Anti Korupsi

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PERCEPATAN PEMBERANTASAN KORUPSI : 

PERCEPATAN PEMBERANTASAN KORUPSI Drs. Tata Sasmita, M.Pd WI LPMP Jawa Barat

Slide 2: 

Wawasan korupsi

Definisi Korupsi : 

Definisi Korupsi Korupsi berasal dari kata berbahasa latin corruptio, kata kerja corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balikan atau menyogok

Definisi Korupsi : 

Definisi Korupsi Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus atau pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri sendiri atau memperkaya mereka yang dekat dengan dirinya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka

PENGGELAPAN DALAM JABATAN Penerimaan Siswa Baru/pindahan secara tidak proseduralPengadaan barang secara curangPenyalahgunaan Dana BOSMenggelapkan uang/Surat Berharga atau membiarkan barang tersebut diambilMemalsukan buku-buku atau daftar-daftar khusus untuk pemeriksaan administrasiPengeluaran Ijazah palsuPerekrutan Pegawai tanpa prosedur yang berlakuPromosi jabatan yang tidak melalui prosedur yang berlakuMenghambat promosi jabatanMenaikan kelas siswa yang tidak layak naik/pindahPenyimpangan dalam penjurusan program studi di SMA : 

PENGGELAPAN DALAM JABATAN Penerimaan Siswa Baru/pindahan secara tidak proseduralPengadaan barang secara curangPenyalahgunaan Dana BOSMenggelapkan uang/Surat Berharga atau membiarkan barang tersebut diambilMemalsukan buku-buku atau daftar-daftar khusus untuk pemeriksaan administrasiPengeluaran Ijazah palsuPerekrutan Pegawai tanpa prosedur yang berlakuPromosi jabatan yang tidak melalui prosedur yang berlakuMenghambat promosi jabatanMenaikan kelas siswa yang tidak layak naik/pindahPenyimpangan dalam penjurusan program studi di SMA

SUAP - MENYUAP : 

SUAP - MENYUAP Suap, sogokan, pelicin, diangap korupsi kalau memenuhi pasal 5, pasal 6, pasal 11, pasal 12, pasal 13 dalam UU o. 31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001.

CONTOH PERILAKU SUAP-MENYUAP : 

CONTOH PERILAKU SUAP-MENYUAP Penerimaan siswa baru : seorang anak tidak memenuhi syarat masuk kesekolah ternama, agar anaknya bisa diterima maka orang tua memberikan uang pelicin kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah menerimanya. Penerimaan guru/pegawai : seorang calon guru yang tidak memenuhi standar tuntuk dapat menjadi guru/pegawai memberikan uang pelicin kepada panitia atau pengambil keputusan agar dapat diterima, dan panitianya menerima uang tersebut

CONTOH PERILAKU SUAP-MENYUAP : 

CONTOH PERILAKU SUAP-MENYUAP RAPBS yang menyalahi aturan ingin segera ditetapkan, maka yang mengajukan RAPBS memberikan uang dan diterima oleh petugas tersebut. Sarana dan prasarana sekolah yang disediakan oleh suplier tidak sesuai dengan spesifikasi, sarana dan prasarana tersebut tetap diterima karena suplier tersebut telah memberikan uang kepada penerima sarana dan prasarana.

Slide 11: 

PEMERASAN Pegawai negeri punya kekuasaan, dia memaksa orang lain untuk memberi atau melakukan sesuatu yang menguntungkan dirinya Pasal 12 : Pegawai negeri atau penyelenggara negara. Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain; Secara melawan hukum; Memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau mengerjkn sesuatu bagi dirinya; menyalahkan kekuasaan Hukumannya : Penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp 1 Milyar

Slide 16: 

PERBUATAN CURANG

Slide 19: 

IDENTIFIKASI BENTURAN KEPENTINGAN DAN PENGADAAN SERTA KIAT KIAT MENGATASINYA Bantuan Bos buku ke sekolah yang diberikan berupa buku dan tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah Bantuan Bos buku diberikan dalam bentuk uang sedangkan buku yang dibeli sesuai dengan analisis kebutuhan sekolah

2. Prosedur pemberian bantuan (misalkan rehabilitasi sekolah) yang tidak sesuai : 

2. Prosedur pemberian bantuan (misalkan rehabilitasi sekolah) yang tidak sesuai Prosedur pemberian bantuan harus bersifat terbuka sesuai kebutuhan/kreteria persyaratan penerima bantuan (bukan karena kedekatan dengan pengambil kebijakan)

3.Adanya permainan dalam tender bahkan penunjukan langsung. : 

3.Adanya permainan dalam tender bahkan penunjukan langsung. Tender agar dilakukan dengan transparan dan sesuai dengan prosedur

4. Adanya kepentingan pimpinan untuk memberikan kesejahteraan pegawainya : 

4. Adanya kepentingan pimpinan untuk memberikan kesejahteraan pegawainya Pimpinan harus mencari alternatif sumber keuangan diluar anggaran pemerintah (misalkan koperasi/Unit produksi)

5. Laporan keuangan dalam pengadaan barang tidak sesuai dengan harga dan spesifikasi : 

5. Laporan keuangan dalam pengadaan barang tidak sesuai dengan harga dan spesifikasi Adanya pengecekan barang dan harga pada saat pemeriksaan laporan pertanggungjawaban

Slide 24: 

Pengertian :Penerimaan berupa hadiah (Uang, Barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket pesawat, liburan, biaya pengobatan, dan fasilitas lain) yang berhubungan dengan jabatan Hukuman: Penjara maksimal 20 tahun atau denda maksimal Rp 1 Milyar Gratifikasi

Slide 25: 

Jenis – jenis gratifikasi

Slide 26: 

Lanjutan ....

Slide 27: 

Jenis – jenis gratifikasi

Slide 28: 

Jenis – jenis gratifikasi

Slide 29: 

PANDANGAN PENDIDIKAN ANTI KORUPS

Slide 30: 

Korupsi Pendidikan adalah bentuk lain dari penyalahgunaan wewenang otoritas pendidikan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri (Kalnis,2001) World Bank th. 2005 melaporkan kebocorananggaran pendidikan 80% disebabkan karena : 1. Suap dalam proses rekrutment guru 2. Promosi jabatan Kepala Sekolah 3. Pungutan-pungutan tidak sah disekolah 4. Pengelolaan dana BOS, ABS, & APBD pendidikan ( Halak & Poisson, 2005 )

Ciri Sistem Pendidikan Bebas Korupsi : 

Ciri Sistem Pendidikan Bebas Korupsi Kesetaraan terhadap kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu Tercapainya keadilan dalam distribusi sarana pendidikan terhadap seluruh sekolah (285.000 sekolah) Transparansi kriteria penerimaan siswa baru Sistem manajemen yang profesional dan independent untuk akreditasi guru Keadilan pelayanan pendidikan tanpa diskriminasi Tersedianya pengkodean guru yang mengikat etika dan moral bagi seluruh penyelenggara pendidikan disertai ketersediaan program peningkatan kapasitas untuk guru (Stephen Heynemen, 2002)

BEBERAPA PENDAPAT : 

BEBERAPA PENDAPAT Tahun 2009/2010 : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur merealisasikan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah Tidak tepat Pendidikan Anti Korupsi dijadikan mata pelajaran ( Arief Rahman, 2009 ) Budaya adalah seperangkat norma, nilai, dan kepercayaan, & tradisi yang berlangsung dari waktu ke waktu ( Peterson 1998) Budaya sekolah adalah suatu expectasi dan asumsi dari norma, nilai, dan tradisi, yang secara diam-diam mengarahkan seluruh aktivitas personel sekolah (Finnan, 2000) Sekolah sebagai agen perubahan dibentuk oleh praktik dan nilai budaya yang mereflexikan norma-norma masyarakat saat siswa masih sedang dikembangkan (Hollins, 1996 )

Ilustrasi Pendidikan Kejujuran di Sekolah Sukma Bangsa : 

Ilustrasi Pendidikan Kejujuran di Sekolah Sukma Bangsa Penerapan pada siswa : Tidak mencuri / menyontek Tidak melakukan kekerasan fisik maupun verbal Tidak merokok di lingkungan sekolah Penerapan pada Guru : Tidak bolos mengajar Wajib membaca buku berkaitan perkembangan IPTEK Tidak melabel siswa Tidak menghukum siswa tanpa pelanggaran yang jelas Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma Jakarta, dalam kurikulum anti korupsi; Media Indonesia 16 Maret 2009

Tugas kelompok tulis identifikasi dan solusinya : 

Tugas kelompok tulis identifikasi dan solusinya Kelompok 1 – Merugikan Keuangan Negara Kelompok 2 - Suap Menyuap Kelompok 3 – Penggelapan Jabatan Kelompok 4 – Korupsi di Dunia Pendidikan Kelompok 5 – Curang dan Tidak Disiplin Kelompok 6 – Kepentingan dalam Pengadaan Kelompok 7 - Gratifikasi