ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM

Views:
 
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Slide 1: 

Selamat pagi .. Om swastyastu

Slide 2: 

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim dr. I Gede Mega Putra, SpOG Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi/ FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar

Pendahuluan : 

Pendahuluan Kontrasepsi : Usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan Sementara Permanen Kontrasepsi ideal : Dapat dipercaya Efek mengganggu kesehatan (-) Daya kerja dpt diatur sesuai kebutuhan Gangguan hub seksual (-) Tidak perlu motivasi terus menerus Mudah pelaksanaannya Murah Dapat diterima

Slide 4: 

Akseptabilitas kontrasepsi ditentukan oleh faktor : Dapat dipercaya Efek samping (-) / ringan Tidak mempengaruhi koitus Mudah penggunaannya Harga terjangkau

Slide 5: 

AKDR (IUD) (alat kontrasepsi dalam rahim / intra uterine device): Merupakan metoda kontrasepsi yang populer dan telah digunakan lebih dari 40 tahun. Kebanyakan wanita percaya alat ini efektif, aman dan mudah pemakaiannya. Saat ini AKDR merupakan alat kontrasepsi tidak permanen yang paling banyak digunakan.

Slide 6: 

AKDR pertama dan modern: Lippes Loop dan Spiral Margulies (1960) terbuat dari plastik yang mengandung polietilen. Dari perkembangan kemudian didapatkan AKDR dengan bentuk yang lebih kecil, efek samping yang lebih ringan dan efektifitas yang lebih tinggi Cu 7® dan Cu T 200® CU T 380 A®

Slide 7: 

Jenis AKDR Yang terbuat dari plastik : lippes loop Yang mengandung tembaga: Copper T (CuT 200 C®, CuT 380 A® Multiload (MlCu 250®, MlCu 375®) Nova T® progesteron: Progestasert® levonorgestrel: Levo Nova® Yang mengandung hormon:

Slide 12: 

Cara kerja: ~ membuat suatu suasana radang steril dalam cavum uteri sehingga spematozoa maupun hasil konsepsi tidak dapat berkembang. ~ yang mengandung bahan Cu (tembaga) akan mengurangi kemampuan spermatozoa untuk membuahi ovum. ~ yang mengandung hormonal akan mempengaruhi lapisan endometrium.

Slide 13: 

Indikasi AKDR ; Mencegah kehamilan Keuntungan AKDR : Satu kali pasang, satu kali motivasi Efek sistemik (-) Ekonomis Efektivitas cukup tinggi reversibel

Slide 14: 

Efek samping AKDR : Perdarahan Rasa nyeri dan kejang di perut Gangguan pada pasangan Ekspulsi (pengeluaran sendiri), dipengaruhi : Umur dan paritas Lama pemakaian Ekspulsi sebelumnya Jenis dan ukuran psikis

Slide 15: 

Komplikasi AKDR : Infeksi Perforasi Kehamilan Tidak menyebabkan cacat Angka abortus tinggi Benang kelihatan  cabut, ok kemungkinan abortus > tinggi kalau IUD dibiarkan Benang tidak tampak  biarkan dan KIE.

Slide 16: 

Kontra indikasi AKDR Relatif : Mioma uteri Insufisiensi serviks uteri Uterus bekas operasi (sc,enukleasi mioma) Kelainan serviks (erosi,polip cx,dll) Absolut : Hamil Infeksi aktif genetalia Keganasan genetalia Metroragia yg belum sembuh Pasangan tidak lestari

Slide 17: 

Saat pemasangan AKDR : Saat haid sedang berlangsung Lebih mudah ok serviks terbuka Nyeri kurang Perdarahan relatif kurang Tidak mungkin hamil Post partum Immediate insertion Direct insertion Indirect insertion Post abortus Beberapa hari setelah haid terakhir

Slide 18: 

Pemasangan AKDR

Slide 19: 

Langkah langkah pemasangan. ~ konseling sebelum pemasangan: mengenai manfaat, cara kerja, efek samping, cara pemasangan dan hal yang belum jelas bagi klien ~ persiapan klien : kosongkan kandung kencing meja ginekologi

Slide 20: 

~ persiapan operator : siapkan alat2 pemasangan cuci tangan pakai sarung tangan

Slide 21: 

Langkah langkah pemasangan Langkah 1. Jelaskan kepada klien apa yang akan dilakukan dan mempersilakan klien untuk mengajukan pertanyaan. Sampaikan kepada klien kemungkinan akan merasa sedikit sakit pada beberapa langkah pemasangan dan nanti akan diberi tahu bila sampai pada langkah tersebut. Pastikan klien telah mengosongkan kandung kencingnya.

Slide 22: 

Langkah 2. Periksa genitalia externa. (untuk memeriksa adanya ulkus, pembengkakan kelenjar getah bening, kel. Bartolin) (pakai sarung tangan, setelah dipakai harus didekontaminasi, cuci dan DDT / steril)

Slide 23: 

Langkah 2. Periksa dengan speculum (lakukan vulva hygiens) (untuk memeriksa adanya cairan vagina, cervix dan pemeriksaan mikroskopis bila diperlukan) (speculum setelah dipakai harus didekontaminasi, cuci dan DDT atau steril)

Slide 24: 

Lakukan vulva hygiens Lakukan pemeriksaan gynecologi: besar dan arah uterus apakah ada kontra indikasi Periksa panggul. (untuk menentukan besar, posisi, arah, konsistensi dan mobilitas uterus, memeriksa adanya nyeri goyang cervix dan tumor) (jangan dilakukan pemasangan bila ada infeksi atau hamil).

Slide 25: 

Pasang speculum Lakukan asepsis/antisepsis Amati apakah ada kelainan pada vagina, cervix Pasang tenaculum Lakukan pengukuran ukuran uterus dan arahnya dengan alat sonde Periksa panggul.

Slide 26: 

Langkah 3. Masukkan lengan AKDR Cu T 380 didalam kemasan sterilnya (sarung tangan DDT atau steril tidak diperlukan bila memasukkan lengan AKDR didalam kemasan sterilnya) (jangan memasukkan lengan AKDR lebih dari 5 menit sebelum pemasangan, karena lengan AKDR tidak kembali seperti bentuk semula setelah dipasang)

Slide 27: 

Persiapan AKDR ~ Buka kemasan 1/3 ~Masukkan lengan AKDR keinserter ~ Sesuaikan ukuran ~ Buka kemasan 1/3 ~Masukkan pendorong kedalam insertor

Slide 28: 

Langkah 4. Masukkan speculum, lakukan asepsis/antisepsis (larutan antiseptik mencegah infeksi) Pasang tenaculum (tenaculum untuk stabilisasi uterus dan mengurangi resiko perforasi) (pasang dengan posisi vertikal pada jam 10 atau 2)

Slide 29: 

Masukkan sonde uterus (untuk menentukan posisi uterus dan kedalam cavum uteri) (memasukkan sonde sekali masuk untuk mengurangi resiko infeksi) Langkah 5

Slide 30: 

~ Atur letak leher biru pada tabung inserter ~ Masukkan tabung inserter sampai leher biru menyentuh cervix atau ada tahanan ~~jangan memaksa bila ada tahanan ~ Lepas lengan AKDR dengan menggunakan tehnik menarik. pendorong ditahan, tabung ditarik keluar, lengan AKDR keluar dari tabung ~ Setelah lengan AKDR lepas, dorong secara perlahan tabung inserter kedalam uterus sampai leher biru menyentuh cervix ~~ pastikan AKDR sampai difundus Langkah 6.

Slide 31: 

~ Masukkan AKDR ~ Pastikan mencapai fundus uteri ~ Lakukan tehnik withdrawal ~ Tahan pendorong, tarik insertor. ~ Keluarkan pendorong ~ Dorong kembali insertor kedalam ~ Keluarkan insertor ~ Potong benang AKDR. ~ Lepaskan tenaculum dan speculum.

Slide 32: 

~ Tarik keluar sebagian tabung inserter, potong benang 3 – 4 cm dari cervix, ~~ pastikan benang AKDR yang telah terpotong masih berada dalam tabung inserter untuk memudah kan pembuangannya ~ Cara lain, tarik keluar seluruh tabung inserter, jepit benang dgn menggunakan forcep dan potong 3 – 4 cm dari cervix. ~~ mengurangi resiko AKDR tercabut keluar.

Slide 36: 

Langkah 7. Buang bahan habis pakai yang terkontaminasi sebelum melepas sarung tangan. (memperkecil resiko penularan penyakit AIDS dan Hepatitis B) (masukkan bahan habis pakai kedalam kantong yang tidak bocor dan bakar) Bersihkan permukaan yang terkontaminasi (memperkecil resiko penularan penyakit Hepatitis B dan AIDS) (jangan terlalu hemat dengan larutan klorin 0.5%)

Slide 37: 

Lakukan dekontaminasi alat dan sarung tangan dengan segera setelah selesai dipakai. (memperkecil resiko penularan penyakit Hepatitis B dan AIDS) (rendam alat dgn lar. Klorin 0.5%, 10 menit sebelum dicuci dan didesinfeksi. (celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam lar. Klorin 0.5% kemudian lepaskan dengan posisi terbalik dan redam 10 menit. Langkah 8

Slide 38: 

Dekontaminasi: Konseling pasca pemasangan: ~ Rendam alat yang dipakai dalam lar. klorin 0.5% ~ Masukkan alat habis pakai dalam kantong khusus ~ Bersihkan sarung tangan dan rendam dlam lar. klorin 0.5% ~ Latih klien cara memeriksa AKDR ~ Segera kembali bila ada keluhan

Slide 39: 

Langkah 9. Ajarkan klien cara memeriksa benang AKDR (untuk mengurangi resiko kehamilan akibat AKDR hilang) Minta klien menunggu diklinik selama 15 – 30 menit setelah pemasangan. (untuk mengamati bila terjadi rasa sakit yang amat sangat, mual, muntah sehingga mungkin AKDR perlu dicabut.)

Slide 40: 

Pengangkatan AKDR Konseling: alasan pencabutan tentang manfaat, keluhan baik dari klien sendiri maupun suami. Persiapan klien : kosongkan kandung kencing meja gynecologi setelah Persiapan operator: cuci tangan siapkan alat2 pencabutan pakai sarung tangan

Slide 41: 

~ lakukan vulva hygien ~ pemeriksaan dengan speculum ~~ apakah benang AKDR teraba ~~ lakukan asepsis/antisepsis terutama cervix. ~~ apakah terlihat benang AKDR? ~ lakukan vulva hygien ~ pemeriksaan dalam: ~~ apakah benang AKDR teraba ~~ apakah ada kelainan gynecologis, ~~ apakah ada kesan malposisi/perforasi

Slide 42: 

Pencabutan. Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. ~Bila tahanan terlalu kuat, Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. ~Bila tahanan terlalu kuat, ~~ benang dapat putus Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. ~Bila tahanan terlalu kuat, ~~ benang dapat putus ~~ usahakan menjepit benang yang tersisa dan Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. ~Bila tahanan terlalu kuat, ~~ benang dapat putus ~~ usahakan menjepit benang yang tersisa dan ~~lakukan kembali tarikan. Pencabutan. ~ jepit benang sedekat mungkin dengan cervix ~ beri tahukan klien pencabutan akan dimulai ~ klem ditarik secara pelan terkendali dan ~ AKDR akan tercabut keluar uterus. ~Bila tahanan terlalu kuat, ~~ benang dapat putus ~~ usahakan menjepit benang yang tersisa dan ~~lakukan kembali tarikan. ~ AKDR ditunjukkan pada klien

Slide 43: 

~ Bila tetap sukar atau benang tidak didapatkan, Pengangkatan. ~ bila ada kecurigaan perforasi ~~ gunakan extractor ~~~ pasang tenaculum ~~~ lakukan sondase ~~~ masukkan extractor ~~~ kait AKDR dan ~~~ tarik keluar secara terkendali atau ~~ lakukan photo Rontgën pelvic dan ~~ dapat dipasang AKDR

Slide 44: 

Dekontaminasi: Konseling pasca pencabutan: ~ Rendam alat yang dipakai dalam lar. klorin 0.5% ~ Masukkan alat habis pakai dalam kantong khusus ~ Bersihkan sarung tangan dan rendam dalam lar. klorin 0.5% ~ Segera kembali bila ada keluhan ~ Ganti cara atau ~ Reproduksi

authorStream Live Help