4 TEORI PERILAKU KONSUMEN 1

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PERTEMUAN 4 TEORI PERILAKU & KONSUMSI KONSUMEN: 

PERTEMUAN 4 T EORI PERILAKU & KONSUMSI KONSUMEN TEORI EKONOMI MIKRO

TEORI PERILAKU & KONSUMSI KONSUMEN: 

TEORI PERILAKU & KONSUMSI KONSUMEN Konsumen adalah salah satu pelaku ekonomi yang selalu dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan, baik ketika mereka berada dipasar output (pasar produk) maupun dipasar in-put (pasar faktor produksi). Teori Perilaku Konsumen adalah bagaimana ia memutuskan berapa jumlah barang dan jasa yang akan dibeli dalam berbagai situasi . Teori konsumsi konsumen adalah teori yang mempelajari bagaimana manusia / konsumen itu memuaskan kebutuhannya dengan pembelian / penggunaan barang dan jasa . Utilitas (nilai guna) adalah kemampuan sesuatu barang dalam memenuhi kebutuhan manusia. Tujuan konsumen adalah memaksimalkan utilitas dengan batasan berupa pendapatan dan harga yang bersangkutan

PowerPoint Presentation: 

Pendekatan Cardinal Total Utility (TU) Marginal Utility (MU) Pendekatan Ordinal / Analisis Kurva Indiference Indifference curve Budget line Pendekatan Revealed Preference P ENDEKATAN TEORI UTILITAS PADA PERILAKU KONSUMEN

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN CARDINAL: 

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN CARDINAL Asumsi yang berlaku : N ilai guna dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif dan alat ukurnya adalah uang. Uang dapat digunakan sebagai alat ukur apabila uang dipandang sebagai subjek. Contoh: Semakin tinggi tingkat kepuasan seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang artinya barang tersebut mempunyai nilai guna yang sangat tinggi bagi kehidupannya, maka semakin besar pula kesediaan konsumen tersebut untuk mengorbankan uangnya, sebaliknya semakin rendah nilai guna barang tersebut akan semakin kecil pula kesediaan konsumen mengorbankan uangnya.

KONSEP UTILITAS: 

KONSEP UTILITAS Total Utility (TU) yaitu jumlah keseluruhan kepuasan (utilitas) yang diperoleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Hukum TU: Increasing Total Utility , artinya semakin banyak barang yg dikonsumsi persatuan waktu, semakin besar jumlah nilai guna (TU) yg diperoleh, sampai pada satu titik tertentu (titik kepuasan maksimal). Setelah titik ini tercapai penambahan jumlah barang yg dikonsumsi akan menimbulkan TU yg menurun. 5

KONSEP UTILITAS (cont`d): 

KONSEP UTILITAS (cont`d) Marginal Utility (MU), yaitu pertambahan nilai guna (kepuasan) yang diperoleh sebagai akibat dari pertambahan satu unit barang yang dikonsumsi. Hukum MU: The Law of Diminishing Marginal Utility , artinya semakin banyak suatu barang yg dikonsumsi pertambahan nilai guna (kepuasan) yg diperoleh dari setiap pertambahan 1 unit barang yg dikonsumsi akan menurun. 6

CONTOH: KETERKAITAN JUMLAH KONSUMSI, NILAI TU & NILAI MU: 

CONTOH: KETERKAITAN JUMLAH KONSUMSI, NILAI TU & NILAI MU Jumlah Konsumsi (Q) TU MU 0 0 10 1 10 8 2 18 5 3 23 2 4 25 0 5 25 -3 6 22 -5 7 17 Nilai MU diperoleh dari rumus: MU = ∆TU = TU X – TU X-1 ∆Q Q X – Q X-1 MU = ∆TU = 18 - 10 = 8 ∆Q 2 - 1

PowerPoint Presentation: 

8 25 20 15 10 5 0 1 2 3 4 5 6 7 TU MU TU & MU Q Sifat hubungan TU dgn MU : Ketika kurva TU naik, nilai MU positif & kurvanya diatas sumbu horizontal Ketika kurva TU maksimum nilai MU nol, kurvanya memotong sumbu horizontal Ketika kurva TU menurun nilai MU negatif dan kurvanya dibawah sumbu horizontal KURVA TU & MU

KESEIMBANGAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN KARDINAL: 

KESEIMBANGAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN KARDINAL 9 Seorang konsumen dikatakan dalam equilibrium apabila konsumen tersebut memperoleh kepuasan maksimum. Kepuasan maksimum terjadi disaat: besar pengorbanan yg dilakukan sama dengan manfaat atau nilai guna yang diperoleh. MU x = P x atau MU x = 1 P x

PowerPoint Presentation: 

10 Px3 Px2 Px1 0 X3 X2 X1 A MU Px, MUx Jumlah Konsumsi B C D E Kepuasan maksimum terjadi sepanjang kurva MU. Seperti pada titik B, C dan E, selalu terjadi Px = MUx Syarat Px = MUx Dititik E → 0Px1 = EX 1 Dititik C → 0Px2 = CX 2 Dititik B → 0Px3 = Bx 3 Jika Px dianggap sebagai harga barang X, hal ini menunjukan bahwa kurva MUx tidak lain adalah kurva permintaan, artinya : Kurva Demand = Kurva Marginal Utility Jika Barang yg dikonsumsi hanya 1 barang = MUx = 1 Px 2. Jika barang dikonsumsi lebih dr satu = MUx = MUy Px Py KESEIMBANGAN KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN KARDINAL (Cont`d)

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN ORDINAL: 

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN ORDINAL Pendekatan ini mempunyai asumsi : Rationality ; konsumen diasumsikan rasional artinya ia memaksimalkan utility dengan pendapatan pada harga pasar tertentu . Dan konsumen dianggap mempunyai pengetahuan sempurna mengenai informasi pasar Utility adalah bersifat ordinal artinya konsumen cukup memberikan rangking atau peringkat kombinasi mana saja yang ia sukai . Dengan demikian , konsumen tidak perlu memberikan util ility atau satuan kepuasan terhadap barang yang dikonsumsi . Menganut hukum Diminishing Marginal Rate of Substitution artinya bila konsumen menaikkan konsumsi barang yang satu akan menyebabkan penurunan konsumsi barang yang lain dan dapat digambarkan dengan kurva indeferen .

PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN ORDINAL (Cont`d): 

Total Utility yang diperoleh konsumen tergantung dari jumlah barang yang Bersifat consistency dan transi ti vity of choice artinya bila , A>B, B>C maka barang A lebih disukai dari B dan barang B lebih disukai dari C kesimpulannya bahwa A>B>C maka A>C. PERILAKU KONSUMEN DENGAN PENDEKATAN ORDINAL (Cont`d)

Kurva Indiferens: 

Kurva Indiferens Adalah kurva yang menghubungkan titik – titik berbagai kombinasi antara 2 barang yang dapat memberikan kepuasan yang sama bagi seorang konsumen . Cirinya adalah: Turun dari kiri atas ke kanan bawah, hal ini disebabkan adanya faktor substitusi antara dua barang yg dikonsumsi. Kurva Indiferens tidak berpotongan satu sama lain. Cembung terhadap titik origin.

Contoh Kurva Indeffernt: 

Contoh Kurva Indeffernt 14 Kombinasi Jumlah Marginal Rate of Substitution (MRS= ∆ M/ ∆ P) Makanan (M) Pakaian (P) A 10 2 3 B 7 3 2 C 5 4 1 D 4 5 0,5 E 3 7 0,3 F 2 10 10 7 5 4 3 2 0 2 3 4 5 7 10 A Makanan Pakaian B C D E F IC MRS = ∆M ∆P

INDEFFERENCE MAP (Peta Kurva Kepuasan Sama): 

INDEFFERENCE MAP (Peta Kurva Kepuasan Sama) 15 Yaitu suatu gambaran yang memperlihatkan kumpulan dari beberapa IC dan setiap kurva IC mempunyai tingkat kepuasan berbeda. Semakin jauh IC dari titik origin menunjukan tingkat kepuasan semakin tinggi 4 0 2 4 6 A Celana Baju B C D IC3 IC2 IC1

Budget Line (Garis Anggaran): 

Budget Line ( Garis Anggaran ) Adalah suatu garis anggaran pengeluaran yg memperlihatkan hubungan berbagai titik kombinasi dari dua macam barang yg dikonsumsi dengan batas anggaran tertentu yg sama . Konsumen hanya mampu membeli sejumlah barang yang terletak pada atau sebelah kiri garis anggaran . Persamaan garis anggaran : I = XPx + YPy I = Anggaran / Pendapatan yang tersedia X = Jumlah barang X dan Px = harga barang X Y = Jumlah barang Y dan Py = harga barang Y

Contoh Kasus:: 

Contoh Kasus: 17 Seorang konsumen mempunyai dana Rp. 100.000. Ia akan membeli Pakaian dan Makanan. Harga Pakaian (Pp) = Rp. 10.000,- unit, Harga Makanan (Pm) = Rp. 4.000,- per unit. Jika semua dana dibelikan untuk pakaian, maka jumlah pakaian diperoleh 10 unit. (I / Pp = Rp. 100.000,- / Rp. 10.000,-) Jika semua dana dibelikan untuk makanan, maka makanan yg didapat sebanyak 25 unit. (I / Pm = Rp. 100.000,- / Rp. 4.000,-) Komb Dana (Rp) Jumlah Makanan Jumlah Pakaian A 100.000 25 x 4000 = 100.000 0 x 10.000 = 0 B 100.000 20 x 4000 = 80.000 2 x 10.000 = 20.000 C 100.000 15 x 4000 = 60.000 4 x 10.000 = 40.000 D 100.000 10 x 4000 = 40.000 6 x 10.000 = 60.000 E 100.000 5 x 4000 = 20.000 8 x 10.000 = 80.000 F 100.000 0 x 4000 = 0 10 x 10.000 = 100.000

CONTOH FUNGSI BUDGET LINE (BL): 

CONTOH FUNGSI BUDGET LINE (BL) 18 Dengan dana Rp. 100.000,- Harga Barang X = Px= Rp.10.000,- dan Harga barang Y = Py = Rp. 4.000,- Rumus Fungsi BL → I = X Px + Y Py 100.000 = X 10.000 + Y 4.000 4.000 Y = 100.000 – 10.000 X Y = 100.000 / 4.000 – 10.000 / 4.000 X Fungsi BL = Y = 25 – 2,5 X

Kurva Budget Line: 

Kurva Budget Line 25 20 15 10 5 0 2 4 6 8 10 A Makanan Pakaian B C D E F Garis lurus AF menunjukan garis anggaran pengeluaran sebesar Rp. 100.000,- untuk membeli dua barang konsumsi makanan dan pakaian. Titik A memperlihatkan semua dana dihabiskan untuk membeli makanan dan titik F semua dana dibelikan untuk pakaian. Titik-titik yg lain seperti B, C, D & E merupakan macam-macam kombinasi yg mungkin dapat dibeli dengan dana yg sama.

PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL: 

PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL 20 Bentuk fungsi atau kurva BL dapat berubah apabila dipengaruhi oleh: Faktor Harga , Jika P turun BL bergeser menjauhi titik origin Jika P naik BL bergeser sejajar mendekati titik origin Faktor Pendapatan , Bila I berkurang BL bergeser sejajar mendekati titik origin Bila I bertambah BL bergeser sejajar menjauhi titik origin

PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL (Cont`d): 

21 PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL (Cont`d) A Y 0 B” B B’ X Gambar A Keterangan Gambar Kurva AB → Fungsi BL sebelum dipengaruhi perubahan harga barang X Kurva AB’ → Fungsi BL jika dipengaruhi harga barang X turun Kurva AB” → Fungsi BL bila dipengaruhi harga barang X naik Sedangkan Harga Barang Y tetap tidak berubah

PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL (Cont`d): 

22 PERUBAHAN KURVA / FUNGSI BL (Cont`d) A’ A A” Y 0 B” B B’ X Gambar B Keterangan Gambar Kurva AB → Fungsi BL sebelum dipengaruhi perubahan pendapatan Kurva A’B’ → Fungsi BL jika dipengaruhi pendapatan naik Kurva A”B” → Fungsi BL jika dipengaruhi pendapatan turun.

Contoh: Perubahan Fungsi BL: 

Contoh: Perubahan Fungsi BL 23 Dengan dana Rp. 100.000,- Harga Barang X = Px= Rp.10.000,- dan Harga barang Y = Py = Rp. 4.000,- Fungsi BL sebelum pengaruh perubahan harga & Pendapatan Rumus Fungsi BL → I = X Px + Y Py 100.000 = X 10.000 + Y 4.000 4.000 Y = 100.000 – 10.000 X Y = 100.000 / 4.000 – 10.000 / 4.000 X Fungsi BL = Y = 25 – 2,5 X

Contoh: Perubahan Fungsi BL: 

Contoh: Perubahan Fungsi BL 24 Jika harga barang X naik menjadi Rp. 12.000 ,- sedangkan I dan Py tetap fungsi BL berubah menjadi BL’ Rumus Fungsi BL → I = X Px + Y Py 100.000 = X 12.000 + Y 4.000 4.000 Y = 100.000 – 12.000 X Y = 100.000 / 4.000 – 12.000 / 4.000 X Fungsi BL’ = Y’ = 25 – 3 X

Contoh: Perubahan Fungsi BL: 

Contoh: Perubahan Fungsi BL 25 Jika pendapatan naik menjadi Rp. 120.000 ,- sedangkan Px dan Py tetap fungsi BL berubah menjadi BL’ Rumus Fungsi BL → I = X Px + Y Py 120.000 = X 10.000 + Y 4.000 4.000 Y = 120.000 – 10.000 X Y = 120.000 / 4.000 – 10.000 / 4.000 X Fungsi BL’ = Y’ = 30 – 2,5 X

KESEIMBANGAN KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL: 

KESEIMBANGAN KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL 26 Secara ordinal seorang konsumen dikatakan dalam equilibrium apabila keinginan konsumen sama persis dengan kemampuan konsumen . Keinginan konsumen dinyatakan dengan Indifference Curve (IC) dan Kemampuan konsumen dinyatakan dengan Budget Line (BL) Secara teori keseimbangan konsumen terjadi ketika BL bersinggungan dengan IC. Contoh : Dana yg tersedia untuk membeli makanan & pakaian Rp.75.000,- Harga Makanan dan Pakaian masing-masing Pm = Rp. 2.500 & Pp = Rp.3.000,- . Keseimbangan konsumen terjadi ketika konsumen mengkonsumsi makanan 18 unit dan pakaian 10 unit.

KESEIMBANGAN KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL (Cont`d): 

KESEIMBANGAN KONSUMEN PENDEKATAN ORDINAL (Cont`d) 27 30 18 15 Makanan 0 10 20 25 Pakaian Kurva BL A R E S B IC3 IC2 IC1 Kurva IC1, IC2 & IC3 merupakan kurva kepuasan sama yg masing-masing mempunyai tingkat kepuasan yg berbeda & tingkat kepuasan IC1<IC2<IC3 Kurva AB merupakan kurva BL. Titik A,R,E,S & B berada pd kurva BL yg sama, artinya memiliki anggaran yg sama sebesar Rp. 75.000,- Keseimbangan ada pd titik E, artinya keseimbangan konsumen terjadi ketika menkonsumsi makanan 18 unit & pakaian 10 unit. Dengan ttl anggaran 18 x Rp.2.500+10xRp.30.000= Rp.75.000 Kepuasan di titik R & S berada pd tingkat kepuasan IC1 bukan equiblirium dan konsumen tdk mencapai kepuasan maksimum Kepuasan pd IC3 tidak mungkin dicapai karena berada diluar garis batas anggaran AB.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN: 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN 28 Kurva Price Consumption Curve (PCC) yaitu kurva yg terjadi akibat dari perubahan harga dan mengakibatkan garis anggaran (BL) bergeser/ berubah A Makanan 0 B1 B2 B3 Pakaian IC2 IC1 E2 PCC IC3 E1 E1

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d): 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d) 29 2. Kurva Income Consumption Curve (ICC) yaitu kurva yg terjadi akibat dari perubahan pendapatan dan mengakibatkan garis anggaran (BL) bergeser/ berubah Makanan 0 B1 B2 B3 Pakaian IC2 IC1 E2 ICC IC3 E1 E3 A3 A2 A1

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d): 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d) 30 Hubungan PCC dengan Kurva Permintaan Didalam analisis ordinal terbentuknya kurva permintaan dapat ditemukan melalui derivasi dari kurva PCC. Contoh: Seorang konsumen mempunyai pendapatan sebesar I=Rp.600.000,- akan membeli pakaian dan makanan. Harga pakaian perunit Pp=Rp. 25.000,- dan harga makanan perunit Pm=Rp.15.000,- . Dengan pendapatan, harga makanan dan pakaian tersebut konsumen berada dalam kondisi equilibrium apabila mengkonsumsi pakaian 10 unit dan makanan 25 unit. Jika hrga pakaian berubah turun misalkan Pp’=Rp.15.000,- sedangkan harga pakaian tetap. Equilibrium konsumen tercapai dengan mengkonsumsi pakaian 20 unit dan makanan 20 unit. Jika harga pakaian turun lagi menjadi Pp”=Rp.10.000,- sedangkan harga pakaian tetap. Equilibrium konsumen tercapai dengan mengkonsumsi pakaian 33 unit dan makanan 18 unit.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d): 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN KONSUMEN (Cont`d) 31 4. Hubungan ICC dengan Kurva Enggel Kurva Enggel Ordinal yaitu kurva yg memperlihatkan bagaimana pengaruh perubahan pendapatan seseorang terhadap perubahan permintaannya untuk suatu barang. Contoh: Seorang konsumen mempunyai pendapatan sebesar I=Rp.300.000,- akan membeli pakaian dan makanan. Harga pakaian perunit Pp=Rp. 25.000,- dan harga makanan perunit Pm=Rp.15.000,- . Dengan pendapatan, harga makanan dan pakaian berada dalam kondisi equilibrium apabila 50% dari dananya digunakan untuk pakaian & sisanya 50% untuk makanan. Jika pendapatan naik I’=Rp.450.000,- sedangkan harga pakaian & makanan tetap. Equilibrium konsumen tercapai tetap ketika 50% dari dananya digunakan untuk pakaian dan sisanya 50% lagi untuk makanan. Jika pendapatan naik lagi menjadi I’=Rp.600.000,- dan harga pakaian dan pakaian tetap. Equilibrium konsumen tercapai tetap ketika 50% dari dananya digunakan untuk pakaian & sisanya 50% untuk makanan.

EFEK HARGA, PENDAPATAN & SUBSTITUSI (Next week): 

EFEK HARGA, PENDAPATAN & SUBSTITUSI (Next week) 32 Jika terjadi perubahan harga dari suatu barang konsumsi ini akan berdampak untuk munculnya efek pendapatan dan efek substitusi dikarenakan: Hubungan Efek harga dengan efek pendapatan Jika harga barang konsumsi naik terjadi penurunan riel income, artinya kemampuan beli pendapatan yg dimiliki akan turun, sehingga konsumen akan membeli barang konsumsi lebih sedikit berarti terjadi efek pendapatan Jika harga barang konsumsi turun terjadi kenaikan riel income, artinya kemampuan beli pendapatan yg dimiliki akan naik, sehingga konsumen akan membeli lebih banyak, berarti terjadi efek pendapatan . Hubungan efek pendapatan dengan efek substitusi Jika riel income turun, konsumen akan mengurangi pembelian terhadap barang konsumsi tertentu, kemudian mencari dan mengganti barang konsumsi tersebut dengan barang lain yg lebih murah tapi kegunaannya sama, berarti terjadi efek substitusi. Jika riel income naik, konsumen akan menambah pembelian barang konsumsi tertentu dengan mengurangi pembelian terhadap barang lain yg kegunaannya sama, berarti terjadi efek substitusi .

Contoh: EFEK HARGA, PENDEPATAN & SUBSTITUSI: 

Contoh: EFEK HARGA, PENDEPATAN & SUBSTITUSI 33 Jika konsumen mempunyai dana sebesar Rp. 120.000,- yg akan dibelanjakan untuk membeli barang konsumsi yaitu ikan & telur. Harga ikan Rp.10.000,- per Kg dan telur Rp.8.000,- per kg. Dengan kondisi tersebut konsumen akan berada dalam equiblirium jika 50% dananya dibelanjakan untuk ikan (yaitu Rp.60.000,- sehingga jumlah ikan yg dibeli 6 Kg dan sisanya untuk telur (Rp.60.000,- sehingga telur yg dibeli sebanyak 7,5Kg). Kemudian hrga telur turun 50% sehingga menjadi Rp. 4.000,- per Kg dan ini akan menyebabkan riel income konsumen naik dan garis BL bergeser. Keseimbangan konsumen akan berubah dimana konsumen akan dapat membeli ikan tetap 6Kg dan telur bertambah 15Kg. Perubahan atau perpindahan keseimbangan konsumen tersebut merupakan efek harga yang dapat menimbulkan efek pendapatan. Konsumen ingin mempertahankan tingkat kepuasan dalam berkonsumsi sebelum hrga telur turun. Hal ini menyebabkan dana yang diperlukan dapat dikurangi dari Rp. 120.000,- menjadi Rp.80.000,- sehingga garis anggaran bergeser mendekati ke kiri dan menyinggung kurva kepuasan semula dan terjadi perubahan keseimbangan konsumen dan ini merupakan efek pendapatn mempengaruhi munculnya efek substitusi.

Contoh (Cont`d): EFEK HARGA, PENDEPATAN & SUBSTITUSI: 

34 Contoh (Cont`d): EFEK HARGA, PENDEPATAN & SUBSTITUSI 12 Ikan 0 7,5 10 15 20 30 Telur E3 IC1 IC2 BL3 8 6 4 BL1 BL2 E1 E2 Pergeseran keseimbangan dari titik E1 ke E2 merupakan efek harga thdp permintaan telur bertambah sebesar 7,5kg Pergeseran keseimbangan dari titik E2 ke E3 merupakan efek pendapatan thdp permintaan telur berkurang sebesar 5 Kg. Pergeseran keseimbangan dari titik E1 ke E3 merupakan efek subsidi terhdapa permintaan telur bertambah sebesar 2,5Kg.

TEORI PERILAKU KONSUMEN: “REVEALED PREFERENCE”: 

TEORI PERILAKU KONSUMEN: “REVEALED PREFERENCE” 35 Teori Revealed Prefernce pada prinsipnya menunjukan bahwa pokok dalam teori konsumen bisa diterangkan atas dasar “pilihan yang diungkapkan”. (Revealed Prefernce) konsumen dalam memilih berbagai macam barang yang dihadapinya dengan syarat konsumen konsisten dalam preferensinya akan barang satu dibandingkan barang lainnya. Menurut ekonom Kelvin Lancaster, bahwa yg menimbulkan kepuasan bukanlah konsumsi “barang” dalam artian sehari-hari, tetapi ada unsur-unsur yg bersifat lebih fundamental dari “barang” itu sendiri. Contoh: Sepiring nasi didalamnya mengandung unsur sekian gram karbohidrat dan protein, dalam sebuah strawberry mengandung vitamin C dan zat antioksidant, dalam sebuah pakain mengandung kehangatan dan kebanggan. Unusur-unsur karakteristik itulah yg dapat memuaskan konsumen bukan sepiring nasi, sebuah strawberry atau sebuah pakaian.

TEORI PERILAKU KONSUMEN: “REVEALED PREFERENCE” (Cont`d): 

TEORI PERILAKU KONSUMEN: “REVEALED PREFERENCE” (Cont`d) 36 10 Pisang 0 1 2 4 10 Jagung D 8 5 2 1 B Unit Karbohidrat (Karakteristik II) Unit Proteint (Karakteristik I) A C

TEORI PERILAKU KONSUMEN DI PASAR INPUT: 

TEORI PERILAKU KONSUMEN DI PASAR INPUT 37 Dua agen utama pengambil keputusan dalam perekonomian adalah rumah  tangga dan perusahaan . Rumah tangga dan perusahaan berinteraksi dalam dua jenis pasar, yaitu: pasar output (barang) dan pasar input (faktor produksi), dengan interaksi diantara keduanya dalam bentuk yang paling sederhana: rumah tangga meminta barang atau jasa (pasar output) dan menawarkan faktor-faktor produksi (pasar input), sedangkan perusahaan menawarkan barang/jasa (pasar output) dan meminta faktor-faktor produksi (pasar input). Jadi pasar input yaitu rumah tangga konsumen dipasar input akan bertindak sebagai supplier, karena mereka akan menawarkan faktor produksi seperti tenaga kerja dan dana yang diperlukan untuk kegiatan produksi. Ada 2 pendekatan TPK : Pasar Tenaga Kerja dan Pasar Modal

TEORI PERILAKU KONSUMEN DIPASAR TENAGA KERJA: 

TEORI PERILAKU KONSUMEN DIPASAR TENAGA KERJA 38 Pada pasar tenaga kerja konsumen akan dihadapkan pada 2 hal, yaitu: Keinginan untuk memperoleh pendapatan Keinginan untuk mendapatkan waktu luang untuk istirahat jika dikaitkan dengan perkembangan tingkat upah W4 0 6 10 12 18 24 D B A C W2 W3 W1 S.Tk Upah Waktu / Jam perhari S.Tk: Kurva Supply Tenaga Kerja W1 : Tingkat upah perjam Rp. 2.000,- W2 : Tingkat upah perjam Rp. 5.000,- W3 : Tingkat upah perjam Rp.10.000,- W4 : Tingkat upah perjam Rp.15.000,-

TEORI PERILAKU KONSUMEN DI PASAR MODAL: 

TEORI PERILAKU KONSUMEN DI PASAR MODAL 39 Pada pasar modal konsumen akan dihadapkan pada 2 hal, yaitu: Menggunakan pendapatan sekarang untuk mendanai pengeluaran masa depan, artinya konsumen disini akan berhemat untuk menabung. Menggunakan pendapatan masa depan untuk mendanai pengeluaran sekarang, artinya konsumen akan meminjam uang untuk berinvestasi. r1 0 df da de dc db E B A C rE Tingkat Bunga Jumlah Dana r2 F Investasi Tabungan