Dinamika Penduduk

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Dinamika Penduduk : 

Dinamika Penduduk Agustina Senjayani Hidayah Sukmaraga Ivan Ahda Mart Siska Anggraeni

Demografi (Donald J. Bogue, 1969) : 

Demografi (Donald J. Bogue, 1969) Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik jumlah, komposisi, distribusi penduduk, dan perubahan-perubahannya sebagai akibat bekerjanya komponen-komponen pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial. (Donald J. Bogue, 1969)

Demografi (UN (1958) & IUSSO (1982) : 

Demografi (UN (1958) & IUSSO (1982) Studi ilmiah masalah penduduk yang berkaitan dengan jumlah, struktur, serta pertumbuhannya Studi kuantitatif dari berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi; yang biasa disebut komponen demografi Komponen demografi ditambah faktor lain seperti perkawinan dan mobilitas sosial akan menentukan struktur penduduk.

KOMPONEN DEMOGRAFI : 

KOMPONEN DEMOGRAFI

Komponen Demografi : 

Komponen Demografi Fertilitas Hasil reproduksi yang nyata (bayi lahir hidup) dari seorang wanita atau sekelompok wanita Mortalitas Kematian yang terjadi pada anggota penduduk Migrasi Perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap

Fertilitas : 

Fertilitas Fertilitas (kelahiran) menunjuk pada reproduksi yang nyata (actual reproduction) yakni bayi yang lahir dalam keadaan hidup dari seorang atau sekelompok wanita, sedangkan fekunditas merujuk pada kemampuan reproduksi.

Konsep dan Definisi Kelahiran : 

Konsep dan Definisi Kelahiran Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsep kelahiran yang digunakan dalam analisis fertilitas mencakup definisi lahir hidup, lahir mati dan aborsi Lahir Hidup (live birth) didefinisikan sebagai kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan Lahir Mati (Still birth) adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang sudah berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan Aborsi adalah peristiwa kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu. Ada dua macam aborsi yaitu : 1) aborsi disengaja (induced abortion) dan 2) aborsi yang tidak disengaja (spontaneous abortion).

Konsep Masa Reproduksi (Reproductive/childbearing age) : 

Konsep Masa Reproduksi (Reproductive/childbearing age) Masa/usia reproduksi adalah usia dimana seorang perempuan mampu untuk melahirkan (masa subur), yakni kurun waktu sejak mendapat haid pertama (menarche) dan saat berhenti haid (menopause). Usia 15-49, umumnya dijadikan rujukan sebagai masa subur (reproduksi ) wanita dalam analisis fertilitas

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas : 

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas Ukuran-ukuran dasar fertilitas dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan pendekatan yakni 1) Pendekatan yang berbasis ukuran yang sifatnya kerat lintang (cross sectional), dan 2) Pendekatan riwayat kelahiran (reproductive history). Pendekatan berbasis kerat lintang sering disebut dengan istilah current fertility umumnya dibuat satu atau lima tahunan (yearly performance). Ukuran ini mencerminkan tingkat fertilitas dari suatu kelompok penduduk atau sekelompok perempuan dalam suatu waktu tertentu.

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) Pendekatan ukuran riwayat kelahiran yang sering disebut dengan pendekatan longitudinal mencerminkan sejarah kelahiran semasa hidup seorang perempuan dari awal hingga akhir masa reproduksi (15-49 tahun). Enam ukuran fertilitas yang bersifat kerat lintang yang umum digunakan yaitu 1) angka kelahiran kasar; 2)angka fertilitas umum; 3)angka kelahiran menurut umur; 4)angka fertilitas total; 5)anak lahir hidup dan 6)rasio anak wanita.

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka kelahiran kasar (CBR) adalah banyaknya kelahiran dalam satu tahun tertentu per seribu penduduk pada pertengahan tahun yang sama. B : jumlah kelahiran selama 1 tahun P : jumlah penduduk pada pertengahan tahun k : bilangan konstan, biasanya 1000 Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka Fertilitas Umum (GFR) adalah banyaknya kelahiran pada satu tahun per 1000 penduduk perempuan berumur 15-49 tahun atau 15-44 tahun pada pertengahan tahun yang sama Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka kelahiran menurut umur (ASFR) menunjukkan banyaknya kelahiran dari perempuan pada suatu kelompok umur pada suatu tahun tertentu per 1000 perempuan pada kelompok umur dan pertengahan tahun yang sama. Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka Fertilitas Total (TFR) adalah jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya apabila perempuan tersebut mengikuti pola fertilitas pada saat TFR dihitung. TFR menyatakan fertilitas pada akhir masa reproduksi (completed fertility) dari suatu kohor hipotesis perempuan. Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Anak lahir hidup (ALH/CEB) mencerminkan banyaknya kelahiran hidup sekelompok atau beberapa kelompok perempuan pada saat mulai memasuki reproduksi hingga pada saat mulai memasuki reproduksi hingga pada saat pengumpulan data dilakukan. Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Rasio Anak Wanita (CWR) adalah perbandingan antara jumlah anak di bawah lima tahun (0-4 tahun) dengan jumlah penduduk perempuan usia reproduksi. Jumlah anak usia di bawah lima tahun sebagai pembilang merupakan jumlah kelahiran selama lima tahun sebelum pencacahan. Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka reproduksi dalam analisis fertilitas menunjukkan ukuran yang berkenaan dengan kemampuan seorang perempuan untuk menggantikan dirinya, sehingga hanya bayi perempuan yang disertakan dalam perhitungan ukuran reproduksi. Beberapa ukuran reproduksi yang dimaksud adalah Angka Reproduksi Bruto (GRR), Angka Reproduksi Neto (NRR) Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka reproduksi Angka Reproduksi Bruto adalah banyaknya bayi perempuan yang akan dilahirkan oleh suatu kohor perempuan selama usia reproduksi mereka. Kohor kelahiran adalah kelompok perempuan yang mulai melahirkan pada usia yang sama dan bersama-sama mengikuti perjalanan reproduksi sampai masa usia subur selesai. Ukuran GRR diperoleh dengan dua cara yaitu menggunakan angka fertilitas Total (TFR) atau menggunakan angka fertilitas menurut umur (ASFR) . Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan) : 

Angka reproduksi Angka Reproduksi Neto adalah angka fertilitas yang telah memperhitungkan faktor mortalitas yaitu kemungkinan bayi perempuan meninggal sebelum mencapai akhir masa reproduksinya. Asumsi yang dipakai adalah bayi perempuan tersebut mengikuti pola fertilitas dan mortalitas ibunya. NRR merupakan ukuran kemampuan suatu populasi untuk menggantikan dirinya (replacement level). NRR bernilai 1 bermakna suatu populasi dapat menggantikan dirinya dengan jumlah yang sama (exact replacement). NRR bernilai lebih dari 1 berarti bahwa suatu populasi dapat menggantikan dirinya dalam jumlah yang lebih besar, sementara bila bernilai kurang dari 1, berarti suatu populasi tidak mampu menggantikan dirinya dalam jumlah yang sama. . Ukuran-ukuran Dasar Fertilitas (lanjutan)

Mortalitas : 

Mortalitas Mortalitas (kematian) merupakan komponen yang bersifat mengurangi jumlah penduduk, sedangkan morbiditas (kesakitan) merupakan faktor yang berkaitan erat dengan mortalitas. Menurut Omran (1971 dan 1983), transisi kesehatan berkaitan erat dengan perubahan dalam penyebab kematian.

Mortalitas (Konsep morbiditas) : 

Mortalitas (Konsep morbiditas) Morbiditas dalam arti sempit dimaksudkan sebagai peristiwa sakit atau kesakitan sedangkan dalam arti luas, morbiditas selain mencakup statistik dan peristiwa kesakitan juga meliputi berbagai faktor yang mempengaruhinya (determinant factors) seperti faktor ekonomi, sosial dan budaya. Pembahasan ini menekankan morbiditas dalam arti sempit. Sakit (illness) merupakan suatu kondisi ‘tidak sehat’. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ‘sehat’ didefinisikan sebagai suatu keadaan sejahtera fisik, mental serta sosial dan tidak sekadar bebas dari cacat dan penyakit (McMahon and Pugh, 1970). Dalam praktiknya, definisi ini selalu disesuaikan dengan kemampuan diagnostik yang tersedia umumnya lebih menitikberatkannya pada pengukuran penyakit (disease) secara klinik.

Mortalitas (Konsep mortalitas) : 

Mortalitas (Konsep mortalitas) Mortalitas diartikan sebagai kematian yang terjadi pada anggota penduduk. Berbeda dengan penyakit dan kesakitan yang menimpa manusia berulangkali, mortalitas hanya dialami sekali dalam hidup seseorang. Namun seiring kemajuan ilmu kedokteran, terkadang sulit membedakan keadaan mati dan hidup secara klinik, sehingga untuk mencegah perbedaan penafsiran tentang kapan seseorang dikatakan mati dan mendapatkan data kematian secara akurat dan tepat, maka definisi kematian perlu dibakukan.

Mortalitas (Konsep mortalitas) : 

Mortalitas (Konsep mortalitas) Terdapat tiga keadaan vital , yang masing-masing yang tidak mungkin terjadi bersamaan dengan salah satu keadaan lainnnya (mutually exclusive) yaitu lahir hidup, lahir mati dan mati. Menurut PBB dan WHO, definisi ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut. Lahir hidup (live birth) adalah peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan setelah perpisahan tersebut terjadi, hasil konsepsi bernapas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainnya seperti denyut jantung, denyut tali pusat atau gerakan-gerakan otot tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum. Lahir mati (fetal death) adalah peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil konsepsi sebelum hasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim ibunya. Berdasarkan definisi mati dan hidup di atas, lahir mati tidak dimasukkan dalam pengertian mati maupun hidup . Termasuk dalam pengertian ‘lahir mati’ adalah ‘stillbirth’, keguguran (miscarriages) dan aborsi. Mati (death) adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Hal ini berarti mati tidak pernah ada kalau tidak ada hidup, sedangkan hidup selalu dimulai dengan lahir hidup.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Ukuran morbiditas dan mortalitas digunakan sebagai dasar untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat kesakitan atau kematian suatu komunitas penduduk. Biasanya berbagai macam ukuran dipakai sekaligus untuk mentuk menggambarkan keadaan penduduk secara keseluruhan. Beberapa ukuran yang digunakan dalam studi mortalitas dan morbiditas adalah angka, rasio, proporsi, prevalensi, insiden dan person per year lived. Ukuran yang banyak dipakai : angka, rasio dan presentase Dalam menyatakan angka, rasio atau presentase perlu dijelaskan populasi golongan mana yang mempunyai resiko, yakni harus jelas kapan, siapa dan apa. Kapan bermakna waktu berlakunya ukuran tersebut, siapa bermakna ukuran untuk populasi yang mana sedangkan apa bermakna ukuran untuk kejadian apa.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Konsep tahun kelangsungan hidup (person year lived/PYL) Ilustrasi Apabila PYL diterjemahkan sebagai ‘tahun orang hidup’ Misal kita ingin menentukan PYL selama periode 1 tahun. Seseorang yang mengalami hidup mulai dari awal hingga akhir periode berarti menjalani 1 ‘tahun orang hidup’. Dua orang yang mengalami hidup mulai dari awal hingga akhir periode berarti menjalani 2 ‘tahun orang hidup’ atau 2 PYL. Seratus orang yang mengalami hidup mulai dari awal hingga akhir periode berarti menjalani 100 ‘tahun orang hidup’ atau 100PYL. Adapun seseorang yang mengalami hidup dari awal sampai pertengahan periode berarti menjalani 0.5 ‘tahun orang hidup’ atau 0.5 PYL. Lima orang yang mengalami hidup mulai dari awal hingga pertengahan periode berarti menjalani 5 x 0.5 PYL = 2.5 PYL. Juga mempertimbangkan migrasi masuk, migrasi keluar dan kelahiran di daerah yang bersangkutan selama periode yang dimaksud

Ukuran-Ukuran Dasar Morbiditas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Morbiditas Beberapa ukuran penting yang digunakan dalam morbiditas antara lain adalah insiden, prevalensi dan attack rate. Insiden Insiden suatu penyakit didefinisikan sebagai jumlah kasus baru suatu penyakit selama kurun waktu tertentu. Angka insiden merupakan insiden per penduduk berisikonya atau population at risk.

Ukuran-Ukuran Dasar Morbiditas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Morbiditas Prevalensi Prevalensi titik suatu penyakit menyatakan jumlah penduduk yang sakit pada titik waktu tertentu tanpa memperhitungkan kapan kasus penyakit itu telah dimulai. Angka prevalensi titik adalah rasio antara prevalensi dengan jumlah penduduk atau jumlah orang berisiko pada titik waktu tersebut. Pembilang adalah semua orang yang pada saat itu sakit tanpa memandang kapan kasus tersebut dimulai, sedangkan penyebut adalah semua penduduk berisiko baik yang sakit maupun yang tidak sakit.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Beberapa ukuran dasar mortalitas yang banyak digunakan antara lain angka kematian kasar, angka kematian menurut umur, angka kematian bayi, rasio kematian perinatal dan angka kematian perinatal, angka kematian baru lahir, angka kematian lepas baru lahir, anka kematian anak, angka kematian anak di bawah lima tahun, proporsi ematian anak di bawah lima tahun, angka kematian maternal, angka kematian menurut penyebab, proporsi kematian sebab tertentu dan angka harapan hidup.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) CDR adalah jumlah kematian per 1000 penduduk pada tahun tertentu, yang dapat dihitung dengan rumus

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate/ASDR) ASDR adalah jumlah kematian yang terjadi pada kelompok umur tertentu per 1000 penduduk kelompok umur tersebut pada tahun tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/ IMR) IMR adalah jumlah k ematian bayi usia di bawah 1 tahun (0-11 bulan) per 1000 kelahiran hidup dalam tahun tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Baru Lahir (Neo Natal Death Rate) Angka kematian baru lahir yaitu kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1000 kelahiran pada periode tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Lepas Baru Lahir (Post Neo Natal Death Rate) Angka kematian lepas baru lahir yaitu kematian yang terjadi pada bayi yang berumur antara 1 bulan sampai dengan kurang 1 tahun per 1000 kelahiran pada periode tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Anak (Child Mortality Rate) Angka Kematian Anak (AKA) didefinisikan sebagai jumlah kematian anak berumur 1-4 tahun selama 1 tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu, dimana angka ini tidak menyertakan angka kematian bayi

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Anak di bawah lima tahun (AKABA) didefinisikan sebagai jumlah kematian anak usia di bawah lima tahun selama satu tahun per 1000 anak usia yang sama pada pertengahan tahun tersebut,

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Proporsi kematian anak di bawah lima tahun (Proportion of children Dead under 5) Proporsi kematian anak di bawah lima tahun didefinisikan sebagai proporsi jumlah kematian anak usia di bawah 5 tahun selama 1 tahun tertentu thd jumlah seluruh kematian selama tahun itu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Maternal (Maternal Mortality Rate) Angka Kematian Maternal (MMR) adalah jumlah kematian wanita yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan kelahiran anak per 100.000kelahiran hidup pada tahun tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian Maternal (Maternal Mortality Rate) Angka Kematian Maternal (MMR) adalah jumlah kematian wanita yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan kelahiran anak per 100.000kelahiran hidup pada tahun tertentu.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Kematian menurut Penyebab (Cause Specific Death Rate) Angka kematian menurut penyebab ini dinyatakan dalam banyaknya kematian untuk suatu sebab tertentu per 100.000 penduduk.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Case Fatality Rate (CFR) Case Fatality Rate yaitu banyaknya kematian penderita selama satu periode karena penyakit tertentu per jumlah penderita penyakit tersebut yang mempunyai resiko mati pada periode yang sama.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Proporsi Kematian karena Sebab Tertentu (Proportion Dying of a Specific Cause/ PDSC) Proporsi kematian karena sebab tertentu adalah jumlah kematian yang dikarenakan oleh penyebab atau penyakit tertentu dibandingkan dengan jumlah seluruh kematian

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) Angka Harapan Hidup (AHH) adalah perkiraan rata-rata tambahan umur seseorang yang diharapkan dapat terus hidup. Perkiraan ini didasarkan pada age specific death rate (ASDR) pada tahun tertentu dan biasanya angka ini dibuat terpisah berdasarkan jenis kelamin, umur sekarang dan suku/etnik.

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas : 

Ukuran-Ukuran Dasar Mortalitas Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) Angka Harapan Hidup (AHH) adalah perkiraan rata-rata tambahan umur seseorang yang diharapkan dapat terus hidup. Perkiraan ini didasarkan pada age specific death rate (ASDR) pada tahun tertentu dan biasanya angka ini dibuat terpisah berdasarkan jenis kelamin, umur sekarang dan suku/etnik.

BALANCING EQUATION : 

BALANCING EQUATION

Demographic Balancing Equation : 

Demographic Balancing Equation Pertumbuhan penduduk = pertumbuhan alami + pertumbuhan karena migrasi Pertumbuhan penduduk = (Kelahiran – kematian) + (migrasi masuk – migrasi keluar)

STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK : 

STRUKTUR DAN PERSEBARAN PENDUDUK

Studi Demografi : 

Studi Demografi Studi demografi menekankan tiga fenomena yang merupakan bagian penting dari perubahan penduduk, yaitu: Dinamika kependudukan yang membahas tentang perubahan parameter penduduk menurut waktu; Struktur penduduk yang membahas pengelompokan penduduk berdasarkan ciri-ciri atau karakteristik demografi, karakteristik sosial ekonomi, dan karakteristik geografi; Jumlah dan distribusi penduduk, yang membahas jumlah dan pertumbuhan penduduk serta persebaran dan penyebarannya menurut ruang atau wilayah. Data mengenai struktur dan persebaran penduduk dapat memberikan makna lebih dari informasi jumlah penduduk.

Jumlah Penduduk Indonesia : 

Jumlah Penduduk Indonesia Tren Jumlah Penduduk Indonesia (www.bps.go.id, Publikasi Sensus Penduduk 2010)

Manfaat Pengelompokan Penduduk : 

Manfaat Pengelompokan Penduduk Mengetahui sumber daya manusia yang ada menurut umur, jenis kelamin, maupun karakteristik lainnya; Mengembangkan suatu kebijakan yang berhubungan dengan pembangunan berwawasan kependudukan; Menyediakan sarana dan prasarana serta fasilitas yang diperlukan; Membandingkan keadaan suatu penduduk dengan keadaan penduduk lainnya; Mengetahui proses demografi yang telah terjadi pada penduduk melalui piramida penduduk.

Klasifikasi Penduduk : 

Klasifikasi Penduduk Karakteristik demografi, seperti umur, jenis kelamin, jumlah wanita usia subur, dan jumlah anak. Karakteristik sosial, seperti tingkat pendidikan dan status perkawinan. Karakteristik ekonomi, seperti penduduk yang aktif secara ekonomi, lapangan usaha, status dan jenis pekerjaan, serta tingkat pendapatan. Karakteristik geografis atau persebaran, seperti tempat tinggal, daerah perkotaan-pedesaan, provinsi, dan kabupaten.

Karakteristik Demografi : 

Karakteristik Demografi Ciri demografi yang utama adalah umur dan jenis kelamin, karena informasi ini bukan hanya mencerminkan proses demografi pada masa lalunya, tetapi juga menggambarkan perkembangan penduduk pada masa yang akan datang melalui proses kelahiran dan kematian.

Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Propinsi DKI Jakarta, 2005 (www.datastatistik-indonesia.com) : 

Jumlah Penduduk menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Propinsi DKI Jakarta, 2005 (www.datastatistik-indonesia.com)

Karakteristik Sosial Ekonomi : 

Karakteristik Sosial Ekonomi Karakteristik Sosial Menurut karakteristik sosial, komposisi penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan status pendidikan dan status perkawinan. Karakteristik Ekonomi Menurut karakteristik ekonomi, penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan lapangan usaha, jenis pekerjaan, dan status pekerjaan.

Ukuran dalam Struktur Penduduk : 

Ukuran dalam Struktur Penduduk Ukuran-ukuran dalam struktur penduduk, antara lain: Umur satu tahunan dan lima tahunan Umur dihitung berdasarkan ulang tahun terakhir Umur median Rasio ketergantungan Rasio jenis kelamin Angka melek huruf

Umur Median : 

Umur Median Umur median adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, yaitu bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua daripada umur median. Kegunaan dari umur median adalah untuk melihat tingkat pemusatan penduduk pada kelompok-kelompok umur tertentu.

Umur Median : 

Umur Median Dimana: lmd = batas bawah kel. Umur yang mengandung N/2 N = jumlah penduduk fx = jumlah penduduk kumulatif sampai dengan kelompok umur yang mengandung N/2 Fmd = jumlah penduduk pd kelompok dimana terdpt nilai N/2 i = interval kelas umur

Umur Median : 

Umur Median Dengan menggunakan umur median dapat ditentukan kategori penduduk suatu wilayah dengan kategori berikut: Penduduk muda, jika umur median kurang dari 20 tahun; Penduduk intermediate atau menengah, jika umur median antara 20 tahun sampai 30 tahun; Penduduk tua, jika umur median lebih dari 30 tahun.

Contoh Menghitung Umur Median : 

Contoh Menghitung Umur Median

Umur Median : 

Umur Median Menurut data tabel tersebut, diperoleh umur median penduduk Indonesia adalah 26,4 tahun. Dengan demikian, penduduk Indonesia dapat dikategorikan sebagai penduduk intermediate.

Rasio Ketergantungan : 

Rasio Ketergantungan Rasio ketergantungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia nonproduktif dengan banyaknya penduduk usia produktif. Penduduk usia nonproduktif adalah penduduk usia di bawah 15 tahun dan penduduk usia 65 tahun atau lebih penduduk produktif adalah penduduk usia 15 tahun sampai 64 tahun. Dari tabel di atas, rasio ketergantungan pada tahun 2005 adalah 50,99, yang berarti bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif mempunyai tanggungan sekitar 51 penduduk usia non produktif.

Rasio Jenis Kelamin : 

Rasio Jenis Kelamin Rasio jenis kelamin menyatakan perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu. Rasio jenis kelamin biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. Besar kecilnya rasio jenis kelamin di suatu daerah dipengaruhi oleh: Rasio jenis kelamin waktu lahir; Pola mortalitas antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan; Pola migrasi antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan.

Rasio Jenis KelaminSensus Penduduk 2010 : 

Rasio Jenis KelaminSensus Penduduk 2010

Rasio Jenis KelaminSensus Penduduk 2010 : 

Rasio Jenis KelaminSensus Penduduk 2010 Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia per propinsi berdasarkan Sensus Penduduk 2010. Secara nasional, rasio jenis kelamin adalah 101, artinya terdapat 101 penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan. Rasio terbesar terdapat di Propinsi Papua, yaitu sebesar 113 Rasio terkecil adalah di Propinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 94.

Angka Melek Huruf : 

Angka Melek Huruf Angka melek huruf dihitung dari data atau informasi kemampuan membaca dan menulis. Tabel di bawah adalah contoh pengelompokan penduduk berdasarkan penduduk usia 15 tahun ke atas yang melek huruf menurut propinsi tahun 2004.

Piramida Penduduk : 

Piramida Penduduk Piramida penduduk adalah grafik komposisi penduduk yang paling umum digunakan Teknik penggambaran piramida penduduk adalah sebagai berikut: Sumbu vertikal menunjukkan umur Sumbu horizontal menunjukkan jumlah penduduk Dasar piramida dimulai dengan kelompok umur termuda dan dilanjutkan ke atas untuk kelompok umur yang lebih tua. Puncak piramida dibuat dengan sistem umur terbuka (open end interval) Besarnya balok diagram untuk masing-masing kelompok umur harus sama Bagian sebelah kiri mewakili penduduk laki-laki dan sebelah kanan mewakili penduduk perempuan

Piramida Model 1 : 

Piramida Model 1 Piramida penduduk model 1 mempunyai dasar piramida yang lebar dan kemiringan yang tidak terlalu curam. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan tingkat kematian tidak terlalu tinggi.

Piramida Model 2 : 

Piramida Model 2 Piramida penduduk model 2 mempunyai dasar piramida yang lebih lebar dan kemiringan yang lebih curam setelah kelompok umur 0-4 tahun. Bentuk ini menunjukkan tingkat kelahiran yang tinggi pada waktu sebelumnya, sementara kemiringan yang curam menunjukkan tingkat kematian yang tinggi, terutama kematian bayi. Contoh: Piramida Penduduk Indonesia, Sensus 1971

Piramida Model 3 : 

Piramida Model 3 Piramida model 3 dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno. Piramida ini terdapat pada Negara yang telah mengalami penurunan kelahiran dan kematian yang cukup lama.

Piramida Model 4 : 

Piramida Model 4 Piramida model 4 berbentuk lonceng atau genta. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat kelahiran dan tingkat kematian. Umur median cenderung meningkat dan rasio ketergantungnan meninggi yang disebabkan tingginya proporsi penduduk tua.

Piramida Model 5 : 

Piramida Model 5 Piramida model 5 adalah piramida dengan bentuk ‘kendi’. Bentuk ini terdapat pada Negara yang mengalami penurunan tingkat kelahiran secara drastic dengan tingkat kematian bayi yang semakin menurun. Contoh: Piramida Penduduk Indonesia, Sensus 1990 dan 2000

Piramida Penduduk Indonesia : 

Piramida Penduduk Indonesia

Piramida Penduduk : 

Piramida Penduduk Bentuk piramida penduduk dipengaruhi oleh komponen-komponen demografi, yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi. Sedangkan menurut bentuk piramidanya, dapat diketahui ciri penduduknya, yaitu ekspansif, konstriktif, dan stasioner.  Penduduk ekspansif ditandai dengan piramida bagian dasar yang lebar yan menunjukkan proporsi penduduk muda yang besar dan kecilnya proporsi bentuk tua serta pertumbuhan penduduk yang tinggi. Penduduk konstriktif memiliki piramida dengan dasar yang kecil dan sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur muda. Penduduk stasioner dicirikan dengan bagian dasar piramida yang kecil dan penduduk dalam tiap kelompok umur hampir sama banyaknya dan mengecil pada usia tua.

Ciri Penduduk : 

Ciri Penduduk Ekspansif Penduduk Muda >> Penduduk Tua Konstriktif Penduduk Muda << Penduduk Tua Stasioner Penduduk Muda = Penduduk Tua

Persebaran Penduduk : 

Persebaran Penduduk Dalam UU No 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, disebutkan bahwa persebaran penduduk adalah kondisi sebaran penduduk secara keruangan. penyebaran penduduk adalah upaya mengubah persebaran penduduk agar serasi, selaras, dan seimbang dengan daya dukung dan daya tamping lingkungan.

Persebaran Penduduk : 

Persebaran Penduduk Persebaran penduduk dapat dibedakan menjadi beberapa, yaitu: Persebaran penduduk secara geografis; Persebaran pendudukan berdasarkan administrasi pemerintahan; Persebaran penduduk menurut tempat tinggal. Secara geografis, penduduk Indonesia tersebar di beberapa pulau besar dan pulau-pulau atau kepulauan. Secara administratif pemerintahan, penduduk Indonesia tersebar di 33 propinsi, yang mempunyai lebih dari 440 kabupaten dan kota.

Persebaran Penduduk : 

Persebaran Penduduk

Rasio Kepadatan Penduduk : 

Rasio Kepadatan Penduduk Rasio kepadatan penduduk digunakan untuk mengukur daya dukung lingkungan. Rasio kepadatan penduduk menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk terhadap luas wilayah atau berapa banyaknya penduduk per kilometer persegi pada tahun tertentu. Digunakan untuk menentukan kriteria daerah perkotaan dan perdesaan.

Rasio Kepadatan Penduduk Sensus Penduduk 2010 : 

Rasio Kepadatan Penduduk Sensus Penduduk 2010

authorStream Live Help