PERFORMANCE MANAGEMENT AND MOTIVATION EXCELLENCE :PERFORMANCE MANAGEMENT AND MOTIVATION EXCELLENCE By: Ade fauji
MOTIVASI :MOTIVASI Terbentuk dari sikap (attitude) untuk menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation)
Sikap mental yang positif terhadap situasi kerja Motivasi Kinerja max
Sikap mental yang siap sedia secara psikofisik (siap secara mental, fisik, situasi, tujuan)
KINERJA :KINERJA Hasil kerja (kuantitas dan kualitas) yang dicapai
pimpinan/karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai
tanggung jawab yang diberikan
Faktor yang mempengaruhi kinerja adalah ability dan
motivasi
Keith Davis (1994)
HP = A + M
M = At + St
A = Kn + Sk
HP = (Kn + Sk) + (At + St)
Keterangan :
HP = Human Performance, M = Motivation, At = Attitude,
St = Situation, Kn= Knowledge, Sk= Skill, A = Ability
KINERJA MAX = The right man in the right place, The right man on the right job
Slide 4:David McClelland (1987)
MP = dorongan kuat untuk melakukan tugas kerja
sehari-hari dengan sebaik-baiknya sampai
mendapat predikat terpuji
Motivasi berprestasi (MP) kinerja max
Tumbuh dalam diri masyarakat + dukungan
pimpinan
Teori Motivasi :Teori Motivasi PENDEKATAN ISI
Lebih menekankan pada faktor yg membuat
karyawan melakukan suatu tindakan tertentu (ex :
teori Maslow)
PENDEKATAN PROSES
menekankan pada faktor yang membuat karyawan
bertindak dan bagaimana karyawan itu termotivasi, ex :
Teori McClelland
PDKT PENGUAT
menekankan pada faktor-faktor yang dapat meningkatkan
suatu tindakan atau mengurangi suatu tindakan, ex :
Teori Skinner (Operant Conditioning)
Need Theories of Motivation :Need Theories of Motivation Maslow`s Need Hierarchy Theory
Kebutuhan = fundamen yang mendasari perilaku karyawan FISIOLOGI
85% RASA AMAN
70% RASA MEMILIKI
50% AKTUALISASI
DIRI
10% HARGA DIRI
40%
Need Theories of Motivation :Need Theories of Motivation Hezberg Two Factor Theory
Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan/ketidakpuasan
Faktor pemeliharaan : administrasi dan kebijakan perusahaan, kualitas pengawasan, hubungan dengan pengawas, hubungan dengan subordinate, upah, keamanan kerja, kondisi kerja, dan status.
Faktor permotivasian : dorongan berprestasi, pengenalan, kemajuan, work it self, kesempatan berkembang, dan tanggung jawab.
Need Theories of Motivation :Need Theories of Motivation Achievement Theory David McClelland
“VIRUS MENTAL”, yaitu kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mampu mencapai prestasinya secara maksimal.
Terdiri dari tiga dorongan kebutuhan :
Need of Achievment : kebutuhan berprestasi
Need of Affiliation : kebutuhan memperluas pergaulan
Need of Power : kebutuhan menguasai sesuatu
Virus Mental perlu dibina dengan cara mengembangkan potensi mereka melalui lingkungan kerja yang efektif agar terwujudnya produktivitas perusahaan yang berkualitas tinggi dan tercapainya tujuan utama organisasi.
Need Theories of Motivation :Need Theories of Motivation Achievement Theory David McClelland
Karateristik manajer yang mempunyai MP tinggi menurut McClelland dan Edward Murray :
Bertanggung jawab
Program kerja berdasarkan rencana dan tujuan realistis serta berjuang untuk merealisasikannya
Mampu mengambil keputusan dan berani mengambil risiko
Melakukan pekerjaan yang berarti dan menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan
Ingin menjadi orang terkemuka yang menguasai bidang tertentu
Cognitive Theories of Motivation :Cognitive Theories of Motivation Expectancy Theory
Victor H. Vroom
M = V x H
M= Motivasi, V = Valensi, H = Harapan
Produk dari valensi dan harapan adalah motivasi yang dapat mendorong karyawan untuk melakukan aksi dalam mencapai tujuannya. Aksi dapat berupa mengikuti pelatihan.
Hasil primernya adalah promosi jabatan dan gaji lebih tinggi.
Hasil sekundernya antara lain, status menjadi lebih tinggi, pengenalan kembali, keputusan pembelian produk, dan pelayanan keinginan keluarga.
Cognitive Theories of Motivation :Cognitive Theories of Motivation Equity Theory
Dikembangkan oleh Adam.
Komponen : Input, Outcome, Comparison Person, Equity-in-equity.
Input : semua nilai yang diterima pegawai yang dapat menunjang pelaksanaan kerja
Outcome : semua nilai yang diperoleh dan dirasakan karyawan
Comparison person : seorang karyawan dalam organisasi yang sama, seorang karyawan dalam organisasi berbeda atau dirinya sendiri dalam pekerjaan sebelumnya.
Puas atau tidak puas dengan membandingkan input-outcome dirinya dengan karyawan lain. Perbandingan seimbang (equity) = puas
Perbandingan tidak seimbang (inequity) jika over compensation inequity dan under compensation inequity.
Cognitive Theories of Motivation :Cognitive Theories of Motivation Goal-setting Theory
Dikembangkan oleh Edwin Locke
Strategi permotivasian yang krusial adalah penetapan tujuan.
Penetapan suatu tujuan tidak hanya berpengaruh pada pekerjaan tapi juga merangsang karyawan untuk mencari atau menggunakan metode kerja yang efektif.
Dalam menetapkan tujuan, karyawan perlu dilibatkan agar dapat menumbuhkan motivasi kerja dan pencapaian prestasi kerja maksimal.
Using Motivation Theory at Work :Using Motivation Theory at Work Intervention Programs
Seorang pimpinan perusahaan harus mampu memotivasi karyawan bawahan dengan memahami apa yang dibutuhkan karyawan.
Tiga aspek yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan:
Perbedaan karateristik individu : kebutuhan, minat, sikap, nilai
Perbedaan karateristik pekerjaan : persyaratan jabatan untuk setiap pekerjaan
Perbedaan karateristik organisasi (lingkungan kerja) : peraturan kerja, iklim kerja, budaya kerja yang disepakati
Pimpinan perlu memahami ketiga aspek tersebut agar perilaku kerja karyawan dapat diarahkan untuk mencapai produktivitas kerja maksimal
Using Motivation Theory at Work :Using Motivation Theory at Work Pay Incentive Plans
Insentif (berupa uang) yang diberikan kepada karyawan sangat berpengaruh terhadap motivasi dan produktivitas kerja. Karenanya, pimpinan perlu membuat perencanaan pemberian insentif yang memadai.
Using Motivation Theory at Work :Using Motivation Theory at Work Job Redesign
Proses terjadinya pengaruh secara berkelanjutan dan perubahan pekerjaan yang berhubungan dengan karateristik pekerjaan tertentu yang diharapkan lebih memotivasi karyawan.
Pertimbangan Job Redesign :
Apakah memungkinkan untuk mengatasi kelesuan kerja
Apakah tidak menyebabkan diskualifikasi kemampuan karyawan
Apakah karyawan merasa menjadi lebih potensial
Dilaksanakan agar karyawan tidak mengalami kebosanan dan mampu meningkatkan produktivitas kerja
Using Motivation Theory at Work :Using Motivation Theory at Work Behavior Modification
Modifikasi perilaku kerja memperhatikan beberapa hal :
Nilai penghargaan yang diharapkan karyawan
Persepsi karyawan dalam berupaya mencapai penghargaan
Usaha yang harus dilakukan
Persepsi peranan
Prestasi kerja yang diisyaratkan untuk dapat mencapai penghargaan
Penghargaan intrinsik dan ekstrinsik
Persepsi penghargaan yang adil
Tingkat kepuasaan kerja yang dicapai karyawan
Penggunaan teori motivasi pada perusahaan ini Nama Perusahaan : PT. Sumber Daya (Perusahaan importir Consumer Goods and Toys) :Penggunaan teori motivasi pada perusahaan ini Nama Perusahaan : PT. Sumber Daya (Perusahaan importir Consumer Goods and Toys) Intervention Programs
Pimpinan kurang memahami aspek yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan
Misalnya : meskipun sudah dibuat peraturan kerja namun masih ada toleransi yang tidak adil terhadap karyawan yang masih merupakan kerabat. Ini menciptakan iklim kerja yang tidak nyaman dan menyebabkan kurangnya motivasi karyawan untuk mencapai produktivitas kerja maksimal.
Pay Incentive Plans
Pimpinan sudah membuat perencanaan pemberian insentif yang memadai dengan adanya bonus dan kenaikan gaji setiap tahun.
Job Redesign
Pimpinan membuat job redesign sesuai dengan hasil evaluasi kerja masing-masing departemen dan karyawan namun terkadang menyebabkan diskualifikasi kemampuan karyawan.
Behaviour Modification
Dalam perusahaan ini dapat dikatakan kurang dalam memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi sehingga tidak adanya kepuasaan kerja.
Penggunaan teori motivasi pada perusahaan ini Nama Perusahaan : PT. Cargill Indonesia (PMA bergerak di Ex-Im Agriculture) :Penggunaan teori motivasi pada perusahaan ini Nama Perusahaan : PT. Cargill Indonesia (PMA bergerak di Ex-Im Agriculture) Intervention Programs
Manajemen pada perusahaan ini lebih profesional karena setiap tahapan pekerjaan dan jenis pekerjaan telah ada prosedurnya. sehingga karyawan yang melanggar prosedur akan menerima sanksi yg setimpal dengan pelanggaran yg telah dibuatnya. dan setiap prosedur/program telah disosialisasikan terlebih dahulu kepada karyawan sebelum diimplementasikan dalam training internal. untuk program pengembangan external pun dikirimkan beberapa karyawan yg kompeten untuk mengikuti external training yg dibutuhkan.
Pay Incentive Plans
dalam rangka pemberian gaji dan bonus perusahaan melihat dari kinerja karyawan yg mengacu pada penilaian karyawan yg dilakukan oleh atasannya langsung
Job Redesign
untuk memberikan penghargaan kepada karyawan manajemen memberikan keluasan kepada karyawan untuk melakukan rotasi sendiri seandainya karyawan yg bersangkutan merasa jenuh dengan lokasi kerja yg sekarang ini
Behaviour Modification
Pihak manajemen selalu memberikan apresiasi kepada karyawan yg berprestasi secara langsung dan selalu dipublikasikan di media internal agar dapat memotivasi dari karyawan yg lainnya
IMPLEMENTASI MOTIVASIDI DINAS PENDIDIKAN KOTA CILEGON :IMPLEMENTASI MOTIVASIDI DINAS PENDIDIKAN KOTA CILEGON Sebagai seorang manager / pimpinan sudah merupakan kewajiban untuk memotivasi bawahan / staff, agar dalam melaksanakan tugas dapat berjalan dengan lancar sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik
Berusaha menempatkan orang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right job / Keith Davis ).
Seorang pimpinan / manager berusaha semaksimal mungkin agar karyawan / bawahan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab tanpa adanya tekanan, sehingga menghasilkan suatu yang diharapkan dengan mutu yang sesuai yang diharapkan
Adanya penghargaan yang dapat meningkatkan kinerja baik berupa bonus, kenaikan pangkat serta promosi dalam menduduki suatu jabatan
Sebagai pimpinan berusaha agar segala permasalahan yang dihadapi bawahan dapat diketahui sekaligus diperbaiki, seperti tentang kesehatan, perekonomiannya, serta keadaan tentang keluarganya. Hal itu sangat berguna dalam menjaga stabilitas kinerja yang pada akhirnya dapat memperlancar tugas pekerjaannya.
Terima Kasih :Terima Kasih