logging in or signing up ASAM BASA Hidayat aSGuest77881 Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 638 Category: Science & Tech.. License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: December 07, 2010 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript JENIS-JENIS REAKSI KIMIA : JENIS-JENIS REAKSI KIMIA Reaksi asam basa Reaksi Pengendapan Reaksi oksidasi reduksi Oleh: JOHN AVISTA (49) MUHAMMAD HIDAYAT (50) RACHMA YULIANA (51) Reaksi Asam Basa : Reaksi Asam Basa MUHAMMAD HIDAYAT Reaksi Asam Basa : Reaksi Asam Basa Menurut Arhenius: Asam adalah zat yang bila dilarutkan di dalam air meningkatkan konsentrasi ion H+(aq). Basa adalah zat yang bila dilarutkan di dalam air dapat meningkatkan konsentrasi ion OH-(aq). ion H+(aq) tidak berupa proton bebas tetapi terikat secara kimia pada molekul air, membentuk H3O+(aq). Slide 4: Menurut Brownsted-Lowry: Asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton. NH3 + H2O => NH4+ + OH- BASA ASAM Basa adalah yang bertindak sebagai penerima (akseptor) proton dalam suatu reaksi transfer proton. NH4+ + OH- => NH3 + H2O ASAM BASA Slide 5: Pada reaksi asam Basa Bronsted-Lowry, terdapat dua pasangan asam basa. Pasangan pertama merupakan pasangan antara asam dengan basa konjugasi (yang menyerap proton); dalam hal ini ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1. Pasangan kedua adalah pasangan antara basa dengan asam konjugasi (yang memberi proton); dalam hal ini ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2 NH3 + H2O => NH4+ + OH- BASA (1) ASAM(1) ASAM(2) BASA (2) Bronsted – Lowry : Bronsted – Lowry Proton tidak akan dilepas, kalau tidak ada yang mengikat proton tersebut. Reaksi pelepasan dan pengikatan proton tersebut dinamakan protolisa. Zat yang berprotolisa tersebut,dinamakan protolit. Air adalah pelarut yang dapat melepas proton dan dapat mengikat proton CH3COOH + H2O → CH3COO- + H3O+ HCO3-+H2O → H2CO3 + OH- Slide 7: Menurut Lewis: Asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron. Basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan electron. Semua zat yang didefinisikan sebagai asam dalam teori Arrhenius juga merupakan asam dalam kerangka teori Lewis karena proton adalah akseptor pasangan elektron . Dalam reaksi netralisasi proton membentuk ikatan koordinat dengan ion hidroksida. Slide 8: H+ + OH- => H2O Situasi ini sama dengan reaksi fasa gas yang pertama diterima sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Bronsted dan Lowry. HCl(g) + NH3(g) => NH4Cl(s) Dalam reaksi ini, proton dari HCl membentuk ikatan koordinat dengan pasangan elektron bebas atom nitrogen. Keuntungan utama teori asam basa Lewis terletak pada fakta bahwa beberapa reaksi yang tidak dianggap sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Arrhenius dan Bronsted Lowry terbukti sebagai reaksi asam basa dalam teori Lewis. Sebagai contoh reakasi antara boron trifluorida BF3 dan ion fluorida F-. BF3 + F- => BF4- … Slide 9: Asam Basa Menurut Lewis: Slide 10: REAKSI NETRALISASI 4.3 Slide 11: REAKSI NETRALISASI 4.3 Larutan asam kuat + Larutan basa kuat 2HCl(aq) + Ca(OH)2(aq) –> CaCl2(aq) + 2H2O(l) 2H+(aq) + 2Cl-(aq) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq) –> Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + 2H2O(l) 2H+(aq) + 2OH-(aq) –> 2H2O(l) H+(aq) + OH-(aq) –> H2O(l)aq) Reaksi Redoks – Rachma Yuliana : Reaksi Redoks – Rachma Yuliana Bilangan Oksidasi : Bilangan Oksidasi Biloks menunjukkan jumlah total elektron yang dapat dipindahkan dari suatu unsure bebas dengan biloks positif, atau ditambahkan pada suatu unsure dengan biloks negatif, untuk mencapai konfigurasi baru yang lebih stabil. Biloks + jika melepas e- Biloks – jika menerima e- Biloks = elektron valensi Harga Bilangan Oksidasi : Harga Bilangan Oksidasi Unsur bebas = 0 Contoh : Cl, Zn, Na, dll. Oksigen dalam senyawa = -2, kecuali : Peroksida = -1 Superoksida = -1/2 OF2 = -1 Ion monoatomik, biloks = muatan Biloks molekul = 0 Slide 15: - Unsur halogen dalam senyawa : F = 0, -1 Cl = 0, -1, +1, +3, +5, +7 Br = 0, -1, +1, +5, +7 I = 0, -1, +1, +5, +7 Jumlah biloks dari semua atom atau ion dalam suatu senyawa netral adalah 0. Unsur dalam senyawa yang lebih elektronegatif diberi biloks negatif. Yang kurang elektronegatif diberi biloks positif. Ingat, Fluorin adalah unsur paling elektronegatif, kemudian oksigen. Jumlah biloks dari semua senyawa atom dalam suatu senyawa ion sama dengan jumlah muatan ion tersebut. Oksidasi : Oksidasi Terjadi antara suatu zat dengan oksigen. Diikuti pelepasan elektron kenaikan biloks Contoh : Na ⇄ Na+ + e- biloks 0 biloks +1 Zat-zat yang dapat dioksidasi : Zat-zat yang dapat dioksidasi 1. Zat dengan valensi kecil ke zat dengan valensi lebih besar. logam : akhiran -o → -I Fe2+ → Fe3+ + e- Fero → Feri anion : akhiran -it → -at SO32- → SO42- Sulfit → Sulfat 2. Zat dengan biloks kecil ke zat dengan biloks lebih besar. Cl- → Cl + e- Reduksi : Reduksi Terjadi antara suatu zat dengan hidrogen Penangkapan elektron penurunan biloks Contoh : Mg2+ + 2e- ⇄ Mg biloks +2 biloks 0 Reaksi Redoks : Reaksi Redoks Merupakan reaksi perubahan biloks yang melibatkan baik reaksi reduksi dan oksidasi Contoh : Fe2O3 + 3 CO → 2 Fe + 3 CO2 b.o. +3 b.o. +2 b.o. 0 b.o. +4 Ciri-Ciri Reduktor dan Oksidator : Ciri-Ciri Reduktor dan Oksidator Menyusun Persamaan Reaksi Redoks : Menyusun Persamaan Reaksi Redoks Metode Setengah Reaksi : 1. Tulis persamaan perubahan oksida dan reduktan 2. Setarakan jumlah oksigen di ruas kiri dan ruas kanan dengan menambahkan H2O di ruas yang kekurangan oksigen. 3. Setarakan jumlah hydrogen di kedua ruas dengan menambahkan jumlah H+ yang sesuai. 4. Setarakan muatan di kedua ruas dengan menambahkan electron di ruas yang muatannya lebih positif. Contoh Soal : Contoh Soal 2 KMnO4 + 8 H2SO4 + 10 KI → 2 MnSO4 + 5 I2 + 8 H2O + 6 K2SO4 Reduksi : MnO4- → Mn2+ MnO4- → Mn2+ + 4 H2O 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O 5 e- + 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O Oksidasi : 2 I- → I2 + 2 e- REDOKS 10 e- + 16 H+ + 2 MnO4- → 2 Mn2+ + 8 H2O 10 I- → 5 I2 + 10 e- 2 MnO4- + 10 I- + 16 H+ → 2 Mn2+ + 5 I2 + 8 H2O Setarakan Elektron Slide 23: - Logam L apabila dioksidasi akan menjadi sebuah ion logam bermuatan 0 : L → Lx+ + x e- - Apabila logam amfoter dioksidasi, maka : 1. Jika merupakan amfoter asam, maka yang dioksidasi adalah logam itu sendiri. L → Lx+ + x e- 2. Jika merupakan amfoter basa, maka yang dioksidasi adalah anionnya. Contoh : OH-, SO42-, dll. Reaksi Oksidasi pada Oksida Asam : Reaksi Oksidasi pada Oksida Asam Reaksi oksidasi dapat terjadi pada sebuah oksida asam ketika berikatan dengan zat lain. Contoh : SO2 → SO42- biloks +4 biloks +6 Pengendapan : Pengendapan JOHN AVISTA Aturan : Aturan Pada reaksi-reaksi tertentu terjadi endapan Endapan terbentuk jika larutan menjadi jenuh dengan zat yang bersangkutan Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya Penambahan ion asing seperti penambahan asam atau basa kuat dan ligan dapat menyebabkan endapan menjadi larut kembali Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelarutan : Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelarutan Temperatur (berbanding lurus) Tekanan (effervescene) Ukuran partikel Adukan Solubility Rules : Solubility Rules Keterangan : S = Soluble SS = Slightly Soluble NI = Nearly Insoluble NE = Not Exist Slide 29: Kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air. CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) → Ca(HCO3)2(aq) Slide 30: Kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air. AgCl(s) + NH4OH(aq)→ Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l) Sumber: : Sumber: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Kimia/0192%20Kim%202-3a.htm http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Abdullah%20Fauzi%20Gofur/bronsted.html http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Abdullah%20Fauzi%20Gofur/arrhenius.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_fisika1/kesetimbangan_asam_basa/teori_asam_dan_basa/ http://blog.bimbingankimia.com/?p=261 http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/asam_dan_basa/teori-asam-basa/ http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/11/reduktor-dan-oksidator.html Slide 32: http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/11/reduktor-dan-oksidator.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/oksidasi_dan_reduksi1/konsep-oksidasi-reduksi/ http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/bilangan-oksidasi.html http://www.crayonpedia.org/mw/Konsep_Bilangan_Oksidasi_11.2 file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/Reaksi%20pengendapan%20_%20Chemistry%20World.mht file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/reaksi-pengendapan.mht file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/Solubilty%20Rules.mht You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
ASAM BASA Hidayat aSGuest77881 Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: (To copy code, click on the text box) Embed: URL: Thumbnail: WordPress Embed Customize Embed The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 638 Category: Science & Tech.. License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: December 07, 2010 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript JENIS-JENIS REAKSI KIMIA : JENIS-JENIS REAKSI KIMIA Reaksi asam basa Reaksi Pengendapan Reaksi oksidasi reduksi Oleh: JOHN AVISTA (49) MUHAMMAD HIDAYAT (50) RACHMA YULIANA (51) Reaksi Asam Basa : Reaksi Asam Basa MUHAMMAD HIDAYAT Reaksi Asam Basa : Reaksi Asam Basa Menurut Arhenius: Asam adalah zat yang bila dilarutkan di dalam air meningkatkan konsentrasi ion H+(aq). Basa adalah zat yang bila dilarutkan di dalam air dapat meningkatkan konsentrasi ion OH-(aq). ion H+(aq) tidak berupa proton bebas tetapi terikat secara kimia pada molekul air, membentuk H3O+(aq). Slide 4: Menurut Brownsted-Lowry: Asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton. NH3 + H2O => NH4+ + OH- BASA ASAM Basa adalah yang bertindak sebagai penerima (akseptor) proton dalam suatu reaksi transfer proton. NH4+ + OH- => NH3 + H2O ASAM BASA Slide 5: Pada reaksi asam Basa Bronsted-Lowry, terdapat dua pasangan asam basa. Pasangan pertama merupakan pasangan antara asam dengan basa konjugasi (yang menyerap proton); dalam hal ini ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1. Pasangan kedua adalah pasangan antara basa dengan asam konjugasi (yang memberi proton); dalam hal ini ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2 NH3 + H2O => NH4+ + OH- BASA (1) ASAM(1) ASAM(2) BASA (2) Bronsted – Lowry : Bronsted – Lowry Proton tidak akan dilepas, kalau tidak ada yang mengikat proton tersebut. Reaksi pelepasan dan pengikatan proton tersebut dinamakan protolisa. Zat yang berprotolisa tersebut,dinamakan protolit. Air adalah pelarut yang dapat melepas proton dan dapat mengikat proton CH3COOH + H2O → CH3COO- + H3O+ HCO3-+H2O → H2CO3 + OH- Slide 7: Menurut Lewis: Asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron. Basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan electron. Semua zat yang didefinisikan sebagai asam dalam teori Arrhenius juga merupakan asam dalam kerangka teori Lewis karena proton adalah akseptor pasangan elektron . Dalam reaksi netralisasi proton membentuk ikatan koordinat dengan ion hidroksida. Slide 8: H+ + OH- => H2O Situasi ini sama dengan reaksi fasa gas yang pertama diterima sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Bronsted dan Lowry. HCl(g) + NH3(g) => NH4Cl(s) Dalam reaksi ini, proton dari HCl membentuk ikatan koordinat dengan pasangan elektron bebas atom nitrogen. Keuntungan utama teori asam basa Lewis terletak pada fakta bahwa beberapa reaksi yang tidak dianggap sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Arrhenius dan Bronsted Lowry terbukti sebagai reaksi asam basa dalam teori Lewis. Sebagai contoh reakasi antara boron trifluorida BF3 dan ion fluorida F-. BF3 + F- => BF4- … Slide 9: Asam Basa Menurut Lewis: Slide 10: REAKSI NETRALISASI 4.3 Slide 11: REAKSI NETRALISASI 4.3 Larutan asam kuat + Larutan basa kuat 2HCl(aq) + Ca(OH)2(aq) –> CaCl2(aq) + 2H2O(l) 2H+(aq) + 2Cl-(aq) + Ca2+(aq) + 2OH-(aq) –> Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) + 2H2O(l) 2H+(aq) + 2OH-(aq) –> 2H2O(l) H+(aq) + OH-(aq) –> H2O(l)aq) Reaksi Redoks – Rachma Yuliana : Reaksi Redoks – Rachma Yuliana Bilangan Oksidasi : Bilangan Oksidasi Biloks menunjukkan jumlah total elektron yang dapat dipindahkan dari suatu unsure bebas dengan biloks positif, atau ditambahkan pada suatu unsure dengan biloks negatif, untuk mencapai konfigurasi baru yang lebih stabil. Biloks + jika melepas e- Biloks – jika menerima e- Biloks = elektron valensi Harga Bilangan Oksidasi : Harga Bilangan Oksidasi Unsur bebas = 0 Contoh : Cl, Zn, Na, dll. Oksigen dalam senyawa = -2, kecuali : Peroksida = -1 Superoksida = -1/2 OF2 = -1 Ion monoatomik, biloks = muatan Biloks molekul = 0 Slide 15: - Unsur halogen dalam senyawa : F = 0, -1 Cl = 0, -1, +1, +3, +5, +7 Br = 0, -1, +1, +5, +7 I = 0, -1, +1, +5, +7 Jumlah biloks dari semua atom atau ion dalam suatu senyawa netral adalah 0. Unsur dalam senyawa yang lebih elektronegatif diberi biloks negatif. Yang kurang elektronegatif diberi biloks positif. Ingat, Fluorin adalah unsur paling elektronegatif, kemudian oksigen. Jumlah biloks dari semua senyawa atom dalam suatu senyawa ion sama dengan jumlah muatan ion tersebut. Oksidasi : Oksidasi Terjadi antara suatu zat dengan oksigen. Diikuti pelepasan elektron kenaikan biloks Contoh : Na ⇄ Na+ + e- biloks 0 biloks +1 Zat-zat yang dapat dioksidasi : Zat-zat yang dapat dioksidasi 1. Zat dengan valensi kecil ke zat dengan valensi lebih besar. logam : akhiran -o → -I Fe2+ → Fe3+ + e- Fero → Feri anion : akhiran -it → -at SO32- → SO42- Sulfit → Sulfat 2. Zat dengan biloks kecil ke zat dengan biloks lebih besar. Cl- → Cl + e- Reduksi : Reduksi Terjadi antara suatu zat dengan hidrogen Penangkapan elektron penurunan biloks Contoh : Mg2+ + 2e- ⇄ Mg biloks +2 biloks 0 Reaksi Redoks : Reaksi Redoks Merupakan reaksi perubahan biloks yang melibatkan baik reaksi reduksi dan oksidasi Contoh : Fe2O3 + 3 CO → 2 Fe + 3 CO2 b.o. +3 b.o. +2 b.o. 0 b.o. +4 Ciri-Ciri Reduktor dan Oksidator : Ciri-Ciri Reduktor dan Oksidator Menyusun Persamaan Reaksi Redoks : Menyusun Persamaan Reaksi Redoks Metode Setengah Reaksi : 1. Tulis persamaan perubahan oksida dan reduktan 2. Setarakan jumlah oksigen di ruas kiri dan ruas kanan dengan menambahkan H2O di ruas yang kekurangan oksigen. 3. Setarakan jumlah hydrogen di kedua ruas dengan menambahkan jumlah H+ yang sesuai. 4. Setarakan muatan di kedua ruas dengan menambahkan electron di ruas yang muatannya lebih positif. Contoh Soal : Contoh Soal 2 KMnO4 + 8 H2SO4 + 10 KI → 2 MnSO4 + 5 I2 + 8 H2O + 6 K2SO4 Reduksi : MnO4- → Mn2+ MnO4- → Mn2+ + 4 H2O 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O 5 e- + 8 H+ + MnO4- → Mn2+ + 4 H2O Oksidasi : 2 I- → I2 + 2 e- REDOKS 10 e- + 16 H+ + 2 MnO4- → 2 Mn2+ + 8 H2O 10 I- → 5 I2 + 10 e- 2 MnO4- + 10 I- + 16 H+ → 2 Mn2+ + 5 I2 + 8 H2O Setarakan Elektron Slide 23: - Logam L apabila dioksidasi akan menjadi sebuah ion logam bermuatan 0 : L → Lx+ + x e- - Apabila logam amfoter dioksidasi, maka : 1. Jika merupakan amfoter asam, maka yang dioksidasi adalah logam itu sendiri. L → Lx+ + x e- 2. Jika merupakan amfoter basa, maka yang dioksidasi adalah anionnya. Contoh : OH-, SO42-, dll. Reaksi Oksidasi pada Oksida Asam : Reaksi Oksidasi pada Oksida Asam Reaksi oksidasi dapat terjadi pada sebuah oksida asam ketika berikatan dengan zat lain. Contoh : SO2 → SO42- biloks +4 biloks +6 Pengendapan : Pengendapan JOHN AVISTA Aturan : Aturan Pada reaksi-reaksi tertentu terjadi endapan Endapan terbentuk jika larutan menjadi jenuh dengan zat yang bersangkutan Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya Penambahan ion asing seperti penambahan asam atau basa kuat dan ligan dapat menyebabkan endapan menjadi larut kembali Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelarutan : Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelarutan Temperatur (berbanding lurus) Tekanan (effervescene) Ukuran partikel Adukan Solubility Rules : Solubility Rules Keterangan : S = Soluble SS = Slightly Soluble NI = Nearly Insoluble NE = Not Exist Slide 29: Kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air. CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) → Ca(HCO3)2(aq) Slide 30: Kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air. AgCl(s) + NH4OH(aq)→ Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l) Sumber: : Sumber: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Kimia/0192%20Kim%202-3a.htm http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Abdullah%20Fauzi%20Gofur/bronsted.html http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Abdullah%20Fauzi%20Gofur/arrhenius.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_fisika1/kesetimbangan_asam_basa/teori_asam_dan_basa/ http://blog.bimbingankimia.com/?p=261 http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/asam_dan_basa/teori-asam-basa/ http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/11/reduktor-dan-oksidator.html Slide 32: http://kimia-asyik.blogspot.com/2009/11/reduktor-dan-oksidator.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/oksidasi_dan_reduksi1/konsep-oksidasi-reduksi/ http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/bilangan-oksidasi.html http://www.crayonpedia.org/mw/Konsep_Bilangan_Oksidasi_11.2 file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/Reaksi%20pengendapan%20_%20Chemistry%20World.mht file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/reaksi-pengendapan.mht file://localhost/D:/dayat/john/web%20source/Solubilty%20Rules.mht