Presentation1

Views:
 
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Slide 1: 

PENDEKATAN TRAIT   Pendekatan trait terhadap kepribadian berusaha memisahkan dan memerikan sifat dasar individu yang mengarahkan perilaku. Pendekatan ini memusatkan diri pada kepribadian umum dan lebih banyak berkaitan dengan pemerian kepribadian dan prediksi perilaku daripada dengan perkembangan kepribadi­an.

Slide 2: 

Teori trait berasumsi bahwa orang mempunyai perbedaan beberapa di­mensi, atau skala kepribadian, yang masing-masing menunjukkan suatu trait.

Slide 3: 

jadi, kita dapat menilai seseorang berdasarkan skala inteligensi, stabilitas emosi, agresivitas, dan sebagainya. Untuk memperoleh gambaran kepribadian secara global, kita perlu mengetahui bagaimana individu tersebut dinilai dalam beberapa dimensi.

Slide 4: 

Trait mengacu pada karakteristik yang membedakan orang yang satu dengan orang yang lain secara konsisten dan relatif permanen. Ketika secara tidak formal kita menggambarkan diri kita sendiri atau orang lain dengan kata sifat seperti

Slide 5: 

"agresif," "cermat," "mudah terangsang," "cerdas," atau "cemas," kita menggunakan istilah-istilah trait. Kita mengabstraksikan istilah ini dari perilaku. Jika kita mengamati seseorang menampilkan perilaku agresif dalam beberapa peristiwa, mungkin kita akan menggambarkan orang itu sebagai "orang yang agresif."

Slide 6: 

Kita boleh menggunakan ' agresivitas" sebagai istilah trait selama kita ingat bahwa istilah itu berasal dari observasi perilaku. Bahaya­nya terletak pada penggunaan istilah trait untuk menjelaskan perilaku.

Slide 7: 

Mengatakan bahwa seorang wanita memukul kepala Leman sekamamya karena dia mempunyai trait agresif tidak menjelaskan apa-apa. Kita menyimpulkan trait dari perilaku; kita tidak dapat membalik dan menggunakannya sebagai pen­jelasan perilaku.

Slide 8: 

Para pakar psikologi yang bekerja dalam bidang teori trait berusaha (1) menentukan trait dasar yang memberikan gambaran kepribadian yang ber­makna dan (2) menemukan cara untuk mengukur trait ini.

Slide 9: 

Menentukan trait dasar   Bahasa Inggris terdiri dari ribuan istilah yang mengacu pada karakteristik peri­laku. Bagaimana cara mereduksi istilah-istilah itu menjadi sejumlah trait yang

Slide 10: 

dapat digunakan untuk memerikan kepribadian? Salah satu pendekatan meng­gunakan analisis faktor, analisis faktor merupakan teknik statistik yang rumit untuk mereduksi se­jumlah ukuran mebjadi beberapa dimensi bebas.

Slide 11: 

Sebagai contoh, andaikan Anda memilih sejumlah istilah yang meng­gambarkan karakteristik kepribadian dan menyusunnya dalam pasangan kata yang menunjukkan kutub yang berlawanan. (rapi-ceroboh, tenang-cemas, tan-gap-tidak peka, kooperatif-negativistik, dan sebagainya).

Slide 12: 

Kemudian Anda meminta sekelompok orang untuk menilai temannya berdasarkan pasangan kata tersebut. Bila penilaian ini kita telaah dengan analisis faktor, kita akan memperoleh beberapa dimensi, atau faktor yang bertanggung jawab terhadap sebagian besar korelasi di antara penilaian itu.

Slide 13: 

penelitian yang paling ekstensif tentang trait kepribadian dilakukan oleh Raymond Cattell, yang telah mengumpulkan data melalui kuesioner, tes kepribadian dan observasi perilaku dalam situasi kehidupan nyata, selama lebih dari tiga, dekade.

Slide 14: 

Cattell mengidentfikasi 16 faktor yang menurut dia merupakan trait dasar yang mendasari kepribadian. Setiap, faktor diberi dua nama satu untuk skor tinggi dan satu untuk skor rendah.

Slide 15: 

Cattell menyusun kuesioner untuk mengukur keenambelas traitnya Sixteen Personality Factor Questionnaire (disingkat 16 PF). jawaban "ya" atau "tidak" untuk lebih dari seratus pertanyaan itu dikumpulkan guna mem­peroleh skor setiap faktor.

Slide 16: 

Sebagai contoh, jawaban "tidak" untuk pertanyaan "Bila saya sedang bersama dengan orang banyak, maka saya merasa agak kaku dan tidak bisa menonjolkan diri seperti seharusnya?" akan memperoleh nilai yang mengarah pada sisi "dominan" Skala E. Dengan menentukan skor tes se­seorang untuk setiap

Slide 17: 

faktor, kita akan mendapatkan profil kepribadian se­macam gambaran singkat tentang kepribadian seseorang. Cattell telah meneliti berbagai macam kelompok orang dengan menggunakan 16 PF.

Slide 18: 

Gambar menunjukkan skor tes rata-rata untuk sekelompok pilot penerbang, seke­lompok seniman dan sekelompok penulis. Dengan membandingkan profil kepribadian itu,

Slide 19: 

kita dapat melihat bahwa seniman dan penulis, sebagai suatu kelompok, mempunyai perbedaan yang signifikan dengan pilot dalam

Slide 20: 

bebe­rapaNama trait itu menggambarkan ke-16 faktor kepribadian yang diperoleh melalui analisis faktor sejumlah penilaian. Faktor-faktor tersebut diberi dua;

Slide 21: 

nama satu untuk skor tinggi dan yang lain untuk skor rendah. Faktor A-0 diperoleh dari analisis faktor penilaian seseorang oleh orang lain

Slide 22: 

keempat faktor Q hanya didapatkan dari data penilaian diri sendiri. Tes kepribadian yang didasarkan pada 16 fak­tor ini mengukur tingkat setiap faktor, dan skornya dapat digambar sebagai suatu profil baik untuk individu ataupun untuk kelompok.

Slide 23: 

Profil yang hitam menunjukkan skor rata-rata untuk sekelompok pilot penerbang; profil yang berwama memperlihatkan rata-rata untuk sekelompok seniman;

Slide 24: 

dan profil yang abu-abu mcnunjukkan rata-rata untuk sekelompok penulis. Perhatikan bahwa penulis dan seniman

Slide 25: 

Evaluasi pendekatan trait  Meskipun tampaknya pendekatan trait merupakan cara yang objektif dan ilmiah untuk menelaah kepribadian,

Slide 26: 

beberapa masalah timbul ketika metode ini digunakan. Faktor kepribadian yang diperoleh dalam suatu penelitian tertentu

Slide 27: 

seringkali tergantung pada jenis data yang dianalisis (misalnya, penilaian diri sendiri lain dengan penilaian oleh orang lain) dan teknik analisis faktor khusus yang digunakan.

Slide 28: 

Beberapa peneliti telah mengidentifikasi setidak­tidaknya lima faktor sebagai dimensi dasar kepribadian yang lain, meng­identifikasi sekitar 20 faktor.

Slide 29: 

Meskipun tidak ada kesepakatan tentang jumlah trait dasar kepribadian, beberapa sifat seringkali bertumpang tindih. Dua dimensi yang paling sering ditemukan dalam penelitian analisis faktor tentang kepribadian adalah intro­versi-ekstraversi dan kestabilan-ketidakstabilan.

Slide 30: 

Introversi-ekstraversi mengacu pada sejauh mana orientasi dasar seseorang diarahkan ke dalam diri atau ke luar diri (ke dunia luar). Pada ujung Skala introversi terdapat individu yang pemalu dan lebih senang bekerja sendiri;

Slide 31: 

mereka cenderung menyendiri, ter­utama bila mengalami konflik atau stress emosional. Pada ujung ekstraversi terdapat individu yang pandai bergaul dan lebih menyukai pekerjaan yang memungkinkan mereka berhubungan langsung dengan orang lain; bila meng­alami stress, mereka mencari teman.

Slide 32: 

Kestabilan-ketidakstabilan merupakan dimensi emosionalitas dengan individu yang tenang, pandai menyesuaikan diri, dan dapat dipercaya pada ujung stabil dan individu pemurung, cemas, tempe­ramental, dan tidak dapat dipercaya pada ujung yang lain.

Slide 33: 

Kritik yang lebih penting terhadap pendekatan trait, menurut beberapa pakar teori kepribadian, adalah kemungkinan bahwa perilaku dapat berubah-­ubah dari satu situasi ke situasi lain. Seorang anak laki-laki yang mendapatkan skor tinggi

Slide 34: 

pada faktor "dominan" 16 PF mungkin mempunyai peranan yang dominan dalarn hubungan dengan teman sekolahnya tetapi tidak dalam hubungan dengan orang tua atau gurunya bahkan dalam hubungan dengan teman sebayanya,

Slide 35: 

mungkin pada suatu saat dia bertindak agresif dan pada saat yang lain menjadi penurut. Seperti yang akan kita lihat nanti, Les-Les yang dirancang untuk mengukur trait belum bisa dijadikan alas prediksi yang me­muaskan. Dalam memprediksi perilaku,

Slide 36: 

kita perlu mengetahui bagaimana pengaruh kondisi lingkungan tertentu terhadap karakteristik kepribadian se­seorang kecenderungan untuk bersifat ramah, agresif, cemas, dan sebagai­nya.

Slide 37: 

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perbedaan individual dan variabel situasional merupakan faktor yang paling penting.

authorStream Live Help