OBAT-OBAT SISTEM SARAF03 ok

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PERKENALAN : 

PERKENALAN Nama : Tomy Bustomi, S.Farm., Apt Umur : 27 tahun Pendidikan : Apoteker, di UGM Jogjakarta Pekerjaan : Ka. Depot Obat RS Islam Assyifa Status : Sudah menikah, Anak 1

OBAT-OBAT SISTEM SARAF : 

Oleh : Tomy bustomi, s.Farm.,apt OBAT-OBAT SISTEM SARAF

ANALGETIKA & ANTIPIRETIKA : 

ANALGETIKA & ANTIPIRETIKA Nyeri adalah perasaan yang tidak enak dan yang berkaitan dengan (ancaman) kerusakan jaringan. Analgetika atau penghalang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri.

PENGGOLONGAN ANALGETIK : 

PENGGOLONGAN ANALGETIK Analgetika Perifer (non-narkotik) Yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral digunakan untuk nyeri ringan sampai sedang. Analgetika Narkotik Khusus digunakan untuk menghalau rasa nyeri hebat, seperti pada fraktura dan kanker, digunakan untuk nyeri sedang hingga berat.

Slide 5: 

Nyeri dapat dilawan dengan beberapa cara : 1. Merintangi terbentuknya rangsangan pada reseptor nyeri perifer dengan analgetika feriper 2. Merintangi penyaluran rangsangan disaraf-saraf sensoris, missalnya dengan anestetika local 3. Blokade pusat nyeri di SSP dangan analgetika sentral (narkotika) atau dengan anestetika umum

Slide 6: 

OBAT-OBAT ANALGETIKA (non narkotik) Paracetamol Salisilat : Asetosal, salisilamida dan benorilat Penghambat prostaglandin (NSAIDs) : Ibuprofen Derivat-derivat antranilat : mefenaminat,as niflumat glafenin, floktafenin Derivat-derivat pirazolinon : aminofenazon, isoprofilfenazon, isopropilaminofenazon dan metamizol. Lainnya : benzidamin Efek samping : Gangguan lambung-usus (b,c,e) Kerusakan darah (a,b,d,e) Kerusakan hati dan ginjal (a,c) Catt: Asetosal dapat menyebabkan sindrom REYE sehingga tidak boleh diberikan pada anak <12 thn

Slide 7: 

Kehamilan dan laktasi Hanya paracetamol yang dianggap aman bagi wanita hamil dan menyusui, meskipun dapat mencapai air susu. Asetosal dan salisilat, NSAIDs dan metamizol dapat mengganggu perkembangan janin, sehingga sebaiknya dihindari. Dari aminofenazon dan prifenazon belum terdapat cukup data Interaksi : Kebanyakan analgetika memperkuat efek anti koagulansia kecuali paracetamol dan glafenin.

Slide 8: 

OBAT-OBAT ANALGETIKA Narkotik Kodein, Morfin Pethidin Fentanyl Metadon Tramadol

Slide 9: 

Efek samping : Supresi, misalnya sedasi, menekan pernafasan dan batuk, miosis, hipotermia, dan perubahan suasana jiwa (mood), mual muntah. Saluran cedrna : Motilitas berkurang (obstipasi) konstaksi sfingter kandung empedu Saluran urogenital : retensi urin, motilitas uterus berkurang (waktu persalinan diperpanjang) Saluran nafas : Bronchocontriksi, pernafasan menjadi lebih dangkal dan frekuansinya turun. System sirkulasi: vasodilatasi, hipertensi, dan bradycardia Histamine-liberator : urticaria dan gatal-gatal, karena pelapasan hisatamin Kebiasaan, dengan risiko adiksi pada penggunaan lama, bila terapi dihentikan dapat terjadi gejala abstinensi.

Slide 10: 

Kehamilan dan laktasi Opioda dapat melintasi plasenta, tetapi boleh digunakan sampai beberapa waktu sebelum persalinan. Bila diminum terus, zat ini dapat merusak janin akibat depresi pernafasan dan memperlambat persalinan. Bayi dari ibu yang ketagihan menderita gejala abstinensi. Selama laktasi, ibu dapat menggunakan opioida karena hanya sedikit terdapat dalam air susu.

HIPNOTIK-SEDATIVA (PENENANG) : 

HIPNOTIK-SEDATIVA (PENENANG) Hipnotika atau obat tidur adalah zat-zat yang dalam dosis terapi diperuntukkan meningkatkan keinginan faali untuk tidur dan mempermudah atau menyebabkan tidur.Lazimnya obat ini diberikan pada malam hari. Bilamana zat-zat ini diberikan pada siang hari dalam dosis yang lebih rendah untuk tujuan menenangkan, maka dinamakan sedative.

Slide 12: 

Obat-obatan sedative-hipnotik Golonngan Barbiturat contohnya fenobarbital, tiofental Golongan benzodiazepine Berdaskan kecepatan metabolismenya dibedakan menjadi 3 kelompok Obat-obat long-acting, antaralain klordiazepoksida, diazepam, nitrazepam, dan flurazepam Obat-obat-obat short –acting: oksazepam, lorazepam, lormetazepam, termazepam, loprazolam, zopiclon Obat-obat ultra-short-acting : triazolam, midazolam, estazolam.

Slide 13: 

KEHAMILAN DAN LAKTASI Penggunaan kronis selama kehamilan dapat menimbulkan sindroma “floppy infant yang bergejala hipotonia, hypothermia dan gangguan pernafasan, juga ketergantungan fisik dan efek penarikan pada neonates. Obat-obat lipofil kuat missal diazepam mencapai kadar tinggi dalam air susu ibu. Interaksi : Pil hamil dan cimetidin merintangi enzim-enzim hati sehingga perombakan diazepam dan derivate long-acting lainnya diperlambat sehingga efeknya lebih lama.

ANTI KONVULSI : 

ANTI KONVULSI Epileptika/sawan/ayan adalah suatu gangguan saraf yang timbul secara tiba-tiba dan berkala, biasanya dengan perubahan kesadaran Penyebabnya adalah aksi serentak dan mendadak dari sekelompok besar sel-sel saraf diotak Jenis-jenis epilepsy : 1………………….. …………………

Slide 15: 

Obat-obat epilepsy : Barbital; contoh fenobarbital dan mefobarbital Hidantoin ; fenitoin Suksinimida; mesuksimida, etosuksimida Lain-lain; diazepam, klonazepam, karbamazepin, dan oksarbazepin, Obat-obat generasi ke-2; vigabatrin, lamotigrin dan gabapentin Kehamilan Semua obat-obat antiepileptika menimbulkan efek teratogenik pada janin.

Slide 16: 

Penggunaan obat-obat anti konvulsi tidak boleh dihentikan secara mendadak. Status Epileptikus Merupakan suatu keadaan dimana terjadi serangan epilepsi yang terus-menerus atau berulang-ulang,begitu seringnya sehingga kesadaran pasien tidak pulih diantara dua serangan yang terjadi terapi pertama yaitu dengan Diazevam. i.v Kejang demam Merupakan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh sampai diatas 38 derajat, yang disebabkan karena proses ekstrakranial. Penanggulangan dengan Diazepam i.v, tetapi bentuk suppositoria lebih mudah.

ANESTETIKA : 

ANESTETIKA Anestetik dibagi menjadi 2 golongan 1. Anestetik Umum, a.Anestetik intravena b.Anestetik inhalasi c.Antimuskarinik d.Sedatif dan analgesik peri-operatif e.Pelemas otot f.Antikolinesterase yang digunakan dlm anestesia g.Antagonis u/ depresi syaraf pusat dan pernafasan h.Obat u/ hipertermia maglina

Slide 18: 

2. Anestetik Lokal Bekerja dengan cara menyebabkan blokade yang reversibel atas konduksi sepanjang serat syaraf. Yang perlu diperhatikan : Potensi Obat Toksisitas Lama Kerja Stabilitas Kelarutan dalam air Kemampuan menembus membran mukosa

Slide 19: 

Obat yang tidak boleh dihentikan sebelum pembedahan : Analgesic, Antipilepsy, Anti-parkinson, Broncodilator, Obat Kardiovaskuler, Obat Glaucoma, Hormon Tiroid&anti-tiroid Obat yang harus dihentikan : Kontrasepsi Oral Lithium

Anestetik Umum : 

Anestetik Umum a.Anestetik intravena Cth.Barbiturat(Na.Tiopenton), Ketamin,Profopol b.Anestetik inhalasi Cth. Halotan, Isofluran, Desfluran, N2O c.Antimuskarinik Mengeringkan Sekret Bronkus&saliva yg bertambah pada inkubasi & anestesia inhalasi cth.Atropin, Hiosin, Glicopironium d.Sedatif dan analgesik peri-operatif # Ansiolitik dan neuroleptik u/ mengurangi kegelisahan pasien menjelang pembedahan & juga memperlama efek anestetik cth. Benzodiazepin, Diazepam, Lorazepam, Midazolam, Temazepam, klormetiazol, fenotiazin.

Slide 21: 

# Analgesik non-opiod cth. Na.Diclofenac, Ketoprofen, ketorolac # Analgesik Opioid (Fentanil, Pethidin) Efek Samping : Depresi napas, depresi kardiovaskuler, Rasa mual&muntah. Catt.. u/ mengatasi depresi napas digunakan Nalakson atau doksapram. e.Pelemas otot Cth. Attakurium besilat, mivakorium klorida, pankuronium bromida. Pasien yang mendapat obat ini harus mendapat pernafasan buatan/terkendali, sampaiobat mengalami inaktivasi/diantagonis. f.Antikolinesterase yang digunakan dlm anestesia cth. Endrofunium, neostigmin (u/ bokade non-polarisasi, atropin harus diberikan sebelum neostigmin) g.Antagonis u/ depresi syaraf pusat dan pernafasan h.Obat u/ hipertermia maglina

Anestetik Lokal : 

Anestetik Lokal Anestetik lokal kecuali Kokain menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Adrenalin menyebabkan vasokonstriksi yang menyebabkan absorbsi anestesi lokal menurun sehingga menyebabkan efek enestesi menjadi panjang Adrenalin tidak boleh berlebihan karena menyebabkan nekrosos iskemik. Cth obat Lignokain, Bupivakain (Kerja lama, Onset lambat), prilokain, ametokain (u/ topikal), Mepivakain (anestesi u/ dr.gigi)

ANTI EMETIKA (ANTI MUNTAH) : 

ANTI EMETIKA (ANTI MUNTAH) Muntah dapat disebabkan oleh : 1. Penyakit saluran cerna 2. Peningkatan tekanan intrakranial 3. Mabuk perjalanan 4. Kehamilan

Slide 24: 

Muntah diakibatkan oleh stiimulasi dari pusat muntah di sumsum-sambung (Medula Oblongata) dan berlangsung menurut beberapa mekanisme, yaitu : 1. Akibat rangsangan lambung dari saluran cerna 2. Tak langsung memalui CTZ (Cemoreseptor Trigger Zone) Adalah suatu daerah dg banyak reseptor, yang letaknya berdekatan dg pusat muntah di sumsum sambung tetapi di luar rintangan (barier) darah otak. 3. Melalui kulit otak (Corteks Cerebri) misalnya ada kalanya pd waktu melihat, membau atau merasakan sesuatu sudah cukup untuk menimbulkan mual dan muntah.

Slide 25: 

Muntah Kehamilan Gejalanya pd umumnya tdk hebat dan hilang dg sendirinya, maka sedapat mungkin jangan diobati agar tidak mengganggu perkembangan organ janin. Muntah karena Saluran Cerna Biasanya diakibatkan oleh iritasi lambung, asam lambung yang berlebihan dan diare. Obat yang biasa dipakai Metoklopramid Mabuk Darat Gangguan informasi pd organ keseimbangan dan terkadang dipengaruhi pula oleh sugesti. Obat yang paling efektif yaitu Dimenhidrinat

Slide 26: 

Contoh obat lain dalam penanganan muntah. Ondansetron, grnisetron, tropisetron

ANTI PARKINSON : 

ANTI PARKINSON Penyakit parkison terjadi akibat proses degenerasi yang progresif dari sel-sel mengandung pigmen dari substansia nigra, yang menyebabkan defisiensi neurotransmiter dopamin. Hal ini menyebabkan terjadinya imbalans neurohumoral di ganglia basal, yang menimbulkan tanda-tanda dan gejala-gejala penyakit parkinson.

Slide 28: 

Obat-obat anti parkinson 1. obat antimuskarinik : Triheksifenidil 2. obat dopaminergik : levodopa, bromokriptin 3. obat untuk tremor esensial,khorea,tiks dn kelainan sejenis : haloperidol, propanolol, klorpromazin, primidon, piracetam

authorStream Live Help