luhur, muncullah harapan baik dalam diri manusia. Berkat adanya nilai – nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai cita – cita manusia yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab itulah manusia menjadi manusia yang sungguh – sungguh beradab. Menurut Kluckhohn, semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah pokok berikut ini. 1) Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Misalnya, ada yang memahami bahwa hidup itu buruk, hidup itu baik, dan hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu baik.

2) Nilai mengenai hakikat karya manusia. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia berkarya untuk mendapatkan nafkah, kedudukan, dan kehormatan. 3) Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada yang berorientasi ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. 4) Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya. Misalnya, ada yang berorientasi kepada sesama, ada yang berorientasi kepada atasan, dan ada yang menekankan individualisme. 5) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia tunduk kepada alam, menjaga keselarasan dengan alam, atau berhasrat menguasai alam. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam masyarakat yang terus berkembang nilai senantiasa akan ikut berubah. Pergeseran nilai dalam banyak hal akan mempengaruhi perubahan tatanan sosial yang ada. Nilai merupakan bagian yang terpenting dari kebudayaan karena suatu tindakan dianggap sah artinya secara moral dapat diterima kalau harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung oleh masyarakat. Jadi, nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia karena nilai-nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan melalui interaksi sosial. Nilai sosial itulah yang menjadi sumber dinamika masyarakat. Kalau nilai-nilai sosial itu lenyap dari masyarakat, maka seluruh kekuatan akan hilang dan derap perkembangan akan berhenti. :

2) Nilai mengenai hakikat karya manusia. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia berkarya untuk mendapatkan nafkah, kedudukan, dan kehormatan. 3) Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada yang berorientasi ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. 4) Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya. Misalnya, ada yang berorientasi kepada sesama, ada yang berorientasi kepada atasan, dan ada yang menekankan individualisme. 5) Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia tunduk kepada alam, menjaga keselarasan dengan alam, atau berhasrat menguasai alam. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam masyarakat yang terus berkembang nilai senantiasa akan ikut berubah. Pergeseran nilai dalam banyak hal akan mempengaruhi perubahan tatanan sosial yang ada. Nilai merupakan bagian yang terpenting dari kebudayaan karena suatu tindakan dianggap sah artinya secara moral dapat diterima kalau harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung oleh masyarakat. Jadi, nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia karena nilai-nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan melalui interaksi sosial. Nilai sosial itulah yang menjadi sumber dinamika masyarakat. Kalau nilai-nilai sosial itu lenyap dari masyarakat, maka seluruh kekuatan akan hilang dan derap perkembangan akan berhenti.

NORMA SOSIAL:

Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial . Norma menyangkut perilaku perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan ulangan. Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama kelamaan norma norma itu disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisis tata tertib, aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar. NORMA SOSIAL

TINGKATAN NORMA SOSIAL:

TINGKATAN NORMA SOSIAL Tata cara atau usage. Tata cara ( usage ); merupakan norma dengan sanksi yang sangat ringat terhadap pelanggarnya, misalnya aturan memegang garpu atau sendok ketika makan, cara memegang gelas ketika minum. Pelanggaran atas norma ini hanya dinyatakan tidak sopan. Kebiasaan ( folkways ). Kebiasaan ( folkways ); merupakan cara-cara bertindak yang digemari oleh masyarakat sehingga dilakukan berulang-ulang oleh banyak orang. Misalnya mengucapkan salam ketika bertemu, membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua, dst. Tata kelakuan ( mores ). Tata kelakuan merupakan norma yang bersumber kepada filsafat, ajaran agama atau ideology yang dianut oleh masyarakat. Pelanggarnya disebut jahat. Contoh: larangan berzina, berjudi, minum minuman keras, penggunaan napza, mencuri, dst. Adat ( customs ). Adat merupakan  norma yang tidak tertulis namun sangat kuat mengikat, apabila adat  menjadi tertulis ia menjadi hukum adat. Hukum ( law ). Hukum merupakan norma berupa aturan tertulis, ketentuan sanksi terhadap siapa saja yang melanggar dirumuskan secara tegas. Berbeda dengan norma-norma yang lain, pelaksanaan norma hukum didukung oleh adanya aparat, sehingga memungkinkan pelaksanaan yang tegas.

MACAM – MACAM NORMA SOSIAL:

MACAM – MACAM NORMA SOSIAL Norma sosial di masyarakat dibedakan menurut aspek-aspek tertentu tetapi saling berhubungan antara satu aspek dengan aspek yang lainnya. Pembagian itu adalah sebagai berikut. 1) Norma agama Norma agama berasal dari Tuhan, pelanggarannya disebut dos . Norma agama adalah peraturan sosial yang sifatnya mutlak sebagaimana penafsirannya dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah ukurannya karena berasal dari Tuhan. Contoh: Melakukan sembahyang kepada Tuhan, tidak berbohong, tidak boleh mencuri, dan lain sebagainya. 2) Norma kesusilaan Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak, sehingga seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan apa pula yang dianggap buruk. Pelanggaran terhadap norma ini berakibat sanksi pengucilan secara fisik (dipenjara, diusir) ataupun batin (dijauhi).

Contoh: Orang yang berhubungan intim di tempat umum akan dicap tidak susila,melecehkan wanita atau laki-laki di depan orang. 3) Norma kesopanan Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh: Tidak meludah di sembarang tempat, memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak kencing di sembarang tempat. 4) Norma kebiasaan Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk atau peraturan yang dibuat secara sadar atau tidak tentang perilaku yang diulang-ulang sehingga perilaku tersebut menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran terhadap norma ini berakibat celaan, kritik, sampai pengucilan secara batin. Contoh: Membawa oleh-oleh apabila pulang dari suatu tempat, bersalaman ketika bertemu. 5) Kode etik Kode etik adalah tatanan etika yang disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Contoh: kode etik jurnalistik, kode etik perwira, kode etik kedokteran. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Norma agama dan norma kesusilaan berlaku secara luas di setiap kelompok masyarakat bagaimanapun tingkat peradabannya. Sedangkan norma kesopanan dan norma kebiasaan biasanya hanya dipelihara atau dijaga oleh sekelompok kecil individu saja, sedangkan kelompok masyarakat lainnya akan mempunyai norma kesopanan dan kebiasaan yang tersendiri pula. :

Contoh: Orang yang berhubungan intim di tempat umum akan dicap tidak susila,melecehkan wanita atau laki-laki di depan orang. 3) Norma kesopanan Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh: Tidak meludah di sembarang tempat, memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak kencing di sembarang tempat. 4) Norma kebiasaan Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk atau peraturan yang dibuat secara sadar atau tidak tentang perilaku yang diulang-ulang sehingga perilaku tersebut menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran terhadap norma ini berakibat celaan, kritik, sampai pengucilan secara batin. Contoh: Membawa oleh-oleh apabila pulang dari suatu tempat, bersalaman ketika bertemu. 5) Kode etik Kode etik adalah tatanan etika yang disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Contoh: kode etik jurnalistik, kode etik perwira, kode etik kedokteran. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Norma agama dan norma kesusilaan berlaku secara luas di setiap kelompok masyarakat bagaimanapun tingkat peradabannya. Sedangkan norma kesopanan dan norma kebiasaan biasanya hanya dipelihara atau dijaga oleh sekelompok kecil individu saja, sedangkan kelompok masyarakat lainnya akan mempunyai norma kesopanan dan kebiasaan yang tersendiri pula.

CIRI – CIRI NORMA SOSIAL:

CIRI – CIRI NORMA SOSIAL Umumnya Tidak Tertulis Dalam masyarakat norma sosial tidak tertulis dan hanya diingat serta diserap dengan cara ikut serta dalam interaksi yang terjadi antara anggota kelompok masyarakat itu . Hasil Kesepakatan Bersama Sebagai peraturan sosial yang berfungsi untuk mengarahkan perilaku anggota masyarakat , norma sosial dibuat dan disepakati bersama oleh seluruh masyarakat . Ditaati Bersama Seperangkat aturan sosial yang dibuat untuk mengarahkan dan menertibkan perilaku anggota agar sesuai dengan keinginan bersama Bagi Pelanggar Diberikan Sanksi Norma sosial bersifat memaksa agar berprilaku sesuai kehendak bersama . Mengalami Perubahan Aturan yang lahir melalu proses interaksi sosial dalam masyarakat , norma dapat berubah sesuai kebutuhan dan keinginan anggota masyarakat

KLASIFIKASI NORMA SOSIAL:

Berdasarkan Aspek – Aspeknya ~ Norma Agama Peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar – tawar atau dubah ukurannya karena berasal dari Tuhan . Pelanggaran terhadap norma ini dikatakan berdosa ~ Norma Kesusilaan Peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak . Dengan norma ini seseorang dapat membedakaan baik dan buruk . Pelanggaran norma ini akan mendapatkan sanksi pengucilan secara fisik ataupun secara batin . ~ Norma Kesopanan Peratulan sosial yang mengarah pada hal yang berkenaan dengan bagaimana seorang bertingkah laku wajar dalam kehidupan bermasyarakat . Pelanggaran terhadap norma ini mendapatkan celaan , kritik , dan pengucilan , tergantung pada tingkat pelanggaran . KLASIFIKASI NORMA SOSIAL

~ Norma Kebiasaan Sekumpulan peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak, berisi petunjuk tentang perilku yang di ulang – ulang sehingga\ menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran norma ini akan mendapatkan celaan, kritik, hingga pengucilan secara batin ~ Norma Hukum Aturan sosial yang dibuat oleh lembaga – lembaga tertentu, misalnya pemerintah, sehingga dapat dengan tegas melarang serta memaksa orang untuk dapat barperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan sanksi berupa denda atau hukuman fisik (dipenjara atau bahkan dihukum mati) 2. Berdasarkan Resmi dan Tidak Resmi ~ Norma Resmi patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh berwenang kepada semua warga masyarakat. Norma formal merupakan suatu badan hukum yang dimiliki masyarakat modern dan diperkenalkan melalui pengumuman secara resmi. Pembuatan peraturan tidak hanya didasarkan pada kebiasaan yang sudah ada, tetapi lebih pada prinsip susila (etika) serta prinsip baik dan buruk. :

~ Norma Kebiasaan Sekumpulan peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak , berisi petunjuk tentang perilku yang di ulang – ulang sehingga \ menjadi kebiasaan individu . Pelanggaran norma ini akan mendapatkan celaan , kritik , hingga pengucilan secara batin ~ Norma Hukum Aturan sosial yang dibuat oleh lembaga – lembaga tertentu , misalnya pemerintah , sehingga dapat dengan tegas melarang serta memaksa orang untuk dapat barperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu . Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan sanksi berupa denda atau hukuman fisik ( dipenjara atau bahkan dihukum mati ) 2 . Berdasarkan Resmi dan Tidak Resmi ~ Norma Resmi patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh berwenang kepada semua warga masyarakat . Norma formal merupakan suatu badan hukum yang dimiliki masyarakat modern dan diperkenalkan melalui pengumuman secara resmi . Pembuatan peraturan tidak hanya didasarkan pada kebiasaan yang sudah ada , tetapi lebih pada prinsip susila ( etika ) serta prinsip baik dan buruk .

PowerPoint Presentation:

~ Norma Tidak Resmi Patokan yang dirumuskan secara tidak jelas dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bartindak yang seragam da. n diterima oleh masyarakat. Walaupun tidak diwajibkan, namun semua anggota sadar bahwa patokan tidak resmi harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar daripada patokan resmi. Patokan dijumpai dalam kelompok primer, seperti keluarga atau ikatan peguyuban.

SUMBER – SUMBER NORMA SOSIAL:

SUMBER – SUMBER NORMA SOSIAL Dari Ajaran Agama Contoh : beribadah kepada Tuhan, berbakti kepada orang tua,larangan berbuat dosa Dari Hukum Yang Berlaku Contohnya : undang – undang dasar, tap MPR, peraturan pemerintah, peraturan daerah, KUHP. Dari Adat Istiadat Norma ini hanya berlaku bagi masyarakat yang menciptakan dat tersebut tetapi tidak berlaku bagi masyarkat lain. Contohnya : menikah secara eksogami, tata cara mengantar jenazah di Toraja Dari Nilai – Nilai Kemanusian Contohnya : tidak boleh meramas hak asasi manusia Dari Praktik Kehidupan Masyarakat yang telah teroganiasi secara rapi Contohnya : norma pendidikan, norma ekonomi,norma sosial

PERBEDAAN NILAI DAN NORMA SOSIAL:

PERBEDAAN NILAI DAN NORMA SOSIAL Pada hakikatnya nilai dan norma adalah sama,yang berbeda adalah bahwa nilai tidak mempunyai sanksi yang tegas. Nilai merupakan sesuatu yang baik sehingga perlu dijaga dan dipelihara. Nilai merupakan sikap dan perasaan yang diperhatikan seseorang sedangkan norma merupakan aturan – aturan yang disertai sanksi.

PERAN – PERAN NORMA SOSIAL:

PERAN – PERAN NORMA SOSIAL Secara umum nilai dan norma memiliki peran yang paling utama dalam Membentukmasyarakat yang beradab dn berbudaya. Nilai norma dibentuk sesuai kebutuhan individu untuk kepentingan umum. Nilai merupakan konsep untuk menentukan baik buruk atau benar salah dalam bertindak. Sedangkan norma dibuat oleh bersama yang disepakati bersama agar menjadi patokan dalam bertindak. Nilai dan norman sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang dianut dan ditaati bersama, interaksi sosial berjalan damai, karena saling menghargai dan menghormati. Peran lain dari norma sosial : Untuk menciptakan hidup tertib dan teratur Untuk mencegah perilaku penyimpangan Untuk meningkatkan rasa solidaritas antar sesama manusia. Untuk mengatur perilaku seseorang barbuat lebih baik

DAMPAK ADANYA NORMA SOSIAL:

DAMPAK ADANYA NORMA SOSIAL Dampak Positif Menimbulkan keteraturan sosial. Keluarga sebagai satuan sosial yang paling kecil sebagai satuan sosial yang bulat dan utuh. Sesuai dengan hak dan kewajibannya setiap anggota melaksanakan peran sosial dilandasi oleh nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga. Tertib sosial, suatu masyarakat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib jika terdapat keselarasan antara tindakan anggota masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

2) Dampak Negatif Adanya nilai dan norma dalam masyarakat adlah timbulnya penyimpangan sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat apabila ada sejumlah warga yang tidak taat atau mengabaikan norma yang berlaku maka akan terjadi ketidak nyamanan dalam kehidupan bermasyaraat. Faktor – faktor penyebab terjadinya perubahab norma : ~ Perubahan struktur pemerintahan ~ Perubahan tingkat pendapatan ~ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ~ Penemuan baru ~ Pengaruh kebudayaan asing.:

2) Dampak Negatif Adanya nilai dan norma dalam masyarakat adlah timbulnya penyimpangan sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat apabila ada sejumlah warga yang tidak taat atau mengabaikan norma yang berlaku maka akan terjadi ketidak nyamanan dalam kehidupan bermasyaraat. Faktor – faktor penyebab terjadinya perubahab norma : ~ Perubahan struktur pemerintahan ~ Perubahan tingkat pendapatan ~ Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ~ Penemuan baru ~ Pengaruh kebudayaan asing.

PENUTUP:

PENUTUP Sekian presentasi dari kami . Semoga apa yang kami presentasikan dapat bermanfaat bagi semua yang mendengarkan . Apabila ada salah kata atau penulisan yang kurang berkenan kami mohon maaf . Dan kami ucapkan terima kasih atas perhatiaannya . Surabaya, 11 Oktober 2011 Kelompok

authorStream Live Help