Organ tumbuhan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

PPT Biologi kelas XI (agung fm)

Comments

Presentation Transcript

Organ tumbuhan: 

Biologi SMA Kelas XI Organ tumbuhan

Bagian organ tumbuhan: 

Akar Batang Daun Bagian organ tumbuhan

AKAR: 

Akar merupakan bagian tumbuhan yang terdapat di bagian bawah dari tumbuhan. AKAR

Fungsi akar: 

1) Menyerap air dan hara tanah. 2 ) Memperkokoh berdirinya batang. 3 ) Menyimpan cadangan makanan. 4 ) Alat perkembangbiakan vegetatif. 5 ) Tempat melekatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau substrat tempatnya . Fungsi akar

Menurut asal mula: 

Batang di bagi menjadi dua, yaitu: Akar Primer Akar liar Menurut asal mula

Akar primer: 

Merupakan akar yang berasal pada masa embrio. Akar primer pada umumnya mengalami pertumbuhan sekunder, yaitu pertumbuhan yang tumbuh ke arah samping (Ex: kambium) Akar primer

Akar liar: 

Merupakan akar yang tumbuh pada daerah yang tidak semestinya akar berada, seperti akar pada batang. Akar liar di bagi menjadi 3 (tiga), y aitu: Akar gantung Akar banir Akar penghisap Akar liar

Akar gantung: 

Fungsi dari akar gantung yaitu, untuk menyerap O2/ udara bebas. contoh: akar pada pohon beringin Akar gantung

Akar banir: 

Akar banir ini bisa kita temukan pada tumbuhan-tumbuhan besar. Fungsi : untuk memperkokoh tumbuhan Bentuk akar : seperti bentuk papan terbalik Akar banir

Akar penghisap: 

Merupakan akar yang berada di batang tumbuhan lain. Akar ini merupakan sebagai parasit, di mana dia menghisap nutrisi dari sel inang pohon yang di tungganginya. Contoh: Benalu Akar penghisap

Jenis akar: 

Tumbuhan yang terdapat di muka bumi ini, hanya memiliki 2 jenis akar saja, yaitu: Akar tunggang Akar serabut Jenis akar

Akar tunggang: 

Sistem perakaran tunggang, terdiri atas sebuah akar besar dengan beberapa cabang dan ranting akar. Akar berasal dari perkembangan akar primer biji yang berkecambah. Perakaran tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae Akar tunggang

Akar serabut: 

Sistem perakaran serabut, terdiri atas sejumlah akar kecil, ramping yang ke semuanya memiliki ukuran sama . Sistem perakaran serabut terbentuk pada waktu akar primer membentuk cabang sebanyakbanyaknya, cabang tidak menjadi besar , dan akar primer selanjutnya mengecil. Tipe perakaran serabut terdapat pada akar tanaman monokotil . Akar serabut

Struktur akar: 

Struktur akar di bedakan menjadi 4, yaitu: Epidermis Korteks Endodermis Stele Struktur akar

Epidermis: 

Terdiri atas selapis sel dan tersusun rapat tanpa rongga antarsel. Sel epidermis berdinding tipis. Sel-sel epidermis yang dekat ujung akar mempunyai beberapa bulu akar (fungsi: memperluas bidang penyerapan). Epidermis berfungsi sebagai pelindung dan penerus air ke bagian dalam akar . Epidermis

Korteks: 

Terdiri atas beberapa lapis sel berdinding tipis dan tidak banyak ruang antarsel . berfungsi untuk pertukaran zat, juga sebagai tempa cadangan makanan . Korteks

Endodermis: 

Terdiri atas selapis sel, kebanyakan sel-selnya berdinding tebal dengan berlapiskan zat gabus dan terdapat pita kaspari, yang berperan dalam mengontrol aliran air dan garam mineral pada akar. Fungsi untuk mengatur masuk keluarnya bahan ke dan dari akar. Endodermis

Stele: 

Terdiri atas jaringan pembuluh, empulur dan bagian luar yang disebut perisekel, berfungsi membentuk cabang akar (akar samping/lateral). Berkas pembuluh pada akar monokotil tersusun bergantian dalam lingkaran (radial). Sedangkan pada akar dikotil, berkas pembuluh radial membentuk pola tertentu yang menyerupai bintang. Stele

PowerPoint Presentation: 

Golongan Tumbuhan Ciri khas Monokotil (berkeping satu) Akarnya serabut, mempunyai endodermis dan perisikel, tetapi tidak berkambium Dikotil (berkeping dua) Akarnya tunggang mempunyai endodermis, perisikel, dan kambium Perbedaan tumbuhan Monokotil dan tumbuhan Dikotil

BATANG: 

Batang merupakan organ pokok tumbuhan yang terletak diatas permukaan tanah. Namun, di sini batang mempunyai ciri-ciri khusus yaitu bagian yang berdaun dan mempunyai buku dan ruas. BATANG

Fungsi batang: 

Alat transportasi zat makanan dari akar ke daun, dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan Alat perkembangbiakan vegetatif Menyimpan cadangan makanan Tempat tumbuhnya daun, cabang dan bunga Fungsi batang

Berdasarkan bentuk: 

Batang memiliki 2 bentuk, yaitu: Tegak lurus Memanjat atau Merayap Berdasarkan bentuk

Berdasarkan jenis: 

Berdasarkan jenisnya batang di bedakan menjadi 2, yaitu: Batang dikotil Batang monokotil Berdasarkan jenis

Batang dikotil: 

Memiliki bagian-bagian, seperti: Epidermis Korteks Endodermis Stele (silinder pusat) Batang dikotil

Epidermis : 

Lapisan ini terletak paling luar dari organ batang. Epidermis terdiri atas lapis sel yang dinding selnya sudah mengalami penebalan yang disebut kutikula, dan dinding selnya tersusun sangat rapat tanpa adanya ruang antar sel. K utikula ini berfungsi untuk melindungi batang terhadap kekeringan . Epidermis

Korteks: 

Korteks terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat dan parenkim yang longgar dengan banyak ruang antarsel. Pada beberapa tumbuhan, parenkim korteks bagian tepi mengandung kloroplas, sehingga mampu mengadakan proses fotosintesis. Korteks

Endodermis: 

Endodermis sering disebut juga floeterma atau sarung amilum karena banyak berisi butir-butir amilum. Pada beberapa tumbuhan, floeterma mengalami penebalan membentuk pita caspary. Endodermis

Stele: 

Lapisan silinder pusat ini terdiri atas dua bagian, yaitu: Perisikel atau perikambium Berkas pengangkut, terdiri atas xilem dan floem. Stele

Perisikel atau perikambium: 

Lapisan silinder pusat ini bersifat meristematis. Sel-sel pada lapisan perikambium aktif membelah dan menghasilkan sel-sel yang baru. Kemampuan meristematis inilah yang mengakibatkan batang tumbuhan dikotil dapat tumbuh besar. Perisikel atau perikambium

Berkas pengangkut: 

Di antara xilem dan floem terdapat kambium intravaskuler. Kambium ini menyebabkan pertumbuhan sekunder berlangsung terus-menerus, tetapi pertumbuhan sangat ditentukan oleh keadaan lingkungan. Pada saat air dan zat hara tersedia cukup, yaitu pada musim penghujan, maka pertumbuhan sekunder terhenti. Jika keadaan lingkungan tidak mendukung, maka pertumbuhan sekunder berlangsung lagi. Demikian silih berganti sehingga menyebabkan pertumbuhan sekunder batang tampak berlapis-lapis. Setiap lapis terbentuk selama satu tahun dengan bentuk melingkar konsentris mengelilingi pusat. Lingkaran konsentris tersebut dinamakan lingkaran tahun. Berkas pengangkut

Batang Monokotil: 

Struktur batang di bedakan menjadi 4, yaitu: Epidermis Korteks Stele Empulur Batang Monokotil

Epidermis: 

Epidermis merupakan struktur terluar yang disusun oleh satu lapis sel. Epidermis dilengkapi dengan stomata dan bulu-bulu.Pada umumnya epidermis tumbuhan monokotil sama dengan tumbuhan dikotil. Epidermis

Korteks: 

Jaringan korteks terdiri atas beberapa lapis sel dengan rongga-rongga udara di antara sel-selnya. Fungsi jaringan ini yaitu sebagai tempat pertukaran gas. Pada tumbuhan monokotil, korteks kadang-kadang terdeferensiasi secara baik atau kadang sangat sempit. Korteks

Stele: 

Pada tumbuhan monokotil, batas korteks dan stele biasanya tidak terlalu terlihat. Xilem dan floem terdapat pada lapisan stele ini dan susunan berkas pengangkut yaitu bertipe kolateral tertutup, sehingga batang pada tumbuhan monokotil tidak mengalami pertumbuhan membesar. Stele

Empulur: 

Empulur terletak di bagian paling dalam dan tersusun dari jaringan parenkim. Pada beberapa tumbuhan, empulur ada yang menghilang. Contoh: Tumbuhan padi. Empulur

DAUN: 

Merupakan merupakan salah satu organ tumbuhan, yang pada umumnya daun berwarna hijau. Daun merupakan organ yang amat beragam, baik secara morfologi maupun anatomi. Berdasarkan morfologi, bagian daun terdiri atas: dasar daun tangkai daun, dan helaian daun. DAUN

Fungsi daun: 

Fungsi daun, yaitu: Tempat berlangsungnya fotosintesis Tempat menyimpan bahan makanan Pada tumbuhan tertentu sebagai alat perkembangan vegetatif Alat evaporasi (penguapan) Respirasi (melalui stomata) Menyerap energi cahaya matahari Fungsi daun

Struktur daun: 

Struktur anatomi daun di bagi menjadi 3, yaitu: Epidermis Mesofil Jaringan pembuluh Struktur daun

Epidermis: 

Epidermis daun tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar. Pada epidermis terdapat stomata atau mulut daun yang berfungsi untuk melaksanakan fungsi pertukaran gas. Epidermis

Mesofil: 

Merupakan jaringan dasar pada daun. Sel-sel penyusun pada mesofil tidak tersusun rapat dan banyak mengandung kloroplas untuk fotosintesis. Mesofil

PowerPoint Presentation: 

Mesofil pada daun di bedakan menjadi 2, yaitu: Mesofil pada tumbuhan dikotil Mesofil pada tumbuhan monokotil

Mesofil pada dikotil: 

Mesofil pada daun dikotil berdiferensiasi menjadi dua, yaitu: Jaringan tiang (palisade); jaringan palisade paling banyak mengandung kloroplas. Contoh: Daun dorsiventral (bifasial/bermuka dua), palisadenya hanya terdapat di atas saja daun. Daun isolateral (unifasial/bermuka satu), jaringan palisade terdapat di kedua bagian daun (ex: xerofit) Mesofil pada dikotil

PowerPoint Presentation: 

b. Jaringan bunga karang, memiliki fungsi untuk memudahkan pertukaran gas sehingga laju fotosintesis dapat meningkat

Mesofil pada Monokotil: 

Pada tumbuhan monokotil seperti suku Graminae , mesofil hanya tersusun atas jaringan bunga karang. Mesofil pada Monokotil

Jaringan pembuluh: 

Jaringan pembuluh pada daun membentuk jaringan kompleks yang disebut tulang daun. Pertulangan daun tersebut dapat digunakan untuk membedakan morfologi tumbuhan monokotil dan dikotil. Tulang daun terdiri atas xilem dan floem. Ikatan pembuluh akan berakhir di ujung daun berupa celah kecil yang disebut hidatoda . Jaringan pembuluh

Ciri morfologi: 

Tumbuhan monokotil: Pada tumbuhan ini tulang daun tersusun sejajar atau melengkung. Tumbuhan dikotil: tulang daun tersusun menjari atau menyirip. Ciri morfologi