TEKNIK DAN KIAT MENULIS ARTIKEL & BULETIN OLEH MASHURI TAHILI

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

TEKNIK DAN KIAT MENULIS ARTIKEL /BULETINMMASHURI H. TAHILIDisampaikan pada Kegiatan Forum KKGKabupaten Banggai Provinsi Sulawesi TengahLuwuk, 29 Desember 2010 : 

TEKNIK DAN KIAT MENULIS ARTIKEL /BULETINMMASHURI H. TAHILIDisampaikan pada Kegiatan Forum KKGKabupaten Banggai Provinsi Sulawesi TengahLuwuk, 29 Desember 2010

Slide 2: 

Tugas Guru termasuk salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan KBM hendaknya memiliki wawasan intelektual tinggi diharapkan dapat menyampaikan ide / pemikiran / gagasannya secara sistematis, baik secara lisan maupun tulisan. Kelemahan umum yang terjadi pada sebagian guru karena kesibukan mengajar dan urusan rumah tangga, sehingga melupakan salah satu kewajiban yang tidak kalah penting dari mengajar yaitu menulis karya ilmiah.

Slide 3: 

Bahkan banyak pendidik/tenaga kependidikan yang kenaikan jenjang kepangkatannya terhambat /terlambat, hanya karena kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memang bagi sebagian besar guru, kepala sekolah maupun para tenaga kependidikan lainnya masih menjadi momok yang sulit diatasi. Menurut pengamatan penulis, tradisi kepenulisan di kalangan dosen di perguruan tinggi belum membudaya. Hal ini ditunjukkan masih sedikitnya hasil karya ilmiah dosen yang dipublikasikan di media massa maupun jurnal ilmiah.

Slide 4: 

Teknik Penulisan Artikel/BuletinTeknik penulisan artikel ilmiah populer yang berlaku di media massa (koran, majalah, buletin dan lain-lain) secara umum terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut :a. Menggali ide  Kita harus bisa menuangkan ide-ide / pemikiran kita kedalam tulisan yang hasil akhir berupa artikel. Dalam menggali ide, kita harus mengunakan alur pemikiran yang runtut dan sistematis. Isi artikel dapat berupa pandangan kita dalam memberikan alternatif solusi terhadap suatu masalah (problem solving).

lanjut : 

lanjut b. Membuat kerangka tulisan secara detail  Kerangka tulisan secara sederhana biasanya dimulai dari pendahuluan, pembahasan masalah, kesimpulan. Lebih bagus apabila dilengkapi dengan solusi permasalahan berupa saran / rekomendasi terhadap pihak-pihak terkait. Mengumpulkan data, fakta, referensi dan bahan bacaan Berbagai referensi yang relevan sangat penting dalam rangka mendukung opini kita. Tanpa dukungan dari data- data/ fakta / bahan bacaan maka tulisan kita terlihat kering dan kurang dapat memberikan makna kepada para pembaca.

lanjut : 

lanjut d. Menulis dengan ekspresi bebas Hal yang paling sulit bagi kita adalah pada saat kita mulai untuk menuliskan semua yang sudah kita dapatkan. Ketrampilan menulis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan menulis perlu dilakukan secara terus menerus dan jangan pernah mengulur waktu. Apabila kita menunda-nunda dalam menyelesaiakn suatu tulisan, maka akan timbul rasa bosan untuk memulai lagi. Tulis apa saja yang terbersit dalam pikiran.

lanjut : 

lanjut e. Editing  Setelah opini / gagasan sudah selesai ditulis, maka kita perlu membaca ulang sekaligus mengedit apa yang sudah kita tulis. Hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa tulisan yang kita buat telah tersusun dengan rapi. Selain itu, apabila terjadi kesalahan yang terjadi, baik kesalahan pada data, kata atau kalimat serta pembahasan / analisis yang kurang tajam dapat kita perbaiki. Apabila menurut kita artikel / karya tulis ilmiah populer tersebut telah siap, maka kita dapat memilih media massa yang tepat. Pemilihan media massa perlu mempertimbangkan karakteristik tertentu, seperti visi dan misi yang diemban serta pangsa pasar yang dituju media tersebut.

Slide 8: 

2. Standar penulisan artikel/buletinArtikel yang kita susun, agar memenuhi standar minimal sebuah artikel yang bisa dimuat di media massa, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :a. Aktual. Aktualitas suatu tulisan merupakan prioritas utama. Prioritas bisa dikaitkan dengan momentum aktual / isu-isu terkini (current issue) yang tengah terjadi dan berkembang di masyarakat. Misalnya, saat ini lagi mencuat isu seputar Good Corporate Governance (GCG) atau Program BERMUTU

Slide 9: 

b. Bahasa yang lugas. Dalam menulis, agar dihindarkan penggunaan bahasa yang bertele-tele, karena akan membuat penyampaian gagasan menjadi kurang mengena. Pilihan kata-kata dan kalimat perlu diperhatikan dengan seksama. Jangan sekali-sekali kita menulis kata-kata yang bisa bermakna ganda, karena akan membuat bingung para pembaca. Pemakaian bahasa yang tidak tepat, bisa berakibat ide / pemikiran kita gagal ditransformasikan kepada para pembaca.

Slide 10: 

c. Tulisan mengandung hal yang baru & inovatif.Kebaruan tulisan dapat dilihat dari sudut pandang tertentu yang belum pernah ditulis pihak lain maupun berupa pengembangan suatu metode / teori / konsep. Kita harus mengupayakan agar data yang kita gunakan akurat dan up to date. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan isu-isu aktual (current issue) yang sedang terjadi di masyarakat. d. Ide / pemikiran orisinilKita perlu berusaha agar ide / opini / hasil pemikiran kita merupakan hasil karya yang orisinil / asli. Hal ini untuk menghindari tuduhan penjiplakan (plagiator).

Slide 11: 

d. Ide / pemikiran orisinilKita perlu berusaha agar ide / opini / hasil pemikiran kita merupakan hasil karya yang orisinil / asli. Hal ini untuk menghindari tuduhan penjiplakan (plagiator).  e. Tulisan jangan terlalu teoritis. Kita harus ingat, bahwa artikel yang kita tulis akan dibaca pihak lain yang latar belakang pendidikannya variatif bahkan ada yang tidak mengalami bangku sekolah. Menulis suatu artikel yang terlampau teknis dengan rumus-rumus yang rumit , sudah dipastikan tidak akan dimuat di media massa (misalnya koran, majalah) yang segmen pembacanya sangat luas. Tulisan yang memaparkan implementasi / penerapan suatu konsep di suatu perusahaan atau organisasi sangat dihargai dan lebih mudah untuk diloloskan pihak redaksi media yang bersangkutan untuk dimuat alias layak untuk dipublikasikan.

Slide 12: 

Tulisan tidak terlalu panjang Beberapa koran, buletin atau majalah membatasi panjang tulisan, pada umumnya sekitar 2-5 lima halaman saja, kecuali tulisan / artikel ilmiah untuk majalah profesi tertentu, bisa lebih dari 5 halaman.Kegiatan menulis memang diawali dari kegiatan membaca. Menulis adalah bagian dari unsur-unsur belajar. Proses belajar tidak hanya dilihat dari banyaknya topik yang didiskusikan atau banyaknya buku yang dibaca saja. Namun, bagaimana kita mampu menuangkan ide / pemikiran dalam bentuk tulisan.

Slide 13: 

Menulis ternyata memerlukan ketrampilan khusus serta latihan secara terus menerus. Untuk menulis sebuah opini di koran kita harus mempunyai sejumlah kemampuan antara lain bisa merumuskan masalah dengan baik, perbendaharaan bahasa, wawasan (pengetahuan umum) yang luas, serta mampu merekomendasikan alternatif solusi. Kita semua berharap agar para guru (Guru SD/SMP) dengan kemampuan intelektual yang dimiliki dapat menuangkan ide / gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat (publik), sehingga kampus perguruan tinggi terhindar dari sinyalemen bahwa “kampus sebagai menara gading”.

Slide 14: 

Oleh karena itu saat ini para guru perlu banyak-banyak membaca buku serta rajin mengikuti diskusi / seminar / lokakarya sehingga ilmu pengetahuan serta wawasan kita bertambah luas. Hal yang tak kalah penting adalah kita perlu sering berkomunikasi dengan seorang yang berpengalaman, sehingga kita mendapatkan sharing informasi untuk menjadi penulis artikel yang produktif. Apabila kita telah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, maka proses penciptaan tulisan / artikel ilmiah menjadi lebih ringan.

Slide 15: 

3. Kiat-kiat menulis artikelBeberapa kiat atau tips berikut ini,merupakan kutipan dari beberapa pengarang buku panduan penulisan artikel ilmiah populer, antara lain :

Slide 16: 

Menulis bukan masalah teori, tetapi lebih masalah praktik. Bagi calon penulis atau penulis pemula untuk berani memulai: mulai menulis. Tidak ada cara lain yang lebih ces pleng, selain itu .(Tartono, 2005).  Menulis memerlukan motivasi tersendiri. Tanpa motivasi yang kuat memang tidak akan mampu menulis, apalagi menjadi penulis profesional. (Lasa Hs, 2005).  3.

Slide 17: 

Dengan berpayungkan semangat motto Latin, nulla dies sine linea (tiada hari tanpa menulis), dalam kehidupan mondial, keberanian menulis artikel (jurnalistik) sudah menjadi tantangan tersendiri. Menulis artikel, boleh jadi merupakan upaya katarsis bagi penulisnya. Sementara, bagi pembaca, bisa jadi mendatangkan pencerahan. (Wibowo, 2006).

Slide 18: 

4. Pada umumnya, ketika seseorang ingin menulis, ia hanya melihat dua hal. Kemampuannya dan lahan penulisannya. Hampir tak ada yang ingat untuk memandang “ke dalam” dirinya sendiri. Ketika timbul masalah, ia mengalami kesulitan karena tidak mengerti penyebab yang sebenarnya. Akibatnya aktivitas menulisnya menjadi macet. (Rudatan,2006). Apabila kiat-kiat atau tips tersebut diatas dapat kita cermati dan pahami dengan sungguh-sungguh, maka diharapkan kita memiliki semangat yang tinggi untuk menulis, menulis dan menulis. Oleh karena itu marilah kita mulai menulis dari sekarang, dari media massa lokal (setempat) serta dari pengetahuan yang kita miliki.

Slide 19: 

d. Artikel non penelitian , konseptual, pemikiran dan review teori memuat : judul, nama penulis abstrak, kata kunci, dan isi.  1) Pendahuluan meliputi latar belakang, perumusan masalah dan tujuan penulisan.2) Subjudul-Subjudul sesuai kebutuhan, misalnya kajian literatur dan pembahasan serta pengembangan teori/konsep.3) Simpulan dan saran.4) Daftar Pustaka / Rujukan (berisi pustaka yang dirujuk dalam uraian saja).

Slide 20: 

Artikel resensi buku selain menginformasikan bagian-bagian penting dari buku yang diresensi juga menunjukkan bahasan secara mendalam kelebihan dan kelemahan buku tersebut serta membandingkan teori/konsep yang ada dalam buku tersebut dengan teori/konsep dari sumber-sumber lain.  Khusus naskah hasil penelitian yang disponsori oleh pihak tertentu harus ada pernyataan (acknowledgement) yang berisi informasi sponsor yang mendanai dan ucapan terima kasih kepada sponsor tersebut.

Slide 21: 

g. Penulisan Daftar Pustaka / Rujukan / Referensi disajikan mengikuti tata cara / kaedah umum yang berlaku. h. Tata cara penyajian kutipan, tabel, dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Artikel Jurnal  Naskah diketik dengan memperhatikan aturan tentang penggunaan tanda baca dan ejaan yang dimuat dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan . j. Pengiriman naskah disertai dengan alamat, nomor telepon, fax atau E-mail (bila ada). Pemuatan atau penolakan naskah akan diberitahukan secara tertulis. Naskah yang tidak dimuat biasanya tidak akan dikembalikan, kecuali atas permintaan penulis. Kepada penulis yang artikelnya dimuat di Jurnal akan diberikan 2 – 3 eksemplar jurnal/buletin sebagai tanda bukti pemuatan.

Slide 22: 

Kesimpulan dan Saran   1. Pada saat ini tradisi kepenulisan di kalangan para guru di SD, SMP bahkan SMA/SMK belum membudaya. Oleh karena itu, untuk membangun budaya menulis maka sangat diperlukan komitmen penuh dan dorongan dari pimpinan perguruan tinggi.

Slide 23: 

2. Guru yang dapat menuangkan gagasan / pemikiran dalam bentuk tulisan artikel / karya ilmiah (BULETIN) yang bermanfaat bagi masyarakat (publik) dunia pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan 4 kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesionalitas. Oleh karena itu, dalam Forum KKG ini akan menjadi ajang latih para guru pemandu (Ketua & Pengurus KKG) untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam penulisan artikel / karya ilmiah, sehingga eksistensinya bukan hanya diakui di lingkungan sekolah saja namun juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, bagi para anak didik yang kita cintai sebagai penerus dan calon pemimpin masa depan. Wallahu a’lam bishawab…………………………………….

Slide 24: 

REFERENSI Djuharie, O. Setiawan & Suherli, Panduan Membuat Karya Tulis, Yrama Widya, Bandung, 2002. Lasa HS , Gairah Menulis, Alinea, Yogyakarta, 2005. Rudatan, Rs., Menjadi Kaya dengan Menulis, Andi, Yogyakarta, 2006. Tartono, St. S, Menulis di Media Massa Gampang! Tips untuk Menulis di Media Massa Cetak, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta, 2005. Wibowo, Wahyu, Berani Menulis Artikel - Babak Baru Kiat Menulis Artikel untuk Media Massa Cetak, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006. www.auditormedia.co.id www.diknas.go.id *) Muh. Arief Effendi,SE,MSi, Ak, QIA adalah Senior Auditor PT. Krakatau Steel dan Dosen Luar Biasa FE Universitas Trisakti & STIE Trisakti Jakarta.

authorStream Live Help