sistem gerak manusia

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

dapat melihat dan lebih mengenal sistem gerak pada manusia

Comments

By: novin (35 month(s) ago)

kok gag bisa di download ? ? yah padahal mau di bwd belajar . huft

By: akunk (23 month(s) ago)

download'a pakai IDM

 

By: novin (35 month(s) ago)

baguysss bangett

By: akunk (23 month(s) ago)

thx :)

 

By: sasakan (37 month(s) ago)

numpang download yahh makasii :)

By: bolobolo (38 month(s) ago)

di download bole ?

By: fazrin (43 month(s) ago)

download please........

See all

Presentation Transcript

Sistem Gerak Manusia : 

Sistem Gerak Manusia Disusun Oleh : Dwi Yulia Ningsih Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka FKIP Biologi II_A

Slide 2: 

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Jenis Tulang Berbagai Jenis Otot 4 1 2 3

Kompetensi Dasar : 

Kompetensi Dasar menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi,, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.

Standar Kompetensi : 

Standar Kompetensi Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada saling temas.

Jenis Tulang : 

Jenis Tulang Gerak tubuh terjadi karena adanya kerja sama antara tulang dan otot. Otot dikatakan alat gerak aktif karena mampu berkontraksi sehingga mampu menggerakkan tulang.Rangka manusia terdiri dari : - Tulang rawan ( KARTILAGO ), dan- Tulang Esteon

Slide 6: 

Kartilago bersifat bingkas dan lentur yang terdiri atas sel-sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa kondrin. Tulang esteon bersifat keras dan berfungsi menyusun bebagai sistem rangka. Bagian-bagian sebagai berikut : Osteoblas, Osteosit, dan Osteoprogenator pembentukan tulang terjadi setelah tulang rawan yang dihasilkan dari sel-sel mesenkim terbentuk. Setelah kartilago terbentuk, bagian dalam akan berongga dan terisi osteoblas ( sel-sel pembentuk tulang ). Proses penulangan ini disebut Osifikasi.

Berdasarkan matriksnya, jaringan tulang dibedakan sebagai berikut :- Tulang Kompak, bila matriksnya padat dan rapat.- Tulang Spons, bila matriksnya berongga. Rangka berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan , dan menegakkan tubuh, tempat peletakan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan tempat pembentukan sel darah.Tulang didalam tubuh dapat berhubungan secara erat dan tidak erat. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Bila hubungan tulang dengan tulang digunakan untuk suatu gerakan, diperlukan suatu bentuk khusus yang disebut sendi. Macam hubungan antar tulang yang memungkinkan aanya sedikit gerakan. : 

Berdasarkan matriksnya, jaringan tulang dibedakan sebagai berikut :- Tulang Kompak, bila matriksnya padat dan rapat.- Tulang Spons, bila matriksnya berongga. Rangka berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan , dan menegakkan tubuh, tempat peletakan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan tempat pembentukan sel darah.Tulang didalam tubuh dapat berhubungan secara erat dan tidak erat. Hubungan antar tulang disebut artikulasi. Bila hubungan tulang dengan tulang digunakan untuk suatu gerakan, diperlukan suatu bentuk khusus yang disebut sendi. Macam hubungan antar tulang yang memungkinkan aanya sedikit gerakan.

Jenis Otot : 

Jenis Otot Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi antara lain karena kekurangan vitamin D, penyakit, kecelakaan, dan kebiasaan posisi tubuh yang salah dalam waktu yang lama. Otot merupakan alat gerak aktif, berdasarkan jenisnya dibedakan menjadi tiga yaitu :- Otot Rangka- Otot Polos, dan- Otot Jantung.

Berdasarkan sifat kerjanya, otot dapat dibedakan menjadi otot antagonis dan sinergis. Mekanisme gerak otot didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filamen aktin dan filamen miosin. ATP (Adenosin Tri Phosphate) merupakan sumber energi penting untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Mekanisme gerak otot merupakan proses pembebasan dan penggunaan energi. Rangsangan diterima oleh asetikolin yang mengakibatkan aktomiosin mengerut dan dalam pengerutan ini diperlukan energi dari pemecahan ATP menjadi ADP dan ADP menjadi AMD. Untuk merehabilitasi sistem gerak kini telah berkembang berbagai teknologi misalnya ortopedi dan penyambung tulang. : 

Berdasarkan sifat kerjanya, otot dapat dibedakan menjadi otot antagonis dan sinergis. Mekanisme gerak otot didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filamen aktin dan filamen miosin. ATP (Adenosin Tri Phosphate) merupakan sumber energi penting untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Mekanisme gerak otot merupakan proses pembebasan dan penggunaan energi. Rangsangan diterima oleh asetikolin yang mengakibatkan aktomiosin mengerut dan dalam pengerutan ini diperlukan energi dari pemecahan ATP menjadi ADP dan ADP menjadi AMD. Untuk merehabilitasi sistem gerak kini telah berkembang berbagai teknologi misalnya ortopedi dan penyambung tulang.

Sistem Rangka terbagi menjadi 2 yaitu :- Rangka Aksial, terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk. - Rangka Apendikuler, terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, dan tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. : 

Sistem Rangka terbagi menjadi 2 yaitu :- Rangka Aksial, terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk. - Rangka Apendikuler, terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, dan tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki.

Terima Kasih. . .!!!! : 

Terima Kasih. . .!!!!