Pengembang dan Strategi Pengembangan Kurikulum Sekolah

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Slide 1: 

PENGEMBANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH Di susun oleh Ananta Shanti Acnes Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka

Slide 2: 

PENGEMBANG DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH Peran Pengembang Kurikulum Sekolah Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah Peran Komite Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Peran siswa dalam pengembangan kurikulum B. Strategi Pengembangan Prinsip Pengembangan Kurikulum Strategi Pengembangan Kurikulum Langkah-Langkah dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah

Slide 3: 

A. Peran Pengembang Kurikulum Sekolah Pengembangan kurikulum berkaitan dengan kegiatan untuk menghasilkan kurikulum, sedangkan pembinaan kurikulum berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan kurikulum dan pemotretan pelaksanaannya. Hal ini ditujukan untuk mempertahankan dan menyempurnakan kurikulum yang sudah ada, supaya hasilnya maksimal. Pemeran utama dalam pengembangan KTSP adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Komite Sekolah. Pihak lain yang dapat dilibatkan dalam pengembangan kurikulum itu diantaranya adalah pemerintah, perguruan tinggi, ahli kurikulum dan berbagai lapisan masyarakat umumnya, seperti golongan agama, industri, politik, dan juga Siswa. Dengan kata lain, pengembang kurikulum sekolah dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok intern (dari dalam) sekolah dan kelompok ekster (dari luar) sekolah.

Slide 4: 

Peran Kepala Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Kepala sekolah merupakan tokoh kunci dalam manajemen sekolah. Padanyalah kebijakan dan keputusan mengenai berbagai hal. Secara umum, perandan fungsi kepala sekolah adalah sebagai berikut: Pertama, peran sebagai sebagai manajer. Kedua, peran sebagai inovator Ketiga, peran sebagai fasilitator.

Slide 5: 

Pertama, peran sebagai sebagai manajer. Kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen sekolah. Kepala sekolah mengkoordinasikan. Kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin, dan mengendalikan segenap usaha pencapaian tujuan pendidikan.

Slide 6: 

Kedua, peran sebagai inovator Kepala sekolah harus mampu melahirkan ide-ide baru yang kreatif. Pengembangan kurikulum sering kali bermula dari gagasan kepala sekolah.

Slide 7: 

Ketiga, peran sebagai fasilitator Dalam pengembangan kurikulum, pelaksana teknis pengembangan biasanya tidak langsung oleh kepala sekolah, melainkan oleh tim khusus yang ditunjuk. Namun demikian, kepala sekolah terus melakukan komunikasi dengan tim itu dan memfasilitasinya untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul.

Slide 8: 

Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah Kalau kepala sekolah merupakan tokoh kunci dalam manajemen sekolah, maka guru merupakan tokoh sentral dalam penyelenggaraan layanan pendidikan sekolah. Gurulah pemeran utama aktivitas sekolah. Karena itu, tugas guru merupakan profesi yang menuntut keahlian. Pertama, guru sebagai pemberi pertimbangan. Kedua, guru sebagai pelaksana pengembangan kurikulum sekolah. Profesionalisme guru akan dapat berkembang, apabila ia membiasakan diri untuk: (1) berunding dan bertukar pikiran dengan siswa,dan terbuka terhadap pendapat mereka, (2) belajar terus dengan membaca literatur yang terkait dengan profesinya, (3) bertukar pikiran dan pengalaman dengan teman guru-guru lainnya atau dengan kepala sekolah.

Slide 9: 

Pertama, guru sebagai pemberi pertimbangan. Dalam rangka pengembangan kurikulum, guru perlu memiliki gagasan/ide kreatif untuk mewujudkan harapan-harapan dari pelbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah.

Slide 10: 

Kedua, guru sebagai pelaksana pengembangan kurikulum sekolah. Konsep ini dapat ditarik kedalam dua konteks. Kesatu, guru sebagai pelaksana proses pengem-bangan kurikulum sekolah terlibat sebagai tim yang ditunjuk untuk “membuat” kurikulum sekolah. Selanjutnya, guru sebagai pelaksana kurikulum yang dikembangkan sekolah.

Slide 11: 

Peran Komite Sekolah dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah Keberadaan komite sekolah (dan dewan pendidikan) secara legal formal tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002. Dalam keputusan menteri ini, komite sekolah dimaksudkan sebagai sebuah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu,pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan baik pada pendidikan prasekolah, jalur pendidikan sekolah, maupun jalur pendidikan luar sekolah. Pembentukan komite sekolah bertujuan: (1) mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan sekolah; (2) meningkatkan tanggung jawab dan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan; serta (3) menciptakan suasana dan kondisi yang transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan sekolah yang berkualitas.

Slide 12: 

Bertolak dari tujuan tersebut, komite sekolah memiliki peran sebagai berikut: 1. Advisory agency, yaitu pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan sekolah; 2. Suporting agency, yaitu pendukung, baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga, dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah; 3. Controlling agency, yaitu pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan sekolah; serta 4. Mediate agency, yaitu mediator antara pemerintah dan masyarakat.

Slide 13: 

Peran siswa dalam pengembangan kurikulum Pada umumnya siswa kurang dipertimbangan dalam pengembangan kurikulum karena memang mereka belum mempunyai kompetensi dalam bidang itu. Namun pada tingkat kegiatan kelas, bila guru bertanya, bagaimana pendapatnya tentang pelajaran, apa yang ingin dipelajarinya tentang suatu topik, atau bila guru mengajak siswa turut-serta dalam perencanaan suatu kegiatan belajar, pada pokoknya mereka sudah dilibatkan dalam kurikulum.

Slide 14: 

Strategi Pengembangan Kurikulum Mengubah sistem pendidikan Mengubah kurikulum tingkat lokal Memberikan pendidikan in-service dan pengembangan staf Supervisi Reorganisasi sekolah Eksperimentasi dan penelitian

Slide 15: 

Prinsip pengembangan kurikulum 1. Peningkatan keimanan, budi pekerti, dan penghayatan nilaia-nilai budaya. 2. Keseimbangan etika,logika, estetika, dan kinestetika. 3. Penguatan integritas nasional. 4. Perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi. 5. Pengembangan kecakapan hidup. 6. Pilar pendidikan. 7. Komprehensif dan berkesinambungan. 8. Belajar sepanjang hayat. 9. Diversifikasi pengembangan kurikulum.

Slide 16: 

1. Selidiki berbagai kebutuhan sekolah 2. Mengidentifikasi masalah serta merumuskannya, 3. Mengajukan saran perbaikan, yang dapat didiskusikan bersama 4. Menyiapkan desain perencanaan yang mencakup tujuan 5. Memilih anggota panitia, sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi masing-masing. 6. Mengawasi pekerjaan panitia., biasanya oleh kepala sekolah. 7. Melaksanakan hasil kerja panitia oleh guru dalam kelas. 8. Menerapkan cara-cara evaluasi, apakah yang direncanakan itu dapat direalisasikan, 9. Memantapkan perbaikan, Langkah-Langkah dalam Pengembangan Kurikulum Sekolah

Slide 17: 

Terimakasih

authorStream Live Help